OKSIGEN PERTANIAN

MEMAHAMI MAKNA OKSIGEN PERTANIAN
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP DEPTAN di BANTEN )

Mengapa di sebut Oksigen Pertanian

Mungkin ada pertanyaan, mengapa blog ini dinamakan Oksigen Pertanian ?

Dalam bahasa filosofis, perlu uraian yang agak panjang, dan saya tak suka itu.

Tapi, saya ingin menjabarkan dalam bahasa sederhana saja.

Begini ceritanya,,,

Ketika sinar matahari jatuh ke bumi, kemudian cahayanya mengenai daun tanaman. Nah, daun-daun tanaman ini membutuhkan energi matahari untuk proses fotosintesis. Dari proses inilah tanaman mendapatkan bahan makanannya. Dan dialirkan ke seluruh bagian tanaman.

Dari hasil fotosintesis inilah, salah satu yang dikeluarkan oleh tanaman adalah O2 (oksigen). Jumlah yang dikeluarkan dari setiap daun dari hasil fotosintesis saya tidak tahu. Tapi pasti jumlahnya sangat banyak. Itu baru dari 1 daun,,,

Di dalam tanaman, ada puluhan, rutusan, ribuan bahkan ada yang jumlahnya sampai lebih dari ratusan ribu. Dari daun yang banyak itu, berapa jumlah O2  (oksigen ) yang dilepaskan oleh 1 tanaman ?

Bila saja, kita menanam 1 tanaman kemudian tumbuh subur dengan banyak daunnya, apa jadinya?

Secara tidak sadar, kita turut menghasilkan O2 (oksigen) buat bumi ini. Kita menghasilkan O2 (oksigen) buat makhluk lain. Kita menghasilkan sesuatu yang paling dahsyat di alam ini yaitu oksigen. Sebab makhluk hidup terutama hewan dan manusia, dalam hitungan detik akan mati bila kekurangan oksigen.

Menanam tanaman sama saja dengan menghasilkan oksigen. Menanam tanaman sama saja memberikan oksigen buat bumi ini. Dalam kontek menghasilkan dan memberi ini, ada jasa yang kita dapat. Jasa tsb adalah jasa kebaikan. Karena jasa kebaikan maka dengan ( ijin ALLAH SWT) akan ada pahalanya dari Sang Pencipta. Syaratnya, kita sadar dan ikhlas dalam menanamnya,,,,

Jadi, siapa saja yang menanam tanaman dengan sadar dan ikhlas, saya meyakini, setiap saat bila oksigen itu keluar dari daun (hasil fotosintesis). Maka akan menjadi pahala buat kita. Amin.

Bila ada insan yang menanam tanaman di rumah, di pekarangan, di kebun, di mana saja itu, yakinlah : akan ada pahala buat kita di dunia ini dan di akhirat kelak. Insya Allah.

Apalagi buat para petani yang menanam setiap musimnya, entah sudah berapa juta rumpun padi yang ditanamnya,,,,

Dari sinilah muncul kata Oksigen

Dunia Pertanian

Saya mebuat ilustrasi begini :

Bila ada seseorang yang kuliah kedokteran sampai selesai, kemudian mendapat gelar dokter.

Ketika ada seseorang yang kuliah akutansi sampai selesai, kemudian mendapat gelar akuntan.

Bila ada seseorang yang kuliah hukum sampai selesai, kemudian mendapat gelar sarjana hukum.  Dst dst

Ketika insan seperti saya ingin menjadi salah satu dari ke-3 gelar tsb, maka tidak bisa secara instan mendapat gelar tsb. Harus melalui sekolah formal. Harus ini, harus itu. Mau tidak mau harus melewati proses yang panjang.

Tapi, ketika ada dokter, akuntan, sarjana hukum, atau siapa saja yang mau menjadi ahli perrtani. Ada cara yang instan. Tanpa proses yang ribet,,,

Pak Jatika NOSC adalah sarjana perhotelan kemudian jadi ahli SRI organik,,,

Mas Efendy adalah sarjana jurnalistik kemudian ahli di bidang pertanian,,,,

Norman Uphoff  ( setahu saya )  adalah ahli filsafat kemudian jadi ahli di bidang pertanian SRI,,,,

Petani seperti Pak Ito, Pak Sutar, Pak Warsiyah, dll yang pendidikannya biasa saja, tapi bisa menjadi ahli dibidang pertanian.

Dan siapa saja dalam waktu singkat bisa saja menjadi ahli pertanian. Itulah adilnya dunia pertanian,,,

Gabungan dua kata

Jadi gabungan kata oksigen dan pertanian inilah blog ini dinamakan. Semoga bisa bermanfaat bagi insan lain. Amin.

