PANDUAN SL-PTT BAGI PARA PENYULUH PERTANIAN

PANDUAN SL-PTT BAGI PARA PENYULUH PERTANIAN THL
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP di Banten )

Muqodimah :
Secara umum, pelaksanaan SL PTT yang diprogramkan pemerintah ( Kementrian Pertanian ) telah terjadi peningkatan yang berarti bagi produktivitas padi. Ini bisa dirasakan bagi sebagian para petani. Sebagai contoh, yang pernah saya lihat dan saksikan sendiri adalah petani yang ada di Desa Sukamulya, Dukuh, Bojong, Bunder, Pasir Jaya, Suka Damai ( Semuanya ada di Kecamatan Cikupa ) dan Desa Kadu ( Kecamatan Curug ).

Saya pernah melakukan ubinan di Desa Bunder, Kecamatan Cikupa dengan ketua Poktan, Pak Saeman. Poktan ini mendapat SLPTT 2010 kemarin. Selesai ditimbang, hasil yang didapat 5,95 kg. Sehari sebelumnya Pak Saeman melakukan ubinan pula, hasilnya 6,4 kg. Kemudian dia sms ke saya hasilnya. Mendengar hal itu, saya kaget sekaligus gembira. Karena penasaran besoknya saya beserta rekan kerja datang ke sana.

Dengan rata-rata 2 ubinan tersebut, perkiraan hasil adalah 9,88 ton/ha. Berdasarkan pengalaman dari teman-teman PPL, memang terjadi peningkatan di Kabupaten Tangerang.
Saya ingin berbagi pengetahuan dan pengalaman yang terjadi di lapangan, selama menjadi Penyuluh Pertanian lapangan. Secara garis besar, dalam memberikan penyuluhan kepada para petani, ada prinsip dasar yang harus dipahami bagi PPL.
Dalam hal ini, prinsip dasar saya bagi dua : ( walaupun ini masih boleh diperdebatkan ).

1. Prinsip Dasar Pokok, meliputi Pengolahan lahan + Pupuk Organik, Benih bermutu, Pembenihan/Pembibitan dan Sistem Tanam
2. Prinsip Dasar Pelengkap, meliputi Pemupukan tambahan, Penyiangan, POPTT serta Panen dan Pasca Panen

Mengapa saya membagi seperti itu?
Saya ingin memberi pemahaman bahwa sebelum proses tanam padi dimulai, maka seharusnya sudah tercipta SAWAH SEHAT dan TANAMAN SEHAT pula.
Untuk membuat sawah sehat, diperlukan pengolahan tanah yang berorientasi menambah C-Oragnik menjadi diatas 5%. Bila tanah sehat, binatang-binatang yang ada didalamnya dan Mikroorganisme akan banyak dan sehat pula.
Untuk membuat tanaman sehat, diperlukan benih bermutu yang ditanam lahan pembibitan yang sesuai rekomendasi ( lebar 1-1,2 m dan panjang disesuaikan dengan lokasi, benih satu genggam tangan buat 1 m2, luas lahan pembibitan 4-5 % dari areal yang akan ditanami, ditanam dengan umur muda, dll ). Setelah sehat maka ditanam dengan sistem tanam yang sehat pula.
Sistem tanan yang sehat, bisa tandur jajar, legowo dan perpaduan tandur jajar dan legowo.
Bila tanah sehat dan tanaman sehat sudah tercipta maka secara alami daur hidupnya akan sehat (baca bagus) pula.
Tetapi, tidak sampai batas ini saja. Tanaman itu butuh pelengkap hidup. Disinilah peran pemupukan, penyiangan dan POPTT berjalan beriringan. Setelah itu, para petani tinggal menunggu masa panen.

