PUPUK KIMIA UREA

SISI LAIN TENTANG PUPUK KIMIA UREA
 Penulis : Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP DEPTAN di BANTEN )

Pada tulisan saya sebelumnya, saya sudah menjelaskan tentang pupuk urea dan pupuk ZA. Pada kesempatan kali ini, saya akan menceritakan atau menjelaskan pupuk kimia urea dalam sisi yang berbeda,,,

Rumus Kimia Pupuk Urea

Rumus kimia urea adalah CO(NH2)2. Dengan rumus kimia ini, akan diketahui berapa kandungan N di dalamnya. Seperti kita ketahui, kandungan N dalam pupuk urea adalah 46 %.

Cara perhitungannya seperti ini :

CO(NH2)2 kalau diuraikan menjadi unsur  kimia adalah C, O, 2N dan 4H. Tiap unsur kimia punya nomor atom dan berat atom tersendiri. Untuk C=12,O=16, N=28 dan H=1.

Jadi, unsur N nya adalah sbb :

2N/(C+O+2N+4H) x 100 % = 46,67 %

Jadi kandungan N dalam pupuk kimia urea, tepatnya 46,67 %.

Sifat Pupuk Kimia Urea

Pupuk kimia urea adalah pupuk tunggal yang memiliki hara makro N saja. Pupuk ini punya sifat mudah menguap (hilang) dan mencair.

Coba masukkan pupuk kimia urea di piring, kemudian ditletakkan di tempat terbuka. Taklama kemudian, di pupuk tsb akan ada bagian yang mencair dan menguap. Sehingga, bila dibiarkan terus pupuk tsb akan habis.

Dengan kejadian  di atas, jelas sekali rumus kimia pupuk tsb akan berubah. Atau mudah sekali berubah.

Bagaimana kalau rumus kimia pupuk urea berubah

Kalau bicara rumus kimia, bisa bikin pusing kepala. Tapi nga pa-pa kok, untuk yang satu ini mudah dipahami.

Kita ambil contoh air. Rumus kimianya adalah H2O. Bila komposisi rumus kimianya berubah saja maka sudah tak dinamakan air lagi.

Begitu juga dengan pupuk kimia urea. Disebut urea karena kandungan N nya sebesar 46 %. Tapi, bila dalam 1 karung ada yang mencair dan menguap maka susunan rumus kimianya akan berubah. Bila demikian, pupuk tsb bukan lagi disebut pupuk  kimia urea. Entah disebut apa?

Secara zhohir bisa disebut pupuk kimia urea tapi secara isi bukan. Sama seperti kedelai impor, tetap saja disebut kedelai walau kandungan proteinnya telah turun jauh. Atau kata seorang peneliti pemulia kedelai dari Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), Harry Is Mulyana yang menyebutkan bahwa kandungan proteinnya telah disedot sebelum dikirim ke Indonesia,,, baca tulisan bahaya kedelai transgenik

Disinilah dilematisnya, melihat realitas yang ada di lapangan dan sifat yang dikandung pupuk urea tsb.

Biasanya, pupuk kimia urea, sebelum dimasukan ke dalam karung, dilapisi/dilindungi dengan plastik kedap air dan udara. Bagitu dibuka, kemudian lupa ditutup lagi maka sangat mungkin akan ada yang berubah.

Apalagi, pupuk kimia pada umumnya sering berpindah-pindah tempat. Dari pabrik ke distributor. Terus ke agen. Lari lagi ke kios. Dan ke konsumen. Proses pindah ini perlu diangkut dan diletakkan kedalam kendaraan. Kemudian diturunkan kembali. Minimal ada 4-5 kali pindah. Bisa jadi, selama proses pindah angkut tsb terjadi robek, kena matahari, kena hujan, dll. Sehingga komposisi kimianya pun akan mudah berubah.

Pernah, ada seorang trainer di NOSC yang bernama Pak Iwan yang mengambil sampel urea di kios pupuk. Kemudian, dia menguji kadar N nya di Laboratorium. Seharusnya kan 46 %.

