PADI MUNCUL CILAMAYA

CIRI-CIRI PADI CILAMAYA MUNCUL
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP DEPTAN di BANTEN )

Belum lama, saya berada di tukang beras. Di sana, ada tulisan beras muncul. Harganya 7.000/liter. Bentuk gabah bulat, seperti gabah sintanur.

Saya perhatikan, ada beberapa gabah diantara tumpukan beras tsb. Saya bilang ke pedagangnya, minta ijin untuk mengambil beberapa gabah.

Lumayan, dapat sekitar 40 gabah. Saya termasuk yang belum menanam varietas ini. Sebagian dari gabah itu, saya rendam: untuk ditanam.

Saya sms teman, apakah dia dah tanam varietas ini.

“sudah, sejak tahun 1994 – 1999, orang tua saya dah menanam.  orang tua saya suka nasinya”

“bagaimana anakkannya, mas?’

“anakkan banyak, kokoh, tanaman rata, malai panjang, rata-rata hasil 8 ton/ha GKP”

” varietas apa mas?”

” ada yang bilang varietas cilamaya”

Memang, kalau kita search di google: padi muncul. Maka akan keluar: padi cimalaya muncul. Artinya beras muncul yang beredar berasal dari varietas cilamaya.

Berikut ini adalah deskripsinya :

DESKRIPSI BENIH UNGGUL PADI VARIETAS CILAMAYA

1.      Nomor seleksi                        : Pemutihan

2.      Asal                                         : Pelita 1-1/B2388

3.      Umur Tanaman                     : 126-130 hari

4.      Golongan                                : Cere

5.      Tinggi tanaman                      : 105 cm

6.      Bentuk tanaman                    : Tegak

7.      Anakan Produktif                   : 15-20 malai

8.      Warna kaki daun                     : Hijau

9.      Warna batang                          : Hijau

10.  Warna telinga daun                 : Tidak berwarna

11.  Warna lidah daun                    : Tidak Berwarn

12.  Warna helai daun                    : Hijau

13.  Muka daun                              : Kasar

14.  Posisi daun                              : Tegak

15.  Daun bendera                          : Tegak

16.  Bentuk gabah                          : Bulat besar

17.  Warna gabah                           : Kuning, bersih

18.  Tipe malai                                : Intermediate

19.  Leher malai                             : Terbuka

20.  Kerontokan                             : Agak tahan

21.  Kerebahan                               : Tahan

22.  Tekstur nasi                             : Pulen

23.  Kadar amilosa                         : 21 %

24.  Bobot 1.000 butir                    : 26-27 g

25.  Rata-rata hasil                         : 6.0tn/ha GKG

26.  Potensi hasil                            : 8.5tn/ha GKG

27.  Ketahanan terhadap hama      : Tahan wereng coklat biotipe 2 agak tahan biotipe 3

28.  Ketahanan terhadap penyakit : Tahan Bakteri hawar daun

29.  Anjuran tanam                            : Cocok ditanam pada lahan sawah dengan ketinggian 0-500 m dpl

30.  Intansi pengusul                      : Puslitbang Tanaman Pangan

31.  Pemula/peneliti/teknisi            : Susanto Tw, Z. Harahap, Asep Abdie, S. Nazilah Umar, dan Sulaeman

32.  Tahun dilepas                          : 1996

Sumber : http://www.puslittan.bogor.net

About these ads

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in ABOUT TANAMAN PADI, BENIH UNGGUL PADI. Bookmark the permalink.

80 Responses to PADI MUNCUL CILAMAYA

  1. suli says:

    Ya, orang tua kita selalu pingin mengulang kepulenan beras tempo dulu, pelita pulen maka turunlah cilamaya, masuk daerahku dan cepat menyebar sebelum di lepas, sama dengan adiknya logawa, jauh sebelum di lepas tahun 2003, tahun masuk di sinyalir 1999 dan cepat meluas dengan nama ‘galur’ di kroya cilacap bernama ‘007’

    Bentuk tanaman cilamaya sangat enak dipandang, sangat rata, sangat kokoh, jika saja tahan wereng dulu , satu satunya pesaing logawa pastinya cilamaya ini, padinya sering di pesan tengkulak sebelum panen. sampai sekarangpun cilamaya masih ada namun hanya ada di rumah orang hajatan/ saat hari lebaran idul fitri

    • NURMANIHSAN says:

      Betul mas, beras ini rasanya enak.
      DI rumah, keluarga suka nasinya
      Makanya saya ingin melihat bentuk tanamannya. Apalagi, dari gambaran yg mas suli sebutkan: wow mantap,,,
      trim

  2. ali says:

    kalau dengan rojolele ekslusif mana pak?