PRINSIP DASAR POKOK ( PDP )
PDP 1. Pengolahan Lahan
Ini adalah langkah awal untuk memulai bercocok tanam padi. Pengolahan ini meliputi pengolahan lahan buat persemaian dan penanaman. Hal-hal yang harus diperhatikan adalah
1. Jerami, apakah jerami itu dibalikan ke sawah? Bila tidak, jangan harap sawah akan subur. Sebab dengan ini saja, sawah akan senang ( tanah tak keras, banyak MO yang tumbuh, akibatnya banyak planton, cacing dll, ini akan membuat ikan, belut , katak dll berkembang biak. Dengan adanya hewan2 itu, mereka akan memakan hama yang ada ditanaman padi. Belum lagi, Kandungan amoniak ( urea ), fosfat dan KCL yang ada di jerami dan tanah akan diurai oleh MO tertentu sehingga mengurangi pupuk pabrik. Dll. Tetapi apa? Jerami itu, justru kita dibakar
2. Pupuk kandang, apakah kita memberikan pupuk kandang mentah ( ayam, sapi, dll) dan pupuk organik pabrik ( granural, bubuk dll). Fungsinya hampir sama dengan jerami, Cuma kandungan unsure kimia tertentu lebih tinggi
3. Cara pengolahan lahan, dibajak sapi/traktor atau dicangkul. Intinya, kedalaman minimal (25-35 cm), tercampur tanah dan jerami + PO dan waktu 1-2 pekan. Supaya terjadi proses pembusukan atau percampuran dengan sempurna.
4. Ini tambahan,dan tidak dianjurukan. Ada juga yang memberikan pupuk urea sedikit.
Bila poin ke 1-3 dilakukan, maka secara umum sawah sudah siap menerima kehadiran benih atau bibit yang akan ditanam. Pada fase ini, untuk bibit belum memerlukan unsur hara yang banyak, sebab akarnya masih sedikit, jadi penambahan pupuk anorganik ( NPK ) belum saatnya.
PDP 2. Tempat Pembenihan atau Pembibitan
Pembenihan disini, maksudnya ada perlakukan yang khusus buat benih. Sebab benih adalah modal dasar atau senjata petani tuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Apa saja perlakuan itu:
1. Sebelum dijadikan benih (bagi yang mengambil dari panen lalu).
Apakah ada perlakukan khusus buat benih ini. Apa itu? diskusikan!! Minta komentar dari para petani.
Apakah benih ini kita pilih dari yang tanaman terbaik. Contohnya, bila ada 1 petak sawah kita panennya bagus, kita ambil beberapa meter persegi, kita pisahkan dulu, kita jemur sampai bagus dengan alas yang baik, kita rontokan ( bisa dng kaki (iles2) atau mesin perontok padi. Tapi jangan dibanting. Kita jemur lagi, baru setelah itu, kita simpan. Sewaktu kita ingin pakai, apakah kita cuci dengan air yang baik ( bukan air kali yang butek). Setelah itu, kita tiriskan baru kita peram sampai keluar calon tunas. Bila kita perlakukan seperti ini, kekuatan benih bisa mencapi 1- 2 tahun.
Mohon maaf, yang kita lakukan justru sebaliknya, semua panen kita ambil, kita jemur sekenanya, kita rontokan dengan cara dibanting. Hal ini dapat menyebabkan padi banyak yang pecah didalamnya, baru setelah itu, kita pisahkan jadi benih. Pas mau dipakai buat pembenihan, kita cuci benih itu, pake air seadanya.
Pada suatu kasus, ada petani di daerah Curug yang bawa 2 karung gabah ke sawah. Dia sebar benih itu, ditunggu sepekan, tak ada yang tumbuh, kecuali sedikit sekali.
2. Sebelum dipakai, benih itu sebaiknya diuji dulu.
Bagaimana caranya? Ambil seratus biji padi (benih), letakan di atas piring yang sudah diberi kertas Koran atau tisu. Setelah itu, dipercikan air secukupnya sampai merata. Ditutup kembali dengan kertas, dan biarkan selama 2 hari. Lihat dan hitunglah jumalah benih yang tumbuh.
Atau bisa juga dengan cara lain, sebelum benih dipakai persiapkan terlebih dahulu air untuk memcuci benih, tambahkan ¼ kg garam dalam 10 liter air. Diaduk sampai larut. Masukan benih yang akan dipakai, aduk-aduk. Biarkan sebentar, bila ada benih yang mengapung segera diambil. Ditiriskan, diperam sampai keluar mata tunas, baru disebar ke tempat pembibitan.
3. Tempat pembibitan, bila pengolahan lahannya sama dengan uraian pengolahan lahan seperti di atas, maka itu adalah baik. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan pada fase ini,
a. Letak atau posisi, sebisa mungkin letak tempat pembibitan ini, menghadap Timur – Barat. Mengapa? Sebab dengan konsisi demikian sinar matahari akan maksimal diserap oleh daun-daun tanaman. Sehingga proses fotosintesis berlangsung sempurna
b. Sinar matahari dalam kondisi seperti itu akan membuat sawah terang dan panas sempurna. Sehingga proses pencahayaan ini, akan membuat hama-hama terhambat pertumbuhannya, sebab sebagian besar hama membutuhkan tempat yang lembab untuk proses regenerasi hidupnya
c. Dalam kondisi demikian, akar tanaman pun akan maksimal menyerap cahaya matahari.
d. Luas lokasi tempat pembibitan ( 5 % dari areal yang akan ditanam )
Untuk masalah ini, luas pembibitan adalah panjang x lebar. Untuk ukuran panjang tak dibatasi, sepanjang lahan pembibitan, tetapi untuk menentukan lebar yang dibatasi. Lebar idealnya, 1,2 m. Tetapi sampai jarak 1,5 m masih dibolehkan. Mengapa demikian? Berdasarkan pengalaman di lapangan, untuk kondisi lahan pembibitan yang demikian tanaman padi jarak kerapatannya lebih longgar sehingga proses tumbuhnya lebih besar.
e. Pada umur 8-10 hari, bisa diberikan pupuk urea sesuai dosis.
f. Ada istilah, makin muda makin banyak anaknya, ini juga berlaku pada tanaman padi. Bila bibit ditanam umurnya 17-25 hari maka jumlah anakan makin banyak.
g. Bibit yang dicabut segera ditanam, dalam 1 petak usahakan tak ada selisih hari.

