JENIS-JENIS VARIETAS PADI DI INDONESIA
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP DEPTAN di BANTEN )
Di Indonesia, tanaman padi merupakan salah satu tanaman utama. Sebab tanaman ini merupakan penghasil sebagian besar makanan pokok di negeri ini. Oleh sebab itu, saya ingin memberikan informasi tentang tanaman padi.
Tanaman padi dapat dibedakan berdasarkan varietasnya. Varietas tanaman padi ini banyak sekali. Dan hampir setiap tahun muncul dengan sifat genetik yang lebih baik.
Secara umum, tanaman padi dibedakan dalam 3 jenis “varietas”,
1. Varietas Padi Hibrida
Arti mudahnya bisa dikatakan varietas padi sekali tanam, hasilnya akan maksimal bila sekali ditanam. Tetapi bila keturunannya (benih) ditanam kembali maka hasilnya akan berkurang jauh.
Memang varietas ini dibuat atau direkayasa oleh pemiliknya untuk sekali tanam saja. Tujuannya agar petani membeli kembali. Harga benih hibrida sangat mahal, bisa mencapai 40 ribu-60 ribu per kilo.
Contohnya: Intani 1 dan 2, PP1, H1, Bernas Prima, Rokan, SL 8 dan 11 SHS, Segera Anak, SEMBADA B3, B5, B8 DAN B9, Hipa4, Hipa 5 Ceva, Hipa 6 Jete, Hipa 7, Hipa 8, Hipa 9, Hipa 10, Hipa 11, Long Ping (pusaka 1 dan 2), Adirasa-1, Adirasa-64, Hibrindo R-1, Hibrindo R-2, Manis-4 dan 5, MIKI-1,2,3, SL 8 SHS, SL 11 HSS, Maro dll.
Varietas padi hibrida ada juga yang dilepas pemerintah. Tapi ada juga (boleh dikatakan banyak) yang didatangkan (import) dari negara lain.
2. Varietas Padi Unggul :
Arti mudahnya varietas ini bisa berkali-kali ditanam dengan perlakuan yang baik. Hasil dari panen varietas ini bisa dijadikan benih kembali. Ada petani yang saya temui bisa menanam sampai 10 kali lebih dengan hasil yang hampir sama.
Varietas padi unggul adalah varietas yang telah di lepas oleh pemerintah dengan SK Menteri Pertanian. Varietas ini telah melewati berbagai uji coba.
Harga benih verietas ini murah, harganya bisa mencapai 5 ribu- 10 ribu per kilo.
Contoh dari varietas ini yang banyak di tanam petani adalah
CIHERANG (bisa mencapai 47 % dari total varietas yang ditanam), IR-64, Mekongga, Cimelati, Cibogo, Cisadane, Situ Patenggang, Cigeulis, Ciliwung, Cimelati, Membramo, Sintanur, Jati luhur, Fatmawati, Situbagendit, dll.
Sejak tahun 2008, penamaan padi berubah. Untuk padi sawah dinamakan Inpari (Inbrid Padi Irigasi). Misalnya: Inpari 1-10, Inpari 11, Inpari 12 dan Inpari 13, dll. Sedangkan dari pihak BATAN telah mengeluarkan padi varietas : Cilosari, Diahsuci, Bestari, Inpari Sidenuk, Pandan Putri dll.
Pada tahun 2010/2011 untuk varietas Inpari, INPARI 13 lah yang banyak banyak ditanam petani. Pemerintah ingin agar INPARI 13 menggeser varietas ciherang yang paling banyak ditanam petani.
Untuk tahun 2011 juga, BB Padi telah mengeluarkan varietas terbaru dengan keunggulan yang lebih beragam seperti : Inpari 14 Pakuan, Inpari 15 Parahyangan, Inpari 16 Pasundan, Inpari 17, Inpari 18, Inpari 19, Inpari 20, inpari 21, dll.
Untuk tahun 2012 : telah dilepas beberapa varietas padi, antara lain: inpari 22-29.
Untuk Padi Rawa ( Inpara ) juga banyak dilepas pemerintah. Contohnya: Inpara 1-8, dll. Demikian pula untuk padi gogo (inpago). Contohnya: Inpago 1-5, dll
Anda bisa juga membaca varietas padi yang diluncurkan BB Padi Sukamandi Subang sejak tahun 2005, baca disini .
