BELUT DAN ANAK KATAK

BELUT DAN ANAK KATAK
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP DEPTAN di BANTEN )

Semilir angin di pagi itu, membuat suasana di desa harapan semakin dingin. Dari kejauhan, barisan bukit seolah-olah baru muncul kembali, setelah sebelumnya tertutup kabut.

Hujan, baru saja memuntahkan segala isinya dari kantong-kantong awan. Cahaya mentari memang belum terlihat dari arah timur, sekitar 30 menit ke depan mungkin sinarnya akan memancar keluar.

Pagi itu,  Zubair dan Jamil libur sekolah. Rencananya mereka berdua hendak ke sawah. Di sana mereka akan memancing lindung (belut). Berdasarkan pengalaman mereka selama ini, dalam cuaca seperti ini, belut-belut akan lapar mencari makan. Dan mereka pun berharap mendapat banyak belut nantinya.

Segera mereka mengambil peralatan pancing. Peralatan yang amat sederhana. Benang pancing yang sudah dikaitkan mata pancing dan korang (tempat ikan). Panjang benang sekitar 60 cm. Kadang-kadang, ujung benang diikatkan kayu atau bambu sepanjang 10 cm.

Untuk umpannya, biasanya mereka sudah menyiapkan potongan udang kecil.  Atau mereka tinggal mencari anak katak. Bisa juga dipakai keong sawah. Keong tsb dipecahkan dan diambil isinya. Kemudian dikaitkan ke mata pancing.

Setelah pamit kepada orang tuanya, mereka berangkat. Mereka ke rumah temannya, Yusuf dan Umar. Tujuannya mengajak bareng mancing belut.

Tak lama berselang sampailah mereka di depan rumah temannya itu.

”Assalamualaikum. Yusuuuf …. Umaaar…… ”, teriak mereka berdua

Dari balik pintu keluarlah Ibu Yusuf. Setelah menjawab salam, sang ibu berkata,” Yusuf dan Umar baru keluar, nak. Mereka ke sawah, mancing belut. Kalian mau mancing juga ya?”.

”Ya bu. Kalau begitu kami mau susul mereka. Permisi bu,,,”

Tak berapa lama, tibalah mereka di sawah. Di areal persawahan terlihat ada sekitar 5 orang. Yang seusia mereka ada 3 orang Yusuf, Umar dan Kamal.

Yusuf dan Umar adalah tetangga mereka. Sedang Kamal teman Zubair. Mereka satu kelas di SD Harapan Indah.

Sedang yang 2 orang lagi, berusia dewasa. Mas Yono dan Bang Udin. Di tangan kiri Mas Yono, sudah ada 1 betul berukuran besar. Sedangkan Bang Udin, mendapat 2 ekor belut ukuran sedang. Belut tersebut dikaitkan dengan tali melalui insangnya.

Melihat ada yang sudah dapat, Zubair dan Jamil makin bersemangat untuk segera memancing. Segera dikeluarkan kantong plastik dari dalam korang. Kantong plastik tsb   berisi potongan udang kecil-kecil. Udang-udang tsb akan dijadikan umpan.

Di samping itu, mereka juga mencari keong di pinggir-pinggir sawah. Dan mereka pun mulai berpencar,,,

Sekarang kita beralih ke Zubair. Dia segera mencari keong. Setelah dia mendapat sekitar 10 keong, dia mencari batu. Dipecahkan semua keong itu dengan membaca Basmalah.

Lantas dia berdoa,” Ya Robbi, limpahkanlah banyak belut kepada hambamu pagi ini. Kalau belut-belut itu susah dipancing mudahkanlah. Kalau sedikit, banyakanlah buat hambaMu ini. Amin”.

Dia mengucapkan sebanyak 3 kali. Di dadanya penuh keyakinan akan mendapatkan banyak belut pagi ini. Segera dia beraksi.

Zubair melihat lubang-lubang yang ada di pinggir sawah dengan teliti. Dia sudah punya pengalaman mancing belut hampir 5 tahunan. Matanya sudah terlatih. Dia dapat membedakan antara lubang belut atau lubang kepiting.

