PADI PARIKESIT DAN PADI BUNDA

PADI BSM DAN PADI PARIKESIT
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP DEPTAN BANTEN )

Di dalam blog ini, saya sudah pernah membahanas tentang Padi Bunda ( padi BSM – Bunda Sri Madrim ) dan juga Padi Parikesit.

Alhamdulillah, saya juga sudah melihat langsung kedua tanaman tsb. Melihat malainya keluar. Melihat malainya yang rata-rata panjang. Melihat malainya dengan jumlah bulir sangat banyak.

Bahkan untuk padi parikesit, saya juga sudah melakukan ubinan di sawah Pak Pulung.

Kedua padi super tsb ( dalam hal panjang dan jumlah bulir malai ) saya juga telah menanamnya. Menanam di areal terbatas: di pot. Pot dengan diameter cuma 30 cm.

Untuk padi bunda, umur sekitar  35 hst. Dengan 1 bibit, anakkannya baru 14.  Empat  hari kemudian, jumlah anakkan bertambah jadi 19. Semoga saja jumlahnya mencapai 25-30 anakkan. Dari jumlah anakkan tsb, semoga 75 % nya menghasilkan malai yang produktif. Amin.

Padi bunda dengan media terbatas dan pot yang tidak besar, menghasilkan jumlah anakkan sampai 19, menurut saya sudah cukup banyak. Karena memang karakter anakkan padi bunda  menurut perakitnya  memang demikian:  tak banyak. Makanya disarankan ditanam dengan bibit banyak dan rapat.

Jadi, secara tidak langsung bisa mematahkan karakter padi bunda tsb yang tak menghasilkan jumlah anakkan yang banyak. Ternyata, dengan 1 bibit 1 lubang tanam bisa dihasilkan jumlah anakkan yang banyak. Demikian pula yang terjadi di NOSC, 1 bibit 1 lubang tanam.

Biasanya, padi bunda dengan 3-5 bibit/tancap mencapai anakkan 10-15. Jadi, anakkannya cuma 3-5/bibit. Makanya saya juga heran, kebutuhan benih untuk padi bunda kok direkomendasikan dengan kebutuhan benih yang banyak, bisa mencapai 30-50 kg/ha.

Sedangkan untuk padi parikesit, belum lama di tanam. Umurnya baru 3 hst. Cuma sayang, sebagian bibitnya diacak-acak tikus. Dasar tikus. Tapi, masih banyak bibit yang selamat untuk menenpuh hidup selanjutnya,,,

Antara Padi Bunda dan Padi Parikesit

Kalau saja saya diminta memilih, dari kedua varietas padi tsb, mana yang saya pilih ?

Jelas saya akan memilih bakso, sebab bakso adalah  makanan kesukaan saya. Hee

Memang, setiap varietas punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Begitulah karakter semua jenis varietas padi. Ada kekurangan dan kelebihan masing-masing. Bahkan juga manusia memiliki hal yang sama.

Padi Bunda

Kalau melihat penampilan padi bunda dari jauh, daun tanamannya terlihat hijau tua. Sewaktu saya di NOSC, daun padi sintanur terlihat agak hijau muda. Jadi sewaktu melihat padi sintanur dan padi bunda ada perbedaan dalam hal warna daun yang cukup mencolok.

Coba pegang permukaan daun padi bunda, kita akan merasakan kehalusannya bila sudah mengelus-elus daunnya. Berkali-kali saya lakukan, sebab menurut saya: sehalus sutra.

Secara nalar sederhana, mungkin warna daun inilah yang menyebabkan fotosintesis efektif, dengan daun yang lebar dan panjang dapat dihasilkan malai yang panjang.

Untuk bentuk gabah padi bunda agak panjang agak oval. Nah, karena bentuk gabah yang agak panjang oval inilah yang menyebakan hasilnya sangat tinggi. Bisa sampai 15,5 – 20 ton/ha.

Jenis padi panjang (indica) lebih disukai petani dan tengkulak. Sebab padi jenis ini cendrung berat. Padi dengan bulir panjang memang unggul dalam hal beratnya. Karena berat berhubungan dengan hasil, maka para petani senang menanam padi panjang.

Demikian pula dengan tengkulak padi, akan lebih suka membeli gabah panjang. Sehingga gabah padi panajng lebih mahal sedikit dibanding dengan padi bulat.

Padi Parikesit

Untuk ukuran tanaman, padi parikesit memang lebih tinggi sedikit dari padi bunda. Demikian pula untuk ukuran lebar daun.

Sama seperti padi bunda, dengan panjang dan lebar daun, maka fotosintesis efektif sehingga dihasilkan malai yang panjang. Jumlah bulirnya pun banyak. Saya pernah menghitungnya mencapai 522 bulir. Bahkan, menurut Pak Sucipto bisa mencapai 700 bulir.