  3. suli says:

    Pak Ali ya pastinya enak rojolele ekslusif…..rojolele yang pak ali sebutkan berumur 5-6 bulan ?
    wah wah masih ada ya, apakah sama dengan varietas bengawan ? di tempat saya varietas lokal yang masih bertahan hanya ‘jero jenar’ di jual bersama tangkai malai, mungkin sekarang 600 rb/kw

  4. suli says:

    Berita terbaru….ternyata cilamaya muncul masih di tanam di karawang dengan label putih…..dan panen oke oke aja. ini suatu pencerahan baru menurut saya…..tapi mungkin telat bagi orang lain ke saya, tidak apa apa.
    Pertanyaan buat pak nurman …bagaimana pendapat bapak tentang cilamaya ini jika saya coba lagi tanam, yang dulu kira kira 10 tahun silam babak belur tidak tahan wereng. apakah sekarang masih tahan wereng atau malah saya nanti di cap bank wereng karena tanam cilamaya ini.
    Enaknya ini pak pingin mengulang kepulenannya, juga hasilnya sebanding dengan logawa.

    • NURMANIHSAN says:

      Harus pak suli,
      10 thn lalu wereng banyak sbb sawah bapak mas suli masih konvensional.
      lain dngn sekarang yg full organik dan semi organik.

      dng media sawah yg sehat, menurut saya: padi apapun sebetulnya dapat tumbuh dng baik

      • faiz says:

        mas nurman, musim ini adalah musim pertama kalinya bagi saya jadi petani, luas lahan saya 1 bau (katanya sih sekitar 500 bata sedangkan 1 ha = 700 bata), sedangkan untuk benih padi saya beli dari teman petani katanya sih cilamaya muncul, lokasi saya di cirebon, hasil panen rata-rata para petani di sekitar saya 3.5 – 5 ton / bau, umur padi saya 17 (masih dalam persemaian dan untuk tandur/penanam umum nya setelah berusia 20 – 25 hari), banyaknya benih 15 kg, selama dalam persemaian saya telah melakukan perlakuan :
        1. usia 7 hari semprot dengan pupuk feng shou (2 ttp btl untuk 1 tangki semprot 14 ltr)
        2. usia10 hari pemupukan urea 6 kg + 4 kg ponska
        3. usia 13 hari semprot lagi dengan feng shou (6 ttp btl untuk 1 tangki)
        4. usia 17 hari urea 6 kg + 2 kg ponska.
        daun sudah ada 5 helai
        mohon pencerahannya mas,
        1. apakah cara tadi sudah benar / belum?
        2. apa dan berapa pupuk yang harus saya pakai? beserta waktu aplikasinya mas?
        (rencananya mau pakai pupuk organik kujang 2 kw, urea 2 kw, sp-36 2 kw, kcl 50 kg, pupuk hayati feng shou 3 ltr)
        3. kalau untuk obat hamanya apa yah mas? pusing mas, banyak sekali jenis nya,
        4. oh ya mas kalau padi cilamaya muncul bisa tidak hasilnya 8 ton / bau dan untuk perlakuannya seperti apa?
        mohon pencerahannya mas

      • NURMANIHSAN says:

        Trim atas komennya mas faiz
        boleh tahu, brp luas persemaian yg dibuat?

        silahkan saja memakai pupuk cair apa saja termasuk pupuk feng shou. cuma memang dari harga termasuk katagori mahal. saya pribadi baru mengenal pupuk cair merk feng shou.
        tp kalao dilihat dari isi kandungannya sama saja dengan pkk cair yg lain. tks

  5. ali says:

    Pak Suli, ada kabar menarik juga nih tentang pandan wangi dan rojolele yg bisa dipanen 120 hari. Hanya saja media tanam masih di polybag. Belum diuji tanam di sawah. kebetulan yang tanam pandanwangi dan rojolele semalam berkunjung ke rumah sy. Beliau ini sedang mencoba mencari dan menanam kembali varietas2 jadul seperti mundung, pelangan, cikaret dan yg lainnya.

    • NURMANIHSAN says:

      Pak Ali, setahu saya, biasanya varietas jadul: umurnya 150-180 hari, tanaman tinggi, bila nasinya dimakan “rasa kenyangnya” lama, dll.
      kalau pandan wangi dan rojolele bisa 120 hst, tanya lagi asal usulnya pak.
      BATAN dng teknologinya, telah merekayasa pandan wangi jadi pandan putri sehingga umrnya lebih pendek. Rasa nasi mantap cuma sulit dirontokan.
      Kalau varietas rojolele saya gelap, cuma sebatas liat di internet, dan tanamannya sangat tinggi

      • sutopo says:

        disini saya punya padi aromatic,namanya genjah wangi,padinya bulat oval,besar,umur sangat genjah 85 hst,nasinya sangat pulen berasnya wangi.