3. Varietas Padi Lokal
Varietas padi lokal adalah varietas padi yang sudah lama beradaptasi di daerah tertentu. Sehingga varietas ini mempunyai karakteristik spesifik lokasi di daerah tsb. Setiap varietas mempunyai keunggulan dan kelemahan. Demikian juga untuk varietas lokal tsb.
Contoh varietas lokal: varietas kebo, dharma ayu, pemuda idaman, (Indramayu), Gropak, Ketan tawon, Gundelan, dll ( Malang), Merong ( pasuruan ), Simenep , Srimulih, Andel Jaran, Ketan Lusi, Ekor Kuda, hingga Gropak ( Kulon Progo-Jogja), dll.
Tambahan: Angkong, Bengawan, Engseng, Melati, Markoti, Longong, Rejung Kuning, Umbul-umbul, Tunjung, Rijal, Sri Kuning, Untup, Tumpang Karyo, Rangka Madu, Sawah Kelai, Tembaga, Tjina, dll (sumber: http://green-organic-rice.blogspot.com/2009/01/ribuan-varietas-padi-lokal-hilang.html)
Dalam tulisan “Benih Padi Lokal Harus Didukung Pemerintah” yang ditulis oleh Lukas Adi Prasetya dan Idha Saraswati diberitakan ketika Festival Benih Padi 2009 yang dilangsungkan Jumat dan Sabtu di Ganjuran, Bambanglipuro, Bantul, ini, benih-benih padi varietas lokal dikenalkan.
“Yang ini adalah varietas Srimulih. Berasnya mirip IR 64, baik bentuk maupun rasanya. Kelebihan Srimulih adalah, jika menyantap, awet kenyangnya. Beras IR, nggak bisa awet kenyangnya. Tanaman padi Srimulih juga nggak manja,” ujar Hendrastuti yang juga sebagai Koordinator Umum Jaringan Petani Kulon Progo ini.
Apa yang disampaikan Hendrastuti, adalah gambaran bahwa benih-benih lokal, belum mendapat tempat di hati masyarakat. Jika ditarik ke belakang, ini adalah salah siapa? Mengapa benih-benih lokal yang bagus dan tahan hama, tidak pernah terorbit? Demikian juga benih-benih lokal hasil silangan, tak pernah muncul di permukaan?
Tugas Pemulia Tanaman
Oleh sebab itu, bagi para pemulia tertentu, varietas lokal ini dikawinsilangkan dengan varietas unggul sehingga hasil keturunannya akan menghasilkan keturunan yang lebih baik.

mantab infonya, berarti yg rekomended itu jenis inpari 13
memang untuk di daerah tertentu sepeti Jateng dan Bali, padi Inpari 13 sudah menyebar sebab tahan hama wereng. Tapi di daerah tertentu seperti yg saya alami di tangerang, Banten. Inpari 13 kurang disukai petani sebab gabahnya ramping dan kecil ( 1000 butir sekitar 25,2 g ), hasil produksinya menurut petani yang menanan kurang maksimal, dan bila digebot dan dirontokan sulit bahkan cendrung tangkainya patah.
Justru di daerah di sini hasil untuk Padi Inpari 10 pertumbuhan tanamannya bagus, dan hasilnya pun memuaskan. Dan ada jg padi vaerietas lokal yg sangat baik hasilnya seperti padi denok.
untuk setiap varietas padi yang disebutkan, beras yang dihasilkan dinamai apa ya?
Trim mas Bida Lukman,
Wah kalau nama beras sy harus belajar lagi nih, sy pernah bertanya pada seseorang yang punya penggilingan beras. Diapun kurang begitu paham.
Utk wilayah madiun tepatnya di desa kresek kondisi lahannya teras siring, utk pengalaman mas kira2 jenis padi Apa yg menghasilkan panenan terbanyak, utk rasa diabaikan yg penting hasilnyanya banyak ! Makasih
Untuk wilayah Madiun, terletak di 63-67 dlp. Itu artinya, berada di dataran rendah. Secara umum varietas Inpari sesuai dengan kondisi ini.
