PETANI ORGANIK

BERGURU PADA PETANI ORGANIK (1)
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP DEPTAN di BANTEN )

Pak Cantrik

Pada suatu kesempatan, Saya bersama Mas Suli sempat mampir ke rumah Pak Ali. Pak Ali lebih senang menggunakan nama cantrik . Alhamdulillah, setelah berinteraksi dengan blog Oksigen Pertanian, jiwa petaninya muncul.

Bukan itu saja, pada MT-1 kemarin, Pak Cantrik begitu berjibaku dengan tanaman padi di sawahnya. Sampai-sampai beliau diberi gelar “dedemit sawah” oleh kawan-kawannya.

Dengan sebutan “pemain pemula” dalam dunia persawahan, dia sudah menerapkan pola tanam 1 bibit 1 lubang. Dengan bibit muda pula.

Dengan aksinya ini, jelas ada reaksinya dari berbagai pihak :

Dari ayahnya,” wajar saja kalau lagi semangat-semangatnya, emang begitu. Entar juga berhenti sendiri,,, “

Dari pihak poktan,” ente ini, ibaratnya baru belajar  kitab kuning, kok sudah belajar huruf gundul. Belajar itu ada tahapan-tahapannya,,, “

Di samping itu, beliau menanam padi di pot, di depan rumahnya. Melihat padi-padi di dalam potnya bagus, anakkannya banyak, banyak tetangganya yang mampir.

Saya melihat bila seseorang dalam proses belajar sesuatu, kemudian ada proses mencari dari berbagai sumber. Kemudian, dia praktekkan langsung teori-teori tsb. Biasanya, dalam waktu singkat, ilmunya akan terus bertambah.

Bukan itu saja, perkembangan dan hasil panen tanaman padinya akan mengalahkan tetangga-tetangga sawahnya. Amin

Petani Organik

Di dekat rumah Pak Cantrik, ada petani organik yang Saya dan Mas suli kunjungi. Petani tsb, boleh dibilang “orang lama” dalam dunia organik. Sudah lama, saya ingin ke petani tsb. Alhamdulillah, dapat berkunjung ke sana. Petani tsb bernama Pak Sutar.

Boleh dibilang, tujaun Saya dan Mas Suli selain bersilaturahim ke rumah Pak Cantrik, adalah berguru pada pak sutar ini.

Akhirnya, kami bertiga: saya, Mas Suli dan Pak Cantrik bergerak ke saung Pak Sutar.

penulis dan pa cantrik

Mas Suli, Pak Sutar, Nurman Ihsan dan Pak Cantrik

Bagaimana kami tidak berguru kepada beliau, berdasarkan info dari Pak Ali, sewaktu bulir padi mulai berisi, banyak sekali walang sangit di tanaman padinya. Tapi,,,, sangat-sangat sedikit sekali bulir padinya yang terkena gigitan walang sangit !!!

Sewaktu kami tanyakan tentang kejadian tsb, Pak sutar tidak  menjawab apa ramuannya. Apa ramuan pesnab (pestisidan nabati ) tsb. Seingat saya, dia hanya menjawab bahan-bahan tsb ada di sekitar kita. Kemudian, kami lontarkan pertanyaan-pertanyaan  lanjutan. Tetapi dia memberikan wejangan terlebih dahulu,

“kita harus pahami dulu,kita jangan menyebut serangga atau yang lain sebagai hama. Mereka adalah makhluk yang diciptakan Gusti Allah. Karena mereka makhluk, maka mereka  butuh makan. Masalahnya, ketika kita mengusir mereka dengan ramuan/obat maka mereka akan pergi. Tetapi karena tempat-tempat hidup mereka sudah dirusak atau kita semprot dengan herbisida. Maka mereka tidak bisa lagi mencari makan. Pastinya mereka akan  balik lagi ke sawah kita”.

Waktu itu, saya secara pribadi baru tersadar, yang kita anggap hama-hama selama ini adalah makhluk juga. Makhluk sseperti kita juga. Karena mereka makhluk, maka mereka butuh makan. Ketika walang sangit kawin, kemudian  meletakkan telurnya di tanaman padi, mereka kan hanya berpikir tanaman padi tersebut anugrah Tuhan buat mereka.

Ketika telut-telur tsb menetas, menjadi walang-walang kecil, mereka berpikir : wah ini rizky untuk kami.

Tapi kita berpikir sebaliknya, tanaman padi tsb milik saya, saya yang menananmnya, “pergi engkau,,, “

Mereka jelas tak mau pergi dengan suara kita, mereka akan pergi dengan pestisida kita.

Nah, yang  jadi  masalahnya kan, mereka makan di tanaman padi kita kan? Kalau di tempat lain, ya nga apa-apa, hee

Ramuan tsb

Setelah berjibaku dengan pertanyaan-pertanyaan., akhirnya saya simpulkan, untuk mengatasi “makhluk” walang sangit ini sbb :

Pertama, “ada unsur makanan”.

