PADI BUNDA

PADI BUNDA ( BENIH UNGGUL NUSANTARA DIMENSI ALAM )
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP DEPTAN di BANTEN )

Saya dapat informasi pertama kali varietas bunda ini dari salah seorang pembaca tulisan saya yaitu Pak Barus,

Yth: Mas Nurman
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
 
Terima kasih telah berkenan sharing informasi melalui blog ini
saya ingin menanam padi varietas BUNDA (benih unggul nusantara dimensi alam) yang potensi hasilnya sangat tinggi, mencapai 20 ton / ha. (di Banyuwangi telah berhasil hingga 22 ton / ha. GKP)
Belum lama ini ada sosialisasi oleh BKP Kementerian Pertanian, yang salah satu sesi nya tentang padi bunda oleh pemilik PVT-nya, Prof. DR. Hariyadi MP
Dalam presentasinya, ternyata kebutuhan unsur hara per Ha. untuk padi bunda ternyata cukup besar, yakni sebagai berikut:
N= 600 kg P= 95 kg K= 565 kg
Ca= 65 kg Mg= 60 kg S= 25 kg
 
Namun saya mengalami kesulitan untuk mengkonversi nilai kebutuhan di atas kedalam ukuran kebutuhan pupuk yang beredar di pasaran
 
Untuk itu mohon bantuan Mas Nurman untuk memberikan besaran konversi pupuk yang ada di pasaran, apakah dengan kombinasi NPK Phonska dengan yang lain, ataupun kombinasi NPK Kujang dengan yang lain, agar saya bisa mengaplikasikannya pada tanaman saya
 
Saya juga mohon saran, mana yang kira-kira lebih recommended menurut Mas Nurman menggunakan NPK Phonska ataukah NPK Kujang ?
 
Informasi tambahan, dalam budidaya padi bunda ini, saya mencoba aplikasi sistem TABELA, untuk itu mohon juga agar dibuatkan jadwal pemupukannya, pada berapa HST saja pupuk tersebut diberikan
Terima kasih atas kesediaan Mas Nurman untuk membantu, semoga menjadi amal jariyah dan mendapat pahala dari Allah SWT. Amin.
tak lupa saya mohon maaf bila ada kata yang kurang berkenan
Wassalamu’alaiku Wr.Wb.

Apa yang ada dibenak saya?

Kok ada tanaman padi yang bisa menghasilkan potensi yang luar biasa sampe 20 ton/ha. Bahkan dari info selanjutnya varietas bunda menurut sang penemunya dapat mencapai 40 ton/ha. Untuk 20 ton/ha saja sudah “susah dicerna akal” apalagi mencapai 40 ton/ha. Dan yang luar biasa umurnya sekitar 100-105 hss.

Kemudian saya tanya kepada Pak Barus

Sebelum sy jwb, ada beberapa pertanyaan yg akan sy ajukan,
1. varietas BUNDA ini jenis hibrida atau bukan?
2. umur tanaman ini brp hss?
3. tinggi tanaman?
Kalau sy lihat dari hara yg diperlukan varietas ini “boros” hara, tapi tetap akan sy cari konversinya dng pupuk yg beredar dipasaran. Trim

Balasan Pak Barus : budidaya yang sudah dilakukan, umurnya 105 hss
kalau tinggi tanaman saya belum tahu persis, tapi dari informasi yang saya terima, tingginya seperti padi lokal, lebih tinggi dari varietas ciherang gitu
sebenarnya sudah ada takaran2 dari beberapa orang yang sudah menanam, tapi saya lihat itu merupakan kreasi mereka sendiri2, tapi data yang saya tulis di atas, berdasarkan data presentasi dari pemilik PVT nya
 

Inilah karakteristik padi bunda:

Komoditi : Padi
Nama varietas : BUNDA SRIMADRIM
Penemu : Dr.Ir.Hariyadi, MP
Potensi dan rata-rata : 20 ton/ha dan 15,5 ton/ha
Karakteristik Khusus
Umur tanaman : 100-105 hari
Tinggi tanaman : 130-145 cm
Bentuk tanaman : tegak
Anakan produktif : 10-15 batang
Warna batang : hijau
Warna daun telinga : tidak berwarna
Warna lidah daun : tidak berwarna
Warna daun : hijau tua
Muka daun : kasar bagian bawah
Posisi daun : tegak
Daun bendera : tegak
Bentuk gabah : panjang agak oval
Warna gabah : kuning bersih
Kerontokan : tahan
Kerebahan : tahan
Bobot 1000 butir : 28,2 gram
Potensi hasil : 20 ton/ha
Jumlah gabah per-malai : 400 butir

Jawaban saya pemupukan varietas ini sesuai haranya yang luar biasa adalah sbb :

1. Pakai pupuk tunggal
Pertama, untuk mencukupi unsur S pakai 100 kg pupuk ZA ( S=24 , N=21
kedua, untuk unsur Ca dan Mg pakai kapur dolomit 250 kg (Ca=75, Mg=55) untuk unsur ini saya cari yang paling mendekati
Ketiga, pakai urea 1.259 kg ( N=579 )
Keempat, pakai TSP46 207 kg ( P= 95,22 )
Kelima, pakai KCL 942 kg ( 565,2 )

2. Pakai pupuk tunggal + majemuk
Pertama, untuk mencukupi unsur S pakai 100 kg pupuk ZA (S=24 , N=21)
kedua, untuk unsur Ca dan Mg pakai kapur dolomit 250 kg ( Ca=75, Mg=55 )
Ketiga, pakai NPK kujang 1600 kg ( N=480, P=96, K=128)
Keempat, Urea 215 kg ( N=99)
Kelima, KCL 728 kg (P=436,8)

3. Pakai pupuk tunggal + majemuk
Pertama, untuk mencukupi unsur S didapat dari NPK ponska
kedua, untuk unsur Ca dan Mg pakai kapur dolomit 250 kg ( Ca=75, Mg=55 )
Ketiga, pakai NPK ponska 600 kg ( N=90, P=90, K=90)
Keempat, Urea 1.108 kg ( N=510)
Kelima, KCL 791kg (P=475)

Bila kita lihat dosis pupuk secara umum, dengan pupuk pupuk organik 2 ton + Urea 250 kg + 100 kg TSP46 + 75 kgKCL atau 300 kg ponska + 150 urea dll kemudian diaplikasikan 3 x pemupukan bisa dicapai hasil sekitar 9-10 ton/ha GKP.

Atau dengan metode bertanam Mas Suli Partono bisa dihasilkan 11,2 ton/ha GKP padi Logawa, baca disini.

Artinya kebutuhan pupuk anorganiknya cuma 450 kg/ha. Dengan hasil 9-11 ton GKP. Coba bandingkan dengan varietas padi bunda untuk pupuk tunggal sebesar 2.508 kg diluar kapur dolomit. Jadi kebutuhan pupuk varietas ini 5,57 kali dari kebutuhan normal.

Dan untuk pupuk campuran : 2.643 kg diluar kapur dolomit. Untuk pupuk campuran ini kebutuhannya 5,87 kali dari kebutuhan normal.

Misalkan varietas bunda ini menghasilkan 20 ton/ha saja maka secara jumlah hasilnya naik 2 x dari pertanian dengan pupuk tanaman padi misalkan 10 ton/ha.  Tapi pada sisi kebutuhan pupuk kebutuhannya 5,5 x kebutuhan pupuk biasa yaitu 450 kg.

Tapi kalau potensi varietas ini dari sang penemu yaitu Dr. Hariyadi sebesar 40 ton/ha maka hasil ini menjadi 4 x nya. Hasil ini masih mendekati kebutuhan pupuknya yang luar biasa. Tetapi keuntungannya hasil ini dicapai dalam 1 hektar. Kalau varietas lain harus 2-5 hektar.

Karena sekarang ini,  sawah yang hilang di Indonesia akibat alih fungsi yang lain sekitar 100.000 ribu hektar per tahun. Kemudian bila hasil 20 ton/ha GKP saja (bila dijemur jadi 16 ton GKG susut 20 %)  dikalikan harga 4.000 gkg didapat 64 juta. Setelah dihitung biaya benih + tenaga kerja + pupuk dll terlihat masih untung besar. Makanya banyak pihak yang mencoba untuk menanamnya.

