MENGENAL PUPUK HAYATI

APA ITU PUPUK HAYATI ?
Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP DEPTAN di BANTEN )

Tulisan ini, saya ambil dari http://bangkittani.com/topik-utama/mengapa-harus-memakai-pupuk-hayati/comment-page-1/#comment-72146.

Saya menilai, pemahaman tentang pupuk hayati bagi para petani akan memberikan pencerahan bagi pola pikirnya.

Bila pola pikir sudah memahami pantingnya pupuk hayati, maka petani tsb tinggal melakukan satu langkah lagi: aksi penerapan di sawahnya.

Setelah 1-3 musim terlihat hasilnya, maka petani tsb akan terus memakai pupuk yang ramah lingkungan. Bukan itu saja, pupuk hayati juga aman, sehat, dan berdaya jual tinggi. Dan jangan lupakan ini: berpahala !!

Sebab barang/hasil yang kita jual bisa membuat pembeli sehat. Bukan sebaliknya, membuat pembeli sakit. Membuat pembeli sakit karena barang/hasil yang kita jual jelas berdosa.

Sebaliknya, bisa pembeli sehat maka secara agama jelas menghasilkan pahala. Dan ini yang sering dilupakan banyak petani,,,

Semoga tulisan ini bisa memberikan pencerahan:

“Setelah puluhan tahun kita semua baru terhenyak, pemakaian pupuk kimia sintetis berdampak sistemik terhadap semua segi kehidupan, terutama bidang pertanian. Dibutuhkan evaluasi dan kajian yang mendalam sehingga mampu menyentuh pada hakikat pertanian yang lebih manusiawi.

Tanaman tidak hanya membutuhkan NPK, tapi mutlak membutuhkan 16 unsur makro dan mikro, fitohormon juga pestisida hayati/alami. Kenyataan di lapangan berbeda, mayoritas petani “memaksakan kehendak” dengan cara meningkatkan suplai NPK saja tanpa memperhatikan ”Neraca Hara” dan faktor-faktor penentu lainnya. Semua tak lain kecuali untuk mengejar produksi.

Akibatnya, kebutuhan pupuk dalam luas yang sama semakin meningkat tajam, di tanah kandungan mikroba penambat N dan pelarut P serta K nyaris tiada lagi. Kandungan C-Organik di tanah intensifikasi pertanian menurun drastis. Di pulau Jawa hanya tinggal di bawah 1% saja. Idealnya harus lebih dari 3%. Lahan pertanian kita sakit kronis, komplikatif.

Jika kita berupaya untuk menyehatkan kembali di posisi ideal C-Organik, dibutuhkan pupuk organik yang terfermentasi dengan baik. Kadar C-Organiknya yang tinggi. Hal ini berarti dibutuhkan volume kubikasi atau tonase yang sangat besar jumlahnya.

Untuk memenuhi kebutuhan NPK guna menekan tonase pupuk organik tetapi tetap upaya organik maka dibutuhkan pupuk hayati.

Pupuk Hayati dan Percepatan Penyehatan Lahan

Pertanyaannya, kenapa pupuk hayati? Pupuk bisa sebagai penambat Nitrogen, pelarut Phospat dan Kalium. Pupuk hayati mampu menambat Nitrogen yang berlimpah ruah di alam bebas mencapai 79%.

Pupuk hayati mampu melarutkan Phospat dan Kalium yang sangat berlimpah ruah di lahan. Asal tahu saja, pada dasarnya tanah pertanian kita kaya akan P tapi tidak bisa termanfaatkan oleh tanaman. Kekayaan P dan K tersebut secara alami memang karakter tanah di indonesia dan ditambah lagi berasal dari sisa yang selama ini disuplai oleh pupuk kimia sintetis pada saat pemupukan. Sekedar informasi, dari total keseluruhan yang diberikan pupuk kimia ke tanah, P dan K hanya termanfaatkan oleh tanaman sekitar 30% saja dari total kandungannya. Selebihnya menjadi cadangan deposit kita.

Dengan pupuk hayati, deposito P dan K mampu dilarutkan kembali oleh bakteri Pseudomonas, Bacillus dan lain-lain yang dikandungnya.

Lahan yang kronis akibat pemakaian pupuk kimia sintetis membutuhkan percepatan penyehatan. Maka sungguh sangat bijak jika kita memahami arti pupuk hayati yang mengandung bakteri seperti Azospirrilum, Azoctobacter, Rhizobium dan lain sebagainya.

Menurut Rodriquezz dan Fraga (1999) dari beberapa strain bakteri, ternyata genus Pseudomonas dan Bacillus mempunyai kemampuan yang tinggi dalam melarutkan phospat.