  6. ali says:

    Ya pak Ihsan kalau ada kesempatan nanti saya telisik lagi. Sekalian nanti saya lihat di polybagnya, tanggal berapa tanamnya. Kata empunya sih bisa umur 120 hari hasil persilangan dengan var lain. Semoga aja memang demikian. Hari ini saya mau melihat lihat sawah terapung di kecamatan sebelah.

  7. efendy manan says:

    Ass pak Ali.Terima kasih kiriman benih Mahesanya….alhamdulillah sudah saya terima.

  8. suli says:

    Pak ali….
    Rojolele lokal mah udah ada daerah saya mungkin sudah 10 tahunan ,sejak saya terjun kesawah tahun 1999 sudah ada, dulu pernah pak efendy saya kirimi tapi kabarnya sedikit kresek….. saya tanam dulu hanya untuk komsumsi dan tidak di pupuk hidup apa adanya kecuali kompos kambing.setelah ada cilamaya ganti semua, dan rojolele gepotan hilang.tinggi tanaman sama dengan ciherang daun agak lebar, sebenarnya rajalele hemat pupuk andai petani ada yang masih menanamnya hanya daerah di semi tadah hujan dan tentunya di MT2.

  9. Rey says:

    Selamat malam Mas Nur…
    Maaf sebelumnya, kalo boleh saya mau minta no Hp mas Nur sama mas Suli skalian kalo ada, saya ingin sekali belajar lebih banyak tentang pertanian pada para master tani, Kalo bersifat private di kirim lewat email saya aja mas. Skalian mau tanya mas, daerah saya kan airnya pasang surut, jika musim kemarau (kira-kira skitar bulan 8-11) itu airnya asin, trus sawahnya juga tadah hujan. Kalo mau tanam buat GADU (stelah panen ini), itu cocoknya varietas apa ya? Kalo varietas B3 menurut mas bagaimana?
    Trims sebelumnya…

    • NURMANIHSAN says:

      Terima kasih mas,
      kita semua dlm proses belajar mas, apalagi saya.
      Di blog ini, saya dan bbrp petani lain termasuk Mas Efendy, Mas Suli, Pak Pulung, Pak ALi, dll sedang proses belajar mas.
      Kalau saya blm bisa menjawab, mungkin ada jawaban dari Mas Efendy, Mas Suli, dll.
      Hp Mas Suli 0856 91662726

      Mas Rey tinggal dimana ya? trim

  10. efendy manan says:

    Betul mas Rey kita disini masih belajar,saling mengisi dan berbagi pengalaman.
    Oya,kalau membaca ulasan mas Rey,lahan mas dekat dengan rawa dengan salinitas lumayan tinggi.Ada beberapa varietas yang sudah dilepas spt Inpara.Mas bisa menghubungi BPTP setempat atau di UPBS BBPadi.Tapi saya lebih menyarankan varietas padi lokal yang sudah teruji disana.mengenai B3 varietas itu maaf agak rentan Blas,spt yang pernah saya lihat di Mojokerto.Jika lahan mas tadah hujan,disinyalir disana endemis blas.Sehingga kurang cocok untuk padi B3.mungkin Pak Suli atau teman2 lain ada masukan??

  11. Rey says:

    Saya tinggl di Lampung mas, tepatnya di daerah Transmigrasi (Mesuji). Tani di sini msh trgolong trial smua mas, soalnya saya perhatikan org2nya suka coba2 produk baru untuk di aplikasikan pda padinya yg hanya 1x tanam dalam 1tahun, contohnya herbisida pra dan purna tumbuh yg semestinya untuk perkebunan bnyk yg di aplikasikan untk padi mreka. Alhasil padi yg smestinya hijau malah sekarat dan hampir 50persenya amblas dalam 1sampai2ha nya. Punya saya yg 3/4 juga ada 1/3 yg mati, tp bkan krna obat, melainkan krna di makan burung sewaktu hbis tabur benih (langsung ke lahan 3/4) dan orong2 sewaktu dah tumbuh.

    • NURMANIHSAN says:

      Sy setuju pendapat dan saran mas efendy,
      kemudian melihat pengalaman petani lain memang harus dijadikan pengalaman pak rey,
      tuk burung yg memakan benih memang harus diperhatikan betul. dan memang harus dijaga betul sbb begitu benih tumbuh sekitar 3-4 hari, burung tak mau memakan bibit tsb.
      nah untuk orong2, sebetulnya orong2 merupakan predator. tapi karena tidak ada sumber makanan lain( bahan organik kurang ) makanya yg dimakan akar/pangkal tanaman.

