NAMA ITU, DOA DAN HARAPAN ORANG TUA (1)

NAMA ITU DOA, NAMA ITU HARAPAN ORANG TUA
Penulis : Nurman Ihsan ( Penulis Lepas

Lebar sungai itu sekitar tiga meteran. Sungai itu dapat dilewati dengan jembatan bambu diatasnya. Kedalamannya hampir pusar orang dewasa. Di dasarnya terdapat begitu banyak bebatuan kecil. Airnya sungguh jernih. Di atas air yang jernih itu , terlihat banyak capung yang beterbangan seakan-akan capung itu hampir tak pernah hinggap. Kadang pula, capung-capung itu menyentuhkan badannya berulang-ulang kali. Biasanya capung model ini berwarna merah atau kekuningan.

Masyarakat sekitar memberi nama sungai tersebut sungai melati. Sebab tak jauh dari jembatan itu terdapat hamparan tanaman melati. Hamparan yang cukup luas di sepanjang alur sungai. Jarak hamparan ini dengan bibir sungai sekitar 5 meteran.  Mengapa sungai itu dinamakan sungai melati? Sebab bila ada insan yang lewat dekat sungai tersebut akan tercium harumnya bunga melati bila tertiup oleh angin.

Tak jauh dari hamparan tanaman melati , terdapat sebuah saung. Saung melati namanya. Saung ini dikelilingi oleh tanaman melati pula. Sehingga bila seseorang yang berada didalamnya akan merasakan kebahagiaan tersendiri. Selain tanaman melati, terdapat pula 2 pohon tin. Pohon ini tingginya sudah mencapai 2 meter dengan buah yang muncul bagai tiada henti.

Sekitar 100 meter dari lokasi saung, terdapat sebuah rumah panggung berbahan kayu. Disinilah Pak Syafei sekeluarga tinggal. Di samping rumahnya, ada mushola panggung kecil. Siapakah Pak Syafei ini? Dia adalah seorang yang berani berkata: “saya adalah petani”. Dia bangga menjadi petani. Tapi petani yang punya tujuan. Tujuan jangka pendek dan jangka panjang , berwawasan ke depan serta mencintai lingkungan yang lestari.

Pernah suatu ketika, dirinya ditanya pada seseorang.
“ saya bersyukur bila ada orang seperti Pak Syafei yang mau tinggal di desa ini?”
” Hidup ini adalah sebuah pilihan, Pak Madun. Pilihan hidup saya sejak muda, memang mau tinggal di desa. Hidup di desa memberikan ketenangan hidup. Kedamaian hidup. Jauh dari polusi. Sehingga hidup jadi sehat. Tetapi walaupun tinggal di desa terpencil. Hidup ini sudah saya rencanakan bersama istri saya. Semoga berhasil ke depan,” katanya dengan penuh keyakinan.
” Semoga saja, amin. Masyarakat jadi terbantu, pak. Tapi bukankah lebih enak bekerja di kota pak?”
” Soal enak itukan relatif, Pak Madun. Bagi saya pribadi lebih enak tinggal di desa. Soal bekerja, bekerja di manapun kalau diniatkan untuk mencari nafkah dengan benar karena Allah SWT, maka itu akan berpahala kok. Begitu pula jadi petani. Dan itu menjadi ibadah kita kepada Allah”
” Banyak orang mau ke kota, tapi Pak Syafei justru mau jadi petani? Apa alasannya, pak?
” Menjadi petani banyak manfaatnya bagi orang lain. Bisa banyak mendapat pahala. Gambarannya seperti ini, pak Madun. Bila ada orang yang menebang pohon sehingga hutan rusak. Terus terjadi banjir, maka kira-kira orang itu berdosa nga?”
“ wah, itu mah dosa besar, pak”
“ Betul itu, apalagi kalau ada korban jiwa. Nah, sekarang kebalikannya. Bila ada orang yang menanam banyak pohon. Pohon-pohon itu jadi rindang , lingkungan lestari dan udara menjadi sejuk . Apakah itu berpahala, pak Madun?”
“ Jelas itu dong, pak”
“ Pak Madun tau nga, sekarang ini hutan-hutan kita setiap menitnya hilang seluas lapangan bola. Itu akibat penebangan liar”
“ yang benar, pak”
“ bahkan bisa lebih dari itu, pak Madun”
“ wah gawat dong kalau begitu pak”
“ itulah sebabnya pada zaman sekarang ini, menanam pohon adalah pekerjaan mulia. Sebab pohon-pohon itu akan mengeluarkan oksigen. Jutaan oksigen tersebut dihirup banyak orang. Pahala yang kita dapatkan akan terus mengalir selama banyak orang menghirup oksigen dari pohon yang kita tanam.”
“ Subhanallah, pak Syafei. Benarkan itu?”
“ itulah salah satu alasan saya mau jadi petani, pak Madun”

