SEPEDA DARI KAMBING 2 ( Cerita )

SEPEDA DARI KAMBING 2
( Penulis : Nurman Ihsan )

Sekitar 3 Tahun lalu di Kebun Belakang

Saat itu, Pak Syafei sedang bersama dua tukang kayu. Ke 2 tukang kayu itu diberi tugas membuat 2 kandang kambing panjang. Masing-masing kandang berukuran 10 x 1 meter.

Tiap-tiap kandang panjang dibuat sekat-sekat sebanyak 10 buah. Jadi tiap 1 kandang panjang berisi 10 ekor. Total kambing yang akan dipelihara ada 20 ekor. Kandang-kandang itu dibuat untuk membesarankan anak kambing.

Pada saat bersamaan, anak Pak Syafei, Zubair dan Jamil ada ditempat itu. Mereka membantu membelah bambu-bambu. Setelah terbelah dua, bambu-bambu tersebut disayat supaya tidak tajam.

Setelah waktu menunjukan pukul 11 siang, saatnya mereka istirahat. Ke dua tukang kayu pulang ke rumah masing-masing. Sedangkan Zubair dan Jamil kumpul bersama ayahnya. Di saat itulah terjadi pembicaraan.

” Ayah, temanku ada yang sudah naik sepeda ke sekolah. Kapankah Aku dan Jamil memiliki seperti temanku, ayah?” tanya Zubair
“ betul ayah, kalau naik sepeda ke sekolah bisa lebih cepat” potong Jamil.
 

Mendapat pertanyaan seperti itu, sang ayah tersenyum. Dia senang, anak pertamanya menggunakan bahasa bersayap. Si sulung, Zubair menggunakan kata memiliki daripada kata dibelikan. Itulah yang dia suka kepada kedua anaknya, sekan-akan mereka tidak memaksa orang tua supaya dibelikan sepeda secepatnya.

” Kalian akan punya sepeda tidak lama lagi, insya Allah?” sambil ditatap kedua anaknya
” Benar ayah. Kapankah itu?” jawab mereka serempak
” Anakku, 2 hari lagi kandang yang kita buat akan selesai. Satu kandang akan diisi 10 ekor kambing jantan kecil. Jadi 2 kandang ada 20 ekor.
“apa hubungan dengan kami, ayah?”
“kalian akan jadi peternak kambing. Tugas kalian berdua, merawat dan mengawasi kambing2 itu”
“siap, ayah. tapi berapa lama?”
“Ayah sudah meminta kepada Bang Nasrul supaya mencarikan rumput dan daun-daunan tiap pagi dan sore. Tugas kalian adalah membantu Bang Nasrul memberi makan kambing-kambing itu selama 4 bulan saja.
“setelah itu, ayah?’
” Insya Allah, sepeda yang kalian inginkan tersebut akan terlaksana. Bagaimana, apa kalian setuju?”
” Setuju ayah” jawab keduanya kompak.
 

Tangan mereka bertiga pun sudah saling menempel sebagai tanda setuju….

Tanpa terasa waktupun berjalan melewati umur-umur manusia. Matahari terus berputar, terbit dari Timur dan tenggelam di Barat. Begitu setiap hari. Menit berganti jam. Putaran jam-jam membentuk hari. 7 Hari berganti pekan. Pekan berganti bulan. Satu bulan berjalan. Terus mendekat ke arah 4 bulan. Sampai akhirnya 4 bulan pun tiba.

Hari ini tepat sudah 4 bulan mereka berkomitmen kepada sang ayah. Komitmen itu, membantu Bang Nasrul untuk mencari rumput dan dedaunan serta memberi makan kambing-kambing.

Tapi saat ini, mereka sedang berada di sekolah. Mereka berdua mengetahui, bahwa hari ini adalah tepat sudah 4 bulan sejak ke dua tangan mereka bersatu dengan sang ayah.

Artinya, hari ini mereka akan mendapatkan sepeda baru. Ya, sepeda baru yang mereka impikan selama ini.

Mereka ingin segera sampai di rumah, untuk melihat sepeda barunya. Dan memang, dirumahnya sudah ada dua sepeda baru yang dibelikan ayahnya.

