MENGENAL VARIETAS PADI

MENGENAL VARIETAS PADI DARI FISIKNYA
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP DEPTAN di BANTEN )

Tanam 3 Varietas Padi

Beberapa hari yang lalu, saya mengunjungi sahabat saya yang berprofesi sebagai petani. Beliau salah satu penyuluh swadaya terbaik di wilayah tsb. Untuk tahun ini, dia mewakili Kabupaten Tangerang untuk lomba tingkat Provinsi Banten. Info terakhir, dia mewakili Banten untuk lomba tingkat nasional.

Musim ini, dia tanam kembali Inpari sidenuk (inpari 21). Dia pernah tanam inpari sidenuk. Benih yang dia dapat dari Daerah Kerawang. Boleh dibilang, asal usulnya nga jelas. Inpari 21 tsb bantuan langsung dari BATAN untuk kelompok taninya. Disamping itu, pihak BATAN memberikan juga varietas Mira-1.  Dia juga tanam inpari 10, di MT-1 saya sempat memberikan banih kepadanya.

Begitu saya  memasuki sawahnya, tanaman padi varietas inpari 10 dan inpari 21 sudah merunduk. Baru sekitar 40 % kematangannya,,,

Untuk varietas mira-1, memang sudah keluar malai cuma baru saja terjadi proses Tahap Pembungaan (flowering stage).

Penampilan Fisik Varietas Tanaman

Mengapa saya tahu inpari 10 dan 21, malainya sudah merunduk dan mira-1 baru tahap pembungaan?

Caranya mudah, ya kita tahu dari karakteristik masing-masing varietas. Walaupun kalau kita belajar secara teori kadang terkecoh. Artinya tak  pernah ke lapangan untuk melihat varietas padi.

Untuk inpari 10, menurut saya: tingginya sekitar 100 cm. (walaupun berdasarkan karekternya tingginya bisa 100-120 cm). Apalagi ada karakter IR64 (tetua) untuk inpari 10. Dari segi fisik tanaman sudah kelihatan.

Sedangkan inpari 21, tingginya sekitar 110-120 cm (walaupun dari karakternya tingginya 104 cm). Dari segi fisik atau “jogrogan” tinggi tanaman sudah kelihatan. Beda tingginya dengan inpari 10 sekitar 15-20 cm.

Kemudian dari segi warna daun juga, warna daun inpari 21 hijau.  Mendekati hijau tua. Sedangkan untuk inpari 10 seperti warna daun padi biasa.

Dari 2 karakter kasat mata saja, bila ada petani yang tanam kedua inpari ini (inpari 10 dan 21 ) maka akan mudah dikenali.

Tapi bila ada petani yang tanam inpari 3 dan 4 maka mungkin kita akan kesulitan melihat dari segi tinggi dan warna daunnya. Tapi bisa dikenali dengan ciri-ciri atau karakter yang lain. Bisa melihat daun (posisi daun, warna, ketebalan, ukuran, permukaan daun), leher malai (tak berleher, leher pendek, sedang dan panjang), dll.

Atau misalkan ada petani yang tanam varietas inpari 10 dan 13, maka bila tanamnya bersamaan. Kemudian salah satu keduanya sudah keluar malai maka kemungkian besar yang telah keluar malai tsb adalah inpari 13. mengapa? sebab inpari 13 dari segi umur lebih genjah.

Untuk varietas mira-1, menurut saya dari segi fisik ( tinggi, bentuk tanaman) hampir sama seperti varietas ciherang.

Saya akan kesulitan, misalkan, petani ini tanam varietas Ciherang dan Mira-1. Dari sekilas penampilan fisik hampir sama jadi perlu dikenali karakter yang lain.

Artinya, dengan mengetahui karakter fisik saja akan memudahkan kita untuk mengenal varietas padi yang ada. Memang dari ke-3 varietas tsb agak mudah untuk dikenali.

Untuk varietas yang lain, memang kita harus banyak belajar mengenal varietas padi dari segi karakternya yang lain. Dan itu akan mudah bila kita menanamnya. Atau kita punya karakter padi yang akan diamati atau diteliti kemudian kita cocokkan dengan tanamannya. Makin sering kita lakukan maka akan semakin paham kita  mengenal varietas padi.