Dia melihat sebuah lubang. Segera diarahkan mata pancing yang berisi keong tersebut kedalamnya. Dia putar-putar benang tersebut. Kemudian dia tarik benang tersebut keluar lubang. Air dari lubang itu terlihat keluar dengan cepat. Kemudian turun lagi. Tandanya di lubang tersebut ada belut yang besar. Dia segera memasukan kembali benang tersebut. Dia putar-putar kembali. Setelah menunggu beberapa saat, tali pancingnya tak juga dimakan.

Dia bertindak cepat, digantinya umpan keong itu dengan potongan udang. Tak lama setelah itu. Tali pancingnya dimakan. Tali pancing itu, dia tahan sebentar. Kemudian diulur pelan-pelan sambil ditahan sedikit-sedikit. Ditarik sedikit. Lantas ditahan lagi. Diulur pelan-pelan sambil ditahan pelan-pelan. Barulah setelah itu ditahan.

Saat itu, belut yang besar sedang berusaha melepaskan diri dengan cara memutar benang pancing. Zubair sudah biasa mengatasi hal seperti ini. Setelah tenaga belut terkuras habis. Dengan mudah belut itu di tarik ke atas sambil di banting ke tegalan sawah. Untuk belut besar harus diperlakukan seperti itu. Kalau tidak bisa lepas.

Segara dilepas belut itu dari mata kailnya. Kemudian belut itu dimasukan ke korang. Setelah itu dia mencuci mata kail dengan air sawah. Sewaktu mencuci itulah, dilihatnya beberapa ekor anak katak. Dia menangkap seekor anak katak. Kemudian dimasukan ke kailnya. Lantas dia bergumam pelan, ” Cukup satu  ekor saja, ya ayah”.

Saat itu juga, memori Zubair seakan-akan berputar kembali, kejadian beberapa tahun yang lalu. Dia teringat sejenak nasehat ayahnya.

Waktu itu, sekitar jam 10-an, setelah dapat 20 ekor belut dia memutuskan untuk istirahat. Segera, dia menuju sebuah gubuk. Dia duduk, sambil memandang hamparan sawah yang sedap dipandang mata. Hamparan padi yang berjajar rapi dengan sistem legowonya,,,

 
Tak lama waktu berselang, datanglah ayahnya. Sang ayah duduk disamping anak sulungnya, sambil berkata,
” Engkau kelihatanya dapat banyak hari in, anakku?”
” Ya ayah. Ada 20 ekor. Belutnya besar-besar lagi”.
” Wah luar biasa kamu nak. Umpanya pake apa bang?” tanya ayahnya. Zubair biasa dipanggil abang oleh ayahnya. Agar adiknya biasa memanggil dia abang.
” Pake anak katak ayah”
” Ohh anak katak. Hari ini saja, sudah berapa anak katak yang kau pakai bang” . Pak Syafei sengaja memakai kata pakai daripada kata bunuh.
” Sekitar 30 ekor, ayah. Memang kenapa ayah?” jawab Zubair dengan nada bertanya.
” Engkau tidak coba pake yang lain. Bisa keong, anak ikan, udang” tanya ayah
” Kalau pake anak katak belut lebih suka. Lebih rakus ayah”.
”Oohh begitu. Tapi sudahkah kau coba pakai keong. Apalagi belut jarang makan keong karena terhalang oleh kulitnya yang keras. Atau abang bisa pakai udang. Pernah ayah mancing pake udang, belut suka sekali kok”.
” Belum ayah”
” Kenapa kamu belum coba, nak”.
 

Kemudian sang ayah diam sebentar. Dipandangi hamparan padi. Kemudian dipandang anak sulungnya. ”Sekarang ayah ingin, kamu mulai belajar merenung sambil berfikir sejenak. Apa makanan katak atau anak katak?”.
” Bisa serangga, nyamuk, dan kecu, ayah”
” Betul. Serangga seperti kumbang, wereng, kepik, nyamuk bahkan lalat merupakan makanan katak. Apa jadinya kalau katak dan anak katak nya tidak ada?”

Sang ayah diam sebentar.