Kalau di daerah binaan sy, hampir tak ada daerah yg punya karakteristik terasiring. Tetapi bila melihat varietas inpari 13 yg begitu diminati di Bali ( terkenal akan terasiringnya) maka varietas ini cocok di tanam di daerah mas joko. trim
di tempat saya di sragen saat ini inpari 13 mengalami penyakit padi yang akan tua tiba-tiba kering dan mati. kalau istilah disini potong leher apakah itu penyebabnya dan apa solusi atau pencegahaannya?????
Trim atas komennya mba athikarohmah,
Kalo dilihat dari karakteristik Inpari 13, jenis ini agak rentan dengan yang namanya Hawar Daun Bakteri.
Untuk jelasnya silahkan baca di http://bbpadi.litbang.deptan.go.id/index.php/in/penyakit-padi-karena-bakteri/204–penyakit-hawar-daun-bakteri-blb-
Jenis padi inpari 13 di daerahku terkena penyakit potong leher, untuk masa tanam berikutnya, apa ya bibit padi yg cocok ?
Trim atas komennya Ririy,
Kalo dilihat dari karakteristik Inpari 13, jenis ini agak rentan dengan yang namanya Hawar Daun Bakteri.
Untuk jelasnya silahkan baca https://ceritanurmanadi.wordpress.com/2012/01/26/penyakit-kresek-atau-hawar-daun-bakteri/
Terima kasih infonya….
“…CIHERANG (bisa mencapai 47 % dari total varietas yang ditanam)..”
Maaf mas boleh tau sumbernya hingga muncul angka 47% darimana ya, apakah hasil survey mas sendiri atau bagaimana. Jujur saya saat ini sedang membutuhkan referensi mengenai sebaran varietas2 padi yg banyak ditanam oleh petani di Indonesia utk tesis saya, dan akan saya kutip sbg salah satu referens saya nantinya. Apakah ada informasi utk jml sebaran varietas padi lainnya (dlm %), seperti mekongga, inpari 1-13, dll ?
Terimakasih
Trima kasih Pak Vian,
Angka itu muncul karena saya pernah baca di suatu artikel atau laporan, tapi saya lupa catat tulisan/laporan tsb.
Tapi kalau saya lihat, sejak dilepas dari tahun 2000 sampai 2008, dikalangan petani kebanyakan menggunakan varietas in. Walaupun sejak muncul nama varietas Inpari sejak 2008 pun, tetap saja di kalangan petani penggunaan varietas ciherang sampai 2011 masih banyak. Masalah angka memang susah disebut sebab harus dng survey.
Terimakasih Pak NurmanIhsan atas respon yang cepat dan penjelasan yang jelas.
Semoga kedepan indonesia bisa menjadi negara dengan produksi padi terbesar di asia bahkan dunia. Amin
Pingback: Jenis Padi yang Banyak Ditanam « Wong168's Blog
kalau untuk sumatera utara, mana lebih baik ceherang apa impari 13?
sebenarnya padi yang baik tumbuh melebar apa lurus memanjang,karena padi saya ada yg tumbuh melebar hijau tpi agak pendek dan ada lurus memanjang tp kurang hiaju.
kenapa terjadi kresek?thaz sebelumnya.
bisa minta no.hpnya dong?
Untuk menilai baik/tidak tanaman padi di suatu lokasi, sebaiknya dilakukan uji lokasi.
Di Garut, menurut teman saya sesama THL, ada uji lokasi terhadap bebrapa varietas. Ternyata, inpari 4 yang terbaik.
Ada baiknya, minta data dari BPTP Provinsi Sumut, varietas apa yg terbaik.
Untuk tumbuhnya padi, sebetulnya tergantung varietas padi. Ada padi yg tinggi, rendah, anakannya banyak, dll. Bisa jg dipengaruhi oleh curah hujan. Bila tanaman kekurangan air, maka tanaman cendrung tumbuhnya kurang tinggi.
