AYO BUAT MOL

AYO JADI FORMULATOR SENDIRI : BUAT MOL
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP DEPTAN di BANTEN )

Apa itu MOL ?

MOL adalah singkatan dari Mikro Organisme Lokal. Kalau Mikro Organisme, kita sudah paham pengertiannya. Untuk Lokal, adalah banyak pengertian. Lokal bisa diartikan “dibuat sendiri”. Jadi pengertiannya MO yang kita buat sendiri. Boleh dibilang, yang membuat MOL tsb adalah formulator.

Lokal, bisa juga diartikan organisme yang berada di daerah/di lingkungan kita. Jadi, mikro organisme tsb adalah MO yang sudah beradaptasi dengan baik di sekitar lingkungan kita.

Fungsi MOL

Pada tulisan sebelumnya, saya sudah menjelaskan bahwa dengan MOL dan Pupuk Kompos  buatan sendiri, petani SRI Organik dapat berbudidaya padi tanpa pupuk kimia. Dan, hasil  panennya sangat tinggi.

Menurut saya, langkah awal untuk memulainya adalah membuat MOL. Dari MOL inilah, dapat digunakan untuk membuat pupuk kompos. Dalam hal ini MOL bisa disebut sebagai starter/decomposer.

Dan juga MOL dapat digunakan sebagai pupuk cair pada aplikasi pemupukan. Bisa juga MOL sebagai ZPT (Zat Perangsang Tumbuh). Selain itu, MOL dapat juga sebagai pengurai atau “pabrik pupuk” sehingga unsur hara dapat diserap oleh akar tanaman.

Bahan Utama Pembuatan MOL

Untuk memahami cara pembuatan MOL, ada beberapa poin yang harus dipahami terlebih dahulu. Minimal, ada 3 poin yang harus ada dalam pembuatan setiap MOL.

  1. Ada Bahan Yang Akan Digunakan

Apa bahan tsb? Sangat banyak. Dan tersedia di sekitar lingkungan kita. Bahan-bahan ini dapat dikatagorikan ke dalam tahapan/fase pertumbuhan tanaman

Pertama, Dominan unsur N : Rebung, Daun Gamal, pucuk-pucuk daun, dll.

MOL ini sangat baik, untuk pertumbuhan vegetatif awal tanaman.

Kedua, unsur N dan P agak berimbang : bonggol pisang, keong mas, buah-buahan, limbah dapur, dll

MOL ini sangat baik, untuk pertumbuhan vegetatif susulan tanaman.

Ketiga, Dominan unsur P : batang pisang, biji coklat, dll

MOL ini sangat baik, untuk aplikasi masa primordial tanaman.

Keempat, Dominan unsur K : sabut kelapa, amplas teh, dll

MOL ini sangat baik, untuk aplikasi pengisian bulir.

2. Ada Bahan sebagai Sumber Karbohidrat

Dari bahan-bahan tsb, nantinya akan muncul MO. Nah, MO ini butuh “makanan” untuk mengolah bahan-bahan tsb. Oleh sebab itu, diberikan sumber karbohidrat tsb.

Sumber karbohidrat tsb bisa berupa : air cucian beras (lira), dedak, nasi, gabah/beras yang ditumbuk, jagung yang dihaluskan, dll

3. Ada Bahan sebagai Sumber Energi

Untuk sumber energi ini, biasa dalam bentuk bahan-bahan yang manis. Misalnya: molase/tetes tebu, gula merah, gula aren, gula pasir, air kelapa, isi buah maja matang, batang tebu, dll

Makanya, ada membuat MOL keong mas, bahan utamanya ada 3 saja: keong mas, air cucian beras dan buah maja. Tapi, ada juga yang menggunakan : keong mas, air cucian beras, air kelapa dan gula merah.

BUAH MAJA/BERENUK SEBAGAI SUMBER ENERGI

BUAH MAJA/BERENUK SEBAGAI SUMBER ENERGI

Masalah takaran disesuaikan dengan formulator sendiri (kita sendiri). Semakin sering membuatnya, akan paham takaran bahannya. Intinya: semakin pekat MOL akan semakin baik,,,

Oleh sebab itu, bahan-bahan tsb di atas, disesuaikan dengan apa yang ada di sekeliling atau lingkungan hidup kita.

Bahan-bahan tsb mudah didapatkan dan murah. Apalagi, bila kita tinggal ambil saja alias gratis tis tis.

Bagaimana Proses Pembuatannya

Apabila kita ingin membuat MOL, kita siapkan semua bahan tsb. Kemudian dimasukkan ke dalam ember. Nah, dalam proses ini, sepengatahuan saya, ada 3 cara perlakuan yang bisa digunakan :

Pertama, semua bahan dimasukkan ke dalam ember/wadah tertutup. Bila demikian, formulator MOL harus tiap hari mengaduk isi MOL tsb. Biasanya, dilakukan tiap pagi. Masalah waktu, terserah yang buat MOL.

