NAMA ITU DOA DAN HARAPAN ORANG TUA ( 2 )

NAMA ITU DOA, NAMA ITU HARAPAN ORANG TUA ( 2 )
Penulis : Nurman Ihsan ( Penulis Lepas )

Pada suatu kesempatan, Pak Syafei sedang duduk di teras mushola. Selang tak beberapa lama, anak tertuanya datang kearahnya. Mereka pun terlibat suatu pembicaraan.

“ ayah, boleh saya tahu, kenapa saya dinamakan zubair?”
“ ayah senang kau tanyakan itu, nak. Tapi mungkin ada alasan lain yang membuat kamu bertanya?”
“ iya ayah, tadi di sekolah pak guru meminta kepada setiap anak untuk mengetahui, apa alasan diberi nama oleh ayahnya”
“ apa benar kamu ingin tau, nak?”
“ benar, ayah. Soal nama ini, sebetulnya ingin saya tanyakan pada ayah beberapa tahun yang lalu tapi baru sekarang saya utarakan”
“ begini, sewaktu ayah kuliah, ayah pernah membaca sebuah buku. Buku itu berkisah di zaman Umar bin Khatab jadi Khalifah. Waktu itu Sang Khalifah akan melewati sebuah jalan. Di jalan tersebut terdapat banyak anak-anak yang sedang bermain. Begitu mengetahui Sang Kholifah akan melewati jalan tersebut semua anak-anak tersebut kabur dari jalan tersebut kecuali satu orang anak. Mereka lari karena kewibawaan Sang Kholifah. Melihat kejadian itu sang Kholifah menuju anak tersebut

” Hai anakku, kenapa engkau tidak lari bersama teman-temanmu?” tanya Umar ketika itu
Sambil menghadap Umar, dia berkata tegas,
” Wahai Tuan KhAlifah, aku tidak melakukan kesalahan apa-apa pada tuan jadi untuk apa aku melarikan diri dari tuan” . Kemudian dilanjutkan,” Dan jalanan ini tak sempit, maka aku tidak perlu memperluasnya buat jalan tuan”.
“ hebat sekali anak itu, ayah”
“betul, anakku. Anak itu hebat, anak itu ternyata bernama Abdullah bin Zubair. Itu artinya Abdullah anak Zubair. Bapaknya bernama Zubair, Zubair bin Awwam. Sang ayah, Zubair bin Awwan lah yang telah mendidik anaknya sehingga bisa punya karakter seperti itu”. Sang ayah diam sebentar.
“ bisa dilanjutkan, ayah?”
“ oh iya, Zubair bin Awwam adalah sahabat Nabi Muhamad SAW, dia termasuk orang yang masuk Islam di masa-masa awal. Kalau tak salah, dia termasuk tujuh orang pertama yang masuk Islam. Di masa-masa awal kenabian, saat jumlah kaum muslimin masih sedikit, suatu ketika terdengar berita bahwa Rasulullah terbunuh. Zubair langsung menghunus pedang lalu berkeliling kota Makkah laksana tiupan angin kencang, padahal usianya masih muda belia.Yang pertama kali dilakukannya adalah mengecek kebenaran berita tersebut. Seandainya berita itu benar, ia bertekad menggunakan pedangnya untuk memenggal semua kepala orang-orang kafir Quraisy atau ia sendiri yang gugur”
“ apakah dia ketemu Rasulullah, ayah?”

“ iya, di satu tempat, di bagian kota Makkah yang agak tinggi, ia bertemu Rasulullah. Rasulullah menanyakan maksudnya. Ia menceritakan berita yang ia dengar dan menceritakan tekadnya. Maka, beliau berdoa agar Zubair selalu diberi kebaikan dan pedangnya selalu diberi kemenangan. Rasulullah sangat sayang kepada Zubair. Beliau bahkan pernah menyatakan kebanggaannya atas perjuangan Zubair. Setiap nabi mempunyai pembela dan pembelaku adalah Zubair bin Awwam”
“ saya juga kagum kepada sahabat Rasulullah ini, ayah. Dia masih muda, tetapi pembelaannya kepada sang nabi luar biasa”
“ betul, bang. Bahkan dalam suatu peperangan, namanya perang Yarmuk, perang dengan Bangsa Romawi. Ketika itu, Zubair memerankan satu pasukan tersendiri. Ketika banyak prajuritnya yang lari ketakutan melihat jumlah pasukan Romawi yang begitu banyak, ia berteriak, “Allaahu Akbar”, lalu menyerbu pasukan Romawi sendirian dengan pedangnya”