      Oleh sbb itu, sebaiknya diberikan bahan organik yang cukup pak.
      Dari BO akan muncul planton2, hewan2 lain. Nah inilah yang jadi makanan orong2.
      Untuk orang2 biasanya jarang terjadi serangan hama yg serius. tks

  12. ali says:

    Ijin ikut nimbrung pak Rey, pak Ihsan. Orong orong memang seperti ninja pak, menyerang tanpa kelihatan wujudnya, tahu tahu bibit yang kita tanam layu, menguning dan mati karena akar dan batang yg terbenam di tanah dimakan. Saya amati (case di sawah saya), bibit yang terserang orong orong adalah yang berada di area yg tidak tergenang air atau cenderung kering. Ada yang menyarankan agar tanah selalu tergenang, ataupun macak2, atau dengan menaburkan serbuk gergaji di area yang rawan orong2. CMIIW

  13. suli says:

    Pak Rey…..
    Ya semua masih belajar….belajar dari alam.untuk lahan pasang surut di lampung, mungkin beda dengan pasang surut di jawa, saya melihat di daerah pesisiran cilacap yang dekat dengan muara muara sungai serayu dan citanduy banyak memakai varietas logawa. tetangga yang hidup di lampung, pernah membawa benih ini tapi entah di daerah apa. perkara B3 saya tidak komen,tidak enak di sini.

    Di lampung yang masih subur menurut saya, jangan percepat kegersangannya dengan herbisida apapun, herbisida ini di sinyalir ikut andil dalam bencana tanah longsor walaupun kejadiannya tidak secara langsung.

    Biarkanlah orong orong hidup, benar pak ali bilang, sawah yang tergenang tidak ada orong2, biasanya orong2 hanya bercokol di akar padi pinggir pematang, sarannya saya banyakin kompos gedebog pisang.

  14. ali says:

    Logawa di daerah saya banyak ditanam di wilayah yang sawahnya sering terendam pak Suli. Termasuk di daerah pinggiran sungai citanduy seperti tunggilis dan kalipucang (jabar), serta wilayah rawa apu (jateng) sampai majingklak. Lakbok, cipari sampai sidareja juga banyak yg tanam logawa.

  15. suli says:

    Pak Ali. makin dekat aja ya….kenal ya daerah rawa apu….
    Ya tetangga ada yang dapat orang rawa apu, dia bawa pertama kali, mungkin tahan genangan dan batang kokoh jadi cepat menyebar, tidak perduli pera. di tanam umur > 30 hss tetap beranak atau memakai cara di tanam rapat tak beraturan dulu di daerah irigasi nanti umur 15 hst di pindah tanamkan di daerah air dalam ( dagu yang tanam menyentuh air), memang harus super lebar,mereka bilang bisa 35×35 cm…. dan irit pupuk, kalau di pupuk sesuai anjuran pemerintah malah terlalu subur dan rebah semua. maaf tidak promosi …..jangan di tiru ini daerah lumbung padinya cilacap dan banjar ( jabar), meniru boleh tapi semi rawa.

  16. ali says:

    Pak suli, rawa apu tempat mancing belut favorit saya pak, 35 menit juga nyampe.. Tetangga saya juga begitu pak, ditanam di bekas empang sampai lumayan tinggi, lalu dipindah tanam di rawa/ranca.

  17. suli says:

    Ya inilah….guru guru petani….
    Setiap petani akan menyesuaikan di mana mereka berada, bekas empang di buat lahan persemaian tanpa di pupukpun pastinya subur, lalu pindah ke rawa.ya semoga belut belut di rawa apu lestari….menjadi tambahan protein anak anak.

  18. Rey says:

    Selamat malam Pak Mantri? Dah lama ni gak isi koment, maklum sibuk banget urus penyulaman, Yg 1/2ha ja ampe habis 30ikat, yg 3/4ha dah hbis 70ikat blm slesai. Skedar info, padi t4 saya bnyak yg trserang BLAST, rata2 yg di serang slama beberapa musim di tanami varietas yg sama. Kbanyakan yg rentan jenis PB-42, Cilamaya jg ada yg kena tp tak separah PB-42 (beritanya sampe masuk koran). Tp alhmdulilah bnyk yg pulih/sembuh stelah di semprot fungisida merk F*L*A atau insektisida merk V*R*AK* (Masih 1 PT). Oy, kpan2 sya mau share dosis2 pu2k yg saya terapkan, skalian mau minta pendapat para bpk2 pertanian disini, apa aja yg kurang. Skian dulu Pak Mantri, dan trima kasih atas smua masukan dari bpk2 smua.

  19. ali says:

    Ditunggu dosis pemupukannya pak Rey. Di tempat saya, v*rta*o banyak sekali pemujanya. Kena blast atau tidak, kena hama atau tidak, v*rta*o menjadi menu wajib. Mereka gak pede kalau belum pake v*rta*o dan sco*e.

    • Arda says:

      $alam kenal smuany,saya dari rawa jitu lampung,wah ini baru dunia yg pnuh ilmu,trus mju ptni indonsa.