About these ads

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in ABOUT TANAMAN PADI. Bookmark the permalink.

43 Responses to OKSIGEN PERTANIAN

  1. efendy manan says:

    Waduh mas Nurman..saya jadi malu dikatakan ahli pertanian karena terus terang saja saya termasuk anak kemaren sore di dunia pertanian.Ilmu saya pun masih jauh bila dibandingkan teman-teman lulusan “asli” sarjana pertanian.Ilmu saya cuma otak-atik=gatuk.
    Berbicara tentang blog ini,saya mengenalnya dari sahabat saya mas suli partono 1 tahun yang lalu dan tidak seramai sekarang. Namun saya langsung jatuh hati dengan blog ini.Tapi terus terang ada yang beda dengan blog lain.Mas Nurman,sangat membuka pintu terhadap pembacanya aktif merespon,memberikan masukan dan merelakannya jadi wadah ajang diskusi bagi rekan petani.
    Melalui blog inipula tali persahabatan saya dengan teman2 seperti mas Suli,mas Nurman,pak Ali,pak Sutopo,mas Yuri,dll terjalin walau kami tak pernah bertatap muka.
    Tapi inilah sebenarnya filosofi blog oksigen pertanian…
    Ibarat tanaman padi,dengan senang hati memberikan oksigen bagi kehidupan manusia dan akhirnya pun rela bulir padinya dimakan manusia walau dia harus mati.
    Harapan saya semoga blog ini makin maju…dan Allah melimpahkan kemurahan rizky dan barakah nya pada Mas Nurman sekeluarga. Amin.

  2. avi says:

    wah mas efendy ini memang bnr2 seperti padi yg bernas,makin berisi makin merunduk.Bener mas efendy,sy sendiri merasa menemukan teman diblog ini apalagi dlm real dunia pertanian dikampung sy beban mental sy sangat berat.Bnyk ejekan yg sy terima saat sy terjun ke budidaya padi 1th lalu,apalagi kalau sy pas lg aplikasikan POC pakai alat mist duster,dijamin orang2 yg lewat sekitar lahan sy pasti tutup hidung bahkan ada yg muntah2.Dlm hati sy menangis.Tp alhamdulillah skr beberapa orang ada yg meniru dan sudah tk ada yg tutup hidung kalau lwt disekitar lahan sy :)

  3. cantrik says:

    Tanpa sengaja menemukan blog ini, lalu jadi silent reader selama kurang lebih sebulan. Lalu terjadilah sesuatu yang selama ini tidak terfikir untuk saya lakukan, Belajar Menanam Padi.

  4. sutopo says:

    saya amat sangat banyak dapat ilmu baru dari blog ini,dari para senior dan para sarjana pertanian,moga bisa jadi ajang silaturohmi dan ukhuwah antara sesama petani

  5. Eko Aji S says:

    Betul Sekali, saya juga banyak belajar Via Blog ini
    Sangat Inspiratif, Betul Juga nih
    kapan22 boleh Kopi darat, Biar bisa tatap muka langsung dengan para Masternya

    • NURMANIHSAN says:

      Sy setuju pak eko, suatu saat nanti akan ada kopi darat. Sy senang bila ada usaha dari kita tuk berkumpul pak.
      Perlu diketahui, saya ini ( melalui blog ) hanya insan yg ingin menjadi jembatan bagi petani2 yg mau belajar. tks

  6. avi says:

    sbg newbe sy jg sangat ingin bertemu dg para senior diblog ini,jgn lupa kalau getering undang sy jg,insyaa allah sy hadir :)

  7. Syaiful amin says:

    Emang blog ini top,sip sya dpt ilmu ya gak perna dpt di pendidikan formal…trima kc khususnya mas efendy u’r best farm mentor

  8. Semua udah pada comment, saya sendiri bingung mau comment apa …hehehe maklum petani baru jadi kalau mau ngomong pun gagap,,Tapi jujur ,saya banyak banyak terimakasih kepada Pak Nurman ,Pak sutopo,Pak effendy,Pak Suli,Pak cantrik dan semua Pakar pakar pertanian yang udah mau berbagi ilmunya lewat blog ini,, tentu saja ini sangat bermanfaat bagi saya dan juga bagi petani lain yang mau belajar,,,Moga moga aja pertanian kita semakin maju baik kualitas maupun hasil hasil pertaniannya,dan semoga semakin banyak orang yang mau terjun ke dunia pertanian setelah membaca blog ini ,,,, btw saya protes . blognya minim gambar,,, hehehe

    • NURMANIHSAN says:

      Trim pak yuri
      betul, kemarin2 sy pakai 2 modem, tp karena model yg satu “kena wereng” maka tuk upload gambar jd kendala, hee

      • avi says:

        mas nurman kalau gateringnya kelamaan beras hitamnya keburu habis buat pakan burung hehehe,wah wereng jg bs menyerang modem ya mas tp bagi saya wereng itu spesial.Dia menyerang hamparan padi saya sambil membawa virus cinta yg meluluhkan hati saya.