Cerita itu amat berkesan di hatinya. Sejak membaca kisah tersebut Syafei muda punya cita-cita. Kelak, bila dia dikaruniakan anak pertama laki-laki akan dinamakan Zubair. Dia ingin mempunyai anak yang berani seperti itu dalam menegakan nilai-nilai kebenaran. Dan dia telah memenuhi janji tersebut. Anak pertamanya lahir, kemudian dia namakan Zubair. Lengkapnya Zubair Firdaus.

“ begitulah bang, sekilas tentang kepahlawanan Zubair bin Awwam. Masih banyak lagi kisah-kisah yang telah ditorehkan demi kejayaan islam. Dari sekian banyak prestasinya, dia tak luput mendidik anaknya, Abdullah bin Zubair sehingga menjadi anak yang pemberani. Dia tak takut berada di jalan umum saat Umar bin Khattab lewat, sebab dia tak salah”
“ oleh sebab itu, ayah menamakan saya dengan nama Zubair. Betulkah ayah?”
“ anakku, nama adalah doa. Nama adalah harapan. Nama adalah cita-cita besar orang tua yang akan melekat pada anak bila dia telah dewasa. Begitu doa dan harapan, ayah. Agar kamu menjadi orang yang hebat. Orang yang mempunyai jiwa kepahlawanan, tetapi pada saat yag sama berani pada kebenaran.
“ seperti itukah harapan yang akan ayah inginkan dari saya?”
“ ya, seperti itulah ayah dan ibumu harapkan, bang”
“ terima kasih, ayah. Saya begitu bangga dengan nama pemberian ayah itu”. Selanjutnya, zubair cium tangan ayahnya. Dan sang ayahpun, mencium kening anaknya dengan perasaan bahagia.

Sejak saat itu, ZUbair mulai belajar silat. Silat gerak rasa dari seorang guru yang bernama Kang Rasyid. Karena ketekunannya, dalam waktu yang tak terlalu lama dia dapat dapat “rasa” dalam ilmu silat. Rasa ini dalam bahasa silat, bila dalam berkelahi disentuh saja dapat dirasakan. Dan tangan akan berkelit, dengan sasaran yang mematikan.

Pernah suatu ketika, ada teman SDnya yang dipalak anak SMP. Dia sempat menegur anak SMP tersebut, karena tak terima Zubairpun dipukulnya. Dengan cepat pukulan itu dihindarinya, tetapi pada saat yang bersamaan tangannya sudah membuat jatuh anak SMP tersebut. Jelas anak SMP itu lari. Itulah kehebatan ilmu silat gerak rasa, gerakan menghindar sambil memberikan pukulan. Dengan ilmu silat itulah, zubair begitu disegani teman-teman sebanyanya.

Anak yang kedua, Jamil Firdaus. Umurnya 9 tahun. Dia kelas 4 SD. Perawakannya sedang tetapi amat lincah. Wajahnya teduh dipandang. Sewaktu pertama kali tinggal di desa ini bersama istrinya perasaan hidupnya tentram. Apalagi bila melihat mentari keluar di pagi hari melewati sela-sela bukit. Ada nilai keindahan yang mereka berdua rasakan. Keindahan alami. Keindahan hidup. Keindahan yang membuat orang lain bahagia. Akhirnya mereka sepakat memberi nama anak keduanya Jamil. Lengkapnya Jamil Firdaus.

Jamil artinya indah, mereka berdua ingin anak-anaknya memberikan keindahan hidup pada orang lain seperti keindahan sang mentari keluar menyinari dunia….

Anak yang ketiga, Ahmad Firdaus. Umurnya 4 tahun. Wajahnya mirip istrinya. Mereka menamakan Ahmad karena punya kisah tersendiri dan amat berkesan dihati pak syafei.

Waktu itu, Pak Syafei dan istrinya beserta anak-anaknya berkunjung ke rumah orang tuanya. Tetapi sebelum mereka sekeluarga sampai dirumah orang tuanya, mereka mampir ke salah satu toko baju dekat terminal. Di sana mereka membeli beberapa potong baju buat orang tuanya.

