PENYAKIT KRESEK / HAWAR DAUN PADA TANAMAN PADI

MENGENAL PENYAKIT KRESEK
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP DEPTAN di BANTEN )

Tanaman Yang Terserang Penyakit Kresek

Nama petani tsb, Pas Isra. Lahannya tak banyak, sekitar 1.000 m2. Tumpuan harapannya dari hasil tanaman padi ini. Di samping sawahnya, ada tanaman padi milik petani lain. Umumya di daerah sini, dalam 1 kotak sawah hamparan sawahnya tak begitu luas.

Tadi pagi, saya berjumpa dengannya. Dalam kesempatan tsb, saya didampingi oleh mahasiswi pertanian dari Untirta. Sang mahasiswi ini sedang magang.

” tanamannya kenapa, Pak Isra?”

” nga tau pak. tanamannya jadi kaya gini”

Saya lihat, di hamparan sawah yang kecil tsb, ada penyakit yang menyerang tanaman padi yang berumur sekitar 12 hst. Salah satu penyakit utama tanaman padi : penyakit hawar daun/kresek.

Apa itu penyakit Kresek ?

Penyakit kresek/hawar adalah penyakit yang disebabkan oleh Bakteri Xanthomonas sp. yang menyerang tanaman padi.

Gejalanya : daun mengering seperti melepuh. Mulai dari ujung daun kemudian meluas hingga tengah daun. Bila serangan sudah akut maka seluruh helaian daun bisa mengering seluruhnya. Dan tanaman akhirnya mati,,,

Biasanya tanaman yang berumur muda, sangat mungkin terserang penyakit kresek dengan gejala akut.

Nama Lain Penyakit Kresek

Petani kita lebih suka menyebut gejala penyakit yang disebabkan oleh Bakteri Xanthomonas sp ini dengan nama kresek. Nama lain penyakit ini adalah Hawar Daun Bakteri.

Dalam bahasa Inggrisnya,  BLB artinya Bacterial Leaf Blight. Penyakit hawar daun bakteri.

Bila dalam penamaan, kita mungkin mengenal hama untuk penggerek batang. Bila menyerang pada masa vegetatif disebut sundep. Bila masa generatif disebut beluk.

Demikian pula untuk bakteri ini. Bila menyerang tanaman muda yang berumur dibawah 30 hst disebut kresek. tapi bila sudah memasuki stadia lanjut disebut hawar daun.

Penelusuran Lebih Lanjut

Saya akhirnya berbincang di pematang dengan Pak Isra. Sang mahasiswi mencatat hasil perbincangan tsb.

“mulai kapan muncul gejala ini, pak isra?

“sekitar 1 pekan setelah tanam. awalnya cuma 1 atau 2 tanaman. Dalam 5 hari dah seperti ini pak?”

“oh gitu. oke pak, sekarang saya mau tahu, bapak pakai padi jenis ( kalo ngomong sama petani saya lebih suka pakai kata jenis daripada varietas) ?”
” ciherang pak”

“benih yang ditanam, dapat beli, apa benih sendiri”

“pakai benih sendiri. pernah saya beli  2 kantong tempo hari tapi kurang bagus. beli lagi di toko lain, hasilnya sama. ya udah pake bibit yang lalu”

Dari uraian di atas, memang memakai varietas yang sama dan lama ( ciherang dilepas memerintah tahun 2000)  secara terus menerus amat riskan terkena hama dan penyakit. Khususnya penyakit kresek ini.

Secara umum, mengapa tanaman padi di sawah rentan terhadap terhadap penyakit ?

Sebab di sawah tsb, sudah terjadi ketidakseimbangan antara bakteri yang jahat dan menguntungkan. Bahkan, bakteri yang jahat mendominasi, sedangkan bakteri yang menguntungkan sangat-sangat sedikit.

Oleh sebab itu, penambahana bahan organik dan pemberian pupuk hayati yang mengandung berbagai mikro organisme yang menguntungkan sangat diperlukan. Tujuannya, agar bisa menggeser mikroorganisme jahat yang merugikan tsb.

Kemudian, lingkungan lembab yang menyebabkan bakteri ini dapat berkembang dengan baik. Oleh sebab itu, pemberian/penyemprotan pestisida nabati/alami seperti bawang putih, jahe, dll sebagai antisifasi awal sangat dianjurkan. Tujuannya agar tercipta kondisi yang hangat di areal persawahan tsb.

Dengan demikian, laju perkembangbiakan bakteri ini bisa dikurangi. Dan penambahan pupuk hayati setelah itu sangat dianjurkan.

Biologi dan Ekologi

Sebagai sumber pengetahuan, kita bisa lihatdi http://bbpadi.litbang.deptan.go.id : Penyakit hawar daun bakteri disebabkan oleh bakteri Xanthomonas oryzae pv. oryzae (Xoo). Bakteri ini berbentuk batang dengan koloni berwarna kuning.