Kemudian berkata,”bila katak dan anak katak tak ada, serangga-serangga tsb akan semakin banyak”. Padahal banyak dari serangga itu memakan tanaman padi”.
” jenis serangga apa, ayah?”
” biasanya hama padi seperti penggerek batang, wereng, dll. Nah, untuk hama wereng, di dalam tubuhnya terdapat virus. Selain hama, wereng juga menyebarkan penyakit melalui virus tsb. Tanaman padi bisa tak tumbuh baik, bahkan bisa membuat tanaman padi kerdil rumput dan kerdil hampa”. 
” ohh, begitu ya, ayah”
” Kalau ini dibiarkan berlangsung terus menerus, maka akan banyak kerugian yangpetani dapatkan”.
” tapi, bukankah anak katak itu banyak sekali, ayah?” jawab Zubair sambil membela diri
” Betul itu. Coba abang hitung hari ini saja, berapa orang yang mancing belut. Ayah lihat hari ini saja ada 12 orang. Belum termasuk yang sudah pulang duluan. Misal ada 20 orang saja yang mancing. Mereka pakai 30 anak katak. Maka ada 600 ekor yang mati. Kalau sebulan sudah 18.000 anak katak yang mati. Caba abang bayangkan”.

 

Zubair terlihat tidak bisa menjawab. Dia terlihat sedih. Sedih karena terbayang sudah ratusan bahkan ribuan anak katak yang telah dipakainya untuk mancing belut selama ini.

” Mancing belut memang mengasikkan. Ada perasaan ni’mat luar biasa bila kita adu tenaga dengan belut. Saling tarik ulur. Tapi cobalah cari umpan lain, bang. Dan ayah rasa, keong, ikan kecil atau udang bisa”.
” Ya ayah. Mulai sekarang Zubair akan pake keong atau udang”
” Abang boleh pakai anak katak, tapi cukup satu atau dua ekor saja, sisanya pakai keong atau udang. Pesan ayah, bila mancing pake keong cukup ambil 10 ekor saja dulu. Bila 10 ekor itu habis ambil 10 ekor lagi”.
” Ya ayah. Sekarang Zubair baru sadar artinya keseimbangan ekosistem yang pernah dipelajari di sekolah. Dalam hal ini, katak bertugas sebagai predator, penyeimbang lingkungan sawah. Terima kasih banyak ayah, atas pelajaran ini…”.

Dicium kening anaknya, kemudian Pak Syafei berdiri. Setelah mengucap salam diapun meninggalkan anak sulungnya. Baru 3 langkah dia beranjak, diapun membalikan badannya sambil berucap,” Insya Alloh, dalam waktu dekat , kita buat kolam belut dekat rumah”.
” Untuk apa ayah?”
” Kalau abang dapat belut kecil, jangan dibiarkan sampai mati. Nanti taruhlah dikolam itu”

Setelah selesai dengan kenangan itu, Zubair kembali lagi mencari lubang-lubang belut baru. Tak terasa, 150 menit pun telah berlalu. Kini di korangnya, sudah terdapat 15 ekor belut. 10 besar dan 5 kecil dimasukan kekantong plastik. Belut-belut kecil itu sengaja dia biarkan hidup.

Disela-sela mencari lubang-lubang belut dia sering berpapasan dengan teman-temanya. Dan biasanya mereka akan melihat hasil pancingannya. Banyak kata-kata yang keluar dari mulut mereka.
” Kalau Zubair mancing, belut pada lengket “ atau
”Hebat beneeer, nga tahan bro…” atau
“Mantranya apa sih, Zub?” atau
”Bagi saya ya, seekor dua ekor, kalau dapat banyak”

Mendengar komentar-komentar itu, biasanya Zubair hanya tersenyum. Setelah itu dia melihat keadaan sekelilingnya. Dilihatnya sudah ada sekitar 15 orang yang mencari belut di sawah. Dia pun bergerak menuju Jamil yang berjarak hampir 300 meteran dihadapannya. Dia pun mempercepat langkahnya.
Setelah dekat, dilihat adiknya dapat 5 ekor. 1 ekor besar sisanya kecil.
” Abang dapat berapa?”
” Ada sekitar 15 ekor”
” So pasti bang. Ayo kita pulang ke rumah” kata Jamil

Segera ditepuk punggung adiknya dengan tangan kanannya, merekapun jalan beriringan melewati pematang sawah dengan perasaan gembira menuju rumah. Di dalam pikiran mereka berdua, masing-masing sudah terbayang makanan siang ini, belut goreng dan sambal udang.

Oh indahnya dunia, dunia anak-anak,,,

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in CERITA, MUSUH ALAMI. Bookmark the permalink.