      • NURMANIHSAN says:

        Mas Avi memang pelihara burung juga ?
        wah hebat benar tuh burung dapat makanan beras hitam, hee
        Mas avi, bagi virus cinta ala werengnya dong,,,

  9. suli says:

    Ya ya ya….makin banyak tersenyum kiranya…adanya blog ini
    Wadah pembelajaran semua….blog ini termudah di buka dan tulisannya komplek dari tanaman pangan sampai sosial, merakyat, mudah di ikuti oleh petani seperti saya yang petani gurem…memang benar saya sangat terhubung ke Pak efendy orang yang terus berjibaku mencari benih pesanan (sulit)

    Petani petani lain seperti pak ali dan pak yuri kayaknya lebih mudah tanya ke blog daripada ke BPP.
    Hal yang menjadi perenungan ‘ayo’ pecahkan masalah hama dan penyakit secara bijak di manapun berada. tanpa merusak ekosistem pertanian itu sendiri….jangan bicara tonase* dengan mengurangi serangan hama dan penyakit, dengan sendirinya produktifitas lambat laun akan naik….masalahnya blog ini sebenarnya lebih banyak yang cukup menyimak saja, baik petani aktif di blog atau yang lain, masalah penurunan hasil pastinya menjadi beban tersendiri.

    *)bahasa pak ali urusan ngeber ngeberan produksi

    • cantrik says:

      *Pak Suli itu bahasanya pak Sutar. Kalau saya mah penginnya sawah/ekosistem sehat, tonase berat, biayanya hemat.

  10. cantrik says:

    Pak Ihsan dan rekan rekan.. Bagaimana kalau dibuatkan thread khusus perkenalan atau bio data, biar lebih enak silaturahimnya. Siapa tahu kedepannya bisa dibuat chapter per wilayah.

    • NURMANIHSAN says:

      Wah usul yg bagus pak cantrik
      memang kedepannya, harus ada koordinator diwilayah masing2.
      Sy ambil contoh tuk wilayah Jawa timur, ada Mas Efendy, Pak Sutopo, dll. Yuk jawa Barat ada Pak Cantrik, dll. Jawa Tengah ada Mas Yuri, Mas Avi, dll.
      Bisa jadi, tiap wilayah dpt berkumpul periodik. kemudian membahas masalah tertentu, selanjutnya dishare ke blog. Semoga

      Mungkin, suatu saat nanti baru pertemuan gabungan. Bgm yg lain? tks

  11. cantrik says:

    Pak yuri, kedepannya saya yakin blog ini bisa jadi semacam forum diskusi yg lebih berwarna, dengan pengunjung yg lebih banyak. Nah pada saat itu, biasanya perlu beberapa moderator. Saya koq menilai, pak Yuri termasuk yg pas jadi moderator. Semoga blog ini semakin baik dalam segala hal.

  12. efendy manan says:

    Assalamuailaikum semua…
    Memang inilah nilai plus blog ini….ada banyak komunitas petani baik di facebook,twitter dll cuma yang ada hanya pamer tanpa memberikan solusi dan tuntunan…
    Dan Alhamdulillah sekarang ada hadir pakar baru seperti mas Avi beliau praktisi muda pertanian yang notabene mahasiswa MIPA di UNDIP saya yakin beliau bisa memberikan warna baru dalam blog ini sesuai dengan keilmuan yang dimilikinya….juga mas Sutopo yang kuat di sisi pengalaman dengan segudang eksperimennya juga akan menyuguhkan nuansa tersendiri.Kami disini sangat senang dan bangga dengan kehadiran teman2 diatas sehingga menambah ragam ilmu dan pengalaman yang tidak hanya saya,mas Nurman dan mas suli partono yang tentu sangat terbatas ilmu dan pengalamannya….
    Semoga ke depan semakin banyak “mas Avi” dan “mas Sutopo” lain yang hadir memberi warna…..

  13. avi says:

    leres mas efendy.Yg petani petani butuhkan adalah solusi,tuntunan dan pembuktian bukan pameran.Mohon maaf sekiranya ada pembaca yg berprofesi sbg distributor produk tertentu yg merasa tersentil

  14. sutopo says:

    Betul …betul …betul mas avi,

  15. sutopo says:

    NANTI KLO ADA KOPI DARAT JANGAN LUPA DI AJAK,,insya allah tak bawakan beras genjah wangi.