Kegiatan ini harus dilakukan sekitar 10 hari. Dan biasanya, setelah 14 hari proses ini sudah selesai.

Kedua, semua bahan dimasukkan ke dalam ember/wadah yang bagian atasnya ditutup pakai kertas koran. Tujuan penutupan ini, agar MOL yang kita buat tidak kemasukan lalat atau serangga lainnya.

Dengan demikian, sang formulator tidak perlu mengaduk proses pembuatan MOL tsb. Biasanya, setelah 14 hari proses pembuatan MOL  ini sudah selesai.

Ketiga, semua bahan dimasukkan ke dalam ember/wadah tertutup. Cuma, bagian atas penutup diberi lubang. Lubang ini nantinya akan dimasukan selang kecil. Selang ini akan dihubungkan dengan botol bekas air mineral yang berisi air.

Tujuannya agar suhu/panas dan gas yang dihasilkan dalam proses pembuatan MOL ini disalurkan lewat selang tsb ke dalam botol tsb. Dengan cara ini, sang formulator MOL tak perlu mengaduk proses pembuatan MOL tsb.

Saya pribadi, lebih suka cara pertama. Sebab kita akan melihat sendiri dan mengetahui  proses pembuatan MOL dari awal hingga jadi.

Semoga,,,

NB : Mohon koreksi bila ada yang perlu diperbaiki. Terima kasih.

About these ads

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in ABOUT TANAMAN PADI, MOL, PUPUK ORGANIK. Bookmark the permalink.

66 Responses to AYO BUAT MOL

  1. ali says:

    siiip lah. saya baru buat dua macam mol, rebung dan keong mas.

  2. hanif says:

    pak bleh tau aplikasi ml itu gmna

  3. Teguh says:

    Wuah..beberapa waktu yang lalu saya malah buat MOL dengan bahan campur baur. Karena kebetulan ada nanas terlalu matang ya saya pakai nanas tsb dicampur air kelapa, air gula, trasi, daun turi dan pas istri mbersihin ikan ya jeroan ikan sama kepala udang saya masukkan juga. Saya nggak tau kandungan nutrisinya apa aja, tapi setelah jadi saya siramkan ke tanaman lombok sama pak coy hasilnya sawi daunnya lebar2 dan lombok daunnya hijau2 dan buahnya lebat. Campuran saya itu menurut sampeyan gimana mas??

    • NURMANIHSAN says:

      Selama ada bahan2 yg saya sebutkan, kemudian bila ada campuran lain maka tak jadi soal.
      Selama hasilnya baik silahkan saja pak buat. masalah bahan memang disesuaikan dengan bahan ada pada saat tsb pak.

  4. candra says:

    apakah mol itu bisa digunakan dalam jangka panjang misalnya,kita buat bln ini pemakaianya untuk bln depan ato 3bln kedepan(disimpan dahulu)?

    • NURMANIHSAN says:

      bisa pak, apalagi kalau MOL tsb pekat. Tapi terlebih dahulu MOL tsb disaring baru dimasukkan ke dalam botol/wadah yg tertutup rapat.
      Setelah lebih dari 3 bulan, sebaiknya MOl tsb ditambahkan 1 sendok gula. sehingga bisa bertahan lebih lama. tks

  5. wiharno says:

    Cara pemakaianya gimana pak,apa bisa langsung disiramkan ke tanahnya?

    • NURMANIHSAN says:

      terima kasih atas komentarnya pak,

      MOL bisa buat apa saja pak,
      bisa buat starter/decomposer dalam pembuatan pupuk kompos. MOl bisa buat pupuk cair, biasanya disemprotkan ke tanamannya. Walau akhirnya jatuh ke tanah/sawah, MOL tsb tetap akan menguraikan bahan organik yang ada.
      Bila dilahan sawah, seperti kata mas suli bisa dikucurkan lewat saluran air, bisa disemportkan ke tanaman/tanah, dll
      Kalau untuk tanaman lain, seperti jagung, cabe, dll biasanya disemprotkan ke tanaman/tanah.

      Kalau buat tanaman dirumah kita, sebaiknya sebelum diberikan ketanaman, tanah ditanaman tsb diberikan pupuk organik/kompos. baru setelah itu disiramkan MOL di atas tanah tsb. trim

  6. suli says:

    Salam kenal Pak wiharno….