Untuk penyakit kresek, Silahkan baca http://ceritanurmanadi.wordpress.com/2012/07/12/penyakit-kresek-hawar-daun-pada-tanaman-padi/
Di desa tetangga MT 1 besok akan tanam varietas Mahesa/cimunding. Kata tengkulak padi di sana hasilnya melebihi varietas ciherang dan IR 64
Pak Ali, biasanya padi lokal umurnya agak panjang, tanaman tinggi dan produksi rendah. Nah, bila hasilnya melebihin ciherang dan IR64, bisa jadi ada varietas unggul yg namanya dah berganti nama daerah.
kaya varietas shogun, ternyata benih dari BB padi, si denok ternyata inpari 21 ( sidenuk ), dll
Itulah pak Ihsan dari awal dengar nama varietas Mahesa, cimunding, dan sekarang blerang yg lg jadi buah bibir di desa sebelah saya tidak yakin 100% kalau varietas tsb varietas lokal. Bisa jadi asal sebut nama. Biar lbh jelas besok sy minta benihnya, dan sy kirim ke pak Ihsan.
Assalamualaikum Mas Nurman….
Beberapa bulan yang lalu saya uji coba tanam inpari 14-21.dapat benih dari BBPadi.Saya ingin sharing hasilnya dari 3 varietas yang tertinggi hasilnya adalah sbb:
1.Inpari 20.Luas lahan 30m2 mendpt hasil 30kg GKP.
2.Inpari 19.Luas lahan 22m2 mendapat hasil 20kg GKP.
3.Inpari 21 Luas lahan 35m2 mendapat hasil 30kg GKP.
Ujicoba diatas berdasarkan atas perlakuan petani.
Dari ketiga varietas tersebut saya pribadi sebagai petani lebih condong pada inpari 20 karena alasan:
1.Anakan yang banyak rata2 >30 anakan perumpun mengingatkan saya pada var IR64.
2.Daya adaptasi yg tinggi sejak awal tanam.atau tidak rewel.
3.Type rumpun yg “mekar”shg tdk rebah.
4.Daya hasil tertinggi.
5.Rendemen beras yang tinggi ditandai dengan kulit tipis dan bulir setara IR64.
6.Lebih tahan hama penyakit.
7.Kerontokan sedang.
Mungkin ini yang bisa sampaikan.Semoga bermanfaat bagi petani Indonesia.
Wassalam.
Trima kasih mas efendy,
Semoga data2 yg mas berikan bisa bermanfaat bagi yang lain.
ya mas, type rumpun yg mekar, kayanya sesuai krn ada leluhurnya yaitu varietas IR64.
Memang Pak nurman, saya kemarin habis bertandang ke karawang lumbungnya padi, petani di sana juga penamaan varietas yang mudah di ingat saja, ciherang doyok umpamanya setelah saya amati sangat mirip dengan inpari 4.
slmt pagi pak NURMANIHSAN,,
mau tanya klo untuk di daerah BIMA NTB bagusnya pake apa y
di sana kondisi daerahnya pegunungan dan persawahan tp berada di dataran tinggi,,,
trima kasih
Assalamu’alaikum semuanya.. Masalah penamaan varietas yang terkadang seenaknya saja menamai, di tempat saya malah lebih lucu lagi. Tetangga saya bilang dia menanam var Ostam dan brunei. Kebetulan hasilnya memang bagus, imbasnya banyak yang mencari ke toko, benih Ostam. Ya gak ada, orang nama ostam adalah kependekan dari nama si empunya padi, OoS TAMrin. Padahal aslinya dia menanam mekongga, sama seperti saya. Mekongga => Ostam. Karena iseng, dan karena minimnya informasi varietas padi. untuk MT1 nanti pak nurman, mekongga cocok gak?
wa’alaikum salam pak ali,
ya begitulah petani kita, “benih padi boleh nemu” dari orang lain trus ditanam, merasa milik sendiri. dikasih nama aneh2. seakan2 benih ini hasil persilangan sendiri.
Untuk MT-1, varietas lama spt ciherang dan mekongga bagus sebab daerah sebaran/daya adaptifnya varietas ini luas. Cuma sayang, karena sudah sering digunakan maka rentan thd hama dan penyakit.
Tapi, karena daerah pak ali, padi mekongga baru pak ali yg tanam, maka tuk padi mekongga aman.
Untuk varietas lain, spt inpari 10 pada MT1 di daerah tangerang, hasil yg didapat cukup bagus. Artinya petani yg tanam cukup puas. dan menanam kembali pada MT berikutnya.
Untuk inpari 4, bisa jadi alternatif.