  16. suli says:

    Ya……
    Semoga terwujud tujuannya yang mulia ini, petani perlu seperti ini….setidaknya di setiap daerah di butuhkan ‘peran’ lebih, agar petani lain melek dari tidur panjang, agar yang tadinya ‘selalu’setiap saat perang melawan ‘musuh’ abadi menjadi surut dan menjadi sadar bahwa alam sebetulnya ramah jika petani juga ramah.

  17. avi says:

    amiin mas suli,saatnya back to nature”Susah senang biarlah bersama,jgn ada benci diantara kita.Usah pandang pohon yg sebatang tp renung hutan yg terbentang yg merimbun dan jg menghijau ada makna rahasia tersembunyi”

  18. meiji restar says:

    dari meiji bagaiman cara yang pemupukan tanah yang banyak masam

  19. avi says:

    pak meiji untuk tanah yg cenderung masam bs dilakukan pengapuran dg dolomit ataupun calcium nitrat 3 -7 hari sblm tanam,tp kalau sudah terlanjur tanam bpk bs memakai pupuk nitrabor dan kurangi penggunaan phospat krn tanah masam itu disebabkan kandungan unsur phospat jenuhnya tinggi.Alangkah lebih bangus lg bila bpk aplikasikan jg mikroba pelarut phospat

  20. wuuiiihh.. bisa jadi predikat para “petani modern” ini, alangkah baiknya kita kembali ke pertanian organik. saya mau share beberapa pupuk organik : pupuk organik NASA

  21. Parwito says:

    Perkenankan dan perkenalkan saya Parwito (Suarabaya tapi asli Cilacap, dg mas Yuri kurang lebih 1,5 jam lagi), Saya sangat terbantu dengan menyimak yg ada di komunitas ini, saya sebenarnya bukan petani meskipun beberapa bulan terakhir ini terus bersama beberapa Kelompok Usaha Bersama (KUBE) atau Paguyuban Petani Alami sedang menggalakan pertanian alami di willayah Bojonegoro dan Mojokerto dan sudah memasuki panen yang kelima. Dan kami juga terus berbagi baik benih, pengalaman dan ilmu. Dengan blog ini bisa saling share apapun yang menjadi suka dukanya dalam menggeluti pertanian. Kami ada bibit padi merah, hitam, menti wangi, cianjur.

    Saya sependapat dan setuju tiap daerah ada ” Bapaknya” sehingga mudah untuk koordinasi atau sekedar ngumpul untuk berbagi pengalaman. Kalau boleh tau, Pak Sutopo Pasuruannya dimana, apa saya boleh main ke rumah. Rumah saya di Jl. Rungkut Alang-Alang 161 Surabaya.

    Kami di kantor juga mengelola sampah dari warga yang kemudian diolah jadi kompos dan diaplikasikan dalam Pernik (pertanian organik) terutama sayur. Terima kasih.

  22. eka santosa says:

    Salam kenal dari kami dipulau bali. Komentarnya yahud banget. Sangat membangun. Jadi pengin bertani organik segera nih

  23. Eka Santosa says:

    Pengetahuan mengenai organic farming dari bapak en mas sekalian bagus banget. Saya nunggu terus update infonya ya

  24. efendy manan says:

    Iya mas Eka,walaupun belum full organik (pupuk masih pake kimia),minimal dengan menggunakan agens hayati tidak meracuni diri kita dan orang lain.memang saya pun menyadari tidak semudah membalik telapak tangan merubah kebiasaan lama dengan pestisida kimia ke pesnab/hayati namun sedikit2 pasti jika berhasil akan beralih.contohnya teman sayasekarang sudah fanatik ke agens hayati trichoderma utk cabenya walaupun terkadang masih pake insektisida kimia..tapi saya yakin lambat laun bisa kita rubah…

  25. indra wijaya says:

    saya idem dengan mas2. Blog ini memang luarbiasa, teman berbagi masalah pertanian utamanya padi. saya baru sekali menanam padi dan oksigen pertanian banyak membatu menambah pengetahuan ttg budidaya padi, yg tadinya nol putul sekarang sudah nol lekak-lukuk….. blm bulat oval atau bunder seser. Tks tuk Mas Nurman, Mas Suli, Mas Sutopo, Mas Efendy, Mas Avi, Mas Cantrik dst.

  26. anton says:

    salam kenal mas….

  27. efendy manan says:

    Allahu Akbar-Allahu Akbar-Allahu Akbar Walillaahilham…
    Saya pribadi mohon maaf sebesar-besarnya kepada rekan- rekan penghuni oksigen pertanian atas segala khilaf dan salah dalam kata dan perbuatan selama bergaul dalam blog ini…semoga dengan semangat kembali ke fitrah kita bisa makin mempererat tali silaturahmi.Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s