    Pengalaman saya, stok MOL yang berlebihan/lebih dari cukup dan ketersediaan tempat terbatas …adakalanya saya kocorkan kesawah di saluran air atas bersama air mengalir sedikit, tapi harus di tutup saluran air bawah….usahakan sawah dalam keadaan retak rambut.lakukan pada sore hari saat semua orang pulang dari sawah, jadi tidak ada yang membuka saluran air bawah.

    Prinsipnya bahan MOL terus ada, jadi jangan sungkan membuat tiap saat jika bahan melimpah, seperti rumah dekat pengolah kopra pastinya air kelapa banyak.

  7. wiharno says:

    Berapa takaran antara mol dan air untuk perbandingan yg pas,dan bagaimana reaksi tanaman anda sesudah dikasih mol?

    • NURMANIHSAN says:

      Takaran MOL biasanya dipengaruhi oleh kekentalan MOL dan fase pertumbuhan tanaman.
      Untuk fase vegetatif, biasanya 1 : 8-10
      Untuk fase generatif, biasanya 1 : 6-8
      Untuk fase pengisian bulir, biasanya 1 : 5-6

      Prinsipnya, ditanah/sawah harus ada bahan organik agar MOL dpt bekerja maksimal.

      Yang jelas reaksinya bagus pak.
      Sy tanam inpari 10, alhamdulillah anakkan sudah di atas 35 pada umur 30 hst. Kemdudian jumlah anakkan menjadi 68.
      Untuk inpari sidenuk yang saya mix/campur dng inpari 10 anakkannya sudah 70. Bahkan ada yg di atas 125 anakkan.
      Kemudian ada padi bunda, alhmadulillah dng 1 bibit, jumlah anakkan sudah 11 di umur 30 hst. Artinya jumlah anakkan akan terus bertambah,,, kemudian anakkannya jadi 20. Untuk padi bunda anakkan 22 dari 1 bibit tergolong bagus, apalagi dng media tanam terbatas. http://ceritanurmanadi.wordpress.com/2012/03/15/padi-bunda/
      Sebetulnya, menanam padi bukan bermain jumlah dianakkan, melainkan berapa banyak anakkan yg bisa bermalai. Apalagi dng malai panjang dan bernas shg hasil tinggi.

      Yg jelas sy bukan ahli dalam buat MOL, tapi sy sering buat minimal buat tanaman saya. Nah, dng pengalaman ini, saya ingin berbagi pak. trima kasih

  8. ardhy says:

    ini artikel yg aku cari2..aku pernah membuat mol dari bahan keong mas+bonggol pisang +aktifator Em4 kesemuanya aku campur satu kedalam ember .tapi hasilnya berbau/tdk jadi..pada blog ini mohon pencerahannya bapak bapak bagaimana step by step pembuatan mol tersebuat?kira kira kesalahannya dimana yah sehingga MOL yg aku buat itu berbau?terimah kasih banyak atas pencerahannya

  9. ali says:

    Ikut nimbrung ya pak ardy.. Dulu pertama saya bikin mol keong mas, hasilnya juga bau karena karena kertas koran penutup embernya berlubang kena tetesan air genteng. Tapi tetap saya gunakan. Aplikasinya tidak saya semprot, tapi saya siramkan ke media padi pot. Hasilnya, 40 hst jumlah anakan rata 60-63 batang. Cacing di media padi pot banyak sekali.

    • ardhy says:

      pak ali..makasih infonya..brrti msh bisa digunakan yah….oyah aku mau tanya neh..atau dari bpk2 semua ada yg tau tidak,buah jati putih yang sudah masak dan membusuk mengeluarkan lendir yg menyengat berwarna hitam..apakah bahan tersebut bisa di buat POC atau MOL?mohon infonya yg tau .terimh kasih

    • bagus pradana,St says:

      pak saya baru belajar bertani, mautanya buat MOL, keong masnya apa di cincang cincang?

  10. wiharno says:

    apakah dengan mencampur semua bahan mol seperti :mol rebung,mol buah,mol urine,dll akan menjadikan sebuah mol multiguna ,ataukah sebaliknya akan merusak tanaman.ditunggu jawabnya pak!

    • NURMANIHSAN says:

      sepengatuhuan saya, MOL yg baik tsb disesuaikan dng fase pertumbuhan padi.
      Misal tuk fase vegetatif awal MOL rebung, selain mengandung mikroorganisme, di MOL rebung terdapat ZPT. Demikian pula untuk fase generatif yg dibutuhkan adalah hara P yang tinggi. Unsur hara P dan N biasanya terdapat pada MOL batang/bonggol pisang, MOL keong mas, dst
      sebetulnya, inti dari MOL adalah merakit/meracik MO dan mendapatkan ZPT. Setelah aplikasi di tanah, MO tsb berkembang biak dan mendatangkan MO yg lain. MO yg dibutuhkan anara lain: bakteri pengikat/panambat N, bakteri pencegah penyakit/ menghasilkan anti body, bakteri pelarut F dan K, dll.