Kala inpari yg lain, mungkin ada saran dari mas efendy
Ass pak suryadin…boleh nimbrung?
Untuk dataran tinggi varietas yang sesuai adalah jenis padi Sarinah.atau jika tidak ada bapak bisa pilih varietas yang tidak berbatang tinggi,karena semakin tinggi tanaman maka metabolisme nya makin lama dan memerlukan energi yang lebih besar.Sehingga padi yang ditanam didataran tinggi pasti lebih lama panennya dan anakan lebih sedikit dari pada yang ditanam di dataran rendah.kesimpulannya bapak cari padi yang “pendek” dan beranak banyak.di tempat saya Sukorejo yang agak tinggi,var WAY APOBURU dan Luk Ulo cocok pak….trims
ha ha jadi ketawa membaca keterangan pak efendy….namun bukan berarti mentertawain, ya itulah padi adatif berbeda di masing masing daerah. luk ulo itu nama sungai di kebumen, kok cocok di pasuruan ya,orang kebumen sendiri malah nga tau ada nama padi luk ulo, wah kalau way apoburu itu beranak banyak sekali.
wah wah pak Ihsan ini kayaknya mengajangi tempat share ilmu.
moga jadi pahala yg melimpah ya pak.amiiin
semoga pak hanif,
kita semua akan dapat pahala bila kita saling berbagi ilmu yg bermanfaat. amin.
Maaf…
Mau nanya,untuk varietas padi ap yg baik dan hasilnya banyak d daerah tuban.yg setiap tahun bisa panen rata-rata 3 kali karena pakai sistem irigasi.
Thaxs
mas agus,stau saya bila tanam padi tiga kali setahun setahu saya varietas padinya kudu ganti2 trus,itusih stahu saya
mas effendi untuk bisa dapat benih inpari 20 dapat dibeli dimana saya pasuruan juga mas
Klop sudah Pak Efendy ketemu sama saudara Pak feri…sama sama petani pioner, inilah gunanya blog…terima kasih pak ihsan.
Ass mas Nurman,
Sekitar 3 tahun yang lalu pemerintah dalam hal ini BBPadi memperkenalkan VUB inpari untuk menggantikan penamaan lama yang bersumber dari nama sungai.Hingga saat ini sudah mencapai 30 jenis Inpari.Namun di kalangan petani penamaan Varietas padi menjadi Inpari diikuti nomor menjadi masalah ketika ada beberapa varietas yang “gaga panenl” dan tidak berhasil.Dampaknya petani dan tengkulak “gebyah uyah” menyamaratakan semua padi Inpari jelek dan tidak mau/takut menanam semua jenis padi Inpari.Fenomena ini terjadi di daerah saya,karena Inpari 13 hasilnya jeblok,maka mayoritas petani fobia padi Inpari,faktanya ada beberapa jenis inpari yang bagus seperti inpari 1,4,10,20.
Usulan saya sih,kedepan BBPadi mengembalikan penamaan ke nama bukan angka dibelakang Inpari sehingga petani kita mudah mengingatnya…..
Setuju mas efendy, sy setuju ide tsb
Ya. betul…kembali ke nama nama sungai, sekecil apapun sungai dan situ/danau banyak manfaatnya, memang terbanyak di varietas padi.pasti masih penemukan sungai sungai di indonesia, jangan pinjam nama sungai negeri tetangga.
Assalamualaikum pak Nurman, saya pada awal bulan Januari 2013 nanti t4 saya sudah mulai musim tanam rendeng, dari pengalaman saya menanam padi saya sudah ganti beberapa varietas, diantaranya Ciherang, Mekongga, Cigeulis dan terkahir waktu musim gadu tahun 2012 varietas yang saya tanam Bestari, varietas-varietas tersebut saya tanam di 4 musim. hasil dari 4 varietas tersebut bervariasi mengingat lahan saya cuma 1 bau (+- 3/4 ha) dengan bentuk lahan semi teras siring.
1. ciherang 4,5 ton ( musim rendeng)
2. mekongga 3,2 ton (musim gadu)
3. cigeulis 4,1 ton (musim rendeng)
4. Bestari 3,5 ton (musim gadu)
nah rencananya di musim rendeng 2013 ini saya akan ganti varietas, kira-kira varietas apa yang bisa saya tanam untuk hasil yang maksimal dan rasa yang pulen ? rencananya saya akan tanam Sidenuk atau Diah Suci, kira-kira yang mana ya pak ? mohon solusinya. terima kasih.
wassalam
ass..untuk mendapatkan benih inpari di mana yah?dan untuk dataran rendah cocoknya pake benih inpari berapa?