Dari uraian di atas, dapat kita ambil kesimpulan: semakin tua tanaman apalagi gabahnya telah merunduk maka akan semakin mudah kita kenali varietas tanaman. Sebab makin banyak karakter tanaman tsb kita ketahui.

About these ads

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in ABOUT TANAMAN PADI, BENIH PADI. Bookmark the permalink.

39 Responses to MENGENAL VARIETAS PADI

  1. suli says:

    Pak nurman
    Tidak segampang itu sebetulnya….varietas padi yang di tanam petani puluhan,belum lagi padi padi ( dipertanaman) tak teraroma, akan tambah sulit. karena menurut saya banyak dari leluhur mereka ambil dari jenis IR ,dan tentunya BB padi mengerucutkan semua varietas di buat deskripsi yang hampir sama, tentang lebar daun,warna daun,ketinggian tanaman,kekokohan, umur dan bentuk gabah.

    Jadi cara paling praktis dengan patokan label nama varietas,jikalau di hamparan sawah demplot di ikutkan nama varietas, petani umumnya akan menanyakan jenis padinya keempunya setelah melihat sendiri atau mendengar hasil riil yang tinggi beserta deskripsi sejak usia vegetatif-panen dan kenyataan di lapangan tidak memperdulikan penamaan varietas.

    Nama suatu varietas menjadi tren adakalanya menjadi cepat ditinggalkan karena kebalikan perihal diatas, hasil tidak sesuai harapan,mudah terserang hama,digebot susah(kedaerahan),bulir yang kecil kecil,rendemen rendah

    • NURMANIHSAN says:

      Betul mas suli,
      yang saya tulis di atas kan cuma 3 varietas, jadi dari segi fisik tinggi tanaman (kasat mata) bisa kelihatan. Untuk inpari 10 karena leluhurnya ada IR64 jadi bisa dikenali. jadi begitu saya masuk ke sawah tsb, (karena petani ini tanam 3 varietas) maka sudah diketahui jenisnya. Walaupun sy belum melihat varietas mira sebelumnya. tapi karena 2 varietas sudah diketahui dari karakternya jd sisanya: varietas mira-1.
      Kalau misalkan pateni ini menanam varietas inpari 3, 4 dan 13 saja. saya harus mencocokkan dng karakter padi yang lain. misalkan warna lidah daun, teling daun, posisi daun, posisi daun bendera, dll.

      Misalkan juga, ada petani yg tanam IR64 dan ciherang akan mudah dikenali.

      cuma masalahnya adalah bila yang ditanam varietas inpari 3,4,10,13 dan 19. memang harus dikatahui ciri2/karakter varietas tsb.

  2. agung says:

    mas,bisa konsultasi lewat hp aja gmn??bisa g mas

    • NURMANIHSAN says:

      trim mas agung,
      klau mau konsul diblog ini saja mas. supaya pembaca lain dapat pengetahuan dan pencerahan juga. maaf sblmnya, sy juga masih belajar mas. maknya saya buat blog ini supaya dapat ilmu dari pihak atau petani lain.

      • agung says:

        salam kenal pak y,,sy pembaca setia blog anda,,tp jarang sekali online terus klo blh minta nomer hp anda pak,biar konsultasi mudah pak,maklum petani muda yg blm byk pengalaman pak..jadi klo mo sms curhat ttg pertanian tggl sms aj pak..saat ini dt4 saya panen padi tp hargany relatif murah bgt krn hama tikus yg merajalela pak,,tp alhamdulillah msh dksh rejeki oleh Allah,,salam kenal aj pak y dari org pekalongan

      • NURMANIHSAN says:

        Trima ksh mas agung
        harga gabah siap giling disana brp mas?
        mo tanya mas: apa hubungan harga relatif murah dng hama tikus? trim

  3. suli says:

    Pak nurman

    Tidak semua petani hafal karakter fisik tiap varietas padi, karena berbagai hal….kita sesama petani hanya mengenal pada label kemasan tiap benih atau jika menginginkan benih tertentu sesama petani sekedar barter, bagi petani yang penting hasil tinggi,umur genjah,tahan rebah,tidak terlalu tinggi,relatif tahan hama dan penyakit,nasinya pulen,sekam tipis(rendemen tinggi)

    • NURMANIHSAN says:

      Betul mas suli,
      memang sy tak mengarahkan sebagian besar petani hafal karakter padi,,,
      memang paling mudah ya ada tabel kemasannya. dan saling berter.
      cuma, minimal ada bbrp hal petani ketahuilah,
      misal, ada petani yg dapat inpari sidenuk (21) kemudian tinggi tanaman seperti IR64/inpari 10 misalnya. maka secara karakter kan bisa dipertanyakan.
      “ini betul inpari 21?” apa benih yg lain.