MALAI PADI BUNDA DI POT DIAMETER 30 CM. DARI 1 BIBIT KELUAR 22 ANAKKAN

MALAI PADI BUNDA DI POT DIAMETER 30 CM. DARI 1 BIBIT KELUAR 22 ANAKKAN

Melihat varietas BUNDA ini, tentu saja ada pro dan kontranya. Mereka akan memakai logikan dan argumennya untuk memberikan keterangannya masing-masing. Dan saya berharap ada komentar dari petani yang sudah menananmnya. Semoga

Yang masih menggelayut di pikiran saya adalah

1. untuk pupuk organiknya diperlukan berapa ton/ha?

2. kalau dilihat komposisi haranya agak beda dengan tanaman padi pada umumnya, biasa perbandingan hara N:P:K adalah 114 N : 46 P dan 45 kg K ( 2,5 : 1 : 1) tapi hara yang direkomendasi adalah 600 : 92 : 565 = 12 : 2 : 11 ( sy bulatkan). Kenapa kok beda?

3. Bagaimana kemampuan akar tanaman ini menghisap “makanan” yg diberikan secara banyak? apakah akarnya panjang?

4. karena umur padi ini sangat genjah sekitar 100-105 hss, maka aplikasi pupuknya bagaimana? apa pemupukan secara umum untuk tanaman padi atau setiap pekan diberikan pemupukan? dan yang pasti sekali diberikan dosisnya luar biasa.

5. Dengan tanaman yang lebih tinggi dari ciherang ( mungkin ukuran tingginya seperti sintanur – menurut saya) dengan malai yang berbobot apa tidak mudah roboh?

6. dll

Setelah berkelana dan sharing dengan teman-teman,ternyata untuk mendapatkan hasil panen maksimal, tidak harus jor-joran dipupuk. Terutama pupuk lewat akar. Dengan pupuk kimia sekitar 300 – 400 kg, budidaya padi bunda bisa dapat hasil maksimal. Asalkan saja, dibantu dengan pupuk organik lainnya.

Pembaca bisa juga  membaca budidaya yang dilakukan oleh Pak Supangat tentang budidaya padi bunda tsb. Dan Hasil panennya mendekati potensi padi bunda.

Sekarang ini, sudah dikembangkan cara budidaya yang dalam penggunaan pupuk tidak banyak, tetapi ada trik-trik lain yang mudah diterapkan.

Tulisan budidaya padi berbulir banyak Pak Sutopo dan budidaya padi gaya anak muda  Mas Avi bisa dijadikan pedoman/panduan dalam budidaya padi bunda.

Bahkan saya melihat, dengan model budidaya Mas Avi, hasil padi bunda bisa mendekati 20 ton/ha.

About these ads

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in PEMUPUKAN. Bookmark the permalink.

136 Responses to PADI BUNDA

  1. MUFRODI says:

    Yth : Mas Nurman
    Assalamualikum Wr. Wb
    Sekedar ingin menambahkan informasi dari Pak Barus mengenai ciri-ciri varietas Padi BUNDA SRIMADRIM adalah sebagai berikut :

    Komoditi : Padi
    Nama varietas : BUNDA SRIMADRIM
    Penemu : Dr.Ir.Hariyadi, MP
    Potensi dan rata-rata : 20 ton/ha dan 15,5 ton/ha
    Karakteristik Khusus
    Umur tanaman : 100-105 hari
    Tinggi tanaman : 130-145 cm
    Bentuk tanaman : tegak
    Anakan produktif : 10-15 batang
    Warna batang : hijau
    Warna daun telinga : tidak berwarna
    Warna lidah daun : tidak berwarna
    Warna daun : hijau tua
    Muka daun : kasar bagian bawah
    Posisi daun : tegak
    Daun bendera : tegak
    Bentuk gabah : panjang agak oval
    Warna gabah : kuning bersih
    Kerontokan : tahan
    Kerebahan : tahan
    Bobot 1000 butir : 28,2 gram
    Potensi hasil : 20 ton/ha
    Jumlah gabah per-malai : 400 butir

    trimakasih..semoga bermanfaat.

    Sumber : Berita Resmi PVT/Pengumuman Permohonan Hak PVT 2010

  2. pak barus says:

    Yth: Mas Nurman
    Assalamu’alaikum Wr.Wb.
    sedikit tambahan info lagi Mas, untuk masalah roboh, menurut Prof Hariyadi, padi Bunda relatif kuat perakarannya sehingga tidak mudah roboh
    sebenarnya nama lengkapnya adalah padi BUNDA Sri Madrim, justru di jawa timur tuh lebih populer dengan padi BSM (BUNDA adalah singkatan, Sri adalah nama dewi padi dan Madrim itu berasal dari istilah pewayangan)
    untuk bisa menghasilkan panen hingga 40 ton/Ha., tentu saja dibutuhkan pupuk yang jauh lebih besar lagi jumlahnya, cuma saat ini saya tidak bawa materi presentasinya, mudah2an besok saya tidak lupa, agar bisa saya posting disini (saya baru tahu, ternyata pada budidaya padi dikenal juga semacam FCR-food convertion ratio, yang biasa kita kenal di budidaya ikan)…
    menurut Prof Hariyadi, pertanian di Thailand sudah merealisasikan budidaya padi dengan hasil 40 ton/Ha. namun khusus untuk Pak Hariyadi, beliau masih menyelesaikan penelitian/uji coba sedikit lagi, dan Insya Allah dalam waktu dekat sudah bisa di launching ke masyarakat
    kalau menginginkan nomor kontak Mas Pangat, petani di banyuwangi yang berhasil mencapai 22 ton/Ha. nanti bisa saya kasih ke Mas Nurman
    Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

    • Farhan says:

      Assalamualaikum… Wr.wb. Maaf pak, boleh minta no kontaknya pak supangat… Sy tertarik dan ingin belajar langsung. Makasih ya pa….

    • Kitri says:

      Salam….
      Pak bisa minta kontak person-nya Pak Supangat? Untuk penjualan bibit BSM di Banyuwangi di mana ya? Bisa tolong di Info? saya tertarik untuk menanam musim panen ini…. Makasih

  3. efendy manan says:

    Assalamualaikum Wr wb…
    Saya ingin sedikit berbagi pendapat,pengalaman dan berkomentar tentang padi Bunda atau varietas2 lokal lain yang diklaim banyak pihak berdaya hasil luar biasa… sebagian besar petani kita masih menganggap padi seperti mesin mobil yang dengan bergantung pada kapasitas CC nya.dalam artian makin besar CC maka semakin cepat pula mobil itu;makin lebat dan panjang malai maka berbanding lurus dengan hasil yang pasti melimpah..tapi sebenarnya itu salah kaprah..padi selain potensi jg sangat bergantung pada kondisi tanah,iklim,ekosistem dan perlakuan petani.
    Mengenai padi Bunda…kayaknya saya termasuk yang kontra dan ragu jika bunda bisa dpt 20 – 40 ton perhektar…
    alasan saya:
    1.Malai yang terlalu lebat (400 bulir) dan umur yang tergolong sangat genjah.
    2.Padi jenis ini mempunyai daun bendera yang lebar dan hijau tua…dan sangat rentan terhadap HDB dan Blast
    3.Posisi malai yang rendah yang menghalangi proses penyerbukan secara sempurna.
    4.Kulit sekam yang tebal.
    Beberapa teman termasuk saya pernah tergiur tanam padi tipe itu…seperti sertani 1,Bima saputra,Bunda,Tilam sari.tapi hasil dan harga jualnya jauh rendah dari IR 64.Perlu diingat kemampuan,pendidikan mayoritas petani kita masih rendah..dan tanah kita pun masih sakit…Tidak usah muluk-muluk 40 ton dengan hasil 8-10 ton/ha riil saja jika memang itu bisa terwujud dan dirasakan petani kita saya haqqul yakin petani kita jauh lebih sejahtera….
    Wassalam,

    • NURMANIHSAN says:

      Sy setuju dengan pemikiran Pak Efendy,
      lebih baik kita mengoptimalkan varietas unggul yg sudah ada, kemudian memperbaiki pola tanam padi sawah dengan menaikkan kadar C organik tanah, mendekati Ph tanah menjadi netral, memberikan pupuk organik yang banyak, memberi unsur hayati/MOL/POC, dll. lihat http://ceritanurmanadi.wordpress.com/2012/11/27/ayo-buat-mol/
      Hasil yang didapat akan jauh lebih baik dari pada memaksakan tanah “bertempur habis2an” .

