MENCARI MUARA CINTA

CINTA BERAKHIR DENGAN AIR MATA
Penulis : Nurman Ihsan ( Penulis Lepas )

Bila suatu saat, kita mencintai seseorang, itu adalah fitrah. Seorang laki-laki mencintai wanita, demikian pula wanita mencintai laki-laki. Sebab mencintai seseorang, tak membutuhkan persetujuan dari orang yang kita cintai. Mencintai disini, mungkin hanya sebatas rasa. Bisa rasa tertarik, kagum, simpati, terkesan dll.

Ada orang yang mungkin, mencintai seseorang sampai batas ini saja. Hanya sekedar ada rasa di hati. Tetapi ada juga, seseorang yang ingin agar cintanya “didengar” oleh orang yang dicintai. Masalah cintanya dibalas, itu urusan belakangan.

Ada sebuah ungkapan, bisa juga puisi, yang saya tulis seperti ini, “…saya tak ambil pusing balasan cintamu, saya ingin kamu tahu, saya tulus mencintaimu…”.

Bila sudah demikian, maka biasanya, pihak yang melontarkan cinta itu, ingin agar cinta kita terbalaskan. Kalau bisa, saat itu juga, sekarang juga.

Padahal, itu adalah hak seseorang yang dicintai untuk membalas atau tidak cinta tersebut. Tetapi, karena di ruang kepala seseorang yang melontarkan itu ingin dibalas, maka bila tak terbalaskan yang ada hanya kekecewaaan, kesedihan bahkan kebencian. Bila kekecewaan dan kesedihan itu berlangsung beberapa pekan atau bulan, itu masih wajar. Tetapi bila berlangsung tahunan, bahkan puluhan tahun. Itu menyengsarakan jiwa.

Oleh sebab itu, ada beberapa jawaban indah, bila suatu saat kita melontarkan cinta pada seseorang tetapi tak terbalaskan!
“Walapun cintaku tak terbalaskan, aku akan tetap mencintaimu dengan tulus”
“Walaupun suatu ketika, engkau tak lagi mencintaiku, aku akan tetap mencintaimu dengan tulus”.
“Aku sungguh bahagia, engkau tahu, aku mencintaimu. Aku tak peduli apa reaksi dirimu, dibalas atau ditolak”.
“Walaupun cuma sebulan engkau mencintaiku, setelah itu engkau telah melupakanku, aku akan tetap mencintaimu”

Setelah waktu berjalan, dengan pengalaman hidup, berbagi pengalaman dan membaca referensi-referensi, maka janganlah kita bertahan pada satu cinta. seakan-akan tak ada cinta yang lain. Masih banyak cinta yang lain yang berserakan di muka bumi ini.
Dan yang utama dalam hidup ini adalah mendapatkan cinta yang utama. Sebab hal tersebut merupakan sebuah anugrah. Dan anugrah terindah dalam hidup ini adalah mencari cinta kepada Sang Pencipta, sebab dari sinilah bermuara semua cinta….

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in SHARE ILMU. Bookmark the permalink.

One Response to MENCARI MUARA CINTA

  1. bang yudi says:

    biasany manusia sprti itu mnghrp blsn cinta dg kilat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s