Kalau warna daun, sama seperti warna padi pada umumnya. Permukaan daunnya, bila diraba agak kasar.

Tetapi, padi parikesit bisa dijadikan obat. Obat ???

Padi parikesit yang ditanam dengan pupuk herbal racikan Pak Sucipto ( beli paket benih + pupuknya) setelah diteliti ternyata mengandung : vitaman A tinggi, vitamin B1-B12, dll ). Demikian yang disampaikan Pak Sucipto kepada saya tentang padi ini,,,

Jadi, dengan mengkonsumsi beras/nasi parikesit selama 30 hari berturut-turut, bisa menyembuhkan beberapa penyakit. Ini hebat, nasi sebagai obat. Sambil makan nasi tak terasa makan obat.

Untuk lebih jelasnya silahkan hubungi Pak Sucipto di 0852 87942915 ,,,,

Cuma, bentuk gabah padi parikesit bulat. Seperti uraian di atas, padi dengan bentuk bulat cendrung hasilnya kurang berat.

Makanya, hasil tertinggi padi parikesit yang saya ketahui sekitar 12 ton/ha. Dengan rata-rata 9-10 ton/ha.

Tetapi, padi bulat (Japanica) unggul dalam hal lain: rasa. Rasa yang wangi. Rasa yang gurih. Rasa yang beda,,,. Maknya seawaktu makan beras sintanur organik di NOSC: lidah ini seperti menari-nari.

Sekali lagi, setiap varietas padi memiliki kelebiahan dan kekurangan masing-masing.

About these ads

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in ABOUT TANAMAN PADI, BENIH UNGGUL PADI. Bookmark the permalink.

10 Responses to PADI PARIKESIT DAN PADI BUNDA

  1. wahyudi p. says:

    sya tertarik dengan benih padi bunda..dimana saya bisa mendapatkan/memesannya…??

  2. efendy manan says:

    Betul mas Nurman,memang padi jenis bulat lebih eksklusif dari pada padi ramping panjang.Kita masih ingat jenis rojolele,pandanwangi,sintanur,parikesit,cilamaya muncul,mentik dari segi cita rasa tiada duanya he3x.apalagi dibudidayakan dengan full organik,selain enak sehat pula..sehingga bisa menaikkan harga jual.Untuk daerah jatim memang mayoritas masyarakat lebih menyukai beras ramping panjang.

    • ardhy says:

      ikut nimbrung neh pak..kalo di t4 ku umumnya rasa bukan no 1.tapi berat gabah yg utama.karena mayoritas petani langsung menjual padinya ke tengkulak..mungkin hanya 2-3 kwintal aja di bawa pulang ke rumah.

  3. suli says:

    Ada baiknya padi di bawa pulang dulu, di jemur dan di simpan di lumbung sebagai
    -Padi istirahat dulu setelah kepanasan 4 bulan di sawah
    -Stok benih
    -Tabungan
    -Persiapan jika puso/gagal panen/pageblug/hama penyakit/kekeringan
    -Makan sehari sehari anak cucu buyut
    -Jika ada tetangga yang mau pinjam, jangan di beri bunga
    -Jika masih tersisa bisa di jual
    (sumber : Serat centhini 9 karangan KGPA Anom Amangkunegara III)

  4. hasan bisri says:

    saya telah tanam padi BSM 2 x tanam hasilnya luarbiasa, saya tanam luasan 7500 m2 menghasilkan panen GKS 9,9 ton, padahal sebelum2 hanya maksimal hasilkan 4 ton saja dg jenis ciherang, saya tanam dikasih sama pak Prof Hariyadi sebanyak 20 kg gratis katanya suruh nyoba dan saya juga diberi nutrisi berupa cairan yg disuruh nyemprotkan seling 7 harian,,,,saya mengucapkan terimakasih banyak kepada Prof Hariyadi yg berbaik hati pada petani seperti saya

  5. imam says:

    sedia bibit bunda sri madrim ,stock 1 ton,bisa hubungi imam gunawan 081902564717

  6. Alif klaten says:

    Mt 2 kmarin panen bsm dg luas 1100m dapat 950kg GKP
    tpi syang ktika diselip brasnya 65% patah , Pupuk pakai npk phonska 50 ,
    urea 10kg , multi zpt,ga 3, ppk multi npk 1kg ,mkp 1kg . mohon sarannya biar hsilnya lbih optimal & brasnya g ngapur + g patah

  7. wahudi says:

    wah… mf saya sangat tertarik dengan bibit parikest, untuk itu tak mencoba…boan bisa sukses nih, tolong bisa pesan bibitnya sama siapa y?

  8. efendy manan says:

    Coba hub mas nurman ihsan.Mungkin beliau msh memilikinya…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s