PETANI PADI DI SAWAH TADAH HUJAN

KEMARAU DI SAWAH TADAH HUJAN
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP DEPTAN di BANTEN )

Musim kemarau di MT 2 pada tahun ini memang luar biasa. Banyak sawah yang kering terutama pada sawah tadah hujan. Dan masalahnya, tanaman padi sudah memasuki bunting padi bahkan ada yang sudah keluar malai.

Padahal pada fase tsb, tanaman padi membutuhkan air dalam jumlah cukup. Air tsb dibutuhkan untuk proses pengisian bulir padi.

Dalam menghadapai masalah tsb di atas, saya perhatikan perilaku para petani. Saya mendapati lebih banyak mendapati para petani yang pasrah menunggu hujan. Kalau pasrah di sini diikuti dengan doa meminta hujan,  Alhamdulillah. Syukur bila bisa mengeluarkan sedekah. Sekedah tsb mengharapkan kepada Allah SWT,  supaya hujan dapat turun.

Atau kita para petani harus melakukan istighfar. Lho kok gitu? ya harus gitu. Sebab dengan istighfar (memohon ampun), bisa mendatangkan hujan yang kita tunggu-tunggu. Sebab istighfar bisa  menjadi solusi mengatasi krisis apa saja.

Baca surat Nuh 10 -12 : “…Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai”.
 

Tapi kalau hanya sebatas pasrah tak berbuat apa-apa. Ini jelas kurang baik. Mereka hanya mengharapkan hujan turun,,,

Tapi ada beberapa petani yang mengusahakan kekeringan tsb dengan menyedot air. Air itu bisa dari sungai, danau, bekas galian pasir yang berisi air, air tanah dll.

” dah berapa rupiah habis untuk pompa air, pak. ada 500 ribu?” begitu pertanyaan saya kepada salah satu petani.
” kurang sih, kalau 400 ribu sih ada tuk bensin. tapi kalau dihitung sama service pompa dan oli ya sekitar segitulah, mas nurman”
” kalau hitung-hitungan bapak bagaimana?”
” ya mungkin kita rugi satu kotak, tapikan kotak sawah yang lain selamat”
 

Yupps, itulah hitungan sederhana, tapi real. Masuk hitungan ekonomi. Nga ribet-ribet: 1 kotak hasilnya berkurang atau hilang  tapi kotak sawah yang lain selamat.

Masalahnya, kebanyakan para petani kita, tak mau keluar biaya yang agak kecil tsb. Hasilnya:  hamparan sawahnya yang 5 kotak bisa jadi hasilnya jadi sekotak saja. 4 kotak hilang !!!

Pilih mana para petani tadah hujan: 1 kotak hilang atau 4  kotak yang hilang ???

Kita kembali lagi ke petani yang hitungan ekonominya cerdas.

” mas nurman, ada bibit kedelai?”
” ada pak, benih ada cuma nga banyak”
” saya mau tanam kedelai abis panen ini”
” bagus, pak. di MT 3 ini harusnya tanaman kedelai”
 

Bila petani lain pasrah untuk MT3 maka dia mencoba alternatif lain. Sebab waktu bagi petani adalah produksi. Produksi adalah uang. Bila dalam 3 atau 4 bulan kedepan tak ada pemasukan bagi petani ini adalah musibah. Sebab, dia petani murni. Petani yang hanya mengandalkan produksi supaya bisa bertahan hidup,,,

About these ads

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in ABOUT TANAMAN PADI. Bookmark the permalink.

2 Responses to PETANI PADI DI SAWAH TADAH HUJAN

  1. suli says:

    Petani khususnya di jawa memakai sistem pranata mangsa ( mangsa 1- 12) dan perhitungan relatif sulit,positifnya mengacu pada perhitungan kalender nasional.rata rata awal musim hujan jatuh pada bulan oktober sampai akhir juni, ini petani sudah paham dan memulai aktifitas di sawah,jika kita hitung sistem padi padi palawija adalah masuk akal.
    1.MT1 november,desember,januari,februari panen MT1
    2.MT2 maret,april,mei,juni panen MT2
    3.Palawija juli,agustus,september panen palawija

    Sebetulnya sudah agak baku nenek moyang kita dulu menghitungnya, petani sekarang lebih konsentrasi pada hasil sebanyak banyaknya dalam setahun, apalagi padi padi yang super genjah dirancang untuk memenuhi kebutuhan perut. sementara air jatuhnya ada istirahatnya,bukan pula menambah lahan pertanian supaya hasil tambah sekian ribu ton, sawah sawah pertanian aja di stop untuk pabrik dan perumahan. berapa ha/hari sawah yang di alih fungsi lahankan di negeri ini.

    • NURMANIHSAN says:

      Betul, mas.
      sekarang ini, perlu sosialisasi dearah yg menerapkan pola padi padi palawija. dengan segala bentuk keunggulannya.
      trus harus ada hitungan realnya spy petani daerah lain mengikutinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s