NAMA ITU DOA DAN HARAPAN ORANG TUA ( 5 )

NAMA ITU DOA, NAMA ITU HARAPAN ORANG TUA ( 5 )
Penulis : Nurman Ihsan ( Penulis Lepas )

Sekilas Pak Syafei memandang barisan bukit yang berada di kejauhan. Setelah itu, dilihat pelampungnya. Pada saat itu, dia sedang berfikir secara serius. Ada yang ingin dia sampaikan kepada anaknya. Sebuah agenda besar bagi hidupnya. Masa depan bagi anaknya. Dan inilah saat yang tepat. Dimulailah dengan satu pertanyaan ringan.

” Mil, apakah kau suka dengan namamu?”
” kenapa ayah katakan itu?”
” Apakah kau suka?”
” Bahkan saya bangga, ayah” sambil menengok ke ayahnya.
” Kau tau arti namamu, Jamil Firdaus”.

Jamil agak kaget mendapatkan pertanyaan seperti itu. Dia mencoba berfikir sejenak. Akhirnya diucapkan juga,
” Jamil itu indah. Firduas itu, kata ibu artinya surga. Jadi kira-kira artinya keindahan surga, ayah”.
” Itu yang kau pahami, kapten”
” kira-kira seperti itulah, ayah”
” Ayah senang itu, kamu paham. Begini sayang, ayah dan ibumu dalam memberi nama kamu dan saudara-saudaramu punya keinginan dan harapan. Untuk namamu pun, ayah punya keinginan dan harapan besar”.
Pak Syafei berhenti sejenak. Kemudian melanjutkan,
” Dalam segi arti yang kau katakan tadi betul. Jamil itu indah. Bisa juga keindahan. Yang disebut indah bukan saja pemandangan. Tapi juga perbuatan baik. Setiap kita melakukan perbuatan baik, maka itu juga keindahan. Keindahan yang bisa dirasakan orang lain. Coba kau rasakan, harum apa ini?”
” harum melati, ayah”
” Apa yang kau rasakan setiap kali mencium harum melati?”
” Setiap rasa harum itu masuk ke tubuhku maka dada ini terasa lapang sekali. Kurasakan tubuh ini makin segar, ayah”.

Pak Syafei mau melanjutkan ceritanya tetapi jorannya terlihat dimakan ikan. Dia tarik jorannya. Diujung kailnya sudah mengelepar-gelepar seekor ikan tawes seukuran tangan. Ikan itu dipisahkan dari kail dan dimasukan ke korang.
” Ayah hebat. Ini ikan yang besar. Bisa dibakar buat nanti kan sama teman-temanku” pinta Jamil.
” Silahkan saja” . Pak Syafei memasukan cacing ke kail. Melempar ke air. Dan menunggu kembali ada ikan yang memakannya. Sang ayah kembali melanjutkan
” Begitulah melati, anakku. Dia akan mengeluarkan harum kepada siapa saja yang didekatnya. Ayah dan ibumu ingin agar kamu melakukan kebaikan kepada siapa saja, agar keharuman kebaikanmu dapat dirasakan, terutama kepada orang yang ada disekelilingmu.”

Memang betul setiap kebaikan yang kita lakukan akan melapangkan jiwa. Dan jiwa-jiwa yang lapang akan senantiasa sehat. Itulah salah satu rahasia mengapa Nabi kita, Muhamad SAW selalu sehat sepanjang usianya”.

Kemudian sang ayah melanjutkan tutur katanya,
” Anakku, Nama itu adalah Doa. Nama adalah harapan dan keinginan ayah dan ibumu. Mereka ingin kelak ketika kamu dewasa ingin seperti nama itu”
Si jamil hanya diam.
“Dan kau adalah harapan dan keinginan ayah agar selalu berbuat kebaikan kepada siapa saja. Bila kamu lakukan itu maka kau menambah pundi-pundi amal kebaikan orang tuamu. Bila demikian surga Firdaus mendekati orang tuamu. Itulah gambaran namamu. Namamu adalah doa ayah ibumu. Begitulah harapan ayah?” sambil dibelai rambut anaknya dengan beberapa air mata yang menempel pada bola mata.
” Ya, ayah. Jamil akan ukir penjelasan ini dihati agar dia tetap diingat selamanya.” katanya mantap sambil mencium dahi ayahnya. Dia duduk kembali. Kemudian dia bertanya:
” Ayah ,mengapa nama belakang kami semua sama, semuanya ada Firdausnya?”
” Ayah senang kau tanyakan itu. Firdaus Itu bukan nama marga atau keluarga. Pertama, Itu adalah cita-cita. Firdaus adalah surga tertinggi. Kuingin keluarga kita, setiap melakukan kebaikan apa saja bermuara kepada cita-cita ini. Cita-cita meraih surga tertinggi. Kedua, ayah menghendaki agar ada ikatan persaudaraan yang lebih kokoh diantara kalian. Bagaimana?”
” Terima kasih ayah”.
” Ya sudah, sekarang ayah mau ke rumah” . Pak Syafei mulai berdiri tetapi pelampungnya bergerak-gerak. Tangannya bergerak cepat. Disambarnya joran ke atas. Seekor ikan gabus besar dia dapatkan. Jamil segera melepaskan ikan tersebut dengan perasaan gembira. Dan Pak Syafei segera meninggalkan lokasi tersebut.

Tak lama kemudian teman-teman Jamil sudah berkumpul di tempat itu.
” Bagaimana Mil. Sudah dapat berapa?”
” Coba saja lihat korangnya”.
Salah seorang temanya, Indra mengangkat korang itu dari air. sambil berteriak
” Wah pesta besar kita sore ini” . Yang diikuti kegembiraan teman-teman yang lain. Mereka pun memancing bersama. Tak lama berselang dari tempat itu sudah terlihat asap beterbangan ke udara yang diikuti aroma ikan bakar.

Di teras rumah

Pak Syafei terlihat bahagia. Dia telah menjelaskan nama adalah doa, nama dalah harapan kepada Jamil. Beberapa waktu sebelumnya, dia telah menjelaskan nama adalah doa dan harapaan kepada Zubair. Sebagian amanahnya sebagai orang tua telah ditunaikan.

Di tangannya sudah terdapat 2 buah amplop putih. Satu amplop bertuliskan buat Abang Zubair. Satu lagi buat Kapten Jamil. Isinya adalah tulisan yang pernah dijelaskan kepada kedua anaknya. Nama itu adalah doa dah harapan orang tua.
” Bada maghrib akan aku serahkan kepada keduanya” katanya pelan. Sambil dilihat seekor burung yang kembali kesarang menemui anak-anaknya. Hidup ini memang indah. Seindah datangnya senja.

Selesai.
Anda bisa baca NAMA ITU, DOA DAN HARAPAN ORANG TUA (1), baca disini

About these ads

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in CERITA. Bookmark the permalink.

One Response to NAMA ITU DOA DAN HARAPAN ORANG TUA ( 5 )

  1. Pingback: NAMA ITU DOA DAN HARAPAN ORANG TUA ( 4 ) | CERITA BUAT KATA, KATA ITU ADALAH CINTA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s