  4. agung says:

    harga dari swh 370/kw..dt4 sy klo sudh terserang tikus panen hasil brkurg,,jadi tengkulak(jragan) nawarnya nyemeh..dt4 sy utk 2000 m2 cuma laku 3,5jt aj..

    • agung says:

      rencana mt depan mo tanam ciherang,stlh kemarin mekongga,menurut bpk gmn??tp bibit brasal dari panen sendiri,,gmn pak solusinya

      • NURMANIHSAN says:

        Coba tanam varietas terbaru pak agung,
        ciherang kan dilepas tahun 2000, mekongga tahun 2004,
        bapak bisa tanam inpari. khususnya inpari 4 dan 10 atau inpari 21

    • NURMANIHSAN says:

      370/kw itu harga GKP (gabah kering panen) pak agung?

      • agung says:

        soalnya utk inpari jarang dtnam dt4 sy pak,,kmrn pernah coba inpari 13 hasily mengecewakn,tengkulak g suka inpari 13 berasny kecil2,,utk diantara inpari 4,10 dan 21 yg pling baik apa pak..

      • NURMANIHSAN says:

        memang tuk inpari 13 spt itu,
        saran dari mas suli, inpari 4.
        menurut saya: hasil panen tuk inpari 4 bagus kok.
        di tanam di pot, inpari 4 lebih baik dari inpari 10. jumlah malai lebih banyk, malai lebih panjang dan jumlah bulir per malai lebih banyak juga. jadi hasilnya lebih banyak.
        tp kalau ada inpari 4 dan 10, tanam aja pak. mungkin ditempat bapak bisa lain.

  5. suli says:

    Pak Ihsan…….Siiip Pak.
    Pak Agung………salam kenal Pak…
    Pekalongan masih di jalur pengairan kaki gunung slamet sebelah utara atau tidak pak. apa sawah datar….sesuaikan dengan ketinggian.varietas situ bagendit cocok di baik di darat maupun pegunungan.inpari 4 lebih cocok di sawah datar tahan HDB….Pak Ihsan betul jangan pakai ciherang kalau urea terlalu banyak cepat kena HDB, bisa cari ciherang jumbo kalau ada.

    Pak Ihsan tolong carikan nama ciherang jumbo, galur harapan dari siapa….sukamandikah ?, di karawang sudah sebagian menanam.
    Makasih

    • NURMANIHSAN says:

      ok, nanti saya tanya2 teman yg di BB padi,
      ada petani yg pernah tanam ciherang jumbo, malai dan bulir memang ok. cuma rendemennya kurang. masih kalah sama inpari 21 mas suli. makanya petani yg tanam nga mau tanam lagi.
      ada orang lainyg tanam, cuma sy belum hub dia bagaimana panen MT-2 ini.
      sy jg punya benihnya, cuma blm sy tanam.

  6. suli says:

    Betulkah…..
    Saya setuju harus di tanyakan BB Padi, di komen lain inpari 21 sama dengan inpari sidenuk, kalau benar inpari 21 itu sami sareng inpari sidenuk, saya urungkan niat untuk tanam ciherang jumbo, soalnya masih kalah sama inpari 21. sidenuk hanya sekali saya tanam, rawan blast.biarpun hasilnya bagus.

    • NURMANIHSAN says:

      betul mas, ciherang jumbo malai memang ok. cuma beratnya kurang.
      tp sebagai bahan pembelajaran bersama, bisa ditanam 4x5m lah mas suli.
      betul, inpari 21=sidenuk.

  7. denis says:

    bagaimana yg inpari 6 jete pak..