Silahkan kontak BB padi
atau kontak BPTP tiap provinsi Mas Ardhy.
Di tiap2 kios pun sekarang 2 ini ada benih inpari. Oh ya, benih inpari itu ada bermacam2 dari inpari 1 – 20 mas.
Coba kontak mas efendy dia punya benih inpari.
Tuk dataran rendah, inpari 4, 10, 13, 19 dan 20 bisa digunakan. trim
thanks infonya pak..
Boleh nimbrung mas Yudhi,
jika membandingkan 2 varietas Sidenuk dan Diah Suci,maka saya lebih condong memilih diah suci untuk musim Hujan.Selain tidak rewel Diah suci juga lebih tahan HDB dan Blast,namun Diah suci tidak terlalu menyukai urea berlebih,bisa rebah.jadi dosis Urea dikurangi dari biasanya namun pupuk kandang ditambah mas.Trims.
trim mas efendy,
oh ya mas, setahu saya varietas sidenuk adalah penyempurnaan dari varietas Diah Suci. Dari tinggi tanaman jg Diah Suci lebih tinggi. Vaerietas sidenuk dibbrp tempat ada yg tidak rebah di MT-1 mas. APalagi bila ditanam januari 2013.
saran saya kepada Mas Yudhi: tanam saja ke-2 varietas tsb. tapi kalau sy boleh memilih, sy cendrung ke sidenuk. melihat malai-malai sidenuk begitu menggoda Mas Yudhi,,,
terimakasih pak Nur dan Mas Efendy atas sarannya,mungkin saya akan coba tanam ke-2 varietas tsb, boleh ngrepotin saranya lagi ya ? saya bingung komposisi pupuk yg tepat, sebagai gambaran lahan tsb sudah saya tebar pupuk kandang dan rencananya akan saya tebar pupuk dasar, kira2 komposisi pupuk urea yg tepat berapa ya ? terus kira2 perlu apa tidak di tambah pupuk dengan komposisi KCL ? kalo perlu komposisi yg tepat berpa ? beberpa musim yg lewat baik MT-1 maupun MT-2 dg lahan yg punya adalah 150 kg urea + 150 phonska, mohon saranya lagi ya pak…?
wassalamualaikum
Mas Yudhi, setelah tebar ppk kandang sebaiknya disemprotkan pupuk hayati/POC supaya sawah mas sehat.
Tuk NPK ponska kandungan SP36 dan KCL ckup banyak baca http://ceritanurmanadi.wordpress.com/2012/02/12/cara-membuat-pupuk-npk/
lahan mas yudhi brp luasnya?
dengan dosis 150 kg ponska + 150 urea sebaiknya yg ditambahkan adalah SP-36 pak.
jadi pupuk ponska 150kg kemudian ditambah 30-40 kg SP36
pupuk dasar 100 kg ponska + 30-40 kg SP36 + 30 kg urea di 7-10 hst
pupuk susulan ke-1 50 kg ponska + 70 kg urea di 25 hst
pupuk susulan ke-2 50 kg urea di 35-40 hst
Sebaiknya, disemprotkan juga pupuk cair/POC/pupuk hayati di 15 hst dan 30 hst pak. trim
untuk pupuk hayati bisa hub mas efendy http://ceritanurmanadi.wordpress.com/iklan/
atau pakai M-BIO bpk bisa hub 0812 2330130
Ya betul juga saran mas Nurman,bisa kedua varietas ditanam nanti bisa dibandingkan mana yang cocok dan berdaya hasil lebih.karena spesifik lokasi juga menentukan hasil.
