KEHEBATAN SEEKOR CAPUNG ( 2 )

CERITA KEHEBATAN SEEKOR CAPUNG ( 2 )
Penulis : Nurman Ihsan ( Penulis Lepas )

Tak berapa lama kemudian datanglah si Budi dan Iwan. Wajah Budi terlihat pucat. Dia masih takut. Sedangkan ditangan si Iwan masih terdapat beberapa ekor capung di plastik putih.

”Ayo masuk anak-anak. Jangan takut” suara Pak Jamal kearah mereka. Mereka berdua pun masuk..
”Inilah saat yang tepat, saya akan menjelaskan kepada anak-anak tentang kehabatan capung” batin Pak Syafei.
”Anak-anak sekarang kalian berkumpul, duduk setengah lingkaran ya” perintah Pak Syafei.

Pak Syafei dan Pak Jamal duduk didepan anak-anak. Pak Syafei memulai pembicaraan, ”Pada kesempatan ini, Bapak akan menceritakan kehebatan seekor capung”.
”Apa yang hebat dari capung, paman?” tanya Iwan sambil mengangkat jari
”nanti bapak ceritakan. Tetapi sebelum itu ada yang tahu mengapa capung bisa terbang?” pancing Pak Syafei
”Karena Punya sayap” jawab anak-anak serempak.
”Betul, karena punya sayap. Tetapikan tak semua yang punya sayap dapat terbang tinggi seperti capung. Bebek atau ayam misalnya, mereka punya sayap tapi tak dapat terbang tinggi. Oleh sebab itu, ada keistimewaan dari hewan ini”.

Pak Syafei diam sejenak, dia memerintahkan iwan menyerahkan bungkusan palstik yang berisi beberapa ekor capung. Diambilnya bungkusan itu, diangkat keatas, sambil berucap,

“Anak-anak coba perhatiakn ya”
Semua anak-anak yang duduk disana mencoba menyimak cerita Pak Syafei.
” Pertama, capung ini adalah hewan hebat. Capung dapat menggerakan sayapnya dalam 1 detik hampir 60-80 kali.
” ah masa, paman” celetuk salah seorang dari mereka
” betul, ya anak-anak. Makanya capung dapat terbang secara luar biasa. Kecepatan terbang seekor capung bisa sampai 97 km per jam.
” cepat betul, bisa kalah dong kecepatan motor, ayah?” zubair bersuara
” betul bisa kalah, bukan saja terbang tetapi capung dapat bergerak dengan lincah. Ada jugakan hewan yang punya sayap, tapi nga bisa terbang tetapi tak bergerak lincah.
” ayam, paman”
” bebek juga”
” ya ayam dan bebek contohnya. Jadi bukan karena punya sayap saja. Tetapi yg penting adalah kecepatan kepakan sayapnya. Makanya capung itu, dicontoh manusia untuk buat helikopter karena kehebatanya”.

Anak-anak terlihat kagum, tetapi sebelum mereka berkomentar, Pak syafei melanjutkan lagi ucapanya,
” Coba sekarang, kalian lihat mata capung” pinta Pak Syafei kepada anak-anak. ”Apa yang kalian dapatkan?”.
Jamil dan Yusuf segera melihat kepala capung yang ada di plastik Umar. Sedang Zubair , Iwan dan Budi melihat ke plastik yang dipegang Pak Syafei.

” Kayanya mata capung besar”, kata Zubair
” Kepalanya gede”, sambung Yusuf.
“ Tapi matanya aneh, besar juga” timpal Jamil.
” Betul anak-anak, kepala capung dibanding porsi badanya terlihat agak besar. Karena di kepala itulah terdapat mata aneh, kata Jamil tadi. Tetapi, itu bukan mata aneh melainkan mata majemuk” sambil memeperlihatkan mata capung dengan tangan kanannya dari luar plastik.
“karena mata mejamuk itulah, capung dapat disebut mata seribu. Dengan mata seribu itulah, capung dapat melihat kesegala arah. Dan hebatnya lagi, kepala capung dapat berputar hampir 180 derajat.

Dengan penjelasan itu, anak-anak tambah kagum dengan capung. Dari wajah mereka, ada aura seperti itu.
“ Anak-anak, inilah kehebatan yang kedua. Capung dapat menangkap mangsanya, walaupun dalam keadaan terbang”
” wah hebat betul”
” memang hebat. Hal ini karena mata majemuk tersebut. Yang ditangkap antara lain : lalat, kumbang, wereng, dll. Satu ekor capung dapat memakan lalat 2-4 ekor per hari. Jadi kalau di desa kita ada ribuan capung berarti berapa ribu wereng atau lalat yang dimakannya setiap hari. Jadi secara tidak langsung capung membantu kesehatan hidup kita. Bahkan capung membantu para petani mengatasi hama wereng”.
”Ayah, aku jadi teringat kejadian di kebun singkong kita. Kulihat, capung mamakan serangga. Selama ini yang kutahu makanan capung hanyalah daun-daunan” tanya Jamil.
”Berarti Jamil sudah melihat itu. Memang capung pemakan serangga dan daun-daunan. Kalian tau kan kalau capung jenis hewan apa?”
”Omnivora ayah” jawab Zubair.