      • NURMANIHSAN says:

        Terima kasih Mas Arda,
        Selamat bergabung, kita semua dalam proses belajar dan belajar. berbagi informasi, berbagi ilmu, berbagi pengalaman, dst. Insya Allah.

  20. Rey says:

    Maaf sblmnya pak Ali, klo di t4 sya dah jarang yg pke s*o*e. Pada beralih ke e*pl*r*, trmasuk sya sndri. Perbedaanya sngt jauh, jumlah padi lbh bnyk per malai krna dari pangkal smpai ujung hmpir berisi smua, tidak sampai pecah2 gabhnya jika di pakai melebihi dosis dan gabhnya jga lbh bening.
    Oya, untk dosis pu2k yg udah sya aplikasikan sbb:

    Untuk yg 1/2ha,
    Pemupukan dasar 3HST (Hari Setelah Tanam) dngan dosis:
    Urea= 25kg,
    Phospat= 25kg,
    Phonska= 10kg.

    Pupuk lanjutan ke 2 30HST dosis:
    Urea= 40kg,
    Phospat= 25kg,
    Phonska= 30kg,
    Humustar= 5kg.

    Dan rencananya pemupukan ke 3nya pakai dosis:
    Urea= 20kg,
    Phonska= 25kg,
    Phospat= 25kg,
    Kcl= 30kg.

    Dan untk yg 3/4ha sbb:
    Pupuk dasar 7HSTB (Hari Stelah Tabur).
    Urea= 50kg.
    Pupk lanjtan ke 2 45HSTB
    Urea= 40kg,
    Phospat= 25kg,
    Phonska= 30kg.

    Dan rencnanya untk lanjtan ke 3 sbb:
    Urea= 20kg,
    Phospat= 32kg,
    Kcl= 20kg,
    Phnska= 20kg.

    Dmikian jmlah dan dosisnya, mohn di koreksi apa aja yg kurang pas, agar sya bsa memperbaikinya pda pmupukan ke 3 nanti. Trimakasih atas bantuan dan bimbingan dari bpk2 skalian, krna sya yakin sya masih awam dan perlu bnyk menimba ilmu dri bpk2.

  21. efendy manan says:

    Betul Pak Ali,penggunaan pestisida (insektisida / fungisida) secara terus menerus bisa menimbulkan resiko ledakan hama penyakit yang luar biasa,dan bahkan bisa melahirkan jenis hama dan penyakit baru yang lebih resisten dan lebih ganas yang dampaknya lebih masif.Saya beberapa hari lalu dapat sms teman petani padinya terserang penyakit misterius yang belum pernah terjadi seblumnya,efeknya bulir menghitam dan gabuk dengan penurunan hasil panen sampai 60% anehnya kondisi batang dan daun sehat….itu menyerang hampir seluruh hamparan.Kebiasaan petani disana adalah intensif menyemprot insektisida dan fungisida walaupun tidak terkena penyakit sebgai langkah prefentif.

  22. suli says:

    Mohon kembalikan….dengan iklas kembalikan ke judul ya….tapi saya salut sama bapak bapak , bisa membeli pestisida, lebih2 para petani di daerah pak ali ada menu wajib…hati hati pak ali belutnya…nanti nga ngurek lagi.

    • Rey says:

      Maaf pak suli, udah lht dosis pemupukan sya blm? Mohn di cek untk yg ke 3 itu yg kurang apa aja? Atau mungkin pak nur atau bpk2 yg lain jga tau untk daerah pasang surut sperti t4 saya harusnya di perbnyk pupuk apanya?

  23. ali says:

    memang lebih nyaman kalau bahasannya tidak Out Of Topic. Maaf pak suli saya juga ikutan ngelantur, keluar dari pokok bahasan, muncul cilamaya. Pak rey, dosis pemupukannya mohon di share juga di tread yg lebih pas, di tread aplikasi dan dosis pupuk misalnya. Gimana pak Ihsan kalau kita coba berbagi sesuai judul?

  24. suli says:

    Maaf Pak Rey…..saya tidak tau urusan dosis pupuk kimia, Pak ihsan lebih berkompeten menghitungnya.

  25. Rey says:

    Mohon maaf kalau saya sudah jauh melenceng dari topik bahasan. Untuk padi Cilamaya sendiri, itu mulai angkatan Bunting umur berapa HST? Dan jika penanamanya di Tabur (tanpa pindah tanam) umur berapa hari? Buat bpk2 jika ada yg tau mohn di jwb.
    Buat bpk Suli dan bpk Ali, terimakasih sudah mengingatkan.

  26. efendy manan says:

    Bisa lihat langsung di deskripsinya pak,karena disitu adalah umur tanaman berdasar hari setelah sebar (HSS) biasanya maju-mundur panen sekitar 4- 5 hari tergantung musim hujan atau kemarau.

