PARA GURU, WASPADALAH AKAN KECURANGANMU

PARA GURU : KECURANGANMU AKAN SAMPAI DI AKHIRATMU
Penulis : Nurman Ihsan ( Penulis Lepas )

Pada tulisan sebelumnya, saya menulis tentang para perokok dengan asap rokoknya. Secara sadar atau tidak sadar, para perokok telah menimbulkan masalah bagi orang lain. Dan bukan itu saja, ternyata itu menimbulkan dosa yang akan ditanggung sampai akhirat kelak.

Apakah itu saja? tidak juga, masih banyak orang lain (secara sadar atau tidak sadar) yang melakukan hal serupa. Tetapi, prinsipnya sama dengan para perokok, tindakan yang dibuat atau dilakukan itu, menimbulkan kerugian bagi pihak lain. Salah satunya, adalah para guru!!!!!!

Mengapa para guru yang disebut pahlawan tanpa tanda jasa itu bisa dikatagorikan demikian?

Sekarang ini, ada kegiatan penerimaan siswa baru. Fokus saya mungkin lebih pada para siswa SD yang ingin masuk ke SMP. Untuk masuk SMP yang menjadi dasar adalah nilai NEM ( Nilai Evaluasi Murni). Nama yang indah, ada kata MURNI. Betulkan demikian???

Dalam suatu diskusi dengan 3 orang lain, disuatu kesempatan, ada hal yang membuat saya kaget. Ke-3 orang yang saya ajak diskusi, sewaktu mereka SD, sewaktu ujian akhir USBN mereka mendapatkan jawaban dari pihak lain, dalam hal ini guru mereka.

Untuk tahun 2011 ini, saya melihat nilai Online diinternet secara intensif. Hampir semua SMP di DKI yang berbatasan dengan Tangerang, diisi oleh para murid SMP yang ada diwilayah tersebut ( saya melihat data terakhir tanggal 29 Juni 2011). Ambil contoh saja, SMP 134, 251, 161, dll), posisi 1- 10/12 besar diisi oleh mereka.

Saya cek nilai-nilai mereka, terutama pada suatu sekolah yang bernama sekolah titik-titik di daerah Ciledug, banyak para siswanya yang mendapat nilai yang sama, untuk Bahasa Indonesia 8.60, matematika 100, IPA 100, dengan rata-rata 9.533. Jadi, untuk sekolah itu saja, yang niainya sama bisa lebih dari 10 orang. Bagaimana bisa????

Berdasarkan info dan pengetahuan yang saya peroleh, sekolah-sekolah swasta yang baik sekalipun, nilai-nilai tak sampai demikian. Tetapi, sekolah-sekolah negeri yang di DKI dan perbatasan dengan DKI seperti Tangerang, nilai-nilai mereka sangat-sangat fantastis. Nilai 100, untuk sebuah NEM, kayanya sudah biasa, apakah memang betul kualitas para siswa tersebut??? Saya sangat meragukan itu….

Dimana titik masalahnya? Menurut saya, itu ada di para guru.
Para guru tersebut, yang bermain pada nilai-nilai itu. Modusnya, bermacam-macam. Tetapi intinya, para guru itu melakukan kecurangan. Kecurangan dari seorang yang disebut “Pendidik Bangsa”. Sehingga, nilai-nilai para siswa biasa mendadak jadi “sangat super”. Oleh sebab itu, seharusnya para pihak terkait seperti Diknas, melakukan penyelidikan seperti itu.

Menurut saya, ada 3 ornamen yang bila ke-3nya rusak, rusaklah bangsa ini. Pertama, “Pendidik Moral”. Kedua, “Pendidik Bangsa” . Dan ketiga, “Pendidik Hukum”.

Pertanyaannya, apakah tindakan itu berdosa?? Setiap kecurangan adalah dosa, tetapi kecurangan yang bersifat masal, sistematis, dan berencana adalah dosa yang besar. Apalagi itu, dilakukan bertahun-tahun. Implikasinya berdampak kerugian bagi pihak lain, secara moral, mental dan ekonomi.

Ada banyak orang cerdas pada anak-anak SD yang saya jumpai, nilai mereka secara rapot maupun NEM luar biasa, rata-rata mendekati angka 9. Akan tetapi, mereka tak mendapatkan SMP Unggulan. Kenapa?? Karena NEM mereka kalah dari NEM “abal-abal”.
Ada juga, anak-anak yang mendapat nilai NEM 7-8 karena kejujurannya, tetapi mereka tak memdapatkan sekolah negeri. Akhirnya mereka sekolah di swasta. Orang tua mereka yang tak mampu akhirnya membayar mahal karena tindakan para guru tak bermoral itu.

Ingatlah wahai para guru, tindakan kalian yang seperti itu, akan menjadi bekas-bekas kebohongan dan kecurangan yang akan sampai di hari pembalasan. Dan ini yang saya takutkan, nanti di akhirat kelak, orang-orang yang kalian rugikan akan menuntut kalian tanpa kalian sadari. Dan jumlah mereka sangat banyak, sebab kalian melakukan itu, berulang-ulang.

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in SHARE ILMU. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s