Lahan dikatakan sakit, juga diakibatkan oleh kurangnya Zat Perangsang Tumbuh/Fitohormon organik seperti Sitokinin (Kinetin dan Zeatin), Auksin (IAA), Giberrelin (GA), Ethilena dan sejenisnysa.

Zat-zat tersebut juga dipersembahkan oleh Pupuk Hayati. Bakteri Azospirrilum, Azoctobacter, Pseudomonas dan sejenisnya yang terkandung dalam pupuk hayati mampu menyediakan zat-zat tersebut secara optimal.

Ketersediaan fitohormon alami yang disekresikan oleh mikroba/ pupuk hayati nyaris tidak tersedia di lahan pertanian intensif. Kondisi ini tentu menghambat percepatan tumbuh maupun total produktivitas yang hendak dicapai oleh petani. Wajar jika kemudian untuk mengejar produktivitas sangat sulit, karena di negeri ini begitu minim pemakaian pupuk hayati.

Mikroba dan Pertumbuhan Tanaman

Berbagai hasil penelitian melaporkan bahwa beberapa kelompok mikroba mampu menghasilkan senyawa yang dapat mempercepat pertumbuhan tanaman. Sebagai contoh, bakteri Rhizobium yang terseleksi mampu menstimulasi pertumbuhan, baik pada tanaman leguminoceace (tanaman kacang-kacangan) maupun yang bukan Legumonoceace pada skala lapangan. Bakteri tersebut mampu memproduksi fitohormon yaitu sitokonin dan auksin (Hoflich, 1995).

Hasil penelitian yang lain menyebutkan bahwa Streptomyces griseoviridis juga mampu memproduksi auksin yaitu IAA (indol-3-acetic acid) secara in vitro. Metabolit ini dapat berperan sebagai stimulator pertumbuhan tanaman, tetapi pada skala lapangan produksi IAA perlu dikaji lebih lanjut (Tuomi et. al, 1940).

Salah satu anggota rhizobakteria dengan kemampuan menambat nitrogen baik sebagai mikroorganisme yang hidup bebas atau berasosiasi dengan perakaran tanaman pangan seperti jagung dan padi adalah Azospirillum(Dobereiner dan Day 1976).Azospirillum brasilensedapat memperbaiki produktivitas tanaman melalui penyediaan N2 atau melalui stimulasi hormon (Tien et al. 1979). Fallik dan Okon (1996) menyatakan bahwa Azospirillummampu meningkatkan hasil panen tanaman pada berbagai jenis tanah dan iklim dan menurunkan kebutuhan pupuk nitrogen sampai 35%.

Di samping itu, Azospirillum dapat meningkatkan jumlah serabut akar padi (Gunarto et al. 1999), tinggi tanaman (Okon dan Kapulnik 1986), dan menambah konsentrasi fitohormon asam indol asetat (AIA) dan asam indol butirat (AIB) bebas di daerah perakaran (Fallik et. al.1988).

Azotobacter yang diisolasi dari tanah masam Jawa Barat mempunyai kemampuan dalam penambatan nitrogen yang unggul (>400 mg/g b.k sel). Selain itu isolat Azotobacter juga mampu menghasilkan zat pengatur tumbuh, seperti Indol Asam Asetat (IAA) (Wedhastri, 1999). Sifat inilah yang menjelaskan pengaruh menguntungkan Azotobacter sehubungan dengan peran IAA dalam meningkatkan perkembangan dan pembelahan sel tanaman. IAA merangsang perkembangan akar dan memperbanyak bulu-bulu akar tanaman padi (Razie dan Anas, 2005).

Mikroba dan Biokontrol

Beberapa bakteri pelarut phospat juga berperan sebagai biokontrol yang dapat meningkatkan kesehatan akar dan pertumbuhan tanaman melalui proteksinya terhadap penyakit. Strain tertentu dari Pseudomonas sp. Dapat mencegah tanaman dari patogen fungi yang berasal dari tanah dan potensial sebagai agen biokontrol untuk digunakan secara komersial di rumah kaca maupun di lapangan (Arshad dan Frankenberger, 1993) Pengaruh mikroba pelarut phospat terhadap tanaman dari hasil penelitian menunjukan data yang menggembirakan.

Mungkin, perlu dipertimbangkan untuk memassifkan penggunaan pupuk hayati di kalangan petani dengan cara pemberian subsidi terhadap pemakaian pupuk hayati. Pemberian subsidi secara besar-besaran terhadap penggunaan pupuk hayati ini menjadi sangat penting untuk mengatasi multikompleksnya masalah-masalah pertanian tersebut.

Bukan sekedar memakai bakteri pengurai (Dekomposer) yang tujuannya untuk meningkatkan kadar C-Organiknya, tapi pupuk hayati menjadi kebutuhan mendasar untuk meningkatkan produktivitas lahan tanpa membutuhkan pupuk organik dalam jumlah besar.