  27. ghambertani says:

    Sekedar Info :
    Saya di daerah blitar barat. 75% petani di sini menanam CILAMAYA. Padi ini sangat cocok untuk lahan yg selalu tergenang (irigasi kurang bagus). Varietas ini sangat tahan penyakit blast (pengalaman di daerah sini) walaupun tanpa d semprot. Menjadi favorit petani daerah saya karena petani di sini jarang menyemprot tanaman padinya. Sebaiknya tidak tanam bibit muda minimal umur 30 hari(ada juga yg tanam umur 60 hari,hasilnya tetap bagus). Potensi hasil 10 ton/ha. Tapi yg saya heran, lahan kami yg sangat berpotensi dngan varietas cilamaya petugas dari dinas pertanian selalu berusaha agar petani mau ganti varietas lain.
    Varietas yg mirip cilamaya adalah cibadak(untuk lahan kering).

    • NURMANIHSAN says:

      Terima kasih infonya mas mas gham
      Info tsb sangat berarti dan berguna bagi petani lagi. Amin

      • Nanang sodir says:

        Assalamualikumwrwb. Maaf ms nur, sy pngen sarannya mas diluar cilamaya. Bgini, sya petani indramayu, sy biasa menenm padi kebo jenis kelinting dgn ankan produktif 17 -25 dn biji 200 -250/malai. Thun kemarim sya pernah dpt 5,6 ton /bau bersih. Akn ttpi sy yakin, hasil kebo kelinting bsa lebih dri tu karna tahun2 kemarin kendalanya pangkal malai msih ada yang hampa +-10-15 %.
        Jdi, bagaimana sih cranya supaya biji bsa bernas sampai pangkal…?. Sebelmya timaksih. Wasalamualikum wrwb

  28. suli says:

    Mas Gham….
    Saya dukung mempertahankan varietas tersebut, biarpun dinas suruh ganti, selama masih bertahan dari serangan hama, di tempat saya juga ada yang seumuran cilamaya yaitu logawa. Petani (maaf ilmu titen ) mempertahankan suatu varietas ada 3 hal menjadi pertimbangan
    -Relatif tahan hama dan penyakit utama
    -Produktifitas tinggi
    -Umur sedang
    Bibit muda bisa saja asal melihat pengairannya,irigasi teknis misalnya, jika gampang banjir dan air sulit di hilangkan solusinya ya seperti bapak utarakan 30 hss,nah di sinilah bedanya antara varietas padi sekarang yang super genjah (104 hss), tidak bisa ditanam umur lebih 25 hss karena pastinya jelek anakannya,rumpun pokok/induk 15 hst sudah bunting.
    Ada baiknya lagi memakai pergiliran jenis tanaman,sebagai contoh padi padi palawija, MT 1 cilamaya,Mt 2 padi inpari 20 (rekomendasi pak efendi), MT 3 kedelai/kc hijau/jagung. tahun berikutnya mengulang seperti lagi…

  29. Rey says:

    Benar sekali apa yg bpk gham utarakan. Tanaman padi cilamaya saya yang 1/2ha, 2/3bagian saya tanami bibit dngan umur 30hss dan karna kekurangan bibit, yg 1/3bagian saya tanami bibit muda umur 18hss. Ternyata yg tanam umur 30hss lbih kuat batangnya dan tak trserang hama maupun penyakit. Sdangkan yg tanam bibit muda, mulai ada tanda2 bercak daun dan mulai merata tapi tidak parah, mulai ada serangan pelipat daun dan bnyk kupu2 kecilnya. Untuk anakan rata2 antara 20-35anakan per rumpun dngan jarak tanam lebar antara 25-35cm legowo 10:1.
    Jadi menurut saya (khususnya di daerah saya yg tanahnya selalu tergenang) untuk jenis cilamaya lebih bagus di tanam umur 30hss keatas.

  30. Saya petani baru belajar,,sepengalaman saya padi muncul masih susah di gantikan dengan varietes lain yang bisa menyamai hasil dan kemudahan perawatan padi ini,di tempat saya ( ds.bojong kawunganten .cilacap)padi muncul bisa menghasilkan 7-8 tn/bau atau + – 9-10 tn/hkt gkp,,,padi ini memang sangat cocok untuk sawah yang selalu ada air, untuk tanam di sawah yang air nya ektrim (50-70 cm ) benih bisa di pindah 2 kali, pertama 20-25 hss benih di pindah tanam ke air yang agak dangkal,,,setelah itu tunggu sampai benih panjangnya 90-100 cm,baru di tanam,,dan hasilnya ; benih kuat dari serangan keong mas,benih tetap mengeluarkan banyak anakan (20-30.) . hasil panennya tidak kalah dengan yang tanam benih 25 hss.kalau di bandingkan inpari 10,11,13,inpara 5, masih blm bisa menyamai apalagi mengungguli hasil panen padi muncul.apalagi inpara 5 bulirnya terlau kecil.