      Sy pernah diskusi dng teman2 lain, yg bagus adalah MOL dng 1 jenis bahan disemprotkan ke tanaman, misal MOL rebung, sehingga kelihatan hasilnya. Ohh ternyata, dari MOL ini bagus. Pada penyemprotan selanjutnya MOL keong mas, begitu seterusnya,,,
      Kalau dng multi MOL, kita tidak tahu, dari bahan apa tanaman yg disemptokan ke tanaman, kalau bagus dari bahan apa? kalau tidak bagus, bahan apa yg tidak bagusnya?
      Tapi, itulah kehidupan,,,
      mencampur segala bahan yg ada kemudian dijadikan MOL, apakah bisa jadi multiguna atau tidak, sebetulnya yg menjadi hakim adalah kita sendiri. Kita bisa menerapkan hal tsb disawah masing2. Sawah 1 petak 1 jenis MOL, sawah 1 petak lagi campuran bbrp MOL. bgm pak?
      sekali lagi, MOL adalah kreasi masing2 sbb kita sendiri adlah formulatornya.
      Mungkin ada pendapat lain? silahkan !

  11. efendy manan says:

    Betul mas Nurman,Untuk skala petani,pembuatan mol memang yang baik adalah sendiri2 karena ini lebih murah,memudahkan dalam proses pembuatan dan pengamatan efikasi di lapangan,karena tiap mol pasti berbeda mikroba yang dominan,bahan aktif maupun zpt yang dikandungnya.Memang ada yang bisa memformulasikan semua bahan dalam 1 larutan namun itu butuh pengetahuan,riset,waktu untuk dapat menyatukan agar sinergis yang tentu saja membutuhkan tenaga dan biaya yang tidak sedikit.

  12. wiharno says:

    Terimkasih atas penjelasanya mengenai pencampuran bermacam mol.tapi saya sudah terlanjur mencampur beberapa mol diantaranya:rebung,nanas,urine kelinci,gula,terasi,dan masih bnyak lagi campuran bahan lainya.selama dlm pengaplikasanya pd tanaman saya belum begitu klihatan efeknya.memang tanaman saya normal pertumbuhanya mamun apakah itu efek dari mol saya atau efek alamiah.yg ingin saya tanyakan:bagaimana membuat mol urine kelinci yg baik?mol apakah yg anda gunakan dan bagaimana hasilnya?terimakasih.

  13. Khamim Hamzah says:

    trima kasih kepada yg tlh mau berbagi informasi ,dan menginspirasi insan yg lain tuk mandiri tak bergntung pada pupuk kimia yg hrganya trus merangkak naik.bahkan tak jarang karna permainan para pedagang kadang pupuk lngka di pasaran. bila bnyk petani yg mengaplikasikan ini sgt baik tuk kbaikan alam dan manusia

  14. Buat teman2 ada yang tau tentang mol dari bunga matahari, share doong

  15. Suryana suprat says:

    Aslkm.Wr.Wb.Mas,saya mau tanya. Di daerah saya di jambi banyak limbah pabrik kelapa sawit.Terutama tandan kosong [ tangkos+sabut sawit,]banyak terbuang di pinggir jalan.Apa sama nilai nya dgn sabut kelapa.

  16. unyil says:

    pak, kalo mol dicampur pupuk kimia bakterinya mati enggak?

  17. efendy manan says:

    Met siang pak….
    Pupuk kimia sebenarnya jg mengandung unsur hara yang yang dibutuhkan oleh mikroba….namun karena sintetis dan dalam jumlah besar maka akan berpengaruh negatif pada mikroba….tidak mematikan namun membuat tidak berfungsi….saran saya sebaiknya dipisah pak…
    trims

  18. efendy manan says:

    Ass pak Suryana….
    Untuk limbah tandan kosong sawit kandungan hara organiknya mirip kelapa pak…sangat tinggi kandungan kalium…sehingga sangat cocok untuk dijadikan kompos kalium..yang menjadi masalah adalah tandan kosong sawit sulit terurai jadi perlu dicacah terlebih dahulu dan penambahan mikroba perombak selulosa…bapak bisa mendapatkan mikroba di decompser yang ada di pasaran….tks

  19. Syukur says:

    Maaf pak mau tanya.
    Saya pernah baca2 bahwa penggunaan MOL sebagai pupuk cair itu sebaiknya disemprotkan ke tanah dan tidak mengenai tanamannya.
    Tapi ada juga yg bilang kalo MOL bisa disemprotkan ke tanaman.
    Manakah sebenarnya yg betul pak? Apa tergantung bahannya atau bgaimana? Mohon pencerahannya.