    • pak barus says:

      Betul Pak Effendy, apa yang Bapak kemukakan itu tidak salah
      hanya saja, saya pribadi cukup tertarik dengan potensi hasil yang begitu besar, sehingga saya menyempatkan diri untuk mencari informasi tentang padi bunda ini secara lebih detail, dan itu bisa saya dapatkan waktu ada acara pelatihan yang dilakukan oleh Badan Ketahanan Pangan Kementan RI di Malang beberapa waktu yang lalu, dimana salah satu pembicara waktu itu adalah Prof Hariyadi, pemilik PVT padi Bunda
      pada acara yang ternyata dikhususkan bagi pesantren itu, dihadirkan juga beberapa petani yang sudah membudidayakan padi Bunda, dimana salah satunya adalah Mas Supangat dari Banyuwangi, yang memang telah betul-betul menghasilkan 22 ton /Ha GKP
      pada kesempatan itu lah Pak Hariyadi mengatakan bahwa dalam waktu tidak lama lagi, beliau akan melepas varian padi Bunda yang potensi hasilnya mencapai 40 ton/Ha, dan menurut beliau hal tersebut sudah bisa dicapai oleh pertanian di Thailand
      informasi terakhir yang saya terima, varian terbaru dari padi Bunda/BSM memiliki kulit yang lebih tipis, sehingga rendemen nya bisa lebih tinggi lagi dari ukuran rata-rata, dan benihnya sudah diberi bakteri khusus sehingga lebih tahan terhadap serangan hama penyakit khususnya hawar daun
      saya sangat setuju dengan pendapat Bapak bahwa rata-rata petani kita memiliki kemampuan adaptasi yang relatif rendah terhadap perubahan ataupun kemajuan teknologi pertanian
      bahkan Pak Hariyadi sendiri mengalami kesulitan ketika harus mengajari pekerja tandur, karena padi Bunda hanya ditancapkan sedalam 3 cm saja kedalam tanah (model SRI)
      melalui pelatihan kemarin itu pula saya merasakan, masih banyak sekali hal-hal kurang benar yang dilakukan petani pada umumnya, terutama pada pengukuran pH tanah dan mengkondisikannya sesuai dengan kebutuhan tanaman, karena ternyata ketika pH tanah itu berada pada kondisi netral antara 7- 7,5 maka akan banyak bakteri menguntungkan yang berkembang biak didalam tanah, dan itu memberi manfaat yang besar untuk membuat tanaman menjadi subur
      baik Pak Efendy, saya pun tidak menggadang-gadang bahwa padi Bunda/BSM adalah satu-satunya padi yang akan membuat petani sejahtera, tentu masih banyak yang lain, tapi saya pikir secara pribadi tidak ada salahnya juga saya mencoba menanam padi Bunda ini, dan mencoba mensosialisasikannya ke masyarakat di sekitar saya
      ibarat kata orang MLM Pak, siapa tahu padi Bunda ini merupakan salah satu jawaban dari do’a petani kita selama ini untuk bisa menjadi lebih sejahtera
      semoga……

  4. sihabudin says:

    assalamu alaikum wr. wb. pak nurman kalau untuk benih padinya apakah sudah ada di daerah serang atau di rangkas bitung.. harga per kilo nya brapa, di toko apa. terima kasih.

  5. suli says:

    Amiiiin

  6. pak barus says:

    oh ya Mas Nurman….
    tolong dong saya dikasih tambahan resep untuk padi bunda, karena menurut info yang saya terima dari tulungagung, mengingat kebutuhan hara yang begitu besar, pemberian pupuk tidak hanya mengandalkan serapan akar, tapi juga melalui daun
    jadi…. tolong dong tambahin resepnya menggunakan pupuk MKP (yang dicairkan), untuk melengkapi resep-resep yang kemarin
    (mungkin ada jumlah pupuk granul nya yang bisa dikurangi), dan lahan saya bukan bekas padi jadi tidak ada jerami yang bisa dibenamkan ke lahan
    terima kasih sebelumnya

    • NURMANIHSAN says:

      Wah kalo untuk pemakaian pupuk MKP saya harus banyak belajar lagi, Pak Barus.
      Pupuk MKP adalah pupuk dng kandungan 52 % P2O5 dan 34 % K2O.
      Dalam satu kesempatan, ada pembaca yang bernana Wawan Suarjana saran sepereti ini :

      ” Mas bagai mana kalo pemupukannya seperti ini.
      Pemupukan 1 (5-7hst) Urea 100kg, Sp36 50kg, Phonska 50kg.
      Pemupukan 2/ terakir(20-25hst)
      Urea 50kg, Sp36 50kg, Phoska 200kg.

      Selanjutnya pemberian pupuk dilakukan melalui penyemprotan.
      -Umur padi 30hst, pupuk multi NPK(13,2,45) 1Kg.
      -Umur padi 40hst, pupuk MKP(52,34) 1Kg.
      -Umur padi 50hst, pupuk MKP(52,34) 1Kg.
      -Umur padi 80hst, pupuk MKP(52,34) 1Kg, hormon ga3 20% 5gr.

      Allhadulilah musim panen kemarin hasilnya 10ton/ha.”

      Sekarang sy masih mempelajarinya, bila dalam 1 kg pupuk MKP(52,34) berarti dlm 1 kg ada 0,52 kg P2O5 dan 0,34 kg K2O. Kalau dari saran di atas penggunaan pupuk MKP NPK multi + pupuk MKP cuma 3 kg.
      Coba Pak Barus gali info itu lebih lanjut, kebutuhan MKP berapa kg? aplikasinnya bgm? dan ini bisa jadi sarana pembelajaran bagi kita dan pembaca

  7. pardi says:

    assalamu alaikum wr. wb. Memang lebih baik mencoba untuk menanam, mempraktekan ilmu yg kita dapet kalau kita sama sama mengemukakan teori teori, alasan alasan ndak ada habisnya dan ndak jadi nanem padahal orang lain udah hampir panen lagi. Wassalamu alaikum wr. wb.

  8. Padi Bunda Sri Madrim memang oke, saya sendiri yang sebelumnya tidak pernah bertani, sudah mencoba, dan hasilnya bisa dilihat di www,petanipadi.co.cc

  9. aidit says:

    salam lestari, sugeng enjing bapak
    melihat informasi yang saya peroleh dari pemaparan mengenai padi bunda tersebut, saya berasa kepingin untuk menanam varietas tersebut mengingat potensi hasilnya tinggi, saya dom di sleman Yogyakarta, bagaimana saya bisa mendapatkan benih tersebut.
    matur nuwun

  10. Farid says:

    Bapak2 yang sudah pernah tanam padi BSM, Tolong dong ceritakan juga kelemahan padi BSM.! Jangan cuma nyritain 22 ton/ha aja! Biar petani kecil seperti saya bisa ikut2an ngarti.

  11. suli says:

    Benar benar banyak orang penasaran dengan padi bunda dan sejenisnya.malai panjang, sekian ratus bulir…sekian puluh ton…..salah satunya pak farid beliau ingin tahu kelemahan padi padi tersebut, melihat latar belakangnya beliau seorang guru dan suka pertanian, mari kita beri support supaya terus menyukai pertanian.di pedesaan banyak profesi guru yang menjadi petani malah kadang kadang juga beternak sapi. biasanya beliau beliau ini nanti menjadi petani maju.karena di dukung sana sini, hasil pertanian menurun umpamanya ( semoga tidak) masih di infus sama gaji permanen.
    Nah ….petani ini ingin tau kelemahan padi tersebut, saya sendiri berpendapat gini…..umpama memang benar hasil spetakuler logikanya daerah sekitarnya atau petani sekitar sudah meledak menanam semua, siapa sih yang tidak tergiur dengan hasil segitu, namun tetangga sebelah saja masih memakai lepasan BB sukamandi artinya perlu di pahami dulu. petani kita sebenarnya mudah mengikuti hal hal baru, namun yang menjadi penghalang hasil hasil yang tidak sesuai di lapangan

    • NURMANIHSAN says:

      Setuju Mas Suli,
      Bila hasil panen padi bunda tinggi dan menguntungkan maka secara alamia : para petani akan menanamnya, bisa jadi dalam skala luas.
      Tp, selama ini, hanya satu titik di daerah2 tertentu yg menanamnya. Bisa jadi karena ini : penasaran !
      Coba cermati sekali lagi komentar Mas Efendi Manan di atas.
      ALangkah lebih baik bila ada komen dari Pak Barus, Pak Mufrodi dll yg telah menanam padi bunda.
      Terakhir sy kontak Pak Barus : Padi bundanya terserang beluk.