Patogen ini mempunyai virulensi yang bervariasi tergantung kemampuannya  untuk menyerang varuetas padi yang mempunyai gen resistensi berbeda. Di Indonesia hingga saat ini telah ditemukan sekitar 12 kelompok isolat  (strain) berdasarkan virulensinya terhadap varietas diferensial.  Isolat kelompok VIII tersebar paling luas dan mendominasi di lapangan, sedangkan kelompok IV tidak begitu luas, tetapi mempunyai virulensi tertinggi dan umumnya semua varietas padi peka terhadap kelompok isolat ini.

Perkembangan penyakit sangat tergantung pada cuaca dan ketahanan tanaman. Bakteri Xoo menginfeksi tanaman melalui hidatoda atau luka. Setelah masuk dalam jaringan tanaman bakteri memperbanyak diri dalam epithemi yang menghubungkan  dengan pembuluh pengangkutan, kemudian tersebar kejaringan lainnya dan menimbulkan gejala.

Penyakit dapat terjadi pada semua stadia tanaman. Namun yang paling umum ialah terjadi pada saat tanaman mulai mencapai anakan maksimum sampai fase berbunga.

Pada stadia bibit, gejala penyakit disebut kresek, sedang pada stadia tanaman yang lebih lanjut, gejala disebut hawar (blight). Gejala diawali dengan bercak kelabu (water soaked) umumnya di bagian pinggir daun. Pada varietas yang rentan bercak berkembang terus, dan akhirnya membentuk hawar. Pada keadaan yang parah, pertanaman terlihat kering seperti terbakar.

Faktor lingkungan sangat mempengaruhi perkembangan penyakit di lapang, kelembaban tinggi, hujan angin, dan pemupukan N yang berlebihan dapat meningkatkan keparahan penyakit.

Pengendalian Penyakit ini

Pertama, memakai varietas tahan penyakit kresek. Varietas Inpari bisa jadi pilihan. Sekarang sudah ada inpari 1- inpari 21. Tahun ini akan dilepas lagi inpari 22- inpari 29.
 
Kedua, melakukan pemberian garam pada air untuk benih yang akan direndam.
 
Ketiga, pemberian pupuk yang berimbang. Bila gejala penyakit ini sering terjadi, pemberian pupuk TSP/SP diawal waktu sangat dianjurkan. Bisa diberikan 2 atau 3 hari sebelum benih disebar.
 
Keempat, bisa menggunakan bakteri korine. Silahkan baca tulisan di gerbang pertanian. Dan menjual bakteri korine tsb
 
Kelima. bisa gunakan bakterisida. Adapun merk yg bisa digunakan adalah : Puanmur, Nordox 56 WP, Kocide, Agrept 20WP, Kresek 150 SL, Nativo, dll
 

Aplikasi

Biasanya aplikasi pemakaian ada di dalam petunjuk racun tsb. Tapi sebagai pegangan, bila kita mengemprot dengan racun ini, interval waktunya bisa 10-12  hari sekali. Setelah penyemprotan pertama, 3 hari setelahnya sebaiknya tanaman disemprot denga pupuk daun.

About these ads

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in ABOUT TANAMAN PADI, HAMA DAN PENYAKIT. Bookmark the permalink.

9 Responses to PENYAKIT KRESEK / HAWAR DAUN PADA TANAMAN PADI

  1. kadek says:

    Thanks infox..didaerah sy ad serangan kresek.

  2. kresek dapat diatasi dengan merubah suhu sekitar menjadi hangat dan pengaturan PH Tanah, umumnya bakteri xanthomonas oryzae tidak berkembang disituasi ini. penggunaan bahan organik akan berperan besar dalam mengatur ph disamping dengan kaptan, fungsida yang cukup kuat untuk menekan perkembangan kresek ini diantaranya dengan bubuk kunyit, daun puring yang dicampurkan dengan air rendaman abu (bakaran jerami) dan lengkuas. lakukan penyulingan untuk ekstarksi bahan2 tsb.Rasionalisasi pemberian pupuk juga berperan dalam penanganan penyakit ini. berikan pupuk berdasarkan MUSIM, VARIETAS,populasi rumpun dan tingkat KESUBURAN tanah setempat.

  3. agung says:

    utk padi umur 48 hst tanam gmn penanganannya..diantara pestisida atas yg bgus utk kresek mana?

  4. indra wijaya says:

    P. Hadi tolong diperjelas komposisi dari kunyit dan lengkuas brp kilo? air rendaman abu jerami brp liter? bgmna aplikasinya ? termasuk dosisnya. Tks……

  5. avi says:

    kalau yg organik bs pakai bakteri coryne untuk melawan kresek

  6. Muh sayuti says:

    Ok bget

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s