PDP 3. Sistem Penanaman
Bila proses 1 dan 2 sudah ideal, maka proses 3 ini adalah penyempurna. Proses 1 adalah proses penyiapan sawah yang sempurna bagi datangnya tanaman. Sedang proses yang kedua, proses tumbuhnya tanaman supaya cepat besar. Oleh sebab itu, bila kedua disatukan maka diperlukan sistem tanam yang baik. Apa saja system penanaman yang baik itu?
1. Penanaman diharuskan pada posisi timut – barat. Dalam posisi ini, banyak keuntungan yang bisa pera petani dapatkan. Tanaman cepat besar, pemupukan lebih mudah, pengoyosan lebih cepat, POPT lebih terkendali dll
2. Sistem caplak. Pada system ini, sawah yag telah diolah sempurna bila ada airnya dikurangi sampai macak-macak. Kemudian, dibuat larikan dengan menggunakan alat caplak. Pada posisi pertemuan garis itulah, bibit ditanam.
3. Sistem Legowo. Pada system ini, sawah hampir sama daengan system caplak, Cuma ada barisan yang diambil. Barisan yang diambil ini, diletakkan pada barisan paling pinggir, antara satu tanaman dengan tanaman lain. Kalau system ini diterapkan memang jumlah bibit yang dipakai lebih banyak. Dengan harapan hasil juga lebih banyak.
4. Perpaduan system 1 dan 2. Sistem caplak yang dilegowo. Keuntungan system ini, bibit lebih sedikit. Dan hasilnya, bisa jadi tinggi.
5. Dari ke 3 sistem di atas, yang dominan justru system yang tak masuk katagori baik. Sistem asal-asalan, Tetapi, inilah pola tanam sebagian para petani kita. Sehingga hasil yang didapat masih jauh dari yang diharapkan.
PRINSIP DASAR TAMBAHAN
PDT 1. Benih
Bila ke-3 unsur PDP kita laksanakan, kemudian PDT ini juga diperhatikan maka hasil yang kita dapatkan akan semakin bertambah. Untuk benih ini, memang akan terus tercipta dan lahir benih-benih baru agar sesuai dengan perkembangan waktu. Ini merupakan hasil kerja pemerintah dan peneliti untuk disebarkan kepada masyarakat. Pada tahun 1986, keluarlah IR64 yang disukai petani, kemudian tahun 1990an muncul Ciherang. Tahun 2010 akan muncul padi yang disukai petani, Inpari 10 dan 13.
Benih yang akan digunakan untuk menanam sebaiknyha benih yang baik . Syarat benih yang baik, ada standarisasinya. Itu bisa kita dapatkan dari beli di tempat tertentu, atau kita bisa gunakan dari panen yang lalu.
Dengan teknik sederhana, sebetulnya para petani dapat mendapatkan benih bermutu sampai beberapa kali musim panen. Untuk kasus ini, saya contohkan di Desa Sukamulya. Ada petani, namanya Pak Ujang asal Ciamis. Dia menanan padi varietas sintanur. Dengan perlakukan yang baik, dia sampai 7-9 kali menananm dari benih yang sama. Bagaimana caranya? Begini…, bla-bla ( PR ini buat pembaca)

Baca disini, RINGKASAN MATERI SL PTT PADI

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in ABOUT TANAMAN PADI. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s