  8. efendy manan says:

    Assalamualaikum mas nurman dan mas denis…
    Kalau Inpari 6 jete termasuk jenis Padi Type Baru (PTB) pemulianya pak Buang Abdullah.Dirakit sebagai perbaikan Memberamo dan Dakava Line dari Suriname.Potensi hasil 12 ton GKP,agak tahan WBC 3,tahan HDB patotipe III,IV,VIII.tahan rebah,anakan rata2 15/rumpun.Tapi pengalaman saya waktu tanam Inpari 6 jete ada beberapa kelemahan:Padi ini adaptasinya tidak sebaik ciherang,IR 64,mekongga dll maksudnya agak rewel dan sangat spesifik lokasi untuk mendekati potensi hasilnya,rata2 rendemen beras masih kalah dengan ciherang,kulit agak tebal.Namun Memang tidak dipungkiri ada beberapa petani yang sukses menanam inpari 6 jete sehingga tidak ada salahnya mas Denis mencobanya.Paparan saya diatas hanya sebatas pengalaman saya waktu tanam inpari 6.
    Trims…

  9. suli says:

    Kadang saya penasaran tentang potensi hasil suatu varietas yang di keluarkan pemerintah, pingin saya sebagai petani coba hitung di lahan minimal 1 ha, toh tidak menunggu 2 hari untuk memanen. tapi yang lama kan membacanya terus tergiur sekian ton. sama dengan Pak efendi saya pertama tergiur potensi hasil, tanam hasil bagus karena benih sampel dari sukamandi, setelah kedua kali ‘peeeh’

    Bagusnya pilih padi yang adatif di berbagai tempat.

  10. ali says:

    Pak suli, Padi yang adatif di berbagai tempat misalnya varietas apa? Ciherang kah atau ada varietas yang lain?.

  11. efendy manan says:

    Betul pak Nurman untuk seri inpari 10 dan 4 dijatim sangat adaptif dan hasilnya juga tidak kalah dengan ciherang dan mekongga.untuk seri 14-21,kayaknya inpari 20 lebih bisa diandalkan; pertanaman inpari 20 saya sekarang diadu dengan mekongga sepadan cuma sedikit lebih genjah jga tidak rewel dan walau setinggi inpari 10 tp batang kaku.

  12. candra says:

    mohon penjelasan mas nurman,musim ini petani di daerah saya tanam sidenuk,hasilnya memang bagus tpi sayangnya kena angin agak besar padi ini roboh.padahal varietas lain gk ada yang roboh.katanya sihg batangnya gk kuat.rencananya saya mau tanam sidenuk ini.tpi oleh teman2 dicegah karena takut roboh apalagi sekarang mulai musim penghujan.oleh teman2 di sarankan untuk tanam situ bagendit,bagaimana menurut mas nurman,apa yng kira2 cocok untuk musim penhujan ini.ato ada pupuk yang bisa menguatkan batang shg sidenuk tahan terhadap kerebahan.

  13. Wach..banyak betul ya jenis padi sekarang. Ditempat saya juga banyak varietas padi yg ditanam, kalo dilihat2 dari atas istilahnya sangat beda sekali dalam penyebutan tapi mungkin sebenarnya padi yg diataslah yg juga ditanam oleh masyarakat tempat saya. Kalo disaya yg sekarang ditanam paling rajalele, cimunding, IR, dan pandan wangi. Dari ke 4 jenis tersebut yg cimunding lebih menghasilkan dri yg lainnya untuk 3 masa tanam, namun kalo untuk dimasak harus banyak air.

  14. ali says:

    cimunding atau di tempat saya disebut juga Mahesa pak urang kampoeng. bapak dari daerah mana ya? berasnya agak pera, gabahnya agak gemuk. tengkulak padi kurang suka varietas ini.

  15. suli says:

    Saya bantu pak nurman ……

    Pak candra….
    Sidenuk saya ( kebumen ) pernah tanam hasilnya dua macam, di lahan irigasi semi rawa kena blast, dilahan semi tadah hujan hasilnya bagus bisa 8 t gkp/ha. dan di karawang dengan nama populer denok bagus juga, artinya sesuaikan dengan lahan, andai rebah berarti lahan sangat subur, maka ada yang di sarankan situ bagendit. saya juga pernah tanam padi ini kuat di musim hujan, walaupun di literatur padi dataran tinggi, namun bagus di lahan subur tidak masalah, hasilpun bisa 7-8 t gkp/ha. secara teori KCL bisa menguatkan batang, tapi dari pada rebah lebih baik ganti varietas.

