NAMA ITU DOA DAN HARAPAN ORANG TUA ( 3 )

NAMA ITU DOA, NAMA ITU HARAPAN ORANG TUA ( 3 )
Penulis : Nurman Ihsan ( Penulis Lepas )

Siang itu jamil sudah sampai di rumah. Baru pulang dari sekolah. Dia ucapkan salam kepada orang rumah. Membuka sepatunya, kemudian masuk. Ditaruh tasnya. Dia cium tangan ibunya yang berada di ruang tengah. Masuk ke kamarnya untuk ganti baju. Setelah itu, dia menuju kamar mandi untuk cuci tanan dan kaki. Dan keluar menuju ibunya.

” Bu nanti jam 4 sore teman-temanku mau datang. Rencananya mau bakar ikan di dekat saung melati”
” Berapa yang akan ikut, nak”
” Tadi di sekolah kami janjian. Yang ikut 4 orang”
” Apa yang mau kau siapkan?”
” Biasa buat bumbu ikan bu”. Jawab Jamil. ” Tapi kali ini tolong ibu yang siapkan bumbunya nanti jamil yang ngulek ya”
” Ikannya bagaimana?”
” Kami janjian di saung melati, kemudian mancing bersama. Ikan yang didapat itulah yang akan dibakar”.
” Ya sudah. Sekarang kamu sholat dan terus belajar”.
Jamil segera keluar menuju mushola yang berada di samping rumahnya. Tidak lupa diajaknya adiknya ke sana.

Di mushola

Mushola itu berbentuk panggung. Mushola itu mushola keluarga. Berukuran 3 x 6 meter. Di sampingnya ada sumur kecil dan kamar mandi. Sumur tersebut sekelilingnya diberi batu bata setinggi 80 meter. Di dekatnya ada gentong yang berfungsi sabagai tempat wudhu.
Sumur itu dalamnya 3 meteran. Di atasnya ada timba yang digunakan untuk mangambil air. Jamil menimba air. Air dimasukan ke gentong. Jamil berwudhu, setelah selesai diikuti Ahmad. Terus mereka berdua sholat zuhur bersama. Selesailah sholat kemudian Jamil berdoa. Setelah itu Jamil berkata kepada adiknya.

” Ayo Mad, kita teruskan bacaan Iqro-nya. Dia segera menuju tempat buku iqro berada. Diambilnya 2 buku iqro. Satu buku diberikan adikknya, sambil dibukakan halaman 19 nya.
“ Sekarang sampe Iqro 1 halaman 19. Coba lihat. ini huruf Tho. Apa mad?”
” To”
” Sekali lagi”
” To”
” Ulang 3 kali”
” To. Too. Too”
” Tho. Jangan Thooo. Cukup Tho. Jangan panjang O nya ”.
“ iya, kak Jamil. Tho…”

Mereka pun terus belajar sampai 1 halaman. Setelah selesai mengajari adiknya iqro, Jamil mengulang sebentar pelajaran yang tadi dipelajari di sekolah. Sedang Ahmad kembali membaca iqro yang tadi dipelajari.

Sore harinya

Jamil sudah menyiapkan alat pancingnya. Dia segera menuju saung yang dikelilingi kebun melati. Di sebelah kebun melati ada empang. Empang itu empang pribadi ayahnya. Ukuran empang tersebut panjangnya sekitar 20 meter dengan lebar 3 meteran.
Sang ayah, Pak Syafei membuat peraturan tegas, empang itu hanya boleh dipancing. Ikan-ikan diempang itu hanya digunakan untuk lauk pauk, tidak boleh asal sekedar mancing. Atau bila ada acara santai, seperti bakar ikan diperbolehkan asal ikan tersebut bukan sekedar dimakan. Tetapi harus ditemani sama nasi.

Tetapi bila ada tetangga yang membutuhkan ikan, Pak Syafei mengijinkan tetangganya untuk mengambil 5 ekor ikan saja. Dan dengan syarat pula, harus dipancing. Di Empang tersebut biasanya banyak ikan sepat, tawes, mujair, nila, gabus dan betok. Ikan-ikan ini kalau dibakar sungguh enak.

Dan dia pun memancingnya….

Bersambung…. baca disini

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in CERITA. Bookmark the permalink.

One Response to NAMA ITU DOA DAN HARAPAN ORANG TUA ( 3 )

  1. Pingback: NAMA ITU DOA DAN HARAPAN ORANG TUA ( 2 ) | CERITA BUAT KATA, KATA ITU ADALAH CINTA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s