Pak Syafei tinggal bersama istrinya, Fathia Diah Lestari. Mereka mempunyai 3 anak, laki-laki semua. Anak-anak mereka lahir di Hesa Harapan ini.

Anak pertama, Zubair Firdaus. Umurnya 11 tahun. Dia sekarang kelas 6 SD. Badannya gagah, segagah cita-cita ayahnya sewaktu muda. Dia sangat suka akan lingkungan hidup. Hatinya mudah tersentuh dengan kejadian atau fenomena alam.

Pernah suatu ketika dia melihat ada ulat bulu di pohon jeruk peras. Adiknya, jamil ingin membuang dan membunuh ulat tersebut dengan kayu tapi dilarangnya,” jangan Mil, biarkan ulat itu”.
“ tapi dia makan daun jeruk, bang. Kan nanti bisa habis daunnya dong”
“ betul sih, tapi kamu tau nga? hanya dengan memakan duan-daun inilah ulat itu bisa jadi kupu-kupu yang indah, dik!”

Suatu hari di teras mushola, pak syafei sedang memandang pohon tin yang baru tadi pagi ditanamnya. Pak syafei sebelumnya mencangkok pohon tin tersebut dari pohon tin yang berada di saung melati. Pohon tin itu sudah ada buahnya. Dia takjub dengan pohon tin. Pohon ini mengeluarkan buah tanpa melalaui proses pembungaan dari luar. Tetapi didalam buah secara tertutup. Taklama berselang datang zubair. Dia duduk di sebelah bapaknya.

Setelah itu dia bertanya pada ayahnya,” ayah, setiap tanaman pasti punya manfaat. Kalo pohon tin ini apa manfaatnya ya?”
“ betul itu, setiap tanaman pasti ada manfaatnya bagi manusia atau makhluk lain. Ada yang sudah diketahui, tapi masih banyak yang belum diketahui. Nah kalau pohon tin ini, buahnya sangat berguna bagi tubuh, malah banyak yang bilang kalau buah ini disebut buah surga”
“ buah surga ayah?”.
“ iya, begitulah Nabi Muhamad membuat perumpamaan pada tanaman ini, buah dari surga. Dan ini diperkuat oleh penelitian para ahli, buah tin adalah buah yang mendekati buah sempurna, anakku.
“ benarkah, ayah?” Zubair seakan tak percaya.
“ itulah salah satu keistimewaan buah yang disebutkan dalam Al-Quran, bang”.

Suasana saat itu begitu cerah, angin yang bertiup dari arah bukit membuat kesejukan bagi alam sekitarnya. Angin kesejukan itu pun, dapat dirasakan oleh keluarga Pak Syafei. Aliran angin tersebut, bukan saja memberikan kesejukan semata. Tetapi juga memberikan kesehatan bagi penduduknya.

Bersambung… baca disini

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in CERITA. Bookmark the permalink.

2 Responses to NAMA ITU, DOA DAN HARAPAN ORANG TUA (1)

  1. Pingback: NAMA ITU DOA DAN HARAPAN ORANG TUA ( 5 ) | CERITA BUAT KATA, KATA ITU ADALAH CINTA

  2. Pingback: SEPEDA DARI KAMBING 2 ( Cerita ) | CERITA BUAT KATA, KATA ITU ADALAH CINTA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s