    • avi says:

      mas syukron yth:itu tergantung molnya mas apakah dari mikroba dekomposer/penambat hara/penghasil zpt/fotosintetik.Kalau jenis dekomposer dan penambat hara itu bagus disemprot ketahah langsung tp untuk penghasil zpt dan fotosintetik efektif di daun dan batang.Disinilah keunggulan mol krn makhluk hidup,walaupun dlm aplikasi kadang kurang tepat pd tempat hidupnya tp mikroba akan mencari sendiri tempat hidupnya

    • NURMANIHSAN says:

      Menurut saya, pada prinsipnya MOL yg baik berisi nutrisi makanan yang baik (pupuk cair), mikroorgansime, zpt, dll.
      Pupuk cair organik disini bisa diserap akar dan bisa juga oleh daun.
      Saya pernah menyemprotkan MOL ke tanaman dua minggu berturut-turut, dan tak menimbulkan kerusakkan pada tanaman. Artinya MOl tsb aman buat tanaman terutama daun. perkembangan tanamannya jg bagus.

      Ketika melakukan fermentasi jerami/rumput/dll, MOL bisa digunakan, ketika pengolahan lahan MOL bisa disemprotkan, ketika menyemprotan tanaman MOL bisa digunakan. Dan ada yang pernah melakukan hal tsb dengan menggunakan MOL yang sama. yaitu MOL keong mas.

      Ketika kita melakukan penyemprotan dengan MOL ketanaman, MOL yang tidak diserap daun akan jatuh juga ketanah sawah menjadi pupuk yang diserap akar, atau bisa juga MOL (MO didalam MOL) menguraikan zat-zat tertentu menjadi hara yg siap diserap oleh akar. Atau menghasilkan/menambat Nitrogen, melarutkan fosfat atau kalium, dll. tks

    • Syukur says:

      Terima kasih banyak atas pencerahan anda berdua

  20. Syaeful says:

    Mas Saya mau tanya, saat ini saya mengembangkan peternakan broiler organik, nutrisi untuk ayam saya berikan herbafarm dan EM4, pertanyaan saya bisa tidak saya membuat MOL sendiri untuk mengganti herbafarm ato em4 itu, mengingat didalam kedua produk yang saya sebutkan tersebut,isinya mikroorganisme juga.dan apabila saya bisa membuat MOL otomatis biaya produksi bisa ditekan. Mohon infonya apabila bisa sekalian dengan Formulasinya

    terimakasih atas pencerahannya

  21. Fiar akbar says:

    Bgmn membuat mol/poc smkin pekat biar sprt mol/poc yg ada dipasaran

  22. Parwito says:

    Mas Syaeful salam kenal, untuk ayam broiler agar lebih bagus lagi dalam ransum pakannya per 50 kg bisa ditambahkan 1 kg tepung/bubuk Temulawak yang berfungsi untuk menyempurnakan saluran pencernaan dan sekaligus untuk menambah nafsu makanserta juga berfungsi sebagai antibiotik bagi ayam. Bisa juga diberikan rebusan Temulawak sebagai minumnya dan ketersediaan pakan kalau ayam DOC sampai 30 hari dalam kondisi tersedia secara terus-menerus (ad libitum). Ini saya lakukan ketika ternak ayam Arab petelur dan hasilnya sangat bagus tanpa adanya tambahan vitamin yang lain dan juga daya tahan terhadap penyakit sangat bagus, tidak pernah dihampiri penyakit Flu Burung. Selamat mencoba

  23. suli says:

    Salam kenal Pak Saeful….
    Salah satu kunci sukses usaha adalah tanpa monopoli, jika masih salah satu masih ada ketergantungan, artinya hasil yang di dapat tidak maksimal (biaya produksi tinggi), temuan pak parwito benar adanya, tidak cuma hewan, manusiapun jika rutin sebut saja berbagai ramuan herbal sesungguhnya akan lebih bagus untuk di terapkan. banyak inovasi pakan, pakan buatan sendiri, banyak peternakan itik petelur memakai bahan yang banyak tersedia di alam/ ikan laut rucah. sapi limousin tidak harus mengkomsumsi pakan pabrik, namun pakan buatan sendiri/limbah pertanian …hanya perlu perlakuan lebih(fermentasi), domba texel juga sama….
    Ayo sama sama hindarkan usaha kita dari monopoli, bagaimana membangun ketahanan pakan ternak kita sendiri tidak tergantung fluktuasi harga pakan di luar supaya kita tidak jantungan, contoh sedikit bagi peternak…..maaf izin lepas dari pakem…..saat musim kemarau…kita kelabakan mencari pakan ternak, namun tiga bulan yang lalu kita panen jagung….pertanyaaan??bisakah kita menggiling saja (chopper)tanaman jagung beserta jagungnya yang belum terlalu tua(batang dan jagung masih hijau) dan di lakukan fermentasi/silase ??
    Limbah pertanian kita terlalu banyak ‘hanya’ sedikit termanfaatkan ‘hanya’ perlu otak kita samakan dengan otak peternak australia
    Maaf sekali lagi Pak Ihsan nempil rubrik MOL di selingi dunia peternakan