  12. suli says:

    Kalau melihat tingginya 130-145 cm, saya sendiri petani yang BATAL tidak menanam, lebih di dukung 400 bulir bernas, wah gimana ya menopangnya.

  13. Farid says:

    Jangan dilebih2kan mas suli.! Saya cuma pingin jadi petani yang bener. Kalo kata gus dur: “menjadi apapun jangan setengah2″, seandainya jadi bajingan karuan jadi bajingan tengik sekalian, seandainya jadi petanipun musti jadi petani yang mengerti tani.
    Saya sangat berterimakasih kepada pak ihsan atas info2 pertanian dalam blognya, saya juga bisa menimba ilmu dari pakar2 tani, bahkan berkenalan dengan mas suli. Sekali lagi terimakasih pak ihsan.!

    • NURMANIHSAN says:

      Sama2 mas Farid,
      Justru saya yg berterima kasih, dengan adanya blog ini justru sy bisa berkenalan dng petani2 hebat lain. seperti Mas Suli, Mas Efendy, Mas farid dll. banyak info2 yg saya dapatkan.
      Secara tak langsung, selain memberi informasi pertanian. sy juga dapat infomasi pertanian yang lebih baik lagi.
      Dan akan terasa indah: bila petani pulang dengan hasil yang bagus,,,

      • Hanry L. K says:

        Assalamualaikum Mas Bro,
        kalo kita baca coment yang masuk semua menceritakan kehebatan BSM dengan hasil bisa mencapai 20 ton/ Ha. Tapi ada sedikit kekurangan dari coment tersebut karena tidak memasukan keadaan daerah-daerah yang sudah berhasil mencapai atau mendekati 20 ton/ ha tersebut, karena tidak semua daerah memiliki sifat ekosistem yang sama. Jadi wajar kalo ada temen-temen lain menanyakan kelemahan BSM agar dapat mengatisipasi atau melakukan tindakan preventif untuk budidaya padi BSM. Seperti pendapat mas Suli kalau banyak yang berhasil mendapat 20 ton/ ha pasti semua daerah akan menanamnya dan target pemerintah 10 juta ton gabah sampai desember 2014 akan tercapai bahkan lebih (swasembada pangan). Pendapat mas Efendi Manan memang benar adanya karena setiap daerah memiliki perbedaan ekosistem. Selain itu penggunaan atau kebutuhan N yang sangat tinggi kalau kita sesuaikan dengan kenyataan lapangan rekomendasi pupuk berimbang SL-PTT dan DEMFARM sangat tidak sesuai apalagi jatah pupuk petani per Ha hanya 250 kg dan dibeberapa daerah harus terkendala kelangkaan dan keterlambatan pupuk. Mas Nur sebagai PPL THL-TB PP pastinya telah membaca Peraturan Menteri Pertanian RI No. 122/Permentan/SR.130/11/2013 tentang kebutuhan pupuk bersubsidi untuk T.A 2014 yang rata-rata mengalami pengurangan jumlah kuota pupuk besubsidi untuk 33 propinsi. Ini artinya Varietas ini tidak bisa dilepas ke petani luas karena kuota pupuk yang diterima tiap daerah akan mengalami pembengkakan atau kelebihan Kuota. Kalau dibandingkan dengan negara Thailand yang bisa mencapai 40 ton/ ha sangat wajar karena pemerintah tetangga tidak memberikan subsidi petani melalui pupuk tetapi melalui subsidi pembelian hasil jadi berapa pun pupuk yang mau dipakai oleh petani setiap saat ada dan tidak terbatas oleh kuota. Yah, saran saya untuk teman-teman petani yang ingin menanam BSM ini, harus menganalisa lebih dahulu biaya dan hasil atau tingkat keuntungannya karena bertani adalah untuk mencari keuntungan bukan banyak sedikitnya hasil panen karena hasil panen tinggi belum tentu mendapat keuntungan tinggi, apalagi lahan pertanian kita telah mengalami kejenuhan akan unsur N sejak tahun 80′ an.

        Wassalamualaikum

  14. suli says:

    Rasanya senang ketemu sama beliau beliau ini….puas.berkenalan alangkah nyaman lagi di tengah hamparan padi menguning di temani ubi singkong rebus…..
    Pak Ihsan salah satunya, pingin sekali menggali ilmu pertanian lebih dalam.
    Pak farid lebih ke sifat tanaman padi, mana yang unggul dan tahan hama tentunya.
    Pak Efendy…..salah satu orang yang terjun langsung kesawah jadi komennya menurut saya masuk akal.
    Saya sekali lagi berprinsip lebih baik memaksimalkan biji bernas dengan jumlah sesuai deskripsi yang sudah hasil releasan umpama dari BB padi, daripada padi padi hasil rakitan lain yang di tanam masih sporadis, namun bukan berarti saya mengesampingkan hasil hasil pemulia lain.
    Ya benar beluk sudah di mana mana jadi siap siap hadapi ledakan hama sundep/beluk, dijalan jalan (lewat malam hari) yang lewati persawahan banyak kupu sundep terbang karena tertarik akan cahaya. PR buat deptan dan produsen pestisida dunia.

  15. Sugiono says:

    Pupuk MKP itu apa mas nurman

    • NURMANIHSAN says:

      Pupuk MPK atau Kaliphos adalah pupuk majemuk dengan kandungan unsur P2O5 (52%) dan K2O (34%) yang tinggi. Pupuk MPK biasa diberikan dng cara disemprotkan pada tanaman padi. Pupuk yang diberikan lewat daun. Biasanya setelah 30 hst. Aplikasi diberikan 10 hari sekali. bisa 3-4 kali.
      Tujuan penggunaan pupuk ini untuk merangsang bunga, supaya malai panjang dan berisi.

  16. Sugiono says:

    Makasih infonya.
    Saya juga tengah mencari info tentang biofertiliser,dan pupuk hayati nih.
    Bisa dibantu mas

  17. herusb says:

    dua musim tanam padi kemarin,mulai bulan desember dan bulan maret pertengahan saya menanam padi (varietasnya gak jelas) yang pasti bukan bsm. malainya saat musim tanam 1 bisa sampai 450 butir, daunnya subur sampe jamur berkembang pesat dan akhirnya rusak kena blast. saya ulangi musim kedua dengan harapan cuaca kering blast bisa berkurang.e malai banyak tapi kok tonase hasilnya kalah dengan malai yang gak sebanyak itu.kira2 apa maslahnya.

  18. mas sugiyarto says:

    barangkali di Kebumen sdh ada yg pernah menanamnya, kami mohon informasinya. makasih

  19. suli says:

    Mas Giyarto……
    Kalau benar mas giyarto, ini dalam benak saya adalah bos beras,jadi nga enak saya jadinya. benar atau tidak tergantung sama beliau.
    Semoga malah nga ada yang berminat dulu sama padi bunda ini, yang tetap berminat semoga
    mau silahturahim dulu ke gubuk saya.
    Mas….udahlah ambil beras beras yang lain saja seperti biasa.

    • pak barus says:

      maaf sblmnya mas, kayanya mas ini sudah kebablasan ttg padi bunda…
      apa kapasitas mas sehingga orang yang tertarik dengan padi bunda koq harus silaturahim dulu ke gubug mas, emang anda ini siapa….?????
      kalau mas mau tahu eksistensi padi bunda, silahkan tanya ke Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Kementerian Pertanian, Kapus nya namanya Bapak Dr. Ir. Tjuk Eko Hari Basuki, MSt ( tjuk@deptan.go.id ), silahkan chk link berikut: http://www.deptan.go.id/e-mail/email_pejabat_deptan.htm (scroll sampai kebagian paling bawah, disitu ada namanya), beliau inilah yang sangat concern dengan padi bunda dan menggerakkan pelatihan di beberapa kabupaten di pulau Jawa dengan sasaran awal saat ini adalah pesantren-pesantren

      • alief says:

        sudah lah bpk2 kita jgan berdebat lebih baik sharing aj, bagi yg sdh berhasil beri tips sma yg lain…krn setiap daerah blum tentu varietas A/B cocok…! seperti saya dr dlu inpari 13 selalu sukses tapi di daerah lain saodara saya sendiri tidak sukses malah dia lebih sukses dgn ciherang & bondoyudo jd klau sya bicara inp 13 pasti terespon negatif..!

