PENGAIRAN BERSELANG TANAMAN PADI

MEMAHAMI SISEM PENGAIRAN BERSELANG pada TANAMAN PADI
Penulis : Nurman Ihsan ( THL TBPP DEPTAN di BANTEN )

Ada yang harus kita pahami bahwa tanaman padi bukan tanaman air, sehingga tanaman tersebut tak harus selalu terendam air. Dengan memahami kaidah ini, maka diharapkan para petani dapat menghemat dalam penggunaan air.

Pengairan berselang atau disebut juga intermitten adalah pengaturan kondisi lahan dalam kondisi kering dan tergenang secara bergantian untuk: 1) Menghemat air irigasi sehingga areal yang dapat diairi menjadi lebih luas; 2) Memberi kesempatan kepada akar untuk mendapatkan udara sehingga dapat berkembang lebih dalam; 3) Mencegah timbulnya keracunan besi; 4) Mencegah penimbunan asam organik dan gas H2S yang menghambat perkembangan akar. ( Badan Litbang Pertanian )

Pengairan berselang memberi kesempatan kepada akar untuk berkembang lebih baik, pengairan berselang mengurangi kerebahan, mengaktifkan jasad renik mikroba yang bermanfaat, mengurangi kerebahan, mengurangi jumlah anakan yang tidak produktif (tidak menghasilkan malai dan gabah), menyeragamkan pemasakan gabah dan mempercepat waktu panen, memudahkan pembenaman pupuk ke dalam tanah (lapisan olah), memudahkan pengendalian hama keong mas, mengurangi penyebaran hama wereng coklat dan penggerek batang, mengurangi kerusakan tanaman padi karena hama tikus. ( Badan  Litbang Pertanian )

SALURAN IRIGASI TEKNIS

SALURAN IRIGASI TEKNIS

Bagaimana cara penerapannya?

1. Sewaktu penanaman bibit baru di sawah, sebaiknya kondisi air di sawah dalam keadaan macak-macak.
 

Hal ini dapat memudahkan para petani dalam menanam bibit padi. Selanjutnya secara bertahap diberikan air setinggi 3-5 cm.

Biarkan kondisi ini sampai 10 hari. Pertanyaan adalah mengapa sampai dibiarkan selama 10 hari? Sebab bibit yang telah dicabut mengalami stress, oleh sebab itulah dengan adanya air ini maka dapat mengurangi stess dari terik panas matahari.

Setelah lebih dari 10 hst, air dibiarkan sampai kondisi macak-macak kembali sampai 14 hst. Saat inilah waktu yang pas untuk pemupukan pertama.

2. sekitar 2 hari kemudian sawah kembali digenangi air setinggi 3-5 cm. Begitu seterusnya
3. Setelah tanaman padi memasuki masa generatif pembungaan, maka sebaiknya sawah selalu tergenang air setinggi 3-5 cm. Tapi, hal ini pun tak mutlak. Dalam keadaan air macak-macak pun masih diperbolehkan.
Mengapa? sebab pada fase ini, tanaman membutuhkan air dalam jumlah yang banyak untuk pengisian bulir padi.
4. Sekitar 10-14 hari sebelum memasuki masa panen, sawah sebaiknya dibiarkan dalam kondisi macak-macak sampai kering. Sebab bila dalam kondisi tersebut digenangi air maka hasil panen padi akan kurang bagus. Hal ini didapat diperumpamakan seperti tanaman buah yang pas ingin matang selalu keguyur hujan, maka hasil dari buahnya kurang bagus.
About these ads

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in ABOUT TANAMAN PADI. Bookmark the permalink.

16 Responses to PENGAIRAN BERSELANG TANAMAN PADI

  1. Pingback: RINGKASAN MATERI SL-PTT TANAMAN PADI | CERITA BUAT KATA, KATA ITU ADALAH CINTA

  2. Farid says:

    Pak Ihsan! Sekarang ini inpari sidenuk saya sudah masuk masa generatif, 75% malai sudah keluar, saya sangat senang dengan inpari sidenuk, malainya sangat panjang.
    Yang menjadi masalah adalah pasokan air irigasi berkurang drastis, untuk mengairi sawah, saya harus memakai mesin diesel, kemungkinan air irigasi akan habis dalam 6 hari kedepan. Apakah tanaman padi saya sudah kuat tanpa diairi sampai panen? Keadaan tanah sawah masih lembab.
    Suwun..

    • NURMANIHSAN says:

      Untuk tanaman padi masa generatif reproduktif dimulai dari Masa Primordia, Masa Bunting, Masa Keluar Malai, dan Masa Pembungaan. Ini memerlukan waktu sekitar 30 hari. Baca http://ceritanurmanadi.wordpress.com/2011/10/03/kapan-tanaman-padi-dipupuk/.
      karena sudah 75 % malai keluar, ini berarti 6 hr kedepan masih aman.
      Selanjutnya masa generatif pematangan : matang susu, gabah ½ matang dan matang penuh. Ini memerlukan waktu 30-35 hari juga. Sebaiknya 2 pekan sblm panen tanaman jng diairi. Artinya Mas Farid masih butuh air setelah irigasi habis cuma pas padi matang susu sekitar 15 hari. Setelah itu tanaman sudah kuat sampai panen.
      Semoga hasil penen bagus ya mas. Amin

  3. syofyan says:

    baru turun pertama kali ke sawah jadi bahan guyonan, karena pengairan dan pupuk yang sangat berbeda, yg sy praktekan di sawah suka2 yang sangat kecil, mohon bimbel
    walantaka serang

  4. Farid says:

    Syukur Alhamdulillah bang ihsan.! Inpari sidenuk saya sekarang sudah pulang kerumah dengan hasil yang cukup memuaskan (9 ton/ha). Ini diluar dugaan saya, karena waktu tanam bibitnya kurang, saya minta untuk tanam legowo dengan satu tanam satu bibit dan jarak yang agak lebar agar bibitnya cukup. Eh malah hasilnya lebih bagus, temen2 petani banyak yang tidak percaya dengan hasil itu, bahkan mereka banyak yang pesan bibit sidenuk saya untuk MT1 tahun depan.
    Terimakasih atas saran dan masukannya bang ihsan..!

