TANAM BENIH/BIBIT PADI

CARA MUDAH TANAM BENIH MUDA

Oleh:Efendy  Manan

Di Indonesia masih umum dijumpai petani yang menanam bibit padi dengan umur tua,biasanya berumur diatas 25 hss. Bahkan ada yang berumur 40 hari.

Kebiasaan ini masih dilakukan karena diwariskan oleh kakek nenek  kita.Zaman dahulu,padi masih berumur  150 hari sehingga pindah tanamnya pun molor hingga umur 30 hss

Jika cara ini diterapkan pada VUB yang berumur genjah hingga sedang  jelas sangat merugikan dari segi kualitas maupun kuantitas hasil panen karena:

-Anakan jadi  berkurang

-Tanaman mudah stress sehingga pertumbuhan lambat,lebih mudah terserang penyakit

-Kebutuhan Benih pun  menjadi tinggi karena 1 tancapan bisa lebih dari 10 bibit

-Kebiasaan  petani yang memotong ujung daun saat tanam untuk menghindari rebah  menyebabkan tanaman susah  bertunas.

-Tanam dalam,menyebabkan akar susah berkembang sehingga umur tanaman jadi panjang.

Kondisi  ini makin diperburuk dengan kebiasaan mencabut bibit padi 1 hari sebelumnya,mencuci akar dan mengikatnya,sehingga makin lengkaplah “penderitaan”bibit padi .

Inovasi baru di bidang pertanian yang dikenal dengan SRI diharapkan  memberi perubahan yang signifikan. Namun setelah 2 dekade berkembang di Indonesia,metode ini sepertinya sulit dijalankan.Ada  banyak  alasan di lapangan yang  menyebabkan petani enggan menerapkan SRI yang salah satunya ribet dan lama.

Oleh karena  alasan-alasan tersebut saya dalam 2 tahun terakhir  bersama beberapa teman petani memodifikasi cara tanam SRI sehingga mudah diterima petani dan alhamdulillah bisa merubah kebiasaan lama.

Adapun caranya sebagai berikut:

1.Seleksi benih bernas dengan merendam dengan larutan garam 2% atau ZA 2%.alasannya dengan benih bernas maka bibit akan lebih sehat dan tumbuh lebih baik walau tanam 2-3 bibit.

2.Membuat alas persemaian dengan plastik  diatasnya, sebar  tanah+kompos perbandingan 1:1 diharapkan pada saat pindah tanam akar tidak putus.

3.Memberi pupuk NPK secukupnya beberapa saat sebelum sebar benih.diharapkan pada saat pindah tanam umur 10-12 hss akar  sudah kuat dan tidak stress. Dan 1 hari sebelum pindah tanam semprot dengan insektisida nabati agar daun tidak dimakan belalang.

4.Pada saat pindah tanam,persemaian diiris seperti mengiris “jenang”  kira-kira 20 cm2  tujuannya agar buruh tanam mudah membawanya.sebelumnya buat alas dari sak pupuk bekas yang dibagi 2 tujuannya sebagai alas menyeret benih ke buruh tanam.

5.Agar caplakan tidak terhapus karena terseret sak pupuk,sebaiknya membuat persemaian berlawanan dengan awal buruh tanam mulai bekerja.misalnya jika membuat  persemaian diujung timur maka start tanam dari ujung barat.

6.Usahakan proses pindah tanam secepat mungkin agar bibit tidak stress dengan 2-3 bibit/lubang

7.Usahakan kondisi tanah minimal macak2 agar bibit tidak rebah.

Dengan cara diatas dapat menghemat bibit  50% dari kebiasaan lama,menghemat waktu,biaya buruh tanam. Dan yang lebih penting, otomatis benih tidak ditancapkan dalam dan daun tidak dipotong karena “tidak tega”.Sehingga tanaman lebih sehat dan cepat bertunas…

Semoga bermanfaat dan Selamat mencoba.