  20. alief says:

    Mau tanam varietas ap saja yg jelas hasil akhirnya sukses/berhasil ….sya sangat senang ad blog mas nurman di sni kita bisa berbagi baik tentang keberhasilan atupun kegagalan, yg jelas kita berbagi untuk kemajuan pertanian Indonesia..!

  21. NURMANIHSAN says:

    Klo mau tanya hasil padi bunda coba tanya mas pangat di 0856.55926486 dan 0852.35433009

  22. lito says:

    Salam Mas Nur, Pak Suli, dan Teman teman semuanya,
    menurut teman teman yg sudah pernah tanam padi bunda ini, apakah ada kendala kendala yg di jumpai di lapangan? apakah benih bunda mengandung bakteri untuk mengatasi hawar daun? Bacillus thuringiensis (Bt)? bakteri diberikan sebagai seed treatment saja, atau di berikan secara genetik? dengan tinggi tanaman sekitar 130-145 cm berapa dosis SiO yg dibutuhkan supaya bisa menopang bulir hingga 400 butir dengan bobot per 1000 butir 28.2 gram?
    menurut lito, hasil padi itu agak relatif, tergantung struktur tanah, kesuburan tanah, dan bla..bla..sebagainya.
    bagi lito alangka baiknya jika ada kesempatan kita saling berkunjung untuk berbagi teknik teknik dan pengalaman tanam padi di langsung lapangan. apalagi kalau seperti yg dikatakan Pak Suli “….alangkah nyaman lagi di tengah hamparan padi menguning di temani ubi singkong rebus….” sayangnya gubuk lito agak jauh di pedalaman Medan-Sumatera Utara, kalau ada kesempatan lito juga mau bersilaturahmi ke tempatnya Pak Suli sambil menimba ilmu dan pengalaman biarpun lito belum pernah menanam padi bunda, bolehkan Pak Suli sambil menikmati singkong bakar?

    thanks and regards
    lito

  23. lito says:

    Salam Mas Nur,
    lito mau minta ilmu pertanian dari Mas Nur dan teman teman,
    seperti yg diuraikan di atas “….benihnya sudah diberi bakteri khusus sehingga lebih tahan terhadap serangan hama penyakit khususnya hawar daun…..”
    apakah dengan menggunakan bakteri bacillus thuringiensis (biasanya sebagai insektisida)? kalau benar subspecies apa ya? kurstaki, aizawai,atau yg lain? atau bakteri bacillus pumilus? bacillus sphaericus? atau fungi fusarium oxysporum?(biasanya sebagai fungsida)
    kalau memang benar menggunakan bakteri ataupun fungi, apakah padi bunda bisa kita tanam kembali tanpa diperbaharui genetiknya? kalau diperbaharui genetikanya berarti padi transgenik, kalau tidak di perbaharui berarti semua varietas padi kalau diberi bakteri tersebut mungkin bisa mengatasi hawar daun (boleh kita coba bersama). dimana bisa kita dapatkan bakteri tersebut selain dari lab? mohon pencerahan dari teman teman, terlebih dahulu lito ucapkan banyak terima kasih atas info infonya.

    thanks and regards

  24. rofik says:

    Mohon bantuannya ‎​ya mas:
    Saya bersama 2 petani binaan sudah tanam BSM rencananya bulan ini saya mau tanam lagi karna kurang puas dengan banyaknya potong leher Чά‎​πƍ mencapai 75% padahal penyemprotan fungisida+bakterisida saya lakukan sangaaaaaattttt intensif mulai umur 12hst selang 10hr sekal sampai panen.. Kalo mengenai buliran saya sangaaaattttttt puas banget. Pertanyaan saya apakah memang kurang tahan terhadap penyakit tersebut.. Sbb keluhan punya 2 petani saya samaa . Mohon info ‎mas..? 082141227468 (rofik)

    • NURMANIHSAN says:

      trim mas rofik,
      bapak bisa hub pak supangat atau baca budidaya padi bunda
      tp
      untuk penyakit blas, sepengetahuan saya, penyakit kresek/blas dll krn di sawah tsb terjadi ketidakseimbangan mikroba atau keseimbangan mikroba rusak. Bila sudah demikian, cara yg bijak adalah memberi mikrob/MOL a yg menguntungkan.
      caranya: memberikan/aplikasi pupuk hayati/MOL. Ayo buat MOL http://ceritanurmanadi.wordpress.com/2012/11/27/ayo-buat-mol/
      kalau ditambah dengan fungisida atau bakterisida maka mikroba yg menguntungkan bisa jd akan semakin sedikit, dan mikroba yg tak mengutungkan akan semakin banyak. sehingga penyakit akan semakin parah.
      tapi, sebelum tanam sebaiknya benih direndam dng POC yg mengandung ZPT dan bakteri yg menguntungkan.

  25. supri THL TBPP Nganjuk says:

    Salam kenal semua kalo BSM kita sudah nanam dan panen 13,7 ton / ha dengan perlakuan sbb:- Benih direndam ZPT Selama satu jam
    – setelah disemaikan umur 10 hari beri ZA dan POC sesuai rekom
    – 1 hari sebelum cabut/pindah tanam semprot lagi dengan ZPT/POC
    – Beri pupuk dasar Sp 36 50 Kg/Ha
    – umur 8 HST diberi pupuk Urea 150 Kg/Ha, NPK ponska 150/Ha
    – Umur 15 HST Semprot dengan ZPT dan POC dengan Dosis Normal
    – Umur 25 HST beri pupuk Urea 200 Kg/Ha,ZA.50 Kg/Ha,NPK ponska 150 Kg/Ha
    – Umur 30 HST Semprot dengan ZPT satu setengah kali lebih banyak dari dosis normal
    – Umur 45 HST pupuk dengan ZA 100 Kg/Ha,NPK ponska 50 Kg/Ha
    – Umur 55 HST semprot dengan ZPT , GA 3 ,POC Dua kali lebih banyak dari Dosis normal
    demikian pengalaman kami dari petani di kab.Nganjuk mudah2an bermanfaat bagi kita

  26. bambang says:

    saya tertarik sekali dengan bibit bunda sri madrim ini cuma dimana mendapatkan bibitnya. saya domicili di sukomoro nganjuk terima kasih.

  27. bambang says:

    saya mau tanya mengenai BSM setelah panen bisa nggak kita jadikan bibit lagi dan sampai berapa kali tanam?

    • NURMANIHSAN says:

      Bisa Mas Bambang, soal padi BSM bukan padi hibrida.
      SOal berapa kali, tergantung petaninya. Kalau petani tsb mengetahui tehnik pemeliharaan dan menghasilkan benih yg baik maka bisa sampai berkali-kali( 3- 8 musim tanam). trim

  28. bambang says:

    ditempat saya banyak orang yang tertarik BSM ini cuma pada wktu itu saya kurang paham teknik tanamnya jadi hasilnya kurang memuaskan dengan lahan 250 ru menghasilkan 2.5 ton gabah setelah di dos bisakah pak nurman memberi penyuluhan atau memberi contoh tanam di desa kami biar pendapatan para petani didesa kami meningkat terima kasih

  29. paino says:

    untuk mas bambang beli benih padinya di mana?saya dari setren rejoso nganjuk mas.ato saya tak mampir di rumah mas bambang mohon untuk almatnya?matur nuwun mas,tak tunggu almtnya???

