NPK MUTIARA

NPK MUTIARA + PUPUK DAUN + FUNGISIDA + INSEKTISIDA
Penulis : Nurman Ihsan, SP

Dalam dunia pemupukan, terutama tanaman padi, pupuk NPK Kujang, NPK ponska dan NPK pelangi adalah pupuk majemuk yang cukup familiar di kalangan petani. Sebab ke-3 pupuk ini adalah pupuk majemuk yang mendapatkan subsidi dari pemerintah.

Itu berarti selain ke-3 merk pupuk majemuk tsb, harga pupuk majemuk lainya tidak disubsidi. Karena tidak disubsidi maka harganya mahal. Selain itu ada NPK yang cukup dikenal di kalangan petani, namanya NPK mutiara.

NPK Mutiara (16 16 16 )

Mengapa saja buat judul NPK mutiara ? ini bukan karena saya penjual NPK mutiara. Belum lama saya membeli NPK ini, harganya 12.000/kg. Memang ada NPK mutiara yang dijual dengan harga 8.000-8.500/kg. Mengenai keasliannya, memang agak diragukan.

Lantas apa?

Sebab, ada beberapa petani yang menggunakan NPK ini bukan  sebagai pupuk tabur, melainkan sebagai pupuk daun.

Kok gitu ? bagaimana cara dan aplikasinya?

Pupuk ini dilarutkan sampai mencair ( bisa juga ditumbuk terlebih dahulu ), kemudian ditambahkan pupuk daun. Apakah cukup itu saja ?

Ternyata tidak, dioplos lagi dengan fungisida dan insektisida ( terutama yang sistemik ). Dengan perbandingan tertentu, ke-4 bahan tsb ( NPK mutiara + pupuk daun + fungisida + insektisida ) dicampur dan diaduk sampai merata.

Setelah itu, disemprotkan ke petak sawah. Biasanya dilakukan pada hari 20 hst dan 35 hst, batasannya sebelum masa generatif.

Ketika saya tanyakan hal tsb,,,

” ya, buat jaga-jaga saya pak Nurman, dari pada hama dan penyakit datang duluan, mending kita sempprot duluan ” begitu alasannya petani tsb.

” saya nga mau spekulasi, kalau sudah terserang nanti biaya malah makin besar,,, ” bagitu sambungnya lagi.

Ketika saya lihat petak-petak sawahnya, memang serangan hama dan penyakit agak terkendali. Begitu juga dengan tanamannya, terlihat subur. Sememntara di petak-petak sawah milik tetangganya : banyak malai padi kena beluk.

Apalagi varietas yang ditanam adalah inpari 10. Benihnya hasil mix antara inpari 10 dan sidenuk. Malai-malainya panjang. Begitu menggoda.

Walang Sangit

Untuk hama ini, saya lihat dengan aplikasi di atas tak cukup manjur. Ini terlihat, banyak juga malai padi yang jadi korbannya. Apalagi, musim ini adalah MT-1, sehingga serangan walang sangit begitu merepotkan.

Bagaimana Cara Seperti Itu ?

Ketika ada yang bertanya, apakah cara seperti itu boleh ?

BOleh tidaknya hal tsb, biasanya ditentukan oleh cara berfikir para petani.

Sebelum saya jawab, di sana saya tidak menemukan adanya laba-laba, kaatak, dll. Artinya apa ?

Dengan cara tsb, ekosistem jadi tak seimbang. Banyak predator yang mati. Otomatis, yang bermain adalah “hand sprayer”. Ada hama langsung disemprot. Begitu seterusnya,,,

Saya adalah insan yang mendahuluan keseimbangan alam. Insan yang mencoba memberikan pemahaman bahwa sawah butuh ekosistem yang dinamis. Ekosistem yang menjadi habitat bagi semua makhluk hidup.