31 Responses to BELUT DAN ANAK KATAK

  1. Sugiono says:

    Keren jg mas critanya. Ada bakat jd sastrawan

  2. nira says:

    oseng belut bakarnya sisain buat saya. Cara mancing belutnya sama, cuma mata kailnya beda dengan yang banyak dipake ditempat sy.

  3. suli says:

    Zubair kecil, jamil kecil, umar kecil dan yusuf kecil adalah keceriaan anak anak desa, belut goreng dan sambal goreng belut pengantar mereka ke tingkat kecerdasan. protein yang di kandungnya tinggi sejajar kerabatnya sidat/moa.

    Tangkapan apapun oleh tangan tangan alami, dengan cara sederhana masih sangat wajar, lain ceritanya jika sudah secara brutal macam pemakaian potas, endrin , setrum dll lebih lebih pemakaian pestisida tak terkendali, jangan harap umar kecil mendapat 20 ekor belut yang segera disambut ibu sekeluarga pertanda menu hari ini sangat lezat dan bergizi. jika pinginpun belut belut yang ada di pasar sekarang merupakan belut hasil setrum, yang jika masih kecil kecil dan berniat membesarkannya tidak bakal tambah besar biarpun di pelihara setaun.

    Kerabatnya sidat/moa lain lagi, mereka menjadi hidangan mewah di jepang salah satunya unagi kabayaki( sidat panggang), harga/kg tidak tanggung tanggung dijepang setara dengan Rp 700.000,./kg pantas masakan tadi berharga rp.400.000,./porsi…sidatnya dari asia termasuk indonesia, musim kawinnya aneh harus menuju muara, bahagialah indonesia banyak sungai

    Nah….ayo gencarkan komsumsikan ke anak anak kita, akan hasil ikan air tawar/laut , suatu saat nasib negara ini di anak kita.

  4. nira says:

    Saya suka mancing belut(ngurek istilah di tempat sy) justru setelah berumah tangga terbawa kebiasaan masyarakat di lingkungan rumah yang jago2 nyari belut. Mata kail nya g ada pengait atau “ruit” sehingga mudah untuk dilepas dan tidak merusak mulut belut. Jadi kalau mau dilepas lg ke habitatnya dijamin belut tsb masih segar bugar. Mata kail/pancing nya bikin sendiri.

  5. nira says:

    kalau pak ihsan ingin merasakan sensasi mancing belut ukuran jumbo, bobot 500gr ke atas silahkan main ke tempat saya. Tentu lokasi mancingnya bukan di sawah.

  6. suli says:

    Wah seru…nih
    Ada tempat yang membuat memori menyenangkan terulang, saya ikutan boleh….walaupun belum di tawari saudara nira, soalnya saya kecil sudah ngurek urek belut, yang banyak kewalahannya kalau ngangkat saking kuatnya si belut atau memang saya yang kecil yang kurang gizi, maklum anak petani gurem.jangan harap makan daging sapi, ya berkat belut dan ikan lainnya atau jenis serangga di sawahlah protein di dapat, paling nemu ayam goreng kampung kalau ada ternak tersebut sakit..masih di keroyok satu keluarga pula

    • NURMANIHSAN says:

      setuju mas suli,
      kpn2 mungkin kita mampir ke rumah Mas Ali (mas nira) untuk nostalgia skaligus memberi penyuluhan kpd petani disana. bgm mas ali?

      NB; mas suli, nira itu ya nira kelapa ya pak ali, soalnya pak ali usahanya gula dari nira (kelapa).mas ali lebih suka pakai kata nira,,

  7. nira says:

    Tentu saya dan masyarakat di sini akan sangat berterima kasih apabila pak ihsan dan pak suli mau berkunjung ke desa saya sekalian berbagi ilmu pertanian. Memang ngurek belut mengasyikan, meskipun seringkali belut yang besar memerlukan “perjuangan ekstra” untuk mendpatkannya.

  8. efendy manan says:

    Boleh nimbrung nih mas?kayaknya seru nih….tempat mas ali dimana ya?sayang di daerah saya belut dan anak katak udah langka karena industrialisasi dan eksploitasi yang berlebihan….

    • NURMANIHSAN says:

      wah boleh sekali mas efendy, pak ali tinggal di ciamis.
      selamat bergabung lagi mas efendy.
      sy justru menunggu komentar2 atau masukan2 dari mas efendy dng pengalamannya selama ini.

