SETIAP OKSIGEN KELUAR DARI POHON YANG KITA TANAM, MENGALIRKAN PAHALA

PAHALA MENGALIR DERAS DARI PEPOHONAN
Penulis : Nurman Ihsan ( Penulis Lepas )

PAHALA DARI PEOHONAN

PAHALA DARI PEOHONAN

Ada seseorang yang begitu mencintai tanah dan tanaman. Nama orang itu, biasa disapa pak Jamal. Pak JAmal mempunyai tanah tiga ribu meter persegi. Tanah itu bisa disebut kebun. Sebagian dari tanah itu, sekitar 200 m2 diwakafkan. Tanah wakaf itu dibuat mushola untuk masyarakat sekitar. Sisa dari luas tanah itu, terdapat banyak tanaman dan pepohonan. Kebun tersebut begitu rindang. Udara begitu sejuk, bila orang berada disekitar kebun itu akan merasakannya.

Tak berapa lama, Pak Jamal itu meninggal dunia. Sebelum Pak Jamal meninggal dunia, dia berpesan kepada anaka-anaknya supaya tanah itu jangan segera dijual. Tanah itu baru boleh dijual, bila dia sudah 5 tahun berada dikuburnya.
Sekitar sepekan setelah kematiannya, anak tertuanya bermimpi. Mimpinya itu berkaitan dengan pepohonan. Sudah 3 kali, anak tertua pak Jamal bermimpi dengan tema yang sama, pepohonan.
Di dalam mimpinya itu, Sang Ayah berkata kepada anaknya,
” sholeh, ayah di alam kubur senang sekali ”
” alhamdulillah, ayah ”
” kamu tahu kenapa itu, anakku?”
” mungkin ayah banyak sholat”
” tidak juga ”
” mungkin karena tanah wakaf, ayah ”
” tidak juga ”
” beri saya petunjuk, ayah?”
” itu karena pepohonan, anakku”
” pepohonan? apa maksudnya, ayah?”
” anakku, setiap pohon yang kita tanam akan banyak mengeluarkan banyak oksigen, bukan?”
” iya, ayah. banyak sekali”
” jutaan bahkan milyaran oksigen yang dikeluarkan pepohonan akan dihirup manusia agar bisa terus hidup”
” saya belum jelas, ayah?”
” anakku, pepohonan itu mengeluarkan pahala amat banyak bagi pemiliknya. Pemiliknya adalah siapa yang mau menanam dan merawat pepohonan itu”
” banarkah, ayah”
” anakku, apakah engkau sayang pada ayahmu ini?”
” mengapa ayah tanyakan itu?”
” apakah kamu sayang pada ayahmu ini?”
” iya, ayah?”
” bila kamu sayang, jangan kamu jual tanah yang ayah tanam pepohonan itu ”

Sholeh pun terbangun, itu adalah mimpi yang ke-3nya. Semua mimpi itu hampir sama. Pepohonan yang mengalirkan pahala bagi para pemiliknya. Dan satu lagi, sang ayah berpesan supaya tanah tersebut jangan dijual.

Keesokan harinya, anak tertua Pak Jamal menceritakan mimpinya kepada ke-2 adiknya. Ke-2 adik begitu tersentuh mendengar cerita kakaknya. Akhirnya, mereka berdua berkata,” saya serahkan semua bagian saya untuk diwakafkan juga, bang”. Sang kakak begitu gembira mendengar hal itu, selanjutnya mereka mewakafkan tanah tersebut semuanya.

Apakah cerita itu nyata adanya? bisa ya, bisa tidak. Tetapi sebagian yang saya tulis ada yang benarnya, kecuali dialog sang anak dengan orang tuanya. Tapi semoga saja ada yang bermimpi demikian.

Memang cerita itu adalah hasil imajinasi saya. Saya pernah mendengar dari seorang ustad, yang menyitir sebuah hadist yang isinya kurang lebih seperti ini: ada seseorang yang akan menghadapi sakarul maut, kemudian dia bersuara sendiri, sekan-akan menyesal : “ahh seandainya saja saya kasih semua”. Dia berhenti sebentar, kemudian bersuara lagi, ” ahh seandainya saya gendong orang itu sampai jauh..”

Akhirnya, sang keluarga menceritakan kejadian itu pada Rosulullah SAW. Mendengar pengaduan itu, Rosulullah SAW menjelaskan bahwa dalam menghadapi sakarul maut, seseorang akan teringat segala amal-amalnya. Seseorang itu pernah memberi roti kepada yang membutuhkan. Dia punya roti, dibelah roti itu, sebagian diberikan kepada yang membutuhkan itu. Pahala yang dia dapatkan misalkan 1000. Tetapi bila dikasih semua roti itu, berpahala berlipat-lipat bisa jadi 1 juta. Makanya, dia bersuara menyesal,” seandainya saja saya kasih semua….”

Saudaraku, oksigen adalah kebutuhan asasi manusia. 10 menit saja tak ada oksigen, kehidupan ini tak ada. Apa artinya? bila ada seseorang atau banyak orang yang menghasilkan kebutuhan asasi ini, luar biasa pahalanya. Apalagi pada zaman sekarang ini, hampir sebagian tanah/kebun berubah fungsi. Bisa menjadi rumah, kantor, pabrik dll. Bila tanah itu menjadi pabrik misalnya, justru yang tercipta adalah kebalikan dari oksigen yaitu CO2.

Oleh sebab itu, bila ada seseorang seperti Pak Jamal dan anak-anaknya yang mau memberikan kehidupan bagi banyak orang berupa oksigen. Maka saya meyakini, hal ini adalah pahala yang akan terus mengalir. Aliran pahala itu akan terus tercipta, selama pepohonan tersebut mengeluarkan oksigen dengan derasnya. Amin

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in ABOUT TANAMAN PADI. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s