About these ads

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in ABOUT TANAMAN PADI, SISTEM TANAM. Bookmark the permalink.

21 Responses to TANAM BENIH/BIBIT PADI

  1. hanif says:

    mas efendy.
    ada yang bilang bila memindah bibit padi pada usia muda(<21 hari) akan menyebabakan benih tersebut rentan mati bila ditanam pada MT1 saat ini dengan cuaca yang panas.
    bagaiman tanggapan njenengan dengan pendapat tersebut..
    salam

  2. efendy manan says:

    Pendapat tersebut memang ada benarnya juga mas…seperti halnya metode SRI yang menuntut tanam benih umur 7-8 hari.maka tanam benih muda juga harus diperhatikan kondisi sawah terutama air.Jika kondisi sawah mas hanif termasuk sawah rawa yang rentan banjir pada musim penghujan,maka metode tanam muda tidak bisa dilakukan,jika dipaksakan maka akan habis terendam.
    Tapi sebaliknya jika sawah mas bisa “dibuang” airnya dengan mudah saya rasa metode ini cocok.saya pun pernah tanam SRI pada musim Hujan dan alhamdulillah aman,tapi ya itu tadi dikondisikan tanah macak2 dan dibuat parit biar mudah membuang air.
    Saran saya,mas coba di petakan kecil saja…nanti dibandingkan dengan yang konvensional.baik itu dari tingkat kesulitan,anakan,pertumbuhan dan hasil panen.Setelah itu mas bisa putuskan mana yang terbaik.
    Semoga membantu.

  3. ali says:

    Ikut nimbrung pak Efendy.. Materinya bagus, menambah ilmu khususnya petani kelas PAUD seperti saya. Jangan bosan untuk membagi ilmu dan pengalamannya.

  4. ali says:

    Pak Hanif, saya kira selama bibit tersebut mendapatkan hara yang cukup selama dalam persemaian, memindahkan dari media persemaian ke media tanam secara hati hati dan akar tidak banyak terputus, insya Allah bibit tsb akan tumbuh sehat. Dengan catatan media tanam/sawahnya sehat pula. Justru yang paling rawan jika menanam bibit muda, apalagi satu lubang satu bibit menurut saya adalah serangan keong mas. Mohon koreksinya pak Efendy.

  5. suli says:

    Saya punya pengalaman, sewaktu tanam satu satu pertama kali dulu, tetangga yang lewat di pesawahan sorenya ( tanam pagi-siang terik ) teriak tanaman layu dan tidak kelihatan (15 hss) maklum jarak tanam 27 x 27 cm(2002) dan rata rata masih 22-23 cm, padahal tidak kena banjir, lantas saya kesawah sore juga untuk memastikan air tidak banyak dan pulang, saya membiarkannya ocehannya, saya terangkan ke istri dengan logika.

    hari berikutnya ada yang menawari benih, karena tau saya pasti mau tanam ulang, saya saya bersikeras tidak mau tanam lagi, istripun mengernyitkan kening dan geleng geleng kepala.

    Beberapa hari kemudian toh hidup….dan tentunya berjalan seperti biasa.panenpun sama sama panen.

  6. efendy manan says:

    Betul pak Ali,kalo bibit umur muda >12 hari dan komposnya cukup tidak perlu tambahan NPK buatan.Hama yang bikin mumet keong mas dan Tikus…kalo saya pake pagar dari plastik untuk mencegah serangan keong dan tikus.
    Buat pak Suli…pengalaman njenengan idem dengan saya.”serangan”terberat dari istri pak…maklum terlalu banyak khawatir.tapi jika berhasil akan berbalik mendukung kita he3x..

  7. Pulung says:

    selamat pagi Mas Efendy, sistem tanam padi SRI dikombinasikan jajar legowo (2×1, 3×1, 4×1) cukup efektif utk menanggulangi serangan hama tikus. kemudian, Saya menggunakan Pestisida organik “Monster” untuk menanggulangi hama keong mas ( disemprot 3-5 HST) dampaknya sangat mengurangi serangan hama keong mas. Semoga bermanfaat.