Saat itu hujan mulai turun rintik-rintik. Pak Syafei dan istrinya karena membawa Zubair yang berumur 6 tahun dan Jamil 4 tahun dengan terburu-buru meninggalkan toko tersebut. Dan mencari kendaraan umum yang menuju rumah orang tuanya. Tanpa disadari ada tas plastik besar yang tertinggal.

Setelah 10 menit berada di kendaraan tersebut mereka baru menyadari ada barang mereka yang tertinggal. Isinya pakaian, madu hutan asli beserta dompet istrinya. Setelah berunding dengan istrinya, Pak Syafei turun dari kendaraan tersebut langsung kembali ke toko tersebut. Dan akhirnya sampai di toko tersebut

Dilain pihak, sang pemilik toko melihat ada plastik hitam tertinggal di tokonya. Begitu mengetahui ada barang yang tertinggal di tokonya maka sang pemilik langsung mengamankan tas plastik tersebut.
” ada yang bisa saya bantu pak” tanya pemilik toko. ” Ohh Bukankah bapak tadi belanja di toko ini?”
”Ya pak, tadi saya belanja di sini. Karena terburu-buru tas plastik besar saya tertinggal. Isinya pakainan, madu dan dompet istri saya” jelas Pak Syafei
”Alhamdulillah. Tas plastik ada di dalam. Sebentar saya ambilkan”, ucap pemilik toko sambil masuk ke dalam tokonya. Kemudian dia keluar lagi sambil menyerahkan tas tersebut kepada Pak Syafei.
” Ini punya pak. Coba dilihat kembali”

Pak Syafei mengambil tas tersebut kemudian melihat isinya. Tidak ada yang kurang.
”Bagaimana saya harus membalas semua ini?” pintanya
”Tak perlu dibalas pak. Ini sudah kewajiban saya menjaga hak orang lain. Sudah banyak kok kejadian seperti ini”
”Boleh saya tau nama bapak ?” pinta Pak Syafei
”Ahmad Mubarok, panggil saja pak ahmad” ujar pemilik toko tersebut.
”Terima kasih Pak Ahmad. Saya Syafei. Syafei Ihsanudin lengkapnya. Semoga toko bapak selalu diberkahi”, doanya. Kemudian Dia lanjutkan ” Pak Ahmad, saya permisi dulu. Assalamu’alaikum…”

Akhirnya kejadian itu diceritakan pada istrinya. Istrinya merasa takjub dengan kejadian ini. Mereka pun sepakat akan menamakan anaknya yang ketiga dengan nama depan Ahmad. Ahmad artinya terpuji. Dia ingin agar anaknya bisa melaksanakan amal-amal terpuji selama hidupnya. Dan bisa mencontoh perbuat terpuji Pak Ahmad Mubarok.
Ya, beberapa tahun kemudian, tepatnya 5 tahun kemudian, anak ketiga lahir. Anak itu diberi nama Ahmad. Ahmad Firdaus lengkapnya. Ahmad juga nama kecil dari Nabi Kita.

Sebagai orang tua dia telah memberikan nama-nama yang mengarah kepada nilai-nilai kebenaran. Nama-nama itu sudah disiapkan sebelum anaknya lahir. Dan dia memberikan nama belakang sama kepada ketiga anaknya dengan Firdaus. Dia ingin agar anak-anaknya memahami bahwa Firdaus adalah surga yang tertinggi.
Sebagai orang tua, Pak Syafei sadar betul bahwa Nama itu adalah Doa. Nama adalah harapan-harapan kedua orang tua agar anaknya dewasa seperti apa. Andai saja kedua orang tua paham nama itu adalah doa. Maka mereka akan memberikan nama anak-anak mereka dengan sebaik-baiknya. Sebab itu nama adalah doa dan harapan mereka untuk masuk surga.

Bersambung…. baca disini

About these ads

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in CERITA. Bookmark the permalink.

One Response to NAMA ITU DOA DAN HARAPAN ORANG TUA ( 2 )

  1. Pingback: NAMA ITU, DOA DAN HARAPAN ORANG TUA (1) | CERITA BUAT KATA, KATA ITU ADALAH CINTA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s