RACUN TIKUS : SINGKONG DIREBUS AIR KELAPA

INSEKTISIDA ALAMI UNTUK TIKUS
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP DEPTAN di BANTEN )

Sewaktu saya melewati suatu areal persawahan, saya lihat bagian pinggir sawah sekelilingnya keluar malai. Tapi di bagian tengahnya terlihat pendek akibat diserang hama tikus.

Pada kejadian yang lain, saya pernah saksikan bibit padi yang berumur sekitar 8 hari dibuat areal bermain para tikus. Bibit yang dimakan terlihat sedikit, cuma yang rebah terlihat banyak. Dan banyak lagi kejadian yang disebabkan oleh hama tikus ini.

Untuk mengendalikan hama yang satu ini sudah banyak yang dilakukan, mulai dari memasang perangkap, pengasapan, pake racun tikus, dll.

Dalam satu kesempatan, saya berbincang dengan teman sesama penyuluh POPT. Dari perbincangan ini, saya dapat informasi bahwa untuk mengendalikan hama tikus bisa menggunakan singkong dan air kelapa.

Alhamdulillah di Bantul Jogjakarta, ada petani yang mencoba cara mudah untuk membasmi hama tikus ini. Nama petani ini adalah Pak Hartoyo. Hartoyo mengatakan, temuannya  adalah ramuan pengusir hama tikus dari singkong direbus yang dicampur dengan air kelapa. Jika tikus meminumnya, dia akan kehilangan nafsu makannya dan beberapa hari kemudian tikus akan mati. http://nasional.kompas.com/read/2008/12/07/19050693/Petani.Bantul.Ciptakan.Ramuan.Alami.Pengusir.Hama

Bagaimana Pak Hartoyo mencoba ramuan ini? awalnya percobaan ini dimulai dengan sembilan temannya dari pelatihan yang diberikan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Bantul. Kemudian, mereka kombinasikan dengan banyak membaca buku-buku yang terkait. Alat-alat dan ramuan yang ditemukan berlaku untuk pengendalian hama untuk jenis apapun.

Dengan resep yang sederhana ini, kita pun dapat mencobanya. Dan semoga tikus-tikus yang menyerang tanaman padi dan tikus-tikus yang ada di rumah kita dapat dikendalikan.

Saya pribadi sudah mencobanya, ingin saya lihat tikus-tikus yang ada di dalam rumah dalam 1 pekan ini. Kalau berkurang maka racun tikus ini akan saya buat terus. Sebab cara ini mudah dibuat dan ramah lingkungan.

Bahan dan Alat
1. siapkan singkong ( singkong lama -kalau bisa yang sudah ada warna kebiruan- )
2. air kelapa
3. panci
4. kompor

Cara pembuatan

singkong yang tua di potong-potong

singkong yang tua di potong-potong

1. potong-potong singkong (nga usah dikupas kulitnya dan nga usah dicuci). kan buat tikus,,,
2. masukkan ke dalam panci
3. tuang air kelapa secukupnya
4. rebus sampai singkong matang
5. setelah selesai, dinginkan bebeberapa saat
6. taruhlan potongan singkong-singkong tsb ditempat yang dilalui tikus
7. ulangi terus cara ke-6 dalam beberapa hari

Dengan cara ini, memang tidak langsung bisa membunuh tikus. Akan tetapi setelah tikus memakan, nafsu makannya akan berkurang, sehingga dalam beberapa hari tikus akan mati.

Selamat mencoba,,,

Catatan: kita bisa membuat racun dari singkong ini dalam jumlah banyak, kemudian kita simpan untuk diberikan pada hari berikutnya.

About these ads

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in HAMA DAN PENYAKIT. Bookmark the permalink.

58 Responses to RACUN TIKUS : SINGKONG DIREBUS AIR KELAPA

  1. supriadi says:

    pematang sawah sy di pinggir jalan sehingga tikus buat lubang dan masuk bersaran disitu, susah untuk memusnahkannya krn jalan. bgmn solusinya pakai racun tp ga habis2 krn susah bongkar sarannya……….