  30. dito says:

    Ass, Wr.Wb
    Bapak-2 sekalian saya berterima kasih mendapatkan blog ini sehingga bisa sharing untuk sama-2 meningkatkan produktifitas panen padi sehingga berdampak pada kesejahteraan petani.
    Sebenarnya semua tujuan petani adalah peningkatan hasil dimanapun berada, jadi apabila mereka bisa mendapatkan itu akan banyak pengikutnya.
    Saya adalah petani Otodidak belajar dari Mbah Google dan Rekan-2 saya yang ada di Fakultas pertanian Universitas Jember dan gak pernah duduk di sekolah pertanian cuma mbah-2 saya petani
    Berpijak dari keluhan para petani yang nasibnya sangat tidak bagus saat-2 ini cari modalpun ditolak oleh Bank karena resikonya tinggi sehingga mereka lari pada rentenir dengan bunga yang sangat mencekik, habis panen habis pula hasilnya.
    Dari hal tersebut diatas sebetulnya yang dimaui oleh petani adalah kepastian hasil apapun akan dilakukan apabila ada kepastian karena modalnya gak ada………….
    Begitu padinya kena penyakit dia bayar dengan sapinya atau menyewakan sawahnya atau yang lain, gimana si petani bisa sejahtera
    Maka dari itu apabila Bapak-2 peserta diskusi ini ada yang berkenan menjadi pahlawan petani tidak hanya membahas secara teori, hal itu tidak akan nyampai.
    Contoh jadi pahlawan tani.
    Ajak beberapa petani yang memiliki lahan sendiri bukan sewa tanam padi katakan BSM
    Beri mereka modal apabila tidak punya dan modal sendiri apabila ada.
    Beri Jaminan kepastian panen, artinya sebelumnya dapat hasil misalnya 5 ton, janjikan secara tertulis apabila tidak berhasil akan diberikan pada petani yang bersangkutan 5 ton juga dan apabila berhasil selisih diatas 5 ton dibagi dua antara pahlawan dan petani.
    Sehingga SOP yang ditrapkan oleh pahlawan akan menjadikan keyakinan bagi petani dan juga keyakinan bagi Pahlawan dua-2 dapat nilai manfaat …………………jadi bukan hanya jual bibit.
    Hal ini kenapa saya sampaikan karena sudah dua kali saya terjebak oleh benih padi yang demikian banyak bulir tetapi hasilya rugi.dikarenakan SOP yang tidak tepat, ya untungnya saya anggap itu sebagai bagian dari usaha meningkatkan produktifitas, tetapi bagi petani lain kan jual kambing atau sapinya apabila rugi atau tiap hari disambangi tukang tagih karena motornya digadaikan.
    A. Pada bulan April 2008 saya tanam padi Saputra yang dulu geger-2 tentang padi bulir
    500 berbarengan dengan merebaknya MSP tetapi apa kenyataan yang saya dapat :
    1. Padi bulir 400 – 500
    2. Daun bendera lebar dan hijau walau saat bulir matang susu
    3. Tinggi 125 cm
    4.. Yang berkunjung banyak sekali dari luar daerah, banyak pula yang pesan benih karena
    padi ini bukan hibrida ( dalam hati inilah keberhasilan saya bersama kelompok tani saya )
    Tapi apa dikata :
    1. Padi 60% Gabug
    2. Kulit Luar tebal sehingga rendeman hanya 40%
    B. Pada tgl 16 Oktober 2012 saya tidak kapok, ya karena kepingin kaya dan berbagi sama
    kelompok saya
    Tanam padi bulir Banyak tentunya bukan BSM
    1. Awal sama seperti Saputra pohon kokoh bulir banyak, dalam pikiran ini baru berhasil, saya
    undang temen-2.
    2. Tgl 16 Desember 2012 padi ada yang kering satu dua seperti rambut ubanan, saya
    semprot pakai fungisida, lima hari kemudian malah uban jadi merata 70 %
    3. Tgl 3 Januari 2013 Rambut sudah merata , kelihatannya kena busuk leher , dengan kata
    lain si petani kali ini tidak panen di lahan yang 7.500.anehnya yang saya tanam ciherang
    bersamaan hasilnya bagus..
    Itulah sekedar sharing jika ada pahlawan mengajari saya seperti tersebut diatas saya akan jadi pahlawan berikutnya demi kesejahteraan teman petani.
    Wass.

    • sutopo says:

      winihe bsm mahal tdk menjamin hasil budidaya sulit bandikan dengan padi inpari sidenuk yg pernah saya tanam di MT 3 KEMARIN;DAPAT 11,8 ton per ha,yg nyata;kasihan petani

  31. efendy manan says:

    Ass pak Dito….
    Wah bapak termasuk kreatif mencoba berbagai varietas padi.terus terang saya belum pernah tanam Saputra dan BSM apa bisa pak dito krm fotonya ke email saya?email saya efendyagro@gmail.com.
    Nuwun,
    Efendy manan

  32. suli says:

    Pak Dito…salam kenal
    Boleh dong kirimi foto BSM ke saya sulipartono@gmail.com….bulir boleh, hamparan padi menguning boleh, terima kasih

  33. efendy manan says:

    Oke pak trims banget….

  34. efendy manan says:

    Hub saya aja pak di 081-336828357.alamat saya di Pasuruan pak.trims

  35. Bahrudin says:

    Menarik sekali…. terlepas dr semua teori & argumentasi, sy akan mencoba… knp nggak?

  36. Kitri says:

    Ass, Wr,Wb

    saya sangat tertarik dengan postingan ini
    Saya masih sangat awam tentang pertanian, dan jujur belum pernah menanam padi, ini adalah kesempatan saya pertama kali saya mempraktekkan. yang saya mau tanya bisa nggak kita BSM tanam dengan sistem Tabela, apa bapak-bapak sudah ada yang mencoba? dan bagaimana dengan jadwal pemupukan, karena yang saya baca di atas sebagian besar menggunakan sistem pindah tanam.

    terimakasih

  37. Emir Fawas says:

    Saya termasuk yang pro dengan padi BSM karena potensinya yang luar biasa.

    • Yudhie crakxaan says:

      Saya sekarang tanam padi Bunda, tapi masih umur 1 minggu. saya tanam jajar legowo 2:1. umur bibit 15 hari saat ditanam. untuk perkembangan selanjutnya saya akan share ke bapak2.. tks

  38. van says:

    kalau pemupukannya sebanyak itu, gimana metode pemupukannya?
    apa padi tidak mati karena kebanyakan pupuk?

  39. saipol says:

    Untuk yang bukan padi Bunda, obat2an atau pupuk2 tersebut bs di gunakan untk padi yg lahn
    Terima kasih

  40. Ansori Miftahudin says:

    Saat ini dimana bisa mendapatkan benih padi BSM, saya mau mecoba tanam pada musim kedua tahun, trims

  41. Sukono says:

    Saya ingin berkonsultasi dengan Mas Supangat, (dari Banyuwangi), bisa minta no hp / atau email

  42. Na Dae Na says:

    mas yudhi crakxaan di mana beli bibit BSM nya? hub aq di 083833648440.tq

  43. FADOLI says:

    asslm, alhamdulillaah saya petani di Banyuwangi bisa memanen padi bunda srimadrim pada bulan februari 2013 dengan hasil mendekati diskripsi varietas bsm . jumlah anakan kurang lebih 15 sampai 20 .jumlah bulir per malai 350 -400 bulir. mohon doanya ini sedang melakukan penanaman pereode ke 2 menggunakan benih panenan sendiri dengan penyempurnaan jarak tanam (dibuat lebih rapat untuk menyiasati anakan bsm yang tidak terlalu banyak).disamping menggunakan pupuk organik granule hayati. mohon doanya semoga panen sesuai diskripsi bsm .amin.

    • Sukono says:

      Mas Fadoli, saya tertarik menanam padi bunda sri madrim, saya juga dari banyuwangi.Saya minta no hp / email mas Fadoli

  44. cantrik says:

    Jika berkenan pak Fadoli bisa menyertakan no hand phone, di atas banyak yang mencari benih BSM. Kalau saya hampir punya benih BSM satu atau dua malai.. Betul gak pak Ihsan? Hehehe.

  45. Sukono says:

    Betul Mas Cantrik, petani kecil seperti saya ingin merubah nasib dengan menanam padi BSM. Jika Mas Fadoli berkenan, tolong Mas Fadoli menyertakan No HP atau email. Atau kalau berkenan saya ingin bertemu langsung dan sharingdengan Mas Fadoli, karena saya juga dari banyuwangi. Sukono, hp 085236606092

  46. FADOLI says:

    asslm, alamat saya di dsn.wadungkaimidin, desa tulungrejo,kecamatan glenmore, kabupaten banyuwangi. nmr kontak saya 0815 777 6518 .semoga kita bisa berbagi pengalaman dan informasi dibidang pertanian. demi kesejahteraan petani.