Pupuk Hayati dengan populasi ekstrim sangat berarti bagi petani karena ibarat bisa menjadi pabrik NPK, zat perangsang tumbuh organik dan bio pestisida. Banyak penelitian merekomendasikan bahwa untuk tujuan efisiensi, efektivitas, ekonomis dan ramah lingkungan supaya memakai pupuk hayati secara besar-besaran dan berkelanjutan. Jauh lebih penting lagi untuk meningkatkan kemesraan bersahabat dengan lingkungan sebagai wujud idealnya usaha pertanian. ”Kasihi yang di bumi pasti yang di langit mengasihimu

About these ads

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in PUPUK ORGANIK. Bookmark the permalink.

19 Responses to MENGENAL PUPUK HAYATI

  1. lito says:

    Salam Mas Nur,
    setuju sekali, menurut lito juga pupuk hayati itu sangat diperlukan sekali, pemakaian pupuk kimia bisa ditekan seminimal mungkin, pupuk hayati bisa dikembang biakan sendiri juga oleh petani, hanya membeli biang bakteri saja F1, juga menurut lito bila sawah kita banyak bakteri yg berguna, otomatis bakteri yg merugikan itu berkurang dengan sendirinya (misalnya bakteri hawar daun), demikian juga dengan fungi/jamur. sayangnya makalah tentang pupuk hayati dan cara pembiakannya masih minim.

    thanks and regards
    lito

    • NURMANIHSAN says:

      Salam jg mas lito,
      kalau versi/cara mas lito agar POC/pupuk hayati (F1) ingin dikembangkan sendiri bagaimana? bisa dishare kpd pembaca lain.
      betul sekali, ada kaidah kehidupan: bila suatu tempat banyak yg jahat maka kebaikkan sedikit. Dan sebaliknya, bila banyak kebaikan maka kejahatan sedikit. Ini jg berlaku bagi mikroba.
      makalah ttg pupuk hayati memang terbatas, sbb ini adalah “dagangan” ekslusif sbb harga per liter bisa 6-8 kali pertamax. Karena itu sangat2 terbatas yg mengetahui cara pembiakkannya. trim

  2. Pulung says:

    Betul Mas……tentang pupuk hayati. Semboyan “Kasihi yang di Bumi….” jadi ingat yg diucapkan Mas Wayan Supadno ( Formulator Bio Extrim granul & cair, Organox, dan Hormax ). Pentingnya bakteri-bakteri tsb dalam menyuburkan tanah.

    • NURMANIHSAN says:

      tulisan di atas ini memang mengambil dari tulisan Pak Wayan Supadno mas pulung, kan ada sumber tulisannya di awal tulisan.
      Oh ya, bagaimana varietas padi parikesitnya mas?
      mas, kalo petani biasa beli benih parikesit di koperasi TNI?
      no hp mas pulung bisa dikirim lagi? soal hp sy yg kemarin rusak. trim

  3. Pulung says:

    Mas Nurmansyah, utk pembelian benih padi Parikesit bisa menghubungi :
    1. Bp Sucipto, 085282362817, 085287942915.
    2. Bp Indra, 0811964942.
    3. Bp Lalang, 081220635889, 02184595611
    Siapa saja bisa beli benih padi Parikesit ini, bisa menghubungi Bp Sucipto, Bp Indra atau Bp Lalang…..Monggo
    Perkembangan Padi Parikesit yang saya tanam….Alhamdulillah baik, sekarang sudah 30 HST.

  4. lito says:

    salam Mas Nur,
    kalau lito hanya membiakan EM4 dengan cara yg seperti di link ini
    http://www.ogasfarm.com/2012/04/cara-pembiakan-bakteri-em4.html
    molase untuk media laktobasillus sp
    dedak untuk media actinomicytes
    kaldu ikan/terasi untuk media bakteri fotosintesis, dan bakteri lainnya
    kalau membiakan trichoderma nya
    http://roemahorganik.info/2012/06/membuat-sendiri-pembiakan-jamur-trichoderma/
    http://penyuluhthl.wordpress.com/2011/04/17/cara-membuat-trichoderma/
    kalau pembiakan rhizobacteria/rhizobium
    http://ibutani.blogspot.com/2011/04/cara-membuat-bakteri-pemacu-pertumbuhan.html
    cara aplikasinya lito hanya meneteskanya campuran bakteri2 dan jamur tersebut di pintu air (tempat masuk air irigasi), jadi setiap kita memasukan air (3-5 hari) lito tambahkan bakteri tersebut, terutama waktu pengolahan tanah (luku dan glebek) yg sebelumnya disebarkan pupuk kandang, juga sebelum pupuk 1 dan pupuk2.
    kalau cara pembiakan bakteri lain seperti Azotobacter, Azospirillum, Aspergillus sp, Pseudomonas, Bacillus megatherium dll, lito masih dalam tahap belajar, cerita teman lito untuk pembiakan Azotobacter, Azospirillum, Aspergillus sp, Pseudomonas media pembiakannya adalah dengan limbah tahu dan dedak tambah sedikit pupuk npk, tapi waktu lito coba masih belum berhasil, karena sebagian bakteri hasil pembiakannya berubah bentuk sewaktu lito lihat di bawah mikroskop.
    mohon pencerahan dari Mas Nur dan kawan kawan,

    thanks and regards
    lito

  5. ali says:

    Izin menyimak sambil menyadap ilmunya pak lito, pak nurman dan yg lainnya. Semoga saya mampu mencerna, bahasannya belum kaumuran ceuk urang sunda mah. Halim masih jaktim ya pak nurman? Boleh ikut gak?

    • NURMANIHSAN says:

      Begitu ya pak ali, bahasa mas lito bahasa ilmiah pak, hee
      gini saja pak ali, nanti baca tulisan saya ” perjalanan hidup petani padi (3). semoga
      kaynya halim masih jaktim, pak.
      tentu bolehlah, bgm mas pulung?

  6. ali says:

    Wah menarik nih menunggu jilid tiga “perjalanan hidup petani”. Kira kira sampai jilid berapa pak nurman? Semoga semakin menarik, inspiratif dan tentunya semakin menambah wawasan saya. Jadi teringat buku cerita silat favorit yg ternyata g terselesaikan oleh pengarangnya.

  7. ali says:

    Amien. Insya Alloh pak.

  8. Abdillah says:

    Assalamualaikum,numpang tanya pak untuk pestisida hayati itu bahannya apa saja,saya kehabisan cara untk memberantas walang sangit.perlu bpk ketahui,saya mulai bertanam padi organik dg MOL,PGPR dan fermentasi buah sbg pengganti score hasil lumayan bgus,cuma bermasalah dg walang sangit,saya sudah googling dan brmacam ramuan tlah d coba tapi hasilnya blum memuaskan, mohon sarannya.wassalam

    • NURMANIHSAN says:

      wa’alaikum salam,
      bgm pak Abdillah, sudah banyak yg kasih saran.

      kalo sy termasuk yg suka pakai perangkap dari botol minuman 1500 ml. Kedua sisi dilubangi ( sekitar 70-90 % dari tinggi botol ).
      Dari tutup botol, dilubangi agar kawat dapat masuk. fungsi kawat adalah untuk jadi “tusuk sate” daging keong/yuyu/dll.
      didasar botol dikasih air sabun 200-300 cc + furadan 3 butir.
      Botol perangkap ini, diletakan sewaktu padi bunting atau paling lambat pada masa primordial. letakan setiap 3-4 meter/botol dng posisi tinggi setanaman padinya. biasanya yg datang pada masa tsb adalah walang yg akan kawin. trim
      Insya Allah nnt sy masukkan fotonya.
      jd, silahkan bapak pilih yg tepat/cocok ditempat bapak. trim

  9. Pulung says:

    Boleh Sekali Mas Nurman…..sambil Saya belajar terus, mungkin info lewat email…Mas.
    Pa Abdillah……Saya menggunakan pestisida hayati yg sudah jadi (monster) utk mengatasi hama termasuk walang sangit.

  10. efendy manan says:

    Assalamualaikum pak Abdillah….Sebelumnya saya salut bapak berusaha tanam organik.Saya mungkin bisa berbagi pengalaman pak.Walang sangit memang hama yang bandel dan perkembangannya cepat sekali.kalau saya biasanya pakai perangkap Tulang,Ketam/yuyu (bhs jawa) ditusuk dg bambu dan ditancap di sawah.Pasti walang sangit akan mengerubuti yuyu itu.Kita tinggal menangkapnya pake jaring.yang kedua pake Agens Hayati cendawan antagonis VERTICILLIUM.Aplikasinya disemprotkan pada pagi hari saat walang sangit berada di KANOPI.
    InyaAllah bisa diatasi pak….

  11. suli says:

    Maaf sebelumnya,jika saran saya kurang berkenan, karena banyak kok yang kontroversi, walang sangit ( baca: induk ) datang pada hamparan padi yang lebih dulu masak susu, ya begitu karakter dia. kalau sudah beragai cara sudah di coba, tetapi sebetulnya bapak sudah berhasil nyatanya sudah bermacam2 cara. gimana kalau umur padinya yang sedang, umpama teman lain pakai inpari 13 (104 hss), bapak pakai yang umur 115 hss…ya ini cara saya di lapangan.saya sendiri petani yang malas membasmi.kontroversi ???

  12. Pulung says:

    http://www.bangkittani.com ………….mudah-2an bisa bermanfaat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s