    salam sukses selalu

  24. selebah says:

    Saya sangat tertarik bapak,terimakasih atas artikelnya.saya sedang mencoba membuat berbagai mol untuk saya aplikasikan pada tanaman padi saya yang tidak pernah bagus,,,hehe,,,,,

    saya ingin bertanya juga,waktu kemar+n-kemarin saya coba membuat MOL keong mas, bahan saya kurang satu yaitu air kelapa,jadi saya hanya menggunakan:
    keong mas,air cucian beras dan gula merah.dan sudah saya aplikasikan di tanaman padi saya dengan dosis 1 ltr MOL saya campur 14 ltr air tawar.

    Yg ingin saya tanyakan,apa ciri-ciri MOL keong mas yang sudah jadi/tidak gagal dalm pembuatan?

    Yang saya bedakan dari MOL yang saya buat benar-benar jadi atau tidak hanya dari segi bau/aroma.aroma tidak menyengat,tapi jika terkena kulit secara langsung,susah sekali hilang baunya,apakah MOL keong mas yang saya buat bisa dikatakan jadi?

    Terimakasih

    • avi says:

      salam kenal pak tawon eh lelebah,ciri ciri mol yg berhasil adl adanya aroma harum walaupun harumnya beda dg parfum,bila diaplikasikan maka akan terlihan tanaman lbh subur meskipun tk secepat spt pemakaian kimia.Memang mol mol atau poc bila terkena kulit susah sekali hilang baunya meskipun sdh dicuci berkali kali kadang aroma msh melekat sampai beberapa hari.

      • Nur kialim says:

        Assalam mualaikum ihsan,
        Maaf pak jika di perkenankan saya mau gbung krn saya sgat bnga menjadi anak petani pak. oh ya pak, kalau membuwat Mol dari smw jenis buah2an bgus gk pak dn apa ja yg harus di cmpurkan pak? dn bgemana cra aplikasiny kalau mau di semprotkan pada tanaman padi dn paplawija pak
        brapa lama kah mol trsbt siap dipakai atau suda jadi pak?
        kmi sgenap kluarga minta tlg infony pak
        salam knal pak ishan saya nur khalim salam sukses petani indonesiya makmur

      • Mekarsari says:

        jadi suseh ya maz ..di ajak ngapel.

    • NURMANIHSAN says:

      Secara umum, tanpa air kelapa, pembuatan mol sudah sesuai kriteria pak lelebah.
      Cuma memang, untuk MOL keong mas agak lain. Harus banyak “unsur manis” seperti gula pasir/merah/molase/buah maja/dll. sebab yang diproses adalah daging.
      untuk MOL keong mas bila mengharapkan bau tape yg khas agak susah, kecuali penambahan molase/buah maja agak banyak.
      Tuk dosis, saya kira 1-2 gelas/tangki sudah cukup pak. tks

      • selebahraya says:

        Wah jadi lega,,,terimakasih banyak Bpk avi dan Bpk nurman atas penjelasanya.saya mengerti tentang MOL ya di blog anda ini,sekalilagi terimakasih banyak.

        Saya sudah melihat hasil pengaplikasian MOL yang saya buat Bpk avi dan Bpk Nurman,memang tanaman padi saya tidak bagus,waktu itu daun menguning tapi tidak saya tambahkan pupuk kimia hanya saya semprotkan MOL sampai hari ini.hasilnya,memang daun tidak sehijau sepeti saat di beri pupuk kimia.menurut pengamatan saya daun muda yang tumbuh agak tebal dan kelihatan kokoh.dan hari ini padi saya mulai berisi malainya.saya hanya tinggal menuinggu hasil gabah yang insyaalloh bernas ,karna saya aplikasikan MOL buah T kali.dan saya juga merasa malai lebih panjang dari musim yang telah lewat.karna saya menggunakan benih yang sama.

        Saya akan selalu pantau BLog ini untuk jadi pembimbing saya.terimakasih

  25. selebahraya says:

    Mf Bpk,ingin bertanya sedikit. Berapakah jumlah maksimal anakan padi ciherang per 1 bibit padi menurut sepengetauan Bpk” sekalian ?