    Saudara Urang….
    Cimunding boleh saya namakan varietas lokal ?? itulah lokal keistimewaaannya, di suatu daerah tertentu sangat di hargai karena hasilnya, rajalele dan pandan wangi sama sama lokal juga, jadi masih wajar jika hasilnya di bawahnya, keunggulan kedua varietas terakhir ini masuk golongan padi aromatik.
    Beruntung saya dapat benih beberapa bulir dari yang empunya blog ini, yang asalnya dari Pak ali ciamis.

  16. ali says:

    Pak suli.. Apakah gabah cimunding sama atau serupa dengan gabah logawa? Saya baru menyemai cimunding untuk ditanam di karung goni, sayang gak punya logawa untuk perbandingan.

  17. suli says:

    Pak ali kayaknya sama, tapi memang harus di buktikan di tanam (di pot), masih saya simpan.terima kasih ya benihnya.

  18. ghambertani says:

    Mas, tolong minta artikel untuk padi INPARA ? apakah sudah pernah di bahas !

    • NURMANIHSAN says:

      Mas, karena di daerah saya amat jarang yg tanam INPARA jadi saya kurang pas kalau membahasnya.
      Mungkin, ada pembaca lain yang pernah dan sering tanam INPARA, kami tunggu saran/komen/masukkannya. trim

    • Mt 1 kemarin sebagian petani di desa saya dapat benih Inpara dan di tanam di sawah rawa hasilnya sangat mengecewakan,, kalau di bandingkan var lain sangat jauh,. gabah kecil, jumlah bulir 90-130,, cuma menangnya bagus di perakaran.moga membantu..

  19. Asep gunawan says:

    Malam pak nurman,kalau saya perhatikan tanaman padi yang dekat pematang itu lama masaknya,maksudnya yang di kotakan tengah sudah menguning tapi yg di pinggir pematang mash hijau,mungkin pak nurman atau rekan-rekan blog ini bisa menjelaskan.trims

  20. Benarkah Inpari Sidenok gampang rebah ?
    Saya sedang cari2 pengganti benih padi Ciherang yang sangat kondhang di Ponorogo dan sekitarnya, apalagi Ciherang keluaran Boyolali, petani setempat meyebutnya dengan Serang Boyolali. Benih itu sudah lama bolak balik ditanam sejak saya kecil, maklumlah petani desa mempunyai paham elon2nen yang sangat kuat. Kalau belum ada yang membuktkan, diberi penyuluhan seperti apapun oleh bp/ib penyuluh nggak akan mempan. tapi jika sudah tahu hasilnya dilarangpun juga akan disepelekan. Contohnya menanam padi berturut2 hingga 3 x tanam.
    Dari googling beberapa ada yang menyebutkan varitas Sidenok gampang rebah, benarkah? Sebenarnya varitas ini cukup menjajikan. Selain varitas jenis baru, hasilnya juga cukup tinggi (katanya…) . Tapi saya masih ragu untuk mencobanya mengingat saya punya pengalaman kurang mengenakkan dg Inpari 13, jangan2 hasilnya sama2 kurang berbobot sehingga dihindari oleh pedagang. Jika ada teman2 petani yang sudah beberapa kali menanam jenis ini mohon di share. Terimakasih banyak bossss.

  21. efendy manan says:

    Kelemahan sidenuk memang agak rentan rebah jika musim hujan disertai angin kencang.ini dikarenakan tinggi tanaman yg bisa mencapai rata2 120cm.disamping malai yg lebat.Namun jika urea diganti phonska ditambah KCL sperti yg dilakukan teman saya di sukoharjo,rebahnya sidenuk bisa diminimalisir.Karakter bulir sidenuk sangat berbeda dengan inpari 13 pak,kulit gabah sidenuk lbh tipis dan bulirnya lbh besar sekitar 28 grm/1000 bulir dibandingkan inpari 13 yang hanya 25grm/1000 bulir…selain itu prosentase bulir bernas pun lbh bgs sidenuk.Dari rasa nasi pun sidenuk lbh unggul dengan tekstur nasi sangat pulen dan enak,berbeda dengan inpari 13 yg sedikit pera….Sidenukpun lebih mudah digebot.Sehingga utk saat ini blm ada penolakan dari tengkulak.

  22. suli says:

    Hmmmmm…….
    Agenda BB padi kedepan punya varietas tahan angin kencang yang di sertai hujan, ini yang sukamandi belum punya, masih di seputar ….kerebahan: tahan rebah tok…..memang banyak varietas tahan rebah tapi tanaman agak tinggi, jadi ya sama saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s