NAMA ITU DOA DAN HARAPAN ORANG TUA ( 4 )

NAMA ITU DOA, NAMA ITU HARAPAN ORANG TUA ( 4 )
Penulis : Nurman Ihsan ( Penulis Lepas )

Di teras rumah

Pak syafei sudah datang. Dia mengucapkan salam. Dari kejauhan dilihatnya Zubair sedang memberi makan kambing. Tetapi tidak ada Jamil. Seharusnya dia membantu abangnya.
Istrinya pun keluar. Kemudian Pak Syafei berkata,” Bu kemana