Dan juga, ekosistem yang bersahabat dengan lingkungan. Ekosistem yang bersahabat dengan kesehatan. Ekosistem yang bisa bergandengan tangan dengan manusia,,,,,

Bila ekosistem seimbang: katak bernyanyi, laba-laba membuat jaring, cacing-cacing membuat pori-pori tanah lebar, ikan-ikan kejar-kejaran, dll. Maka tiba saatnya tanaman akan memberikan hasil terbaik bagi pemiliknya,,,,

About these ads

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in ABOUT TANAMAN PADI. Bookmark the permalink.

35 Responses to NPK MUTIARA

  1. ali says:

    NPK Mutiara disini banyak digunakan untuk pemupukan durian, manggis, jati, kelapa dll pak Ihsan.. Kalau untuk padi mayoritas memakai npk phonska. Faktor harga.

  2. hnif says:

    pak Ihsan.
    apakah ada perbedaan kwalitas yg mencolok dari pupuk NPK mutiara dengan NPK phonska( bersubsidi)?

    • NURMANIHSAN says:

      Yg jelas kualitas harga mas hanif, hee
      coba taro ppk ponska di lantai, dalam hitungan kurang dari 1 hari, lantai akan basah. Bila lewat 1 hari lebih dikit, coba ambil dan pencet dng jari telunjuk dan ibu jari. Akan mudah hancur. Apa artinya? kandungan haranya mudah berubah. Kemudian daya rekat ppk tsb kurang.
      COba bandingkan NPK mutiara?
      wajar saja, sbb ppk ponska bersubsidi, harganya bisa 3-4 kalinya mas.
      Sy cerita ppk mutiara sbb ppk ini oleh petani tertentu bisa dijadikan “ppk daun”. Apaalgi bila di campur dng ppk daun.

  3. cantrik says:

    Teman saya, pakai npk mutiara ditambah gandasil d + green tonic untuk penyemprotan padi nya pak Ihsan. Memasuki masa bunting, gandasil d nya diganti gandasil b. Saya lihat hasilnya bagus. Maaf g bermaksud promosi lho..

  4. Asep gunawan says:

    Npk mutiara+pupuk daun,kira kira perbandingannya berapa pak?

  5. sonny says:

    untuk campuran pestisidaX kira kira brp kg pupuk mutiara dlm 1ha.apa sama cara,dosis pemberian pupuk untuk tnaman padi jenis inpari sama padi jenis 42(160 hari).sebab kebanyakan padi jenis 42,sido muncul yang ditanam petani didaerah saya,tolong jawabannya pak?.

  6. heri says:

    pak sebener nya membutuhkan waktu berapa lama pospat dan kalium bisa diserap oleh tanaman padi

  7. efendy manan says:

    Phospat dan kalium adalah unsur hara yang mobile dalam tanah jika tidak terlarut akan mengendap/tersedimentasi dalam koloid tanah.oleh karena itu tanah kita sebenarnya sudah “penuh”dengan phosphat dan kalium karena bertahun2 memakai NPK kimia.Masalahnya adalah 2 hara tersebut tidak bisa terlarut dengan baik dan diserap dg cepat oleh akar tanaman.sehingga diperlukan mikroba pelarut fosfat dan kalium.Disinilah arti penting Pupuk kandang/kompos,jerami,pupuk hayati untuk mempercepat pelarutan phospat dan kalium.

  8. ferdi says:

    npk mutiara sip dah. apa lagi sama plant activator

  9. ATOSARTIm says:

    dosis per tangkinya berapa..?

  10. suherman says:

    Kalau buat rumput laut bagus tidak

  11. efendy manan says:

    Kalau pertangkinya sudah saya coba 1- 2 sendok makan pertangki,daun tidak gosong kog mas..

    • dito says:

      Pak Efendy
      Saya pernah coba semprot padi pakai KNO3 nyontoh temen saya padinya buagus dan bernas disemprot saat malai mulai bunting, tapi punya saya dua hari langsung kering merah berarti dosis kebanyakan ya .
      Terima kasih infonya, apa bisa KNO3 di semprotkan dosis apa sama

  12. efendy manan says:

    Ass mas Dito..
    Mungkin saja kebanyakan,mungkin saja kondisi daun sangat hijau dan kondisi tidak memungkinkan misalnya musim hujan.KNO3 memiliki kandungan N 13% sehingga terkadang jika musim hujan dengan kelebihan dosis membuat daun peka terhadap HDB….saran saya utk musim hujan bisa disubstitusi dengan MKP mas.