  26. Mbahe Rifqi Hasna says:

    Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh.
    Alkhamdulillah kami ucapkan syukur kehadirat ilahi atas petunjuknya kepada saya yang sudah udzur ( kelahiran tahun 51) ini setelah tahu internet dan tidak sengaja menemukan web ini. Langsung jadi jatuh cinta setiap hari saya mesti berkunjung lho !!!
    Kepada sahabat sahabat di kampung blok ceritanurmanadi saya ucapkan salam kenal dan mohon ijin utk bergabung serta terima kasih atas kebaikan sahabat / ikhwan yang telah sudi menularkan ilmu yang bermanfaat lewat blok ini. Semoga Allah Azza wa jalla memberikan balasan yang berlipat ganda dan semoga pengisi blok ini tidak bosan menyampaikan ilmunya.
    Wassalam

  27. efendy manan says:

    Monggo silahkan gabung pak Rifqi hasna.Tidak ada kata terlambat pak..disini kita saling berbagi pengalaman dalam dunia pertanian.InsyaAllah nanti banyak sahabat yang akan mau sharing pengalaman.

  28. Upin Pmk says:

    Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh.
    ijin bergabung pak efendy manan,saya tertarik sekali dengan cerita,pengalaman dalam pertanian .

  29. efendy manan says:

    Assalamualaikum mas Nur Kialim….
    Kalau membuat MOL sebaiknya mencari bahan-bahan yang lengkap tidak hanya buah2x saja..seperti MOL keong mas/bekicot,MOL bonggol pisang,MOL rebung bambu utk masa vegetatif….untuk pengisian bulir/generatif bisa dipakai MOL buah untuk meningkatkan kebernasan bulir…saya yakin ditempat mas bahan2x tersebut diatas melimpah dan mudah diperoleh.Untuk cara pembuatan cukup mudah…bisa dicari dalam artikel pada blog ini…
    Terima kasih

  30. Abdullah says:

    Assalamu’alaikum wrahmatullahi wa barakatuh
    Mau Tanya Apakah bedanya anatara MOL dengan PGPR ya ?
    Apakah kedua duanya harus diaplikasikan ? Atau bila salah satu dari keduanya sudah ada yang satunya tidak perlu ? Terima kasih.
    Wassalamua’alaikum warahmatuulahi wa barakatuh.

  31. efendy manan says:

    Waalaikumsalam mas Abdullah….
    Secara garis besar MOL dan PGPR adalah sama karena sama2 menghimpun mikroba-mikroba baik utk meningkatkan pertumbuhan tanaman atau bisa juga sebgai dekomposer….dan melalui proses fermentasi.Namun jika melihat bahan pembuatannya maka MOL dan PGPR ada sedikit perbedaan..MOL bisa berasal dari Buah,Ikan,Keong,bekicot,rebung,Tape,bonggo pisang,sabut kelapa dll sehingga ada istilah MOL Ikan,Mol keong dll,tentunya berbeda bahan dasar akan berbeda pula fungsi dan aplikasinya.Sedangkan PGPR berbahan dasar Mikroba-mikroba baik yg menghuni area perakaran…dan fungsinya adalah meningkatkan efisiensi akar “mencari” makanan,menekan perkembangan patogen/penyakit akar dll.Bahan dasar yg biasa digunakan utk PGPR misalnya akar bambu,akar putri malu,akar rumput gajah,akar titonia dll..utk pembuatannya bisa dicari di blog ini baik MOL maupun PGPR..TKS Wassalam

  32. avi says:

    mol=mikroorganisme lokal,pgpr=plant growth promoting rhizobacteria(bakteri yg memacu pertumbuhan akar)

  33. linasantika92@ymail.com says:

    pa tolong saya pengen tau buat mol dari urin hewan

  34. selebahraya says:

    Asskum pak admin…

    Musim tanam ini saya 100% mengunakan MOL yg saya pelajari di sini,dengan harapan dapat menekan 50% penggunaan pupuk kimia. Biasanya saya menggunakan pupuk kimia antara 125 kg-150 kg untuk lahan 2000 meter persegi.
    Tanaman padi saya hari ini berumur 40 hst dan pemberian pupuk saya hentikan hanya menggunakan 1 karung NPK phonska+2 ember urea.hanya saja ada kendala saat ini,yaitu terserang pengerek batang.sudah saya kasih regent 2x penyemprotan kok masih ada aja ya sundepnya.padahal saya udah mulai itung2 anakan padi,tp sepertinya meleset.

