BUDIDAYA PADI

PEMAHAMAN TENTANG BUDIDAYA PADI
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP DEPTAN di BANTEN )

Hasil panen yang tinggi

Bila kita membaca tulisan, ada petani yang mendapatkan hasil panen 12,5 ton – 17 ton per hektar padi non hibrida, maka kita sebagai petani ingin sekali menirunya.

Pada kesempatan ini, ada baiknya saya jelaskan lebih rinci, bagaimana Mas Avi bisa mendapatkan hasil yang begitu tinggi per hekatrnya.

Ini penting, sebab bila hanya melihat hasilnya saja akan jadi harapan yang tak tercapai.

Pemahaman Buat Petani

Menurut saya, ada beberapa hal yang perlu kita amati dalam budidaya padi gaya anak muda ini.

Pertama, membuat lahan sehat

“Mas Nurman, lebih baik buat sawah sehat dari pada sawah subur. Sebab sawah yang subur belum tentu sehat, tapi sawah yang sehat pasti subur” begitu kata mas avi.
 

Saya jelas setuju,,,

Bagaimana cara membuat sawah sehat ? kembalikan jerami ke sawah, berikan pupuk organik yang cukup, gunakan pupuk kimia seperlunya, hindari menggunakan herbisida buat merusak rumput-rumput di sekitar sawah, hindari penggunaan pestisida kimia, dll.

Bagaimana mungkin sawah akan sehat, bila ada rumput di sekeliling sawah pake herbisida. Ada keong sedikit pake obat keong / moluskasida.

Ada kupu-kupu sedikit saja pake insektisida, ada daun yang tergulung sedikit saja pake insektisida, ada walang sangit pake insektisida. Belum lagi, bila tanaman kena penyakit kresek/HDB dan blast.

Kedua, memakai pupuk kompos dan Ketiga, mengembangbiakkan/menyebarkan agen hayati menguntungkan

Pupuk kompos di sini adalah hasil fermentasi  jerami dan pupuk kandang. Jerami yang dipakai adalah jerami yang telah diperkecil/dipotong terlebih dahulu.

Aplikasi lapangan : pupuk kompos tsb disebar ke permukaan sawah. Kemudian 5 liter PGPR + 5 liter EM4 + 5 liter Agrobio ditambahkan 200 liter air. Selanjutnya disemprotkan ke permukaan sawah.

Setelah itu, baru tanah disingkal. Setelah selesai, dibiarkan selama 7 hari agar mikroorganisme yang jumlahnya milyaran tsb bekerja dengan maksimal.

Setelah 7 hari, baru sawah dibajak. Hasilnya kompos jerami tsb sudah hancur sama sekali. Dan dibiarkan selama 7 hari pula. Sawah pun siap ditanami,,,

Pupuk kompos tsb nantinya adalah “makanan lezat” para MO tsb.

Bila ada pertanyaan, “Pak Nurman, bagaimana kalau jerami saja dimasukkan ke sawah?”.

“itu bagus, akan lebih baik lagi, bila disemprotkan MOL/pupuk hayati”

Keempat, memakai sistem tanam SRI

Jadi, dengan prinsip-prinsip cara budidaya padi  SRI tsb, hasil maksimal bisa dicapai. Memakai parit di sekeliling sawah, tanam bibit padi muda, tanam 1 bibit per lubang, dll adalah cara yang dipakai mas avi.

Perpaduan cara SRI dengan aplikasi mikroorganisme, sistem legowo, pupuk kimia seperlunya, POC, dll maka didapat hasil yang sangat tinggi.

Maka ketika ada yang tanam padi umur 25 hss, kemudian ingin mendapatkan hasil seperti mas avi, rasanya akan sulit didapatkan.

Kelima, pakai sistem legowo

Jarak tanam yang dipakai mas avi agak lebar yaitu 30 cm x 30 cm. Tapi karena beliau memakai salah satu model legowo. Maka jumlah tanaman per hektarnya jadi semakin banyak.

Sepengetahuan saya, sistem legowo dibagi dalam 3 model,

1. Model sisipan di baris bagian pinggir saja

2. Model tanpa sisipan sama sekali

3. Model sisipan semua baris

Nah, mas avi pakai model ketiga. Legowo 4:1 dengan model sisipan disemua baris. Sehingga jarak tanama yang tadinya 30 cm x 30 cm menjadi 30 cm x 15 cm. Jadi, jumlah tanaman akan bertambah minimal 50 % nya.

Sewaktu saya ke sawah Mas Yuri, dia pun memakai model tanam legowo sisipan di semua baris.

“berapa anakkannya, mas avi?”

“dengan model ini, anakkan memang tak banyak mas nurman, sekitar 25-30, cuma malai terisi semua”

Wajar saja, dengan jumlah tanaman yang lebih banyak, anakkan yang terisi semua, hasil jelas sangat tinggi.