  8. suli says:

    Pak efendi…
    Tentunya takut kekurangan makan, beras beli….manusia mati di lumbung sendiri….lumbungnya kosong….katanya. ya kosong kan bisa di isi dengan pengalaman dan pengetahuan….gagal itu lumrah, kosong bukan berarti tidak makan, kan masih ada ketela pohon( Manihot esculenta), Ganyong ( Canna edulis ), Garut ( Arrowroot), Gembili ( B.auculeata), Jagung (Zea mays), Jali (Gixlacrima jobi), paling paling di protes sama anak anak…makanan apa ini ?? di kenalkan aja sejak dini, sebagai makanan selingan.

  9. kayla says:

    pk efendi…saya mau tanya jenis benih padi yg pas+bagus buat penanaman awal musim hujan itu jenis apa?mhn pencerahanya,mksh

  10. efendy manan says:

    Met malem pak Pulung…
    Trims pak dan salam kenal juga….memang SRI dikombinasikan dengan Legowo bagus pak.Tapi saya pernah 3x mencoba legowo 2:1,4:1,7:1 tapi anehnya tikus malah lebih senang di sawah saya dari pada tetangga yang tanam konvensional.Legowo nya dipakai jalan “tol” buat tikus.ini terlihat dari banyaknya jejak kaki tikus.Malah di legowo pula dipakai lubang sarang tikus.Mungkin bapak bisa memberikan tips atau pengalaman?
    Matur nuwun

  11. efendy manan says:

    Pak Suli….
    He3x emang orang Indonesia kalau tidak makan nasi belum dikatakan makan pak.Kita masih menganggap bahan makanan seperti singkong,ubi,ganyong,talas sebagai makanan kasta rendah.Jadi kita harus memodifikasi value bahan makanan tersebut agar bernilai ekonomi tinggi.Sebagai contoh:di Pasuruan ada SPAT sebuah UMKM yang menyulap Ubi ungu Organik dan Waluh kuning menjadi Bakpau yang digemari masyarakat dan sekarang menjadi Trade mark oleh2 di Kota Lawang.Hingga kini telah membuka banyak gerai.Artinya SPAT bisa mengubah value ubi ungu yang hanya Rp.2500/kg menjadi Rp.3000-7500 per bakpau kecil.

  12. efendy manan says:

    Buat Mbak Kayla…
    Untuk mendapatkan hasil yang bagus memang kita harus memperhatikan musim dan pemilihan varietas apa yang cocok-karena tiap varietas memiliki keunggulan,kelemahan dan karakter yang berbeda.Artinya salah memilih varietas akan bisa mempengaruhi hasil.
    Musim hujan berarti:maraknya penyakit spt HDB,Blas,angin kencang dan rendahnya intensitas sinar matahari shg berpengaruh pd fotosintesis.
    Melihat hal tersebut di atas maka mbak bisa memilih varietas yang lebih tahan HDB,blast,tahan rebah,rendah prosentase gabuk.Pengalaman saya ada varietas2 yang memenuhi kriteria tsb spt:
    Mekongga,Inpari 10,Inpari 4,Inpari 20,Luk Ulo.tapi yang terpenting adalah manajemen pupuk,karena kebutuhan dan macam pupuk berbeda setiap musim…mungkin giliran mas nurman kasih penjelasan…
    Bagaimana mas Nurman?

    • NURMANIHSAN says:

      Trim mas efendy, untk varietas yang mas sebutkan dah sipp,,,
      Memang mas, selain varietas dengan jarak tanam yang tak rapat, pembenihan yang bagus, pemakaian bahan organik + POC, pemupukan berimbang akan sangat berpengaruh pada hasil.

