DATA UBINAN PADI DARI BPS

KEPADA BPS: SEKEDAR SARAN
 Penulis : Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP DEPTAN di BANTEN )

Ada sebuah tulisan, yang intinya bercerita tentang ubinan padi sawah. Ubinan ini yang akan dijadikan data oleh BPS dari tingkatan kecamatan kemudian naik berjenjang ke pusat BPS.

Karena menyangkut data, maka kegiatan ini sangat penting. Penting sekali sebab ini menyangkut data ketahanan pangan negara kita.

Saya, selaku bagian dari anak bangsa. Dan juga seorang penyuluh “tak penuh” ingin sumbang saran dan pemikiran tentang data ini. Tepatnya: data primer yang dihasilkan dari ubinan ini.

Sepengetahuan saya, ada beberapa hal ayng perlu diperhatikan dan dikoreksi cara pengambilan sampel ubinan tsb.

Ini adalah tulisan yang akan saya coba bahas dimana perlu mendapatkan perhatian dari berbagai pihak termasuk BPS dan Kementan.

Ubinan, Sebuah Amanah Menuju Ketahanan Pangan

Survei ubinan merupakan salah satu kegiatan rutin BPS yang dilakukan guna mengumpulkan data produktivitas padi. Survei ini dilakukan sesuai dengan waktu panen petani.

Dalam setahun yang terbagi atas tiga subround, petugas melakukan ubinan pada tiap petak sawah yang menjadi sampel, setelah dilakukan penarikan sampel secara sistematik.

Petak sawah yang menjadi sampel kemudian dilakukan perhitungan secara acak untuk menentukan titik pangkal ubinan. Ubinan dilakukan pada sebuah petak berukuran 2,5 m x 2,5 m . Pada petak ini dilakukan panen dan penimbangan gabah kering panen (GKP).

Pada Selasa, 13 April 2011 yang lalu, Kepala BPS Kabupaten Balangan beserta dengan Kepala Seksi Statistik Produksi ikut mendampingi kegiatan ubinan di kecamatan Awayan, tepatnya desa Merah. Turut pula mendampingi seorang kabid dari Dinas Pertanian Kabupaten Balangan. Petugas ubinan yang merupakan KSK dan PPL kecamatan Awayan hari itu tampak bersemangat. Peralatan ubinan berupa alat timbang serta beberapa buah besi panjang yang digunakan sebagai alat ukur petak sawah yang akan diubin telah disiapkan oleh KSK Awayan, Suwandie. dst,,,

Setelah menentukan petak sawah yang akan diubin, dilakukan panen pada petak tersebut. Hasil panen dari petak 2,5 x 2,5 m itu kemudian dibersihkan terlebih dahulu sebelum ditimbang. Hasilnya menunjukkan berat gabah kering. Pada ubinan kali ini tercatat 2, 96 kg GKP per petak (ubin) untuk jenis padi lokal (siam aja). Berat ini lah yang nantinya akan dimasukkan dalam program pengolahan untuk mendapatkan angka estimasi produksi padi. Estimasi ini dapat dipakai sebagai acuan pemerintah dalam penentuan kebijakan ke depan, apakah terjadi kelebihan atau malah defisit beras. Demikian pentingnya ubinan yang hasilnya akan mempengaruhi hajat hidup orang banyak. Karena itulah seyogyanya ubinan dilakukan dengan cara yang benar dan jujur menurut kaidah-kaidah dan prosedur yang telah ditentukan.

Pada survei ubinan subround pertama ini, Awayan merupakan kecamatan di kabupaten Balangan dengan jumlah sampel terbanyak yakni 68 sampel. Kondisi ini turut dipengaruhi oleh banyaknya petani yang panen pada bulan April..

dst,,, http://balangankab.bps.go.id/index.php?mod=readmore&act=news&id=12&title=ubinan,_sebuah_amanah_menuju_ketahanan_pangan_

Tulisan di atas saya ambil dari BPS, tepatnya BPS Kabupaten Balangan.

Apa yang bisa kita tarik benang merahnya dari tulisan di atas?

Pertama, cara ubinan

Pada tulisan-tulisan saya sebelumnya, saya sudah menjelaskan cara ubinan yang lebih tepat dan Ubinan sistem legowo. Silahkan pelajari lagi.

Jadi, dengan pola ubinan 2,5 m x 2,5 m, banyak selisihnya dari realita. Pada perhitungan ubinan di atas, saya belum hitung gabah yang rontok dan kadar air dalam gabah. Bila tanpa 2 hal ini saja, terjadi perbedaan yang cukup signifikan. Apalagi bila ditambah dengan 2 hal tsb.

Dengan cara ubinan 2,5 x 2,5 m bila terjadi magjin error 10 % saja ( tapi saya yakin di atas angka itu). Maka hasilnya akan berpengaruh kepada hasil produksi nasional. Misalkan hasil yang didapat adalah 6 ton GKP/ha. Seharusnya 5,4 ton/ha GKP ( karena berkurang sebesar 10 % ).