  9. nira says:

    MT 1 nanti kalau jadi kedatangan sifu sifu pertanian tentu akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami. Sekalian minta diberi penyuluhan. Atau kalau kebetulan ada keperluan atau barangkali berwisata ke pangandaran sudilah kiranya mampir ke gubuk saya.

    • NURMANIHSAN says:

      Mas Ali, di dalam blog ini, sy sebetulnya sedang belajar dan berbagi. Itu saja.
      Blog ini hanya salah satu media tuk tukar informasi, pengalaman, pemikiran, dll. Saya yakin banyak petani2 hebat yg ada di negeri ini. mereka begitu hebat dlm budidaya padi. tuk mendapatkan hasil 8-10 ton/ha GKP bagi mereka dah biasa. spt mas suli, mas supangat, mas lito, dll.
      atau ada yg hebat (masuk katagori ahli) di POC dan varietas padi spt mas efendy manan (pasuruan).

      Mungkin ada lagi yg ahli dlm bidang pertanian padi, smg saja mereka mampir ke blog ini. Dan kita berharap, mereka dpt memberi masukan kepada kita, para petani.
      Dari merekalah, kita bisa bertanya dan belajar. Tanya apa saja, dng ilmu yg dimilikinya, Insya Allah mereka dpt membantu.
      Sy hanya bisa memfasilitasi saja,,,

  10. nira says:

    ya betul sekali pak ihsan. Setelah menemukan blog ini saya semakin semangat belajar menjadi petani yg baik. Tetapi jujur bagi saya pak ihsan, pak suli, pak efendi jauh lebih pandai, berpengalaman dan bijak dalam ilmu pertanian.

  11. suli says:

    Sama sama belajar pak, terlalu berlebihan jika seperti diatas. o o Pak ali di ciamis to, malah ntar kalau bisa ke sana, saya sekalian mau membeli bibit ayam sentul ya barang 5 ekor, jantan betina.boleh pak ali nanti carikan. penyuluhan ke petani nanti pak nurman ahlinya , selesai penyuluhan makannya nasi -belut sambel goreng cabai hijau mantap.

    • NURMANIHSAN says:

      Diatur waktunya mas suli, klo bisa berangkat dari depok bareng pak Ali. jd dijalan bisa saling bincang2. wah, kalo mas efendy bisa ikut, luar biasa nih. hee
      bgm pak ali?

  12. ali says:

    Pak suli, ayam sentul jenis ayam apa ya? Mungkin penamaan disini berbeda. Masalah belut, monggo mangke kulo cawisaken oseng belut bakar khas kampung.

  13. ali says:

    pak suli, ayam sentul saya baru dengar.. Mungkin penamaan di tempat saya berbeda. Monggo mangke kulo cawisake oseng welut bakar.

  14. ali says:

    pak ihsan, mobil sy mungkin kurang memenuhi standar kenyamanan. Maklum gerobak buat angkut barang. Tapi kalau berkenan ya tentu saya tambah senang. Semoga hari minggu bisa ikut ketemuan, kalau boleh.

  15. ali says:

    Sayang sekali minggu gak bisa bertatap muka dengan pak nurman dan pak suli.. Jadwalnya berubah. Jadi yg itu tetap sy paket aja pak nurman.

  16. suli says:

    Ayam sentul tampangnya seperti ayam petarung, di produksi telur lebih banyak dari ayam buras biasa, saya pingin mengembangkannya skala rumah tangga.

  17. ali says:

    iya siap pak suli nanti saya carikan ke kecamatan sebelah. Katanya ada yang beternak ayam tersebut. Memang namanya ayam sentul.

  18. ali says:

    Boleh pak ihsan. Kalau mau ke ciamis kota sih infonya banyak yang membudidayakan. Tapi saya cari dulu di desa desa tetangga. Tapi kalau ayam cemani, saya g sanggup nyarinya..hehe

  19. suli says:

    Ya makasih, Pak Ali, sentul aja, cemani bagus, carinya gampang asal duitnya aja, yang empunya cemani biasanya jarang menjualnya. sentul merupakan ayam lokal asli ciamis. sama seperti ayam nunukan kalimantan timur, kedua ayam tersebut merupakan ayam lokal unggul.

  20. ali says:

    Belum sempat mencari ayam sentul pak suli dan pak ihsan.. Semoga bisa dapat secepatnya, saya jadi minat juga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s