    Dan saya aplikasikan juga fermentasi urin sapi+gadung+buah maja

    Mohon penjelasan tentang pengendalian penggerek batang yg ramah lingkungan.karna saya sedang berusaha searif mungkin d tanah sawah saya.

    Cara tanam saya pendekatan metode s.r.i dengan jarak tanam 25×25 ,dari 1-2 bibit udah beranak rata2 20 anakan.
    Populasi tanaman 160×160 rumpun

    Mohon bantuan ilmunya, terimakasih

    • NURMANIHSAN says:

      trim pak selebah,
      seperti kita ketahui, Penggerak batang memang salah satu hama utama tanaman padi. boleh dibilang ini hama laten tanam padi.
      apalagi, sampai saat ini, blm ada varietas padi yg tahan pengerek batang. jadi potensial sekali terkena sasaran serangan hama ini.

      sblm upaya pestisida dilakukan, maka hal utama adalah memasukkan jerami/sekam kedalam sawah sbb jerami banyak mengandung Kalium, sedangkan sekam banyak mengandung silika. dng demikian tanaman padi akan berbatang kuat. dampaknya penggerek batang akan kesulitan menggerek batang padi,,,
      kemudian, jadikan lahan sawah sehat shg agroekosistem sawah akan banyak musuh alaminya. bila banyak musuh alami, kalau pun ada serangan sangat kecil sekali.
      bila serangan sedikit sekali, dan kita melihat padi kena tanaman yg baru saja kena, tarik saja anakkan yg kena tsb, biasa masih ada ulat penggereknya.
      salah satu pengendalian adalah dng cara lampu perangkap di malam hari.

      selanjutnya ajak petani lain tanam serempak. tks

      • selebahraya says:

        Terimakasih atas penjelasanya pak.

        Oh ya 1 lg pertanyaan pak. Dulu saya udah pernah membuat MOL buah,air cucian bera7 gula buah.dan saya puas dengan hasilnya. Tapi musim ini saya membuat MOL buah dengan bahan buah maja buah air cucian beras dan udah jadi MOL.aroma MOL saat fermentasi menyengat bau alkohol.tp aroma khasnya buah maja. Pertanyaanya adalah.

        APAKAH MOL BUAH SAYA TETAP MEMILIKI KASIAT YG sama dengan 3 bahan saya diatas ?

        Soalnya pertamakali membuatnya tanpa buah maja tapi menggunakan gula merah aromanya aroma buah yg saya gunakan .tp kali ini aroma buah maja

        sekian terimakasih Bpk

        Pada tanggal 04/03/14, OKSIGEN PERTANIAN – Satu Tanaman Tumbuh dari Tangan Kita Kemudian Mengeluarkan Oksigen. Bila Kita Ikhlas , Berbuah

      • Khayan says:

        Selamat siang Pak. Mau tanya, kalau insektisida nabati yang ada dipasaran Azadrin (maaf saya sebut merek) bila aplikasinya dicampur dengan MOL bisa merusak MO tidak?

  35. efendy manan says:

    Buat pak Khayan…selama itu kandungannya bukan racun sintetis maka bisa dicampur dengan MOL atau pupuk hayati lain…

    • Khayan says:

      Maaf nih pak saya masih penasaran dengan aplikasi MOL yang dicampur pestisida nabati. Misalkan pakai ekstrak gadung, manusia dan hama saja bisa pusing-pusing apalagi sahabat kita yang super mini itu, apa tidak sekarat jadinya?

  36. efendy manan says:

    Betul pak khayan….walau terlihat remeh dan murah tapi pestisida nabati ampuh dan tidak menimbulkan resistensi pada hama…namun kelemahannya harus diaplikasi secara rutin karena mudah terurai di alam.

  37. Tiar says:

    Salam kenal Pak Nurman.
    Saya bukan dr keluarga petani & belum tau cara bertani.Pengin jd petani.
    Yg mau saya tanyakan,apakah bertani organik dpt langsung diterapkan pd lahan/sawah yg boleh dikatakan rusak karena selama ini pakai pupuk/pestisida kimia ?

  38. Surya says:

    Ass pak efendy,mas avi,pak nurman.apa mol nasi tidak boleh disemprotkan ke padi mengenai daunnya,harus perakarannya?krn katanya klo mol nasi kena daun bisa layu/mati?apa boleh mol nasi dijadikan starter dalam pembuatan poc dari urine manusia?trims

  39. Pingback: kegunaan cocopeat | cvanekausaha

  40. putut ngawi says:

    blog yang sangat bagus pak,,,,,

  41. muhammad faruq says:

    Assalamualaikum,slm knl mas! Air cucian beras jk dikumpulkan dan tersimpan lama apa bs di gunakan buat MOL? Mohon penjelasanya mas trims

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s