Pak Syafei menganggukan kepalanya tanda membenarkan.

”Aku juga punya pengalaman tentang capung” tanya Zubair. Akhirnya diceritakan lah kejadian capung yang sering menyentuh-nyentuh air di atas sungai. ”Capung itu sedang mandi atau minum ayah?”
”Mungkin anak-anak ada yang tahu, capung itu sedang apa?” pancing Pak Syafei
”Capung itu sedang main-main, Paman?” jawab Umar polos
“ apa capung itu, sadang pipis ya? timpal Budi

Mendengar jawaban umar dan Budi, Pak Syafei tertawa geli. Pak Jamal, yang duduk di samping Pak Syafei juga ikut tersenyum.
”Begini ya anak-anak, ini kehebatan yang ketiga. Capung itu, binatang yang sensitif atau peka terhadap limbah”.
“Limbah apa, Pak Syafei?” potong Pak Jamal.
“Biasanya limbah pabrik atau limbah kimia, Pak Jamal. Bila ada sungai yang tercemah limbah tersebut maka capung akan menjauhi daerah tersebut. Kalau di desa kita banyak capung, itu artinya sungai di desa kita, airnya belum tercemar limbah. Jadi kalau ingin melihat air sungai tercemar disuatu daerah maka perhatikanlah keberadaan capung”.

Pak syafei diam sebentar, kemudian membuat perbandingan, “ coba kita bandingkan kota-kota besar yang air sungainya hitam dan bau. Maka capung tidak akan ada disana. Kalaupun ada sangat sedikit. Oleh sebab itu, mungkin saja ada anak kota yang belum pernah melihat capung. Dan dia bisa melihatnya, bila mereka jalan-jalan ke desa”.
“ jadi sedang apa, capung yang diceritakan Bang Zubair, ayah? tanya Jamil
” Oh ya, soal capung yang diceritakan Zubair tadi. Menurut paman, capung itu sebenarnya sedang meletakan telur-telurnya. Capung-capung itu meletakan telurnya di air, terutama air yang belum tercemar. Setelah telur capung itu menetas, keluarlah sejenis binatang yang selalu bergerak-gerak di air. Dalam bahasa pertanian, disebut larva. Biasanya, mereka berada di

nimpa capung

nimpa

dasar-dasar sungai. Setelah melewati hari-harinya larva ini menjadi nimfa. Dari nimfa inilah, suatu ketika capung muda akan keluar.”

Kekaguman pada capung semakin bertambah saja di benak anak-anak. Mereka selama ini , memang meremehkan keberadaan capung.

” Teman-teman, bagaimana kalau capung yang ada di plastik Iwan kita lepaskan bersama-sama” usul Jamil.
” Tapi yang punya aku bagaimana?” ucap Umar merasa bersalah.
” Yang penting sekarang kita harus melepaskan capung-capung tersebut. Karena di plastik Iwan ada 6 capung maka kita lepaskan dari tangan kita masing-masing. Bagaimana ayah dan paman Jamal?” kata Jamil minta persetujuan keduanya sambil beranjak ke luar yang diikuti teman-temannya.

Mereka sudah memegang satu capung ditangan kanan masing-masing.
” Teman-teman, sekarang kita sudah tahu kehebatan capung ini. Selain itu, capung ini berguna bagi kehidupan kita. Maka mulai saat ini, kita harus berjanji. Kita tidak akan menyakiti binatang ini seterusnya. Setuju teman-teman?” seru Jamil.
” Setujuuu..” jawab mereka kompak. Saat itu juga, mereka melepaskan capung-capung tersebut. Hati mereka lega. Selega hati capung yang telah bebas kembali. Dan mereka pun kembali masuk ke teras mushola.

” Paman capung yang ini sebaiknya diapakan ya?” tanya Umar sambil mengambil plastik kepunyaannya dari lantai.
” Sebaiknya sayap-sayap yang kena getah nangka itu dibersihkan. Yang masih bisa terbang dilepas saja. Sedang yang tidak bisa diletakan saja dipinggir rerumputan saja” jelas Pak Syafei.
Umar langsung ke luar melaksanakan perintah tersebut.

” Ayah, kalau capung nga boleh ditangkap berarti anak-anak kecil tidak bisa main sama capung dong” tanya Jamil.
“Betu itu, paman?” jawab anak-anak serempak
”kenapa tidak bisa? bisa saja kok. Capung-capung itu boleh ditangkap, tapi tidak boleh disakiti. Setelah itu dilepaskan kembali. Dan ingat, menangkapnya tidak boleh pake getah nangka, pake alat yang digunakan iwah itu boleh. Bagaimana anak-anak?”
” Ya, ayah. Nanti akan aku ceritakan kepada kawan-kawanku kehebatan capung itu. Menjelaskan manfaatnya buat manusia. Dan akan kularang mereka menyakitinya. Bagaimana teman-teman?”
” Oke kapteen” jawab mereka serempak

Selesai

Anda bisa baca bagian 1, baca disini

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in CERITA. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s