Setelah dapat h asilnya, dia kaget: kok kandungan N nya Cuma 18 %.

Nah lho, kok bisa?

Bisa jadi, ini karena sifat pupuk kimia urea ini yang mudah menguap dan mencair ini. Jadi, rumus kimianya mudah berubah.

Sebenarnya, namanya rumus kimia sudah bersifat baku. Bila sedikitnya saja berubah kmposisinya, maka pupuk tsb namanya bukan lagi pupuk kimia urea.

Tak Langsung diserap Tanaman

Ada sebuah pertanyaan, apakah pupuk kimia urea bisa langsung diserap akar tanaman?

Menurut pemahaman saya, pupuk ini tak langsung diserap oleh akar tanaman. Pupuk urea yang berbentuk CO(NH2)2 harus diurai dulu sebelum diserap akar tanaman. Dengan bantuan air dan udara, terjadi beberapa kali proses kimia. Dari CO(NH2)2 akan berubah menjadi nitrit . Kemudian terurai menjadi nitrat.

Makanya, pupuk ini baru akan terlihat hasilnya sekitar  1-2 hari kemudian.

Makanya, ada petani yang bernama H. Haerudin menceritakan pengalamannya,

“kalau pake pupuk kimia urea, hijaunya nga lama, Pak Nurman. Lain kalo pake pupuk NPK kujang, hijaunya agak lama”

Ya itu tadi, karena sifat urea yang mudah mencair dan menguap.

Tanah Akan Rusak

Teranyata, setelah proses kimia dilalui, akar tanaman tak langsung bisa menghisap unsur hara tsb. Dalam kondisi tsb, dibutuhkan kondisi/lingkungan yang “asam” agar bisa diserap oleh akar tanaman. Makanya, bila tanah sering dan banyak dipupuk kimia urea, maka pH tanahnya akan rendah. Dengan pH yang rendah inilah menunjukkan tanah bersifat asam.

Apakah itu saja? Tanah juga akan jadi liat. Bila tanah sudah liat, maka pori-pori tanah akan menyempit, sehingga air dan udara (aerasi) akan susah masuk kedalam tanah. Begitu juga hara pupuk yang lain. Pada saat yang bersamaan, air di dalam sawah tsb akan mudah keluar. Ini bisa dilihat dari Uji Daya kapiler tanah.

Makanya, bila tanah tak diberikan pupuk kompos atau sedikit diberikan pupuk  kompos akan mudah retak. Sebab air sukar masuk kedalam tanah, sebaliknya, air yang ada di dalam tanah tsb mudah menguap.

Begitu juga dengan KTK (Kapasitas Tukar Kation), kalau kita menggunakan pupuk kompos yang cukup maka akan mudah diserap oleh akar tanaman dalam bentuk kation-kation ini ( plus/ + ). Akar tanaman secara alami akan mengambil hara yang dibutuhkan saja, walaupun pada saat itu banyak sekali hara makanan.

Artinya, akar tanaman akan selektif memilih hara yang dibutuhkan. Bila dia butuh hara tertentu, akar tsb akan menghisapnya, dst dst.

Tapi bila, pakai pakai pupuk kimia urea, lain ceritanya, senyawa nitrat dalam kondisi min (-). Oleh sebab itu, dibutuhkan kondisi asam agar bisa diserap akar tanaman. Dalam kondisi ini, sebetulnya akar tanaman dipaksa menyerap hara tsb. Dengan demikian, akar tanaman tak punya daya selektif lagi. Bahasa sederhananya, seakan-akan tanaman tsb “diinfus” dengan selang agar hara urea tsb masuk,,,

Menghasilkan Gas Metan

Dalam proses terurainya pupuk  kimia ini, dihasilkan yang namanya Gas Metan (CH4). Gas ini sangat berbahaya. Gas ini, dalam jumlah banyak bisa menyebabkan suhu di permukakan bumi meningkat. Apa yang terjadi?

Kita mungkin sering mendengar istilah “efek rumah kaca” yang bisa menimbulkan pemanasan global. Dan ini berakibat, sebagian es di kutub akan mencair. Sehingga, ketinggian permukaan air laut akan bertambah.