Kemudian, data-data tsb dikirim ke jenjang yang lebih tinggi di BPS Provinsi. Dan akhirnya ke BPS pusat.

Apa yang terjadi?

Kalau hasil ubinan 2,5 x 2,5 m hampir umum yang dilakukan oleh BPS Kec/Kabupaten/kota. Dan ini dijadkan pedoman dalam melakukan ubinan, maka data dari BPS pusat yang ada sekarang masih bisa dipertanyakan/perdebatkan. Sebab bisa jadi, angka yang didapat tak sebesar jumlah yang dirilis BPS karena faktor ubinan tadi.

Mari kita lihat angka-angkanya:

Produksi padi nasional mencapai 68,062 juta ton gabah kering giling per November 2011. Angka itu mengalami peningkatan sebesar 1,592 juta ton dibandingakan pada 2010.

“Data ini sesuai angka ramalan II Badan Pusat Statistik bahwa produksi GKG sampai November ini sudah mencapai 68,062 juta ton,” kata Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian yang diwakili Kepala Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan, Djayadi Gunawan pada peringatan Hari Pangan Sedunia dan panen raya padi di Kota Sukabumi, Selasa, (15/11).

Menurut Djayadi, sebenarnya target produksi GKG yakni 70,6 juta ton, namun sampai November produksi GKG sudah mencapai 68,062 juta ton atau kurang sekitar 2,538 juta ton dari target. Untuk mengejar kekurangan tersebut, pihaknya berupaya melakukan berbagai upaya. http://ekonomi.tvonenews.tv/berita/view/51043/2011/11/15/produksi_padi_nasional_capai_68062_juta_ton.tvOne

Untuk dapat mencapai angka 68,062 juta ton GKG (gabah kering giling) per November 2011 diperlukan panen padi lebih besar lagi dalam bentuk GKP (Gabah kering panen). Sebagai gambaran bila ada 100 kg GKP maka akan menjadi 86,02 GKG. Hilang akibat adanya proses penjemuran/pengeringan, yaitu pengurangan kadar air sebesar 10,71 persen dan kehilangan secara fisik sebesar 3,27 persen. http://ekonomi.kompasiana.com/agrobisnis/2011/09/08/konversi-gabah-menjadi-beras-6274-persen-tahukah-anda-darimana-angka-itu-berasal/.

Jadi, bila angka 68,062 juta ton GKG (gabah kering giling), sejatinya didapat dari hasil panen sebesar 100/86,02 x 68,062 juta ton = 79,123 juta ton GKP.

Nah persoalannya, angka 79,123 juta ton GKP sebagian berasal dari data ubinan 2,5 x 2,5 m. Seperti yang saya sebutkan di atas, bisa terjadi margin error 10 % saja maka didapat angka 71,2107 ton GKP. Dari angka ini akan didapat angka 61,255 juta ton GKG.

Bayangkan ada selisih dari 68,062 juta ton GKG – 61,255 juta ton GKG sebesar 6,807 juta ton GKG.

Artinya apa? bila terjadi kesalhan dari model ubinan yang tidak tepat 2,5 x 2,5 m, maka akan terjadi pergeseran produksi padi nasional yang cukup signifikan.

2. Alat Ubinan yang berat

Di tempat kerja saya ada alat ubinan model besi tsb. Cuma saya pribadi tak pernah pakai. Selain berat, menurut saya kurang tepat pakai cara ubinan tsb.

Kalau kita tahu caranya, cukup pakai meteran yang 3 meter. Alat tulis Plus timbangan yang digital (idealife) jadi bisa tahu pasti sampai per gramnya. Jadi cukup teliti. Itu saya dah cukup. Apalagi bila kita punya alat kadar air gabah.

Nb: tulisan ini sebagai masukan saja kepada pihak terkait. Semoga bermanfaat. Amin

About these ads

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in ABOUT TANAMAN PADI, UBINAN/PANEN. Bookmark the permalink.

3 Responses to DATA UBINAN PADI DARI BPS

  1. ernest says:

    terima kasih dengan info dan pendapat bapak.Saya mau tanya timbangan digital sampai sekrang tidak ada sampai yang ber gram maximal semua per kg.Kalau misalnya kita ganti dengan timbangan gantung yang per gram apa tidak masalah.Mungkin bapak bisa kirim nama email apak ke sini ehaliman21@gmail.com untuk bicara lebih details.soal alat ubin padi

    • NURMANIHSAN says:

      Timbangan digital bisa dibeli ditoko2 elektronik pak.
      Bilang saja, timbanan digital merk idealife cuma maksimal yg bisa ditimbang hanya 5 kg pak. dan ini cukup untuk ubinan padi.
      karena untuk ubinan padi tidak diperlukan timbangan yg bisa menghitung sampe 50-100 kg.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s