  31. suli says:

    Pak yuri sugeng tepang….
    Saya gombong kebumen, mau tanya apakah masih tahan wereng di kawunganten ? saya pingin mengulang masa ‘keemasan’ padi tersebut.

    Petani akan menemukan caranya sendiri di tempat di mana dia berada….agar kehidupannya lestari. belut akan membuat banker bawah tanah menjelang musim kemarau agar jenisnya ada sampai sekarang.

    • Sugeng tepang ugi Pak suli,, Kami biasanya menanam padi muncul pada mt1 ,dan mt2 kami tanam varietes yang lebih genjah,,Selama ini belum ada serangan wereng yang sampai menggagalkan panen, mt1 tahun lalu sempat terserang tapi alhamdulillah tidak lama serangannya jadi kami tetap bisa panen seperti biasa,,kalau menurut saya sudah rentan wereng cuma di tempat saya belum endemik hama wereng,yang sering justru daun yang ada bercaknya terus mengering,,biasanya menyerang saat padi tengah mengisi beras dan terjadi saat cuaca panas yang ektrim seperti sekarang,,sebenarnya saya sudah ingin mengganti dengan varietes yang lain,,tapi belum menemukan yang cocok,padi muncul kalau di tanam di sawah semi rawa batangnya bisa sebesar jari telunjuk ,jadi sangat kuat karena sawah kami sebagian besar rawan rebah untuk semua varietes padi tahan rebah,,

  32. suli says:

    Ya BB padi sukamandi sudah harus membuat cilamaya tahan wereng, dan tetap mempertahankan rasa nasinya, tidak usah di buat genjah karena nga ada gunanya buat petani petani yang lahannya semi rawa seperti saya, biar di tanam umur 30 hss masih tetap beranak banyak. yang di gandrungi oleh para sesepuh2 kita, matanya (maaf) berkaca kaca melihat nasi cilamaya yang baru saja tanak….lebay.

    • cantrik says:

      Bagaimana kalau kita ke pak Yuri pak? Siapa tahu ada oseng belut, pais sidat dan liwet muncul cilamaya.. Siap mengantar lah, sekalian ngurek welut.

      • Welut Banyak tempat saya,beras muncul bentar lagi panen,Tentu Saya senang sekali seandainya ada yang mau berkunjung ke gubuk saya,nanti pasti saya siapkan oseng welut+nasi muncul,,,sekalian saya bisa belajar sama pak cantrik dan pak suli,,, :)

  33. efendy manan says:

    Wah…kayaknya seru ini…3 serangkai akan tour of duty…met berpetualang aja semua,semoga ada kisah dan pengalaman menarik yang bisa diangkat dan ditulis dalam blog ini.Tentu saja dapat dinikmati oleh para pembaca setia.Amin

  34. cantrik says:

    Ayo pak efendi ikut sekalian. Sebagai cantrik, nganter guru ke perdikan Kawunganten adalah suatu kesenangan. Sepanjang perjalanan ke kawunganten, memang banyak sawah rawa. Nanti pak Ihsan dan pak Suli yang posting di blog. Kalau di tempat saya, area persawahan gak ada yg istimewa.

  35. suli says:

    Ya semoga, yang jelas sebuah wadah pembelajaran sama sama, adakalanya persaudaraan datang dari hal hal seperti ini, aku sama sampeyan belum pernah bertatap muka….ingat pertama kali telepon …petani yang aslinya seorang jurnalis…saya seorang peternak yang ‘lari’ ke sawah

  36. sutopo says:

    sebenarnya penasaran sama padi muncul,tapi di ngawi padi bulir bulat gak laku dijual di tengkulah tengkulak,saya nanam padi enak,pulen,wangi,genjah,tapi hanya untuk makan sendiri berhubung gabahnya gak laku dijual,sayang seribu sayang,karena disini yg laku bulir panjang sejenis ciherang

  37. Akhirnya Pak nurman dan mas Suli singgah di tempat saya,,Walaupun ngga sempat ngeliwet beras muncul dan oseng welut (karena mendadak),tapi semoga mas Suli dan Pak Nurman tidak kecewa singgah di gubug saya, Dan walaupun cuma semalam semoga Pak Nurman dan Mas Suli Dan juga Yang lainnya Mau singgah lagi di tempat saya. :)

    • cantrik says:

      Ssstt.. Yang gak jadi jgn diposting.. Soale ditempat saya juga banyak acara yg gak jadi bin gak sempat. Hihihi. Nanti liwet cilamaya nya biar saya wakili, kabari bae bos nek wis panen.