  13. suli says:

    Pak efendy…..
    Menyimak legowo buat jalan tol den baguse ngarso, ada kalanya petani menutup di pinggir tidak di legowo sampai 3 rumpun kedalam , mungkin waktu jalan jalan di pematang tidak ada jalan tol, begitu juga pinggir yang berlawanan, ya hanya ide saja…segalanya bisa di lakukan ,perkara nanti menemukan jalan tol setelah masuk itu urusan dia.

    Cara kedua, ini cara saya…setelah 7-10 hst, tidak dilakukan gosrok tapi jalan jalan(membuat tepak kaki sepanjang barisan arah timur barat dan sebaliknya, akibatnya jalan tol tidak halus dan mulus, selang sekian hari jejak jejak tidak sebanyak waktu jalan mulus….cara ini sekaligus pemberian pupuk pertama.

    Cara ketiga, sawah di genangkan saat banyak jejak tikus,kemungkinan malas nyemplung kali

    Pingin tau cara cowboynya, buah brenuk/maja ambil isinya di sebar semaunya, jika jengkol direndam 2 hari 2 malam, di tambah urine sendiri

  14. efendy manan says:

    Sip pak Suli….Trims atas infonya.Memang ilmu yang terbaik bukan dari text book ya pak tapi dari pengalaman dan kemauan untuk mencoba dan melakukan hal yang baru.
    Sekali lagi terima kasih.

  15. budi says:

    mantap,kalw bisa tlong dong tulis artikel yg menerangkan cara tanam GEJIG/ICIR.kami d merauke biasa pake cara itu.

  16. suli says:

    Merauke….Lumbung padi Indonesia tahun 2020….kelak pulau jawa sudah habis oleh perumahan dan industri, beras di kirim dari merauke…..

    PAk Budi….salam kenal
    Salamat datang di pertemuan petani seluruh indonesia lewat Pak Ihsan ini. oke…. apa itu gejik/icir apa sama dengan jajar legowo……kalau ya alangkah senangnya Pak Suswono nanti, merauke sudah memakai jajar legowo, sawah masih perawan, 14 kali lipat calon lahan pertaniannya, subur, saya pribadi lebih menjagokan papua daripada kalimantan.jarak 35 cm x 35 cm kayaknya bagus. syukur di terapkan jajar 50 cm,mundur 25 cm , varietas di sana yang banyak di tanam apa pak budi ?

  17. efendy manan says:

    Setuju pak Suli…saya rasa papua memiliki tingkat kesuburan diatas rata2.Saya masih ingat waktu melihat di TV ketela disana bisa sebesar kepala,tanpa bantuan pupuk kimia atau hormon sintetis.

  18. heri says:

    Mas Nurman, saya akan meyebar benih padi di persemaian, dengan luas tanah 6000 meter persegi atau 15 rante, kira-kira pupuk atau insektida apa yang tepat saya sebarkan, kemudian kapan serta berapa takarannya ya?

    • NURMANIHSAN says:

      Terima ksh Pak Heri,
      kita harus pahami dulu, persemaian atau penanaman.
      Kalau persemian, lahan yg dibutuhkan sekitar 4-5 % dari lahan yg akan kita garap.
      menurut saya, untuk persemain benih,sebaiknya menggunakan pupuk kompos/kandang yg telah terfermentasi. kemudian, semprot dengan pupuk hayati/organik/MOL pak.
      pupuk kimia blm tepat saat persemaian. pupuk kimia nanti pas saat tanam pak heri. tapi kalau ingn juga memberikan pupuk kimia boleh saja cuma dosisnya sedikit saja.
      silahkan baca persemian lahan sawah http://ceritanurmanadi.wordpress.com/2011/11/18/pengolahan-lahan-tempat-pembibitan/

      Untuk pestisida/insektisida, sebaiknya tidak digunakan saat persemaian. dan sebisa mungkin menghindari penggunaan pestisida. gunakanlah pestisida nabati. tks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s