Keenam, aplikasi POC/MOL yang rutin

Aplikasi POC/MOL ini sepekan sekali dari beberapa hari mulai tanam. Karena POC/MOL adalah nutrisi/makanan bagi tanaman maka wajar saja tanaman tercukupi makanannya.

POC/MOL perpaduan antara nutrisi/pupuk cair, milyaran organisme, ZPT, dll. Pada saat bersamaan POC bisa dijadikan pupuk daun, pupuk yang dapat diserap lewat akar, decomposer, penghasil ZPT, dll.

POC/MOL bisa dari bahan apa saja. Mas avi sendiri memakai bayam cabut sebagai bahan POCnya.

Begitu tahu pakai bayam cabut. Saya bergerak cepat. Saya pribadi, sering membuat POC, tapi tidak pernah memakai bayam. Tapi saya tidak kepikiran dengan bayam cabut, di pikiran saya teringat: bayam liar.

Bayam liar yang tumbuh subur di pinggir-pinggir jalan. Apalagi saat hujan banyak turun. Saya langsung memakai bayam liar sebagai sumber bahan MOL.

Apalagi bayam liar ini nga ada yang punya. Tinggal ambil saja di pinggir jalan,,,

Saya cabut beberapa pohon bayam liar plus akarnya. Kemudian, akarnya saya potong dan direndam air. Rencannya, air dari akar tsb sakan saya campur dengan MOL.

Dipikiran saya, bayam liar ini sungguh hebat. Dapat tumbuh dan bersaing hidup dengan rerumputan. Pasti ada yang hebat di akarnya.

Apakah Mas Avi memakai bayam cabut saja dalam POCnnya? ternyata tidak. Ada bahan lain,,,

Bersambung,,,,

About these ads

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in BUDIDAYA PADI. Bookmark the permalink.

10 Responses to BUDIDAYA PADI

  1. hery says:

    siap nyimak mas..
    sebagai petani padi pemula sy slalu belajar…

  2. Seandainya semua petani di indonesia bisa mengolah tanah dan bertani seperti mas Avi tentu petani indonesia bisa makmur,,dengan hasil yang taruhlah rata rata 10 ton GKG/ha aja dan di jual dengan harga gkg Rp,4,000,000,/ton sudah dapat angka 40 jt/ha,,,saya rasa angka itu cukup memadai,,Kalau saya sendiri ngga muluk muluk kalau bisa panen 10 ton/ha GKG, udah seneng banget apalagi bisa 15 ton/ha,,,syukur syukur bisa 20 ton/ha ,,,he 3x,,, :)

  3. huda ndaan says:

    sebagai petani pemula saya tunggu wejangan berikutnya

  4. avi says:

    slmt siang mas nurman,untuk membuat mol/poc bs dg bahan apa saja tp untuk hasil yg bagus perlu memilih kriteria kriteria tertentu.Pilihlah seluruh bagian tanaman terutama akarnya yg selalu menang bersaing dg tanaman utama,akar jgn dicuci.Contoh tanamannya:Rumput teki,jawan,bayam liar,centongan,azola dll.Khusus mol bayam liar bila dimix dg bunga kenikir jg ampuh mengendalikan penyakit bulai pd tanaman kacang panjang,tomat dan cabai

  5. Parwito says:

    Selamat malam mas Avi, barusan tadi pagi saya panen bayam hijau dan merah, untuk membuat mol bayam merah/hijau bahan lain ysng perlu ditambahkan apa saja dan ukurannya berapa. Saya sudah potong-potong akar bayam dan batangnya. Terima kasih

    • avi says:

      mas parwito kan pny bakteri cair,itu tambahkan 0,5 L,molase 1 L,lactobacillus/yakult 100 ml,bayam 5-10 kg dan volume air 20-25 L

  6. indra wijaya says:

    Hasil padinya Mas Avi: Juuoossss gandos kotos-kotos nganti mbleduuuooosss…..tuk tanam berikutnya saya mo mencontoh cara Mas Avi. Tks.

  7. suli says:

    Bisa mas yuri….
    Asal jangan menyatakan perang sama OPT, jika ada OPT satu dua sedikit langsung hajar sama pesticida kimia super. kompos harus di utamakan seperti prinsip sebagian petani, keberadaannya melimpah. irigasi harus main, varietas silakan cari masing masing, pasca panen harus di memakai teknologi walaupun sederhana, pemasaran .

  8. Parwito says:

    Terima kasih resepnya mas Avi, kalau yang di Bojonegoro kemarin sudah diterapkan mas dan besok akan saya buat di rumah.

  9. suli says:

    Ralat……sama OPT, jika ada OPT sedikit aja jangan langsung di hajar sama pesticida super.
    Terima kasih

Comments are closed.