    • NURMANIHSAN says:

      Trima ksh Pak Yuri atas sambutannya, sangat menarik berkunjung ke rmh bapak di cilacap. sLihat hamparan sawah yang mau panen dng mayoritas varietas muncul dan cimalaya.
      Sayang, waktu itu waktunya mepet. Padahal saya ingin ngudek2 sawah di sana.
      Insya Allah, kalau ada kesempatan sy akan berkunjung ke sana kembali. amin

  38. suli says:

    Salut saya varietas cilamaya atau pun muncul…..sama sama tahan wereng. lebih penasaran dengan muncul tanaman lebih tinggi, daun lebih lebar, batang lebih besar, malai lebih panjang. saya menganggap muncul seperti tokoh wayamg bima, sedang cilamaya bratasena (bima muda) ya hanya gambaran saya saja, karena kalau menerangkan ke petani terlalu ilmiah malah tidak mudeng.

  39. avi says:

    saya pernah nanam cilamaya muncul,hasilnya memuaskan sih :) tp saya kapok menanamnya dlm skala besar krn gabahnya bulat kurang laku didaerah saya dan umurnya jg lumayan panjang (dies) maklum 95% lahan garapan saya adalah lahan sewa

  40. Saepul rohman says:

    Pa kalau

  41. Saepul rohman says:

    Pa apa bedanya muncul Habibi dan muncul cilamaya, untuk penanaman muncul di musim hujan tahan terhadap hama atau sebaliknya?kemudian untuk harga padi muncul harga di pasaran gimana

  42. Abdillah says:

    Assalamualaikum,sedikit berbagi pengalaman menamam padi muncul.dengan masa tumbuh yg lama saya pernah menamam benih muncul pada umur 12 hss dengan jarak tanam 40*40.dengan cara organik,sinkat cerita muncul tumbuh dg memuaskan per rumpun yg awalnya hanya 1 menjadi rata2 100 batang bisa dibayangkan untuk hasil 1/5 ha nya. Karena terlalu asik memacu anakan padi masalah pun datang,disaat yang lain mulai menguning, padi saya baru mulai berbuah dan tentu saja walang sangit menginfasi sawah saya yang masih hijau,tadinya saya bersikeras untuk tetap organik . Tapi melihat pesatnya perkembangan walang,rontok idealisme unt tetap organik saya.ahirnya ditangangani dg kimia plus sedikit portas, setelah disemprot walang sangit yg mati dan sempat saya kumpulkan mencapai 1kantong plastik kresek ukuran kecil.dan hasil ahir panen pun tidak sesuai harapan,bulir padi hampa..yang jadi pertanyaan apa portas berpengaruh pada pengisian padi? Atau karena faktor ketrlambatan penanganan? Terima kasih maaf kalau terlalu panjng.wassalamualaikum

  43. suli says:

    Pak Abdullah salam kenal….
    besar kemungkinan terlambat antisipasi, jadi sewaktu malai mulai keluar walang sangit nalurinya reproduksinya di mulai…yang di susul saat masa isi susu(pengisian bulir), bayi bayi menetas….bayi bayi inilah yang juka di biarkan akan membuat padi hampa, ini perintah alam.pada suatu hamparan lebih baik memakai racun sistemik atau racun kontak dan sistemik,jangan memakai hanya kontak.
    Potas…? aduh kenapa memakai potas….di malai yang lagi’isi susu’adalah masa rawan…potas entah kandungan apa menyebabkan panas. gabus,lele klenger karenanya bagaimana dengan bulir bulir yang berat hanya sepersekian gram.
    jikapun teman teman memakai pestisida kimia, pakailah yang ‘hampir’ramah lingkungan dan predator.

  44. Abdillah says:

    Hampir semua pak ,ya sebagai pembelajaran pak..hehe. Mungkin Mol buah maja termasuk tersangka yang mengundang walang sangit pak,sekarang jika padi mulai bunting saya stop mol nya, ganti dg fermentasi buah .

  45. Pak urun rembuk masalah walang sangit cobi mawon ngangge urine kito pengalaman klo ngaten

  46. saefulrohman says:

    pak kalau di musim hujan untuk pemberian ppupuk perbaunya berapa

  47. abdillah says:

    salam kenal kembali kang yuri,, nderek tanglet malih menawi jenis muncul cilamaya nopo rawaan keserang hama wereng?masalaeh informasi minim sanget.untuk daerah gunung majenang sekarang sedang terserang wereng lumayan parah.

  48. nuryassin says:

    Assalamualaikum..
    salam kenal bpk2,,
    saya baca baca obrolan bpk2 ini ngobrolin padi muncul cilamaya,membuat saya tertarik buat nimbrung,kebetulan saya asli pribumi cilamaya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s