Jadi, pesnab yang kita berikan harus mengandung makanan mereka juga. Apa makanan walang sangit ? bisa padi masak susu (manis) , bangkai kepiting/yuyu/dll.

Itu artinya, pernab yang kita berikan ada unsur  tsb. Kita bisa masukkan unsur susu/manis kedalamnya.  Atau juga bangkai-bangkai  tsb.

Kedua, ada unsur perekat dan licin.

Itu artinya, di dalam pesnab unsur perekat, begitu pesnab kita semprotkan bisa/ada yang  menempel di bulir padi. Bisa menempel sekaligus licin. Pas kita pegang bulir padi, ada cairnya yang menempel, sekaligus licin.

Untuk apa unsur licin disini ya? Asumsi saya, supaya walang sangitnya kepelest dong,,,

Ketiga, ada unsur panas. 

Bahan-bahan pestisida nabati tsb ada unsur panasnya. Buat apa? Menurut Pak Sutar, perkembangan sayap walang sangit akan mudah rontok. Jadi bisa mempercepat siklus hidupnya.

Nah, dari ketiga unsur  tsb, bahan apa yang kira-kira cocok untuk dijadikan pesnab buat “makhluk” walang sangit.

Silahkan dari kita berkreasi. Bila sudah berhasil, silahkan share/bagikan pengalaman tsb kepada pembaca lain.

Bersambung ,,,,,

Catatan : Kpd Mas Suli dan Pak Cantrik, bila ada yang kurang di seputar walang sangit tolong dikomentari. Tks

About these ads

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in ABOUT TANAMAN PADI, HAMA DAN PENYAKIT. Bookmark the permalink.

19 Responses to PETANI ORGANIK

  1. cantrik says:

    Terimakasih pak Ihsan, rasanya tidak ada yg layak kami banggakan, terutama saya pribadi. Ya begitulah pak Sutar, diluar pro dan kontra, kelebihn dan kekurngan menyangkut pribadi dan pemikirannya, terhadap alam dan isinya kami disini bersyukur ada beliau di lingkungan kami.

  2. cantrik says:

    Mewakili pak Sutar dan saya sekeluarga, mohon maaf jika tidak mampu menjadi tuan rumah yg baik. Sambutan dan jamuan kami barangkali kurang layak. Terimakasih sudah berkenan mampir pak Ihsan, pak Suli dan pak Yuri sekeluarga. Jangan kapok ya..hehehe. Untuk masalah walang sangit, nanti biar pak Sutar dan yg rekan tani yg lain yang menambahkan. Saya nyantrik aja.

  3. suli says:

    Pak Ihsan….
    Tidak ada yang kurang,alias pas. Saya hanya ikut menambahkan perjuangannya mbah sutar tentang DAM, perjuangan mulia, mengairi sekian puluh hektar, menjadikan padi bernas, mengenyangkan perut semua orang,menggembirakan ada air, yang tadinya mungkin sebagian tadah hujan….dan kedua pak sutar tidak perlu penghargaan ….tidak ada gunanya, paling di pajang di lemari kaca, dilihat sama tamu…di baca….lantas manggut manggut
    Yang mau pak sutar adalah pemerintah membela petani sebenar benarnya, petani yang menjadi petani di lahannya sendiri, mandiri….bukan petani yang selama ini kita lihat dari banyak masalah benih ecek ecek sampai petani tukang ‘perang’ sama OPT(pemakai pestisida kimia dunia)
    Perkara jamuan itulah seninya…justru kalau yang di suguhkan gandum (roti)..itu bukan makanan asli indonesia, lain kali pak ali rebus aja gembili, uwi legi, suweg. makan bila perlu di saungnya pak sutar, tidak usah bawa piring….daun pisang sangat pas, osengnya belut/sambel belut, oseng belalang. tidak usah broiler membuat pendek umur aja.

  4. cantrik says:

    Nanti kalau kesini lg kita bikin liwet aja di saung pak Sutar. Menunya yg ada disawah dan sungai aja ya..hehe. Jangan cuma singgah1 malam, mung menclok koyok bilalang..

  5. avi says:

    Hehehe mas cantrik dpt gelar dedemit sawah karena padi,kalau saya mendapat apa ya krn padi….

    • cantrik says:

      Jadi dedemit sawah karena kurang ilmu mas. Kalau mas avi dapat Pahala atas ilmu yg diamalkan mas.. Nanti menyusul ijazah dan ijabsah.. Amien.

  6. Parwito says:

    Kelihatannya sangat nikmat sekali suguhannya Mas Suli, apalagi ada sambel belutnya jadi mengingatkan saya ketika masih di Kampung (Cilacap). Oh ya mas Suli, saya juga ada pengalaman sedikit bersama teman-teman petani di Desa Tanjungan, Mojokerto, Jawa Timur. Dalam mengendalikan hama walang sangit sebagai perekatnya menggunakan daun Waru dan bahan pestisidanya berupa daun Mimba, tembakau, daun lamtoro dan bakteri cair yang kita buat sendiri. Mengenai bakteri cair, saya sudah kirim ke mas Avi untuk dianalisis kandungan dan kalau sudah selesai akan diupload ke teman-teman.