Pikiran saya langsung tertuju pada petani organic. Saya jadi semakin salut dengan petani organik. Sungguh indah dan mulia cara bertanam mereka : lingkungan lestari, bumi tak rusak dan hasilnya tinggi.

Seharusnya, pemerintah memberikan perhatian pada mereka. Pada satu sisi, bisa menjaga kelestarian alam.

Dari sisi yang lain, tak memakai uang subsidi pupuk. Harusnya, sebagian subsidi pupuk diberikan kepada mereka. Agar organisasi/LSM/dll yang bergerak ke organik dapat terus bermunculan,,,

Dan, cita-cita besar NOSC sendiri, menurut penuturan Pak Ahmad Jatika sewaktu ngobrol dengan saya adalah agar NOSC hadir di tiap kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Uji Kadar Hara

Ada cara mudah, untuk mengetahui apakah pupuk kimia urea mempunyai kadar hara yang mumpuni ?

Coba sediakan: pupuk kimia urea, MOL/POC, bonggol pisang ada yang busuk, buah maja yang isinya dah hitam, molase, air sumur, terong ada yang  busuk

Uji bahan-bahan tsb dengan alat sederhana berupa bola lampu. Lampunya harus 100 watt. Saya dan teman-teman pernah melakukannya. Dan hasilnya:

Air : bola lampu tak menyala

Bonggol pisang : menyala sedang

Isi buah maja : menyala sedang

Molase : menyala sedang

Terong : menyala kecil

MOL/POC : menyala terang

Pupuk kimia urea : tak menyala

Apa artinya ini ???

Ternyata, pupuk kimia urea tak lebih baik dari bonggol pisang, isi buah maja, terong yang agak busuk. Apalagi bila dibandingkan dengan MOL/POC.

MOL, selain berupa larutan elektrolit juga terdapat miliaran mikroorganisme.  Jadi, nyalanya terang sekali,,,

Bagaimana Selanjutnya

Menurut saya, pupuk kimia urea tetap mempunyai manfaat dan peran bagi pertumbuhan tanaman. Tapi, bila dipandang dari sisi lain, kerugian yang ditimbulkan dari penggunaan pupuk kimia ini jauh lebih besar.

Bila ingin tetap menggunakan pupuk kimia, gunakan pupuk kompos juga, minimal 2 ton/ha. Ganti pupuk urea, dan gunakan pupuk NPK yang jumlah kandungannya lebih lengkap bagi pertumbuhan tanaman.

Tetap saja, yang terbaik adalah menggunakan pupuk kompos dan MOL/POC buat tanaman kita. Apalagi, kalau MOL dan pupuk kompos tsb buatan sendiri.

Jadi ingat syair sebuah lagu : Aku cinta buatan Indonesia,,,

Bagaimana kalau syairnya begini : Aku cinta buatan MOL sendiri,,,

About these ads

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in ABOUT TANAMAN PADI, PEMUPUKAN. Bookmark the permalink.

6 Responses to PUPUK KIMIA UREA

  1. suli says:

    Pak Ihsan ….
    Ketika sampai bacaan uji kadar hara dengan bola lampu, terlintas dalam benak saya akan salah seorang inovator negeri ini dan salah satu pegiat energi alternatif, Bapak Soelaiman Budi Sunarto, salah satu inovasinya pupuk ion 200 watt dari urine manusia, yang sampai sekarang saya terapkan di model pertanian saya.

  2. herly sulistyo says:

    SALUUUUTTT…
    SAYA BENAR2 SALUUUUTTTT..
    MOHON IJIN SHARE FB

  3. selebahraya says:

    Salam kenal,urea memang mudah banget menguap.dan saat pengiriman banyak sekali yang hilang terutama para kuli” nakal.urea 1 sak beratnya rata” hanya 40 kg saja

  4. sutopo says:

    saya juga buat urine kelinci 15 liter;tak bandingkan dengan urin saya sendiri ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s