  13. rozal says:

    mau tanya mas2 sekalian..kita selama ini kan selalu beli pupuk tertera kandungan dalam pupuk :contoh NPK MUTIARA 16:16:16…yang artinya masing masing kadar Nitrogen,Phospor.Kalium 16 persen..klo d jumlah masing2 dari ketiganya 48 persen…yang 52 persennya itu apa????.Kawan saya bilang bahwa sisa dari kadar yanga ada adalah Garam..ini d buktikan dengan kawan saya dg merasa ppk NPK tsb dan ternyata rasanya ASIN sprti garam..klo begitu tidak salah tanah kita jadi keras dan susah menyimpan air..karena sisa dr presentase NPK tsb adalah garam…apa benar demikian..mohon invo nya…?????????????

    • Tubagus says:

      Sisanya kebanyakan adalah oksigen, yang menyebabkan tanah rusak adalah senyawa bersifat asam yang terkandung dalam pupuk, tanpa senyawa bersifat asam itu P dan K menjadi susah larut.

      Garam yang merusak tanah adalah garam yang mengandung Na (Natrium/Sodium) tinggi, ada garam yang menyehatkan tanah seperti garam Epsom (MgSO4), seperti kita ketahui Mg, S dan O merupakan hara makro.

  14. sutopo says:

    nyimak wae mas sambil belajar

  15. dayat says:

    ikut belajar ah mas2 semua. npk mutiara klo di pakai untk tanaman buah، spt: sawo،mangga dsb، bagus tdk? bagaimana penggunaannya?

  16. Narno says:

    Bagaimana jika NPK mutiara buat memupuk tanaman karet TM???
    Terimakasih

  17. aryo says:

    Kalo aplikasi npk mutiara pada sawah langsung disebar gmn kira2 hasilnya ya mz ihsan?ga usah di semprotkan dgn bahan yg lain apakah sudah mampu memberikan ketahanan hama pada tanaman padi?aplikasi untuk sawah 1ha

  18. patatang says:

    petani dari subang nih,lanjutkan infonya

  19. aryo says:

    Perbandingan hasil npk mutiara sbg pupuk hampir 50:80% jikalau dikalikan hasil nya lbh memilih npk mutiara untuk pemupukanya walau harganya mahal kan hasilnya juga lbh banyak 30% tadi saya rasa gak menjadi masalah karena hasilnya sesuai dan padi tahan akan penyakit hama, jamur,,

  20. bejo says:

    Pupuk NPK mutiara bisa dicampur dengan PRIMANU untuk semprot daun dan untuk pengocoran tidak ya ? Matur nuwun

    • NURMANIHSAN says:

      Secara umum NPK mutiara bisa dicampur dengan pupuk organik/hayati lainnya. Syaratnya selama bakteri2 tsb tidak mengalami kematian.
      Tetapi lebih baik bila dilakukan secara terpisah. Tks

  21. efendy manan says:

    Saya sih lebih pas jika di mix dengan pupuk khusus foliar misal nya MKP,Nitraphos,KNO3 karena lbh mudah terserap daun drpd NPK mutiara

  22. bejo says:

    Syukron mas Manan atas ilmunya yang sangat bermanfaat. Semoga primanu makin menyebar ke banyak petani pecinta pertanian organik !!!

  23. Anang says:

    Mas Nurman, apa benar Phonska juga mengandung Sulfur? Trims

  24. iwan prasetya says:

    mau tanya mengenai pupuk 3 mutiara karet distibutor atau pabriknya dimana ya?

  25. cebolgeger says:

    sy tak nyimak aja

  26. iwan says:

    Pak Nur, apakah Pupuk MKP / bulir boleh dicampur dengan pestisida Sistemik / Kontak? Makasih,,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s