Untuk komposisi pupuk kayaknya mas nurman lebih kompeten.Saya mungkin nambah di sisi penggunaan KCL.Kalau ada phonska/NPK sptnya sudah cukup pak.selain karena KCL mahal juga lahan bapak sudah ditaburi kompos.Untuk tanaman pangan hara yang paling banyak dibutuhkan sebenarnya fosfat.fungsi kalium/K2O hanya sebagai katalisator,dan tanaman lebh thn penyakit.Parahnya Fosfat dan kalium pada Pupuk kimia tidak bisa langsung diserap tanaman melainkan harus dilarutkan oleh “koki” yang namanya mikroba pelarut fosfat dan kalium seperti Aspergillus Niger,Pseudomonas Spp,Bacillus spp.Saran saya,Mas bisa mengaplikasikan pupuk hayati atau POC untuk memperbanyak pasukan “koki” tsb.Malah jika mas punya banyak waktu bisa membuat MOL yang tersedia di alam.Dan jika masih dirasa kurang Mas bisa aplikasi MKP (Monokalium fosfat) sifatnya water soluble alias larut 100% di air;kandungan P:52% K2O:32% pada daun di fase generatif umur 45 dan 65 hst,dengan dosis 2 sendok makan/tangki.InsyaAllah Mas sudah tidak perlu KCL lagi
Matur Nuwun
Terima kasih mas efendy atas komentarnya,,,
pencerahan bagi semua pembaca di blog ini.
wah pak efendy ini, meskipun ngakunya g punya latar belakang pendidikan pertanian secara formal, tetapi kedalaman ilmunya susah dijajagi nih.. Salut. Jika di cerita ADBM, Pak efendy layaknya tokoh “kyai gringsing”. Awas jangan bosan bagi2 ilmu dan pengalamannya..
Pak Ali, penggemar juga cerita ADBM ya? hee
Iya pak, udah dua kali khatam nih, dan separo jalan menuju khatam ketiga..hehe. Sifat agung sedayu dan kyai gringsing kalau dalam pertanian, mirip dengan petani organik pak. Tidak sembarangan membinasakan lawan, mengedepankan cara untuk mengantisifasi dan menaklukan. Seorang penggiat organik pernah bilang, jangan terlalu gampang membunuh makhluk hidup yg ada di sawah meskipun hama.. Kenali dan kendalikan.
He3x ndak juga pak Ali….pengetahuan itu juga saya dapat dari orang lain kog,saya hanya penyambung lidah aja.Inilah yang membedakan ilmu dengan harta.Logikanya semakin banyak harta diberikan pd orang makin habis.tapi kalau ilmu semakin diamalkan makin bertambah baik kemudahan maupun berkahnya…
setuju mas efendy,
semakin banyak memberi ilmu semakin berkah hidupnya,,,
Amien, seperti pohon yg berbuah lebat di tengah padang yg rasa rasanya semakin gersang pak Ihsan. maturnuwun pak effendy. Pasuruan sudah masuk musim tanam lagikah? Saya gak kebagian benih inpari 20 nih..hehehe
untuk gunungkidul/DIY dapatkan bibitnya dimana ya?? maturnuwun.
Pak Nurman, Saya ada lahan 4 rante di daerah desa percut sei tuan kab.deli serdang, lahan tersebut kena pasang surut air laut, berdasarkan informasi yang saya pelajari cocok ditanam inpara 2, tapi saya tidak tahu dimana beli bibit inpara 2 tersebut di daerah medan, sumut. mohon informasi dari Bapak?
Cob tanya di BPP ( Balai Penyuluh Pertanian) atau di BPTP Provinsi. Atau coba hub BB Padi. TKs
saya mo tanya,,,daerah saya diBlitar cocok gk klu ditanami padi miki 2,,masalah air melimpah,,,dan bibit itu belinya dimana?? Trims mas
paling susah jogja cari benih kang.ditoko2 biasanya cuma ada varietas PEPE,siti bangendit, IR 64 atau memberamo.beli bibit padi2 lokal kalau di jogja dimana kang?
mas atau mbak reno ya,pengalaman saya kalau nyari benih lokal ditoko toko blm pernah nemu.Sy biasa menemukan benih lokal cm dari mbah mbah tani yg ada dipelosok pelosok desa khususnya desa yg ada dikaki gunung,mas reno coba aja nyari dikaki gunung merapi,sy pernah lihat mbah mbah tani disana msh menanam varietas lokal jaman dulu
kemana 6.750 keragaman benih pusaka warisan tanah nusantara kita?
salam kenal dari petani magetan timur
berapa harga bibit bsm ya???makasih