Setelah bel pulang berbunyi, ke dua kakak beradik itu segera keluar sekolah. Mereka ingin segera sampai di rumah. Kalau bisa secepat mungkin. Kalau mereka punya sayap, mereka ingin terbang saja.

Sesampai di rumah, walau masih berjarak 50 meter dari rumah, mereka sudah melihat sesuatu yang mereka impikan. Sesuatu itu adalah 2 buah sepeda baru di depan rumahnya.

Dua Sepeda dengan 2 warna: warna hitam dan biru. Mereka sudah tahu yang mana sepedanya. Zubair segera menuju sepeda warna hitam. Sedangkan Jamil menuju warna biru. Impian mereka berdua mempunyai sepeda pun terwujud. Mereka pun segera menuju mushola, mereka segera ambil wudhu. Setelah itu, mereka sujud syukur….

Besok harinya, mereka berdua pergi ke sekolah dengan sepeda barunya. Ada rasa bangga, rasa bangga yang berbuncah di dada mereka bila sedang mengayuh sepeda itu.

Sepeda yang didapat dengan kerja keras selama 4 bulan. Kerja keras yang berhasil dinyatakan lulus oleh sang ayah. Sehingga berhak atas sepeda barunya. Walaupun sepeda itu, didapat dengan memberi makan kambing dengan rumput dan dedaunan.

Tapi bukan ini bukan  persoalan sepeda semata. Bukan itu inti masalahnya. Inti masalahnya: kerja keras dengan konsistensi yang tak pernah putus.

Meraka baru menyadari, rasa bangga itu memang tidak bisa dibeli. Di dalam benak mereka berdua, seakan-akan ada sebuah cerita. Cerita itu punya kalimat: sepeda yang mereka miliki ini seakan-akan hadiah dari kambing. Cerita itu punya judul: sepada dari kambing.

Mereka pun mulai menyadari, mengapa ayahnya tidak langsung memberikan sepeda kepada mereka berdua. Ada harapan besar, yang ingin sang ayah tanamkan kepada mereka berdua. Ada proses pembelajaran yang mereka dapatkan.

Ada proses, dimana mereka merasa dihargai walaupun masih anak-anak SD.

Ada proses pembentukan karakter, bila kita inginkan sesuatu maka harus dilalui dengan kerja keras dan waktu yang cukup panjang.

” Terima kasih ayah ” batin mereka berdua.

Sejak peristiwa itu, ayah mereka membelikan 2 ekor kambing betina. Mereka mendapatkan kepercayaan kembali dari ayahnya. Bisa disebut, ini kontrak kerja dengan ayahnya secara tak tertulis.

”begini anakku, kita buat kesepakan lagi?”
“kesepakatan apa, ayah?” Zubair bertanya
“ayah sudah beli 2 ekor kambing betina. rawatlah kambing tsb”
“isi kesepakatan itu apa, ayah?” lanjutnya
“bila  nanti kambing melahirkan. Misalkan anaknya 2 ekor, maka 1 ekor jadi milik ayah. 1 ekor lagi milik kalian berdua. Bagaimana?”
“ setuju, ayah?” jawab mereka serempak.
” Tapi mengapa betina semua ayah?” giliran Jamil bertanya
” Kambing-kambing betina tersebut, sudah ayah kawinkan dengan jantan peranakan kambing etawa.
“berapa lama kambing tsb melahirkan, ayah?’
“sekitar 6-7 bulan. secara umum seekor kambing akan melahirkan 3 kali dalam dua tahun”
“oh ya, ayah. kapan anak kambing bisa dipisahkan dari induknya?”
” 2 bulan bisa dipisahkan kok.
” Siap ayah. Ini akan menjadikan kami kaya raya”.

Anda bisa baca Nama adalah Doa dan Harapan orang tua disini

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in CERITA. Bookmark the permalink.

One Response to SEPEDA DARI KAMBING 2 ( Cerita )

  1. Pingback: SEPEDA DARI KAMBING 1 ( Cerita ) | CERITA BUAT KATA, KATA ITU ADALAH CINTA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s