  7. Abidin says:

    Mohon ijin bergabung pak, saya Abidin dari Cirebon, pensiunan yang petani pemula.
    Sebagaimana yang pak Suli tulis, memang Pemerintah seakan membiarkan petani berjuang sendiri, membiarkannya menabur racun di mana2, yang akan membuat generasi penerus kita kelak meminum air bercampur racun, memakan makanan beracun, penyakit yang bersifat degeneratif akan menimpa mereka!
    Target Pemerintah melaksanakan program pertanian organik cuma sebatas retorika belaka, petani pemula seperti saya cuma bisa geleng kepala melihat keadaan ini.

  8. suli says:

    Sedulur sedulur semua….
    Mas avi kayaknya lebih di terima di masyarakat, karena hasil super banyak, Pak ali pantes bos gula nyemplung kesawah jadilah dedemit, saya ‘cebol ngayuh lintang’ …..pak efendy entahlah….bagi saya beliau penolong sejati. predikatnya masing masing…liat pak yuri mau terapkan injak injak…tunggu apa komen tetangga nanti….semua mengalami benturan, benturan paling keras bagi saya adalah istri. tapi seninya di sini punya pengalaman tidak di lupakan, saat pengalaman baik akan di ikuti sesama petani lain tanpa kita paksa, akan menjadi kebahagiaan tersendiri.
    Mas Parwito….syukurlah sebarkan pengetahuan supaya petani mengenalnya.
    Pak Abidin….
    Saya mengerti daerah pantura seperti daerah bapak, sudah overdosis pemakaian pestisidanya…bisa 3 hari sekali nyemprot dan sangat suka racun kontak…tau kan bahayanya racun kontak…..mulailah dari diri sendiri biarpun sedikit hasilnya, beras dan tanaman sayuran yang kita makan aman.

  9. cantrik says:

    Bosokan gula kali pak.. Waktu singgah di rumah saya ada gula merah gak?
    Masalah pemupukan diinjak tadi pagi sudah sy praktekkan pak.. Bener bener capek, betis rasanya sakit semua. Mertua dan pak Sutar cuma jadi supporter sambil ngopi di pematang..kirain ke sawah mau mbantu.

  10. avi says:

    hehehe mas cantrik betis pegel,gatal dan perih tergores daun padi tp coba rasakan getaran akar serabut padi yg putus terinjak KREKEZZZ,ada hikmah tersendiri.

  11. avi says:

    mas suli,,semoga saja mas yuri tidak dikomentari tetangga sawah”apa padinya g klenger di injak injak,apa g mosak masik tandurannya”selang seminggu coba amati bekas penginjakan seperti apa akar baru yg tumbuh disana lalu bandingkan dg perakaran padi tetangga yg tidak di injak injak

  12. cantrik says:

    Perihal akar yg putus, padi pot yg tanahnya saya cakar cakar memang jumlah anakan lebih banyak mas. Sebenarnya gak faham tujuannya ke jumlah anakan, waktu itu karena kekeringan jadi saya acak2 baru saya siram agar air mudah terserap.

  13. Acara injek injeknya belum di mulai,,,wong tanam aja belum, Benih baru umur 5 hari ,perkembangan benih kelihatan ok semua ,ada 5 macam benih yang di coba,inpari sidenuk,ipb 3s,inpari 19,b3,sama Panjatan wangi,,, sebagian mau saya coba di sawah semi rawa, soalnya kalau air bisa turun sawah semi rawa bisa mengisi bulir sampai 400 dengan pemupukan biasa,ngomong ngomong mas cantrik kapan ke cilacap? saya udah mau selesai njemur padi,,Ada yang suka sate keong mas,,,,??? di tempat saya lagi banjir keong mas ,,, sayang harganya ngga mahal kayak “EMAS”

  14. suli says:

    wuih….acara injak injak makin rame ya…..
    Boleh usul mas yuri sebelum injak injak, nanti jarak antar kaki/telapak kaki yang kerep saja, jadi pegawai yang di sawah di ajari begitu biar nga kelanjur jligrang jlirang/panjang panjang, biarpun agal lama sedikit tapi mantap memang agak tambah hari,nanti juga ketutup sama hasilnya.

  15. cantrik says:

    Maaf pak belum sempat ke sana, ada sedikit acara dengan “anak anak muda” yang kurang kegiatan karena tidak mendapat dukungan dari “bapaknya”. Sate toe/kecek ana ora pak? Acarane ngurek welut ya karo mancing nang empang buri ngomah.

  16. udin says:

    Pak Nurman yg pake jaket bola ye
    Sepertinya baju man city

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s