  47. yayuk sudarwati says:

    saya yayuk Madiun, saya tertarik dengan yang dihasilkan padi BSM gimana caranya memperoleh benih padi varietas BSM di karisidenan madiun, mohon infonya hub. 085 6363 3848

  48. ahmad shodiq says:

    mau nanya nie,
    saya percaya kalau Padi BSM dpt mghasilkan panen yang melimpah ruah,tp jenis padi itu kok rentan trhadap penyakit y pak,trutama penyakit Potong leher,trus solusi obat yang tepat apa ya pak?
    Mhon dn terima kasih ats jwbanya,

    • Viet says:

      Solusi yang saya lakukan kalau padinya sudah terserang adalah dicabut….
      Penggunaan pestisida hayati maupun kimia gak mempan jika kondisi cuacanya hujan terus…

  49. avi says:

    ikutan nimbrung ni pak,untuk pengendalian penyakit potong leher biasanya saya menempuh dua cara:
    1.pengendalian secara hayati dg menggunakan trichoderma Sp. plus gliocladium sp.
    Tp kalau cara pertama gagal sy menggunakan cara yg ke
    2.pengendalian secara kimia dg memakai fungisida dg bahan aktif fluopikolid+propineb atau asibensolar s-metil+propikonazol atau mefenoksam+ziram atau azoksistrobin+difenokonazol atau piroksistrobin+tebukonazol atau tembaga hidroksida

    • efendy manan says:

      Betul mas Avi….pak Ahmad sodig bisa catat bahan aktifnya dan beli di toko pertanian terdekat sesuai dengan merk dagangnya…disini kita ndak enak kalau bicara merek….

  50. sutopo says:

    MAAF PARA BENAR BSM MEMANG PADI BAGUS,MALAI PUANJANG,POTENSI HASIL TINGGI,TAPI BAGAIMANA DIPASARAN GABAH INI, BAGAIMANA RENDEMEN BERASNYA….TOLONG PARA PEDAGANG BENIH BSM YG KASIH INFORMASI YG BENAR,.CARA BUDIDAYA,PENYAKIT,kelemahan varietas tsb,jangan seperti penjual obat yg penting daganganya laku…KASIHAN sama petani ..

    saran saya coba dulu satu petak kecil bandingkan…jika sudah cocok br tanam semua..

    PADI BAGUS belum tentu COCOK,klo COCOK dah pasti BAGUS

    • sh@f1r@ says:

      BETUL BANGET !!!, sebelum mencoba kita harus mengetahui kelebihan dan kekurangan varitas tersebut. untuk antisipasi saja

  51. suli says:

    Salam kenal Pak Topo…
    Saran bapak sangat bagus….semoga petani tetap selalu mengingat saran bapak.

  52. avi says:

    salam knl mas suli,perkenalkan sy avi,oya sepertinya mas suli dr daerah gombong,tepatnya mana?krn sy sering lwt cilacap,purwokerto,purbalingga,banyumas,gombong,kebumen.Barangkali sy bs mampir kalau pas lewat hehehe td siang jg lewat daerah gombong tepatnya dikecamatan adimulyo

  53. avi says:

    salam knl mas suli,perkenalkan sy avi,oya sepertinya mas suli dr daerah gombong,tepatnya mana?krn sy sering lwt cilacap,purwokerto,purbalingga,banyumas,gombong,kebumen.Barangkali sy bs mampir kalau pas lewat hehehe td siang jg lewat daerah gombong tepatnya di desa sekar teja kecamatan adimulyo

  54. Agung tembi says:

    Ass, Wr,Wb.
    Alam memberi manfaat sesuai kapasitas dan fungsinya masing2. Tanaman tumbuh, berkembang dan berbuah sesuai dengan kemampuannya. Untuk padi BSM ini kalau melihat uraian dari pak Nurman diatas, kebutuhan pupuk anorganik/kimia sebesar 5,57x dari kebutuhan pupuk biasa yaitu 450 kg atau setara dengan 2.508 kg. Pupuk sebanyak itu jika diaplikasikan secara berkelanjutan apakah tidak berakibat pada ekosistem lahan sawah? Apakah pupuk kimia yg terserap pada tanaman padi tidak over dosis dan membahayakan kesehatan diri kita dan saudara2 kita sbg konsumennya?

    Maaf, saya bukan yg pro dan kontra dengan padi BSM. Sebagai orang yg baru belajar dalam dunia pertanian, ingin masukan dan saran dari bpk2 semua. Terima kasih.

  55. suli says:

    Mas Avi…..gubug saya terbuka siapa saja, silakan…dusun serut kecamatan kuwarasan….

    Saya orang kabur kanginan….jadi kadang di rumah kadang tidak, kadang di hutan nyepi….kadang di pulau tak berpenghuni di ujung banten nyepi juga. berjalanpun semaunya kaki ‘separan paran’ bisa sampai rumah pak ali, yuri dan mbah guru sutar…

  56. avi says:

    ok maturnuwun mas suli

  57. avi says:

    pak agung,saya secara sih menolak kalau hrs mengaplikasikan pupuk anorganik 2.508 kg/ha dilahan sy,untuk aplikasi pupuk anorganik diatas 350 kg/ha saja sy msh berfikir dua kali

  58. cantrik says:

    Padi bunda saya tanam di satu petak inpari 19, di pinggiran dekat pematang. Tentunya dengan perlakuan dan perawatan yg sama. Petak yg lain ada B3. Kalau nanti hasilnya bagus, area tanamnya saya perluas. Daripada ragu, lebih baik melangkah, meski cuma langkah pendek.

  59. efendy manan says:

    Numpang urun rembug nih semua,
    kalau liat cara pemupukan spt diatas sih saya juga ngeri…dan sempat agak kurang sreg dengan padi bunda.Tapi beberapa waktu lalu…saya berkomunikasi dengan LSM yang menggawangi padi bunda di sumenep madura.Ternyata padi Bunda bisa berhasil jika full organik…dan memang penemunya merakit Bunda dibudidayakan dengan organik.Kalau seperti itu,baru bisa sesuai dengan logika pertanian…

    • Hanry L. K says:

      Wah Kalau begitu untuk lahan padi yang belum organik tidak akan bisa sebanyak itu hasilnya mas bro, karena sudah menggunakan pupuk anorganik sejak tahun 80 an era Bimas, insus dan supra insus, karena sawah sudah jenuh dengan pupuk anorganik. Kalau pernah baca teman-teman petani dari Tasikmalaya yang export perdana organik tahun 2012 mereka butuh waktu 5 tahun untuk full organik, berarti mulai tahun ini kita harus mau menjadi petani organik semoga 5 tahun kedepan sudah tersedia varitas padi yang bisa menghasilkan 40 ton/ ha

  60. suli says:

    Mas Avi ….
    Saya sama Pak efendi sama sama tercengang dengan ‘makanan’bunda….sewaktu tulisan ini baru di muat….nah seperti Pak ef barusan baru bisa masuk akal dengan organik.

    • cantrik says:

      Kayak nya jika ada yang tanam Bunda dan menjelang panen, pengin rasanya lihat langsung. Tapi kalau dekat lokasinya..hehehe. Penasaran..

  61. Tito marda S says:

    Wah… menarik sekali bicara pertanian terutama tanaman padi, semoga tulisan diblog ini membuka pikiran dan pengalaman untuk kemajuan pertanian masyarakat indonesia menuju Swasembada Beras Nasional hingga tidak ada istilah import beras dari thailand & vietnam lagi.

  62. nopan says:

    Salam kenal semuanya.. Saya tinggal di lampung, Saya sedang tanam padi BSM yg bibitnya saya peroleh dari pak effan soleh wahyudi, sekarang sudah umur 75 hst dan hampir panen, mungkin kira2 10 hari lagi, sejauh ini saya cukup puas dengan panjang malai dan jumlah bulirnya, smoga hasilnya juga memuaskan. Terimakasih mas nurman.

    • NURMANIHSAN says:

      Salam kenal juga pak nopan. trim atas infonya.
      panjangnya brp cm pak? tingkat kebernasan brp % jg? tks

      • nopan says:

        Panjang malai pada rata2 kisaran 32 – 35 cm bahkan ada yang sampai 40 cm mas, bernas lebih dari 80 %, dengan bulir rata2 lebih dari 400 per malai. Untuk ukuran malai padi lokal sudah sangat luar biasa bahkan lebih panjang dan lebih lebat dari padi hibrida.

  63. nopan says:

    Setelah panen nanti saya share disini untuk referensi teman2 yg berminat dengan padi BSM, luas lahan yg saya tanam 0,5 ha, jajar legowo 2:1 46x23x13 agak menyimpang dari yg dianjurkan 40x20x10 krn garisannya yg sudah ada di tempat saya segitu dan tanam 2 tanaman per rumpun, bibit 15 kg tapi pas-pasan, mungkin idealnya 20-25 kg per 0,5 ha. Buat yg penasaran sabar ya??? Hehehe.. TQ mas nurman.