  2. suli says:

    Pak Supriyadi, tanam singkong/ubi jalar di tepi jalan dekat sawah bapak supaya tikus tidak turun kesawah, kedua disawah taburi isi buah maja/brenuk/rendaman jengkol 2 hari 2 malam,ketiga tangkap tikus dengan perangkap 2-3 ekor usahakan hidup lumuri gula merah cair kental sampai basah kuyup/lengket,harus ditangkap satu persatu untuk mudahnya…lalu lepas semua biar masuk ke lubang, boleh lebih banyak asal mau, keempat hehe ini yang mujarab tapi sulit pelaksanaannya, urine seluruh keluarga sebulan, biarkan sebulan lalu semprotkan ke tanaman, bisa tambahkan air rendaman jengkol. bisa tambahkan bahan lain untuk mengusir hama selain tikus.

  3. suli says:

    PASTI Pak Ihsan, sebetulnya ini rahasianya cara bertani menurut Pak Suleiman Budi sunarto, inilah bedanya ilmu petani dengan ilmu ilmu dagang/ilmu yang lain yang satu dua masih di rahasiakan. sudah tidak ada uraian lagi kalau sudah memahami apa yang dianggap jijik selama ini.siapa yang mau menandingi (sesama ampas padat/cair) dahsyatnya urine manusia dan maaf kotoran manusia, bila di kembalikan kesawah ?….
    Namun petani rata rata enggan,padahal jauh lebih bagus dari produk POC/padat/hayati manapun, ayolah petani kurangi ‘tradisi ketertarikan’ dengan hasil meningkat namun ada biaya yang harus di keluarkan tidak sedikit. biaya itu menjadikan produsernya kaya cepat.
    Jadilah petani yang mandiri, menjadi yang di depan agar tidak ‘gumunan'(rasa terheran-heran)

  4. supriadi says:

    trims atas infox tp apa fungsix tikus dilumuri gula merah, apakah spy semut berkerumun DI LUBANG TIKUS atau bgmn??????????? Kendala sy biasa gagal panen slh satux krn hama tikus ini….

  5. suli says:

    Tanam serempak,perkecil jumlah varietas padi yang berumur berbeda, sekarang ada contohnya yang mudah andai petani tanam inpari 13 SEMUA ya harus seminggu udah selesai, begitu juga panennya nanti to.
    Maaf bukan berarti klenik, tikus itu mahluk Gusti Allah,jangan mengumpat, namun diupayakan bersama sama penanggulanginya, gropyokan gotong royong, sekarang ada di kompor dan sebangsanya,kalau sendiri sendiri pastinya lemah, biarpun berbagai cara di lakukan.
    Tikus dilumuri gula merah/gula aren pastinya ramai, tambah ramai kalau di dalam ada anaknya yang masih merah….koit semua.

  6. Suherman says:

    Berapa lama dapat bertahan air kelapa yg direbus dan dicampur singkong tersebut dapat bertahan..?

    • NURMANIHSAN says:

      lamanya tergantung perebusannya. Kalau buat tikus, singkong baru atau lama (rusak) akan tetap dimakannya.
      Cuma jangan lupa, singkong rebusnya jangan sampai tersentuh tangan kita. tks

  7. lukman says:

    Mohon lebih spesifik pak penjelasannya ( langkah kerja ) nya.

    Terima kasih,

  8. kezzy says:

    wassalam!!
    tolong tahapan spesifik rebusan singkongnya dibuat pak.
    slama ini kami gagal panen karena hama tikus.

  9. efendy manan says:

    Ass mas Nurman…Hama tikus adalah hama yang kadang bikin jengkel sekaligus pusing tujuh keliling menghadapinya.Selain pintar tikus adalah hewan komunal yang tinggi sekali rasa setia kawannya.Disamping dengan rodentisida kimia dan nabati saya pernah dengar ada sistem jebakan dengan 1 petak padi sebgai umpan.Mungkin mas Nurman bisa angkat jadi artikel sehingga petani kita dapat solusi alternatif mengatasinya…Trims

  10. suli says:

    Ada petani yang sudah pengalaman dengan memelihara burung hantu (Tyto alba), mohon di share di sini dong….biar petani lain mengikuti. pak efendy kalau nga salah di ngawi sudah dicoba….mereka cukup berhasil katanya.

  11. ali says:

    Pak efendy, bisa dipaparkan lebih dalam perihal satu petak yang diumpankan? menarik nih. Kayaknya jika sawahnya cuma empat petak seperti saya, agak kurang legowo.

  12. efendy manan says:

    pak Suli,saya ada temen di mojokerto suda 2 tahun ini di desanya ada prgram mengatasi tikus dengan burung hantu,dan kayaknya berhasil pak.sistemnya seperti kita ternak merpati.diberi bekupon dan tiang untk hinggap tiap 100 m.fungsi bekupon selain sebagai tempat berteduh juga sebagai sarang untuk anak2nya.jika siang burung hantu bersembunyi di rumpun bambu.singkatnya burung hantu dilepas bebas,dan mereka tidak keluar dari wilayahnya.trims

  13. efendy manan says:

    Coba saya cari dulu dokumen saya dulu pak.saya pernah dapat kiriman brosur dari BBPADI tentang sistem perangkap.disitu ada kontak personnya.Bapak bisa beli alatnya di BBPadi.

  14. suli says:

    Ya Pak efendy….memang dalam dunia satwa liar, per pasang bisa menghabiskan 3 ekor/malam, belum lagi kalau ada piyiknya bisa sampai 7 ekor/malam. dalam suatu penelitian sebenarnya sang tyto alba adalah ‘mesin pembunuh’ tikus jika tetap menjumpainya, walaupun tembolok sudah penuh dengan daging segar, Pak efendy berapa ha wilayah teritorial/ pasang ?

  15. efendy manan says:

    Betul pak suli….burung hantu memburu tikus tidak hanya untuk disantap tapi juga sebagai naluri.Kata teman di ngawi tyto alba species dari NTT sangat ganas bisa membunuh 25 ekor per malam.Oya di mojokerto waktu itu program dari dinas.per desa diberi 1 pasang.mungkin sekarang sudah berkembang biak.

  16. efendy manan says:

    Buat Pak Ali….
    Penerapan TBS (Trap Barrier System) yaitu padi yang ditanam 3 minggu lebih awal untuk menarik tikus disekitarnya,petakan TBS berukuran 25x25m dikelilingi dengan pagar plastik.Pagar plastik setinggi 60 cm ditegakkan dengan ajir bambu dan bagian bawahnya harus terendam air agar tikus tidak mampu menerobos.
    Bubu perangkap dipasang pada tiap sisi dalam TBS menghadap keluar dibuat dengan ram kawat dengan ukuran 40x20x20cm.Perlu pengecekan tiap pagi dan sore selain untuk melihat apakah ada tikus yang tertangkap juga mengecek pagar plastik tidak ada yang lubang.
    Jika berminat dan info lebih lanjut bisa menghubungi BBPadi sukamandi dengan kontak person BPK.AGUS W.ANGGARA,MSI HP:081-56071902
    Semoga bisa membantu..

  17. Mustofa says:

    Ok banget, tapi kurang jelas PERBANDINGANNYA dan yang diberikan AIR ato singkongnya thank

    • NURMANIHSAN says:

      Soal perbandingan bisa kita kira2 Mas Mustofa, tapi untuk 1/2 – 1 kg singkong bisa dengan 2 butir air kelapa.
      yang dikasih ke tikus adalah singkongnya mas. tks

  18. sutopo says:

    tiap musim sawah saya terkena serangan tikus,sampai sampai saya mendatangkang pemburu tikus dgn anjing yg terlatih meskìpun dgn biaya mahal,100rb per setengah hari. saya gak bohong setengah hari 1 orang dgn 5 anjing terlatih setengah hari dapat 1 karung tikus lebih katu tenggok, waktu di hitung sebelum di kubur ada sekitar 400 lebih.benar saja selama satu tahun 2012 hama tikus berhenti total.tp saya malah kerkena marah sama petani tua disini
    katanya tikus gak sewajarnya ada yang mengendalikan…dan pemburu tikus pun jg kena marah,krn takut ato gmn sekarang saya undang sudah gak mau lagi dengan alasan ada saja,terakir saya undang minta bayaran 250 rb per setengah hari ..dan sejak mt 1 2013 tìkus nyerang lagi,sekarang saya lg buat alat pengasapan tikus ,saya coba efektif tinggal penyempurnaan nanti klo dah sempurna tak share disini.

    • Kim says:

      Maksudnya petani tua merusak alam gitu ya? melawan kodrat, kurang ngerti soalnya
      alam sendiri kan menciptakan pengendali (predator) alami buat tikus, seperti ular & burung hantu. Cuma prakteknya serem juga sih kalo di sawah ada ular, apalagi buat yg takut ular, atau mungkin pakai ular yang tak berbisa? walau masih bisa menggigit.

  19. efendy manan says:

    Sip mas sutopo…saya yakin bisa bermanfaat bagi rekan petani2 lain…kalo bisa dibuat artikel n dikirim ke email mas nurman…biar bisa lebih dinikmati para pembaca….

  20. mas sugiyarto says:

    Saya dalam mengendalikan tikus dengan cara : jengkol di iris kecil-kecil lalu disebarkan ke area persawahan. Dalam jangka waktu 3-4 hari, aroma jengkol sudah terasa di sawah kita. dan biasanya tikus enggan untuk masuk ke sawah kita. Praktis dan mudah aplikasinya. semoga bermanfaat. Amiin.

  21. Parwito says:

    Urun rembug PaK Nurman, menanggapi hama tikus memang tikus ngga ada habisnya. Dari pengalaman orang tua dulu, sawah pada saat itu memeiliki pematang yang lebar dan ditanami dengan tanaman Ubi, Singkong, Talas dan lain-lain sehingga ketika musim panen tiba, tikus tidak makan padi tapi makan tanaman yang disediakan di pematang tersebut (plann barrier) dan sisanya masih bisa diambil/dipanen oleh pemilik sawah. Hal ini sebagai kearifan lokal yang sudah hilang karena pematang yang ada sekarang hanya cukup untuk jalan saja bahkan hanya seukuran lebar cangkul.

    Tikus yang ada di sawah sebenarnya kan memang sebuah ekosistem yang sudah ada dengan sendirinya (masuk dalam rantai makanan) tetapi karena beberapa rantai makanan sudah hilang diburu oleh manusia, misalnya ular dan burung hantu. Ularnya habis sehingga perkembangbiakan tikus tidak terkendali, sementara Burung hantu sebagai predator alami juga tinggal sedikit dengan demikian kemampuan membunuh dan memakan tikus dari burung hantu tsb juga terbatas.

    Untuk saat ini, apakah kira-kira petani masih mau membuat pematang yang lebih lebar dan menanami kembali pematangnya dengan tanaman di atas, itu diserahkan kembali kepada diri kita masing-masing. Tetapi saat ini juga sudah digalakkan pemberantasan hama tikus dengan menghadirkan Ito Alba (Burung hantu) sebagai predator alami di beberapa wilayah, seperti di Kab Kulonprogo, Blitar, Mojokerto, dll.

    Kapan kita mencoba?
    Terima kasih

  22. suli says:

    Benar mas Parwito….
    Ada tanaman selain padi, orang orang dulu memang suka menanam tanaman jagung,singkong,ketela.namun pematang sekarang tidak lebar lebar buat jalan aja kadang susah lain halnya di purbalingga masih banyak di jumpai pematang lebar dan tanaman khas di sana. Mas Giyarto ….brenuk/buah maja juga bisa untuk mengusirnya.
    Pak Sutopo…
    Di Jatim dinas pertanian sudah banyak mensosialisalisasi peran ‘siburhan’ coba mencarinya CSRnya sekalian mengarahkan kepetani lain untuk tidak meracuni tikus, karena adakalanya burhan kesasar menangkap tikus kena racun(rodentisida), kendala utama sebenarnya anak muda yang gagahan membawa senapan angin datang ke pegupon sarang burhan, ini yang yang sulit.padahal peringatan di depan pegupon udah di larang….sama dengan peringatan merokok.

  23. Pk purwito,d desa saya menggunakan metode burung hantu sudah skitar 3 bulanan.stelah di coba d buatkan kandang brung hantu dan di pasang d tengah2sawah tpi ga ada burung hantu yg mau masuk.sprtinya d desa sayasdah sulit d temukan brung hantu.desa saya keniten,kedungbanteng,banyumas.

  24. Parwito says:

    Terima kasih mas Fahmi, untuk mengeceknya njenengan bisa melihat peguponnya, apakah disana ada bekas kotoran atau bulu dan kalau ada bekasnya berarti pernah ditinggali meskipun bukan sebagai tempat tinggal. Kedua, njenengan bisa mengecek di sawah bila ada tikus yang mati dan kepalanya luka atau tidak ada kepalanya berarti tikus tersebut dibunuh oleh burung hantu.
    Saya juga dari Karesidenan Banyumas tepatnaye desa Karangtalun, Cilacap Utara (Sebelah pabrik Semen Holcim Cilacap) tetapi sekarang tinggal di Surabaya. Oh ya mas Fahmi, kalu njenengan ada padi lokal bisa tukar benihnya. Saya tunggu informasinya di no: 085707387962

    Jangan menyerah dan tetap sabar, pasti ada hasilnya.
    Terima kasih

  25. indra wijaya says:

    Tks info jengkolnya, namun sayang di daerah saya singosari malang tdk ada jengkol.

  26. avi says:

    untungnya salah satu lahan sewa saya msh seimbang ekosistemnya krn berada dipinggir hutan.Adakalanya wkt pagi dijumpai ayam hutan yg lg notoli padi,cerpelai(garangan)yg malu malu berjemur dipematang,kadang sekitar jam 8 pagi kawanan monyet gubek ubek lumpur sawah,jika beruntung kadang bs menjumpai ular sanca kembang sebesar pohon pisang ada disemak2 pinggir sawah,yg sering kelihatan beberapa ular king cobra lg memangsa tikus,kalau mlm hari dimusim kemarau wkt mengairi sawah sering mendengar suara tito alba yg keluyuran diatas hamparan padi membuat bulu kuduk jd merinding

    • suli says:

      Senenge…. membaca kalau begini….
      Sebagai orang yang suka keluyuran ke hutan, ternyata di kendal masih ada ‘kutu kutu walangatogo’ hewan seisi hutan. syukurlah walaupun sebagian tidak dilindungi tapi keberadaannya bermanfaat buat pertanian, terima kasih mas avi.

    • supri says:

      di daerah mana pak?

  27. cantrik says:

    waduh jangan sampe nginjek ekor king kobra mas.. Kalau di tempat saya, populasi ular dan burung masih cukup banyak. Lucunya, ada 9 rumpun inpari 19 yang dijadikan sarang burung, bahkan ada telurnya semua, hanya petak inpari 19.
    Dan mayoritas pematang ditanami palawija. Sebelah barat ada pategalan palawija dan singkong, sebagaian gelap oleh rimbunnya jati. Kayaknya tikusnya dah pada kenyang main di pematang dan pategalan. Yg agak bikin jengkel adalah keong dan kepiting.

  28. Parwito says:

    Mas Cantrik..untuk mengumpullkan keong, bisa dicoba dengan meletakkan batang kayu singkong di sawah yang berair dan nanti keong akan ngumpul di batang, kemudian bisa diambil tanpa harus membunuh dengan racun.

    Terima kasih

  29. ayu says:

    pengaplikasinnya itu di semprot atau di apakan ya? tks

  30. Parwito says:

    Aplikasinya tidak ada penyemprotan tapi batang kayu singkong atau yang lainnya di masukkan ke dalam lorong yang airnya cukup banyak dan pagi harinya bisa dicek apakah keong-keong ngumpul atau tidak (pengalaman di kamung dulu).

    terima kasih

  31. achmad subhan azis says:

    salam kenal saya petani asal bondowoso, belajar bercocok tanam sejak 2013. nama a.subhan azis.
    tanam padi nekat pake petroganik 4 kwintal (2 sebar 15hst dan 30 hst), poc urine sapi 3 liter. bakteri merah (serretia sp) 2 liter . varietas ciherang. 10 hari lagi panen.
    profil padi kurus, anakan sedikit. luas lahan 1000m2. mohon bimbingan cara tanam padi sehat/organik.

  32. akbar says:

    salam sukses petani indonesia. nama saya akbar dari kab jember. lahan padi didaerah jember utara bahkan sd bondowoso kini terserang penyakit kuning dan hama tikus. sbg petani sy tidak pernah menemui penyuluh dsb untuk mengatasi masalah tsb. forum ini sbg salah satu referensi sy utk mengatasi mslh tsb, mohon info lebihnya kpd para petani atas pengalamannya mengatasi mslh ini.

  33. saukani says:

    Maaf Pak, apakah singkong yg direbus dgn air kelapa tsb, bisa juga utk hama Monyet?

  34. Aziza Handayani says:

    ALHAMDULILLAH….. dlm 1 minggu ni kami dah temukan 9 tikus penggangu mati lemas d rumah kami, pdhl kami dah putus asa krn tak satupun racun tikus dr bbagai merk mampu memusnahkan mereka. Tp ramuan singkong ni bnr” bmanfaat ! Trima ksh p. Hartoyo ! :)

  35. Alif klaten says:

    bu aziza klau boleh tau pakai singkong karet tau singkong biasa,penasaran pingin coba

  36. eyvan says:

    Dengan memakan singkong yg direbus air kelapa, tikus yang rakus itu jadi gak doyan makan. Kira – kira bisa gak ya dipakai jadi obat pelangsing… Berani coba gak ya?

  37. Pingback: Racun Tikus Kelebihan Dan Kekurangannya | usirtikus.com

  38. hady says:

    Komentar di atas udah banyak yang nyarankan cara ORGANIK mengusir TIKUS…itu lebih baik daripada harus memakai RACUN KIMIA BERBAHAYA…dan usahakan Memakai Pupuk Organik yg diperkaya dengan nutrisi dan mikrobia…www.caplumbungmas.com

  39. Agustinus says:

    apa itu benar ga

  40. zuziki says:

    Saya dah coba sendiri beberapa hari ini di sawah kebetulan ladi endemik tikus. Memang lumayan efektif. Aplikasi singkong pada hari ke-4 tikus sudah mulai tidak mau makan. Serangannya juga menurun. Kalau minyak srimpi sudah saya coba dan saya rasa tidak efektif karena minyak ini sangat mudah menguap dan boros. Saya aplikasi sore hari dan saya cek paginya bau minyaknya sudah hilang. Apalagi kalau sering hujan malah lebih cepat lagi hilangnya.

  41. dosen says:

    Memang manjur.sy sudah mengujinyaa…
    Ttpi ada 1 hal lgi yg lebih gampang..sy
    Udah menguji dengan pil kb tikus…..xxxxx.angka kelahiran tikus mkin berkurang,dan jg popularitas dikmpung sy sdh minim..tq.salam aceh

  42. Nurul says:

    Yang pake pil kb caranya gimana pak?

  43. Tito S says:

    waspadai orang telanjang yang menawari anda baju, saya lebih percaya pd org yg pernah mempraktekan sendiri. tapi menurut analisa sy jadi kenapa tikus menjadi anorexia ( males makan ), pertama kita harus tau apa kandungan yg ada pd singkong dan air kelapa serta reaksi kimianya . sama seperti kalau kita makan singkong, bagi mereka yang punya penyakit asam urat akan terasa sekali efeknya. jadi kemungkinan tikus juga ngga nafsu makan , karena kandungan purin yang tinggi pada singkong ditambah lagi, kandungan asam pada air kelapa. reaksi ini yang akan berpengaruhi pada nafsu makan si tikus, disamping dia memang sudah punya asam urat yang tinggi karena tikus kan suka makanan yang berdaun hijau. he..he..
    semoga bermanfaat

  44. Fahmi pambudi says:

    Trimakasih pak,atas saranya.
    Kalau di desa sy,itu musiman pak,kadang kalu lg musim kemarau ya petani menanam jagung,kalau hujan,ya padi.kebanyakan varietas bibit yg bnyak di gunakan di desa sy adalah jenis padi R.ada jg prontol,dll.ini no sy 083874343030,klau mau shering2 sj.ini ada jg blog sy http://fahmypambudi.blogspot.com

  45. Dewi Lestari says:

    Wow.. Baru tau ternyata bisa juga yang kayak gini.
    Makasih om.
    :D

  46. suprapto says:

    saya lahir dari seorang petani ,waktu kecil saya sering membantu kakek saya disawah ,walau sebatas bermain saja heheee ,dibenak saya selalu bertanya apa yang salah dari pertanian kita ,sehingga banyak petani yang gagal dan beralih profisi ,
    seingat saya dulu waktu kecil panen sawah keluargaku itu melimpah bahkan sampai grobok-grobok (lumbung padi) tidak muat menampungnya ,
    apa semangat dan jiwa petani sekarang yang berubah ?? sebab setelah sepeninggalan almarhum kakek saya sawah-sawah itu berangsur-anggsur berantakan yang terserang ini itu yang intinya merugi sehingga membuat orangtua saya kesal dan menyuruh orang untuk menggarapnya dengan sistim bagi hasil .
    namun juga sama saja malah seperti usaha yang takmenjanjikan sampi sipengolah merombaknya jadi lahan lombok yang hasilnya seperti perjudian .
    dan itu yang membuat saya berencana untuk mengolahnya lagi menjadi sawah produktif seperti dulu ,mohon bantuan dari semuanya hal-hal apa saja yang mesti dan mendasar dalam keberhasilan bersawah ,
    bagaimanapun juga didarah saya mengalir jiwa petani dan saya ingin mengembalikan apa yang telah diwariskan almarhum kakek saya kembali produktif ,
    mungkin konyol tapi itulah saya heheee mohon pencerahan master-master semua terima kasih

  47. IMAM says:

    TIDAK KONYOL TAPI MANTAB PAK !!! CITA2 YG MULIA..WALAUPUN BANYAK TANTANGAN KRN PETANI2 KITA DI DOKTRIN DG BUDAYA INSTAN YG LBH SUKA PAKAI PUPUK KIMIA YG SIAP PAKAI,SHG SAWAH2 KITA SEMAKIN RUSAK DAN HASIL PERTANIAN SEMAKIN TURUN..MARI BERJUANG BERSAMA2 UNTUK MERUBAH POLA PIKIR PETANI2 KITA AGAR KEMBALI KE KONSEP PERTANIAN YG RAMAH THD LINGKUNGAN PERTANIAN KITA..SHG KE DEPAN AKAN MENGHASILKAN HASIL PANEN YG MELIMPAH..PEMUDA2 KEMBALI MAU BER PROFESI MJD PETANI..SALAM PETANI SUKSES BAROKAH

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s