    • NURMANIHSAN says:

      Alhamdulillah, sy turut senang mas farid.
      Sama2, semoga hasil selanjutnya makin bagus.
      Oh ya, mas farid ada foto2nya. kalau ada bisa dikirim via email ke saya. sekalian alamat dan no kontak, trim

  5. Farid says:

    Maaf bang! Sayangnya saya tidak ada foto-fotonya. Sebenarnya mulai dr tanam saya sudah pesimis, bagaimana tidak? Bibit kurang, tanamnya jarang, ditambah lagi terserang hama keong mas dan tikus, sampai umur 45 hst saya amati walaupun pertumbuhannya cukup bagus tapi jumlah anakannya kurang, 2 orang pekerja saya bilang “Pak! Kayaknya MT2 ini kalah jauh dari MT1..”. Tapi saat panen tiba saya kaget, lahan 1,5 ha bisa memperoleh 13,7 ton, padahal MT1 yang kelihatannya lebih bagus cuma memperoleh 12,7 ton. Saya setengah tidak percaya, tapi setelah saya pikir, mungkin karena jumlah gabah bernas permalainya sangat bagus.
    Ini nomor hp saya (085866554222)

    • NURMANIHSAN says:

      trim atas info dan no hpnya
      di MT1 tanam varietas apa mas?
      itu artinya: bibit 1 lubang/tanam dan jarak yg agak lebar memberikan pengaruh thd hasil (panjang malai, gabah bernas, dll)
      kalau bisa di MT3, tanam kedelai atau kacang hijau mas. bisa pakai varietas grobogan.
      Sbb di MT1 nanti,sawah bisa subur dan memutus siklus hama dan penyakit padi

  6. Farid says:

    Malem bang.! MT1 saya tanam varietas MIRA 1. Sekedar informasi, didaerah saya sejak dulu setelah MT2, lahan persawahan dibiarkan bera. Daerah saya adalah daerah pesisir pantai, biasanya air irigasi untuk pertengahan MT2 saja sudah bercampur air asin rob dari laut. Dulu saya pernah mencoba menanam jagung hibrida, tapi gagal. Mungkin ada solusi dari bang ihsan tentang tanaman yang bisa tahan terhadap air asin, sehingga lahan kami tetap produktif setelah MT2. Terimakasih.

    • NURMANIHSAN says:

      malem jg,
      wah berarti tahun ini pake varietas benih dari BATAN: Mira-1 dan Inpari sidenuk.
      mungkin ada saran dr pembaca lain,,,
      Menurt literatur yg saya baca, tanaman kedelai bisa jadi alternatif. Pernah ada penelitian ( tahun 2002 ) bbrp varietas tanaman kedelai yg dihub kkan dng kekeringan dan salinitas. varietas orba katogori varietas tahan. dan varietas sinabung varietas ketahahan sedang. memang varietas tsb varietas lama.
      artinya tanaman kedelai bisa jadi alternatif

  7. suli says:

    kedelai varietas rajabasa.

  8. Farid says:

    Terus terang saya masih agak ragu untuk menanam sesuatu setelah MT2, penyebabnya:
    1. Saya melakukannya sendiri (Petani lain belum ada yang berani menanam).
    2. Air irigasi sungai asin.
    3. Resiko hama tikus, karena biasanya saat MT2 hama tikus merajalela.
    4. Dari pengalaman saya, karena tidak ada petani lain yang menanam, maka resiko pencurian sangat tinggi.
    Ada saran?

    • NURMANIHSAN says:

      Sy setuju dng mas suli,
      coba dulu mas farid. nga usah banyak. 1-2 kotak.
      tanam bbrp varietas kedelai lokal terbaru: anjasmoro, rajabasa, gepak kuning/putih, grobogan, dll.
      Dan lihat hasilnya, varietas mana yg tahan salinitas.

  9. suli says:

    Pak farid….saran saya
    1.Ragu lebih baik mundur, jawanya nek wani ojo wedi wedi,nek wedi ojo wani wani,artinya kalau berani jangan takut, kalau takut jangan berani.
    2.Resiko semua usaha penuh resiko,tinggal meminimalisir
    3.Lebih baik mencoba, orang yang banyak mencoba,menjadi tahu,orang yang banyak tahu menjadi lebih banyak pengalaman

  10. Farid says:

    Terimakasih banyak atas sarannya.! InsyaAllah tahun depan saya akan mencobanya. Saya mohon bapak-bapak tidak bosan membantu dan membimbing saya.
    Kira-kira dimana saya bisa mendapatkan varietas-varietas kedelai tersebut?

  11. suli says:

    Sama sama, bisa lewat distribusi benih antar lapang, bisa langsung ke balitkabi malang.untuk di balitkabi harga sudah baku, saran saya lebih baik beli dari sana
    yang sudah jelas dan pati varietasnya,biarpun katanya mahal, bagi saya tidak.toh bukan hibrida.

    Kalau lahannya belum sama sekali ditanam palawija,minta saran sama PPL, beliau yang tahu harus dibagaimanakan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s