  64. Viet says:

    Saya tanam BSM di Pulangpisau (Kalteng), ternyata BSM rentan serangan cekek (busuk pangkal daun dan pangkal malai).
    Gagal Panen…..!!!
    Kalah dengan varietas Amfibi yang bisa ditanam di lahan darat dan di sawah….
    Bisa panen 13,4 ton walaupun harga gabahnya lebih murah Rp 500 per kg.

    • nopan says:

      Maaf mas sekedar masukan aja nih, Kalo varietas padi relatif mas, penyakit akibat fungi atau jamur biasanya karena ketidakseimbangan unsur hara dan mikroorganisme tanah, penting juga perlakuan benih saat semai dan juga penanganan / pengobatan padi yg terserang dengan dosis dan bahan aktif fungisida yg tepat. Dan juga mencegah lebih baik dari mengobati…
      Mungkin mas nurman atau teman2 / senior2 lain punya pendapat lain…. Tks.

    • NURMANIHSAN says:

      Buat pak viet
      boleh say tanya pak?
      varietas amfibi ini varietas lokal/nama lain varietas yg telah ada?
      ciri2 fisik varietas ini bgm, brp umurnya, tinggi tanaman, bentuk gabah, dll
      Trima ksh atas infonya pak,

  65. Wah ramai lagi Padi bunda… :) lam kenal mas/kang /bang Viet. kalau boleh tau varietes amfibi itu keluaran mana atau padi lokal…?? seandainya ngga keberatan mungkin bisa di jelaskan ciri ciri tanamannya dan umurnya.. ??

  66. suli says:

    Mas yuri penasaran kayaknya, namanya aja amfibi….siapa tau cocok di cilacap mas…13 ton lagi….

  67. imam says:

    maaf pak saya menanam padi bunda sri madrim ,gmn ya pemasarannya……………..tolong kalo ada info hubungi imam gunawan 081902564717

  68. imam says:

    maksud saya untuk pembibitan bisa ga,saya 100 % ga pake pestisida kimia ,semua pake organik,trus ada yg tau pasar beras organik ga…………

    • Hanry L. K says:

      coba cari di mbah google export perdana padi organik kalo nggak salah itu gapoktan yang berhasil menjadi kawasan organik terletak di tasikmalaya

  69. imam says:

    pemakaian pupuk kimia saya 50 % dari biasanya sisanya pake pupuk cair organik ha pe ,makanya kalo bisa saya diajarkan cara2 pemasaran beras sehat,bila dari teman2 punya chanel beras sehat,tolongkasih tau saya ,jadi saya juga semangat untuk mengaplikasikan go organik

  70. suli says:

    Mas Imam salam kenal….
    Kadang kita pinginnya beras yang kita hasilkan segera laku, lebih lebih beras sehat.namun hal yang lebih penting adalah kesadaran sejak awal berniat ke organik tanpa melihat beras itu laku atau tidak nanti, ada hal lain yang menentukan, kadang mengikutinya dari belakang, contoh yang saya tangkap adalah petani mbah sutar ciamis, beliau tidak promosi namun sebagian pejabat di bogor mengetahui keberadaan dan pola pertaniannya yang di jalani dan menjadi langganan tetapnya.

  71. Parwito says:

    Salam kenal Mas Imam, saya sependapat apa yg disampaikan mas Suli, ketika kita mulai bertanam padi secara sehat atau menuj organik apa yang melatarbelakangi/motivasi jangan karena harga yang tinggi dan keuntungan yang akan kita peroleh banyak. Pikiran kita juga harus organik, artinya apa yang kita lakukan adalah dengan kesadaran bahwa ita menginginkan sawah kita menjadi sehat dan hasil dari kita juga akan sehat dan produksinya banyak, produksinya sehat dan yang kita makan sehat tentunya akan menghasilkan cara berpikir kita juga sehat, minimal keluarga kita juga sehat. Saya yakin apa yang dilakukan Mas Imam cepat atau lambat dapat mempengaruhi sekitarnya sehingga nantinya banyak yang kepincut untuk melakukan hal yang sama. Nah, kalau sudah begitu maka Mas Imam bisa mengajak teman-teman untuk membuat komunitas Petani Sehat untuk pemasaran produk dan sebagainya. Kita ngga memungkiri setiap kali kita panen tentu berharap apa yang kita hasilkan cepat laku untuk diputar agar usaha jalan terus. saya juga yakin di blog ini akan dtemukan teman-teman yang nantinya saling membutuhkan produk kita. Terima kasih

  72. cantrik says:

    Setuju dengan pemikiran pak Suli dan pak Parwito. Saya termasuk dekat dan kagum dengan pemikiran dan keteguhan sikap pak Sutar.. semoga perjuangan beliau menghidupkan organik bisa diteruskan oleh putri kembarnya yang lebih akademis.
    Satu hal yang saya tiru dari beliau adalah mencari dan membeli kebutuhan pertanian kepada sesama petani.. maaf jika ada yang tak berkenan.

  73. Dimas says:

    Salam kenal, saya tanam Padi BSM seluas 1 hektar panen bulan Agustus 2013 , panjang malai sekitar 30 cm, permalai yang mulus sekitar 400 – 410 bulir tapi pada saat padi menjelang matang terserang penyakit busuk leher sekitar 50 % sehingga per hektar hanya menghasilkan 4.8 ton , padahal sudah disemprot dengan fungisida, mohon saran untuk mengantisipasi penyakit tersebut.

  74. suli says:

    Bang Viet…..
    Teman oksigen di sini perlu bang viet muncul lagi, bagi bagi varietas amfibi dong…untuk coba di lahan rawa. kemarin sebagian padi yang di semi rawa kelelep keliatan pucuknya saja.

  75. salam kenal buat @suli sama @nurman
    ga usah terlalu penasaran sama padi BSM
    kalo mau main ke rumah tak kasih bibit varietas unggul
    “TOYO ARUM”
    isi per malai 350-700 bulir
    umur padi 115 hari
    hasil real di lapagan 12-15 ton/ha

    thx atas kunjungan P. Efendi Manan
    yang sudah maen ke rmah kemaren :)

  76. efendy manan says:

    Iya pak suryawan…senang rasanya punya teman di pasuruan..dan ternyata pak Suryawan ini termasuk PPL sukarela yg tidak lelah membina petani hingga luar kecamatan…Saya pribadi salut dengan beliau…

  77. suli says:

    Salam kembali Pak Wib….
    Senang kiranya Pak Wib mau berbagi padi toyoarum, boleh kirimi barang sekilo dua kilo, memakai herona aja.syukurlah penyuluhannya sampai di luar kecamatan binaan, nga ada lo pak seperti bapak. PPL daerah saya, katanya petaninya sudah pinter pinter, pinter dari mana wong nga makan sekolahan.

  78. Abdul zahron says:

    Assalamu alaikum wr. wb. Salam kenal semua. Saya Abdul zahron dari Sulawesi Tengah ingin bertanya, Kalau bole saya tau benih padi BSM-nya berapa harganya perkilogramnya dan di sulawesi tengah ( palu ) suda ada gak yang jual.???
    Soalnya saya juga ingin membantu msyarakat di daerah saya untuk mencarikan bibit yang dikatakan unggul dalam budidaya pertanian.
    tolong diinfokan ke saya lewat abdulzakizahron@gmail.com atau sms 085242558156,

  79. Sudarno says:

    Banyak bulir banyak yg kepong/gabuk, yang penting untuk padi adalah membuat bulir bernas semua, itu yg sulit.

  80. efendy manan says:

    Betul sekali pak Sudarno…potensi malai panjang harus dilihat plus dan minusnya..jangan sampai besar pasak drpd tiang.Yang penting tanah yg harus diperbaiki dulu,manajemen pemupukan yg tepat,pengendalian hama dan penyakit.InsyaAllah hasil panen memuaskan.

  81. hanry says:

    Kalau penggunaan urea hingga 1250kg ini tidak sesuai dengan rekomendasi pupuk berimbang sedangkan jatah urea bersubsidi petani per ha hanya 250 kg didalam RDKK dan semakin diperparah dengan pemotongan kuota kebutuhan urea setiap tahunnya. Setelah banyak mendengar kabar varitas ini, kami di NTB telah mecoba varitas ini dengan harapan terjadi peningkatan, alhasil rsterjadi penurunan hasil yang sangat tajam.

  82. mrasyidin says:

    Salam kenal Pak Wib….
    Senang kiranya Pak Wib mau berbagi padi toyoarum, boleh saya mendapatkan sekilo dua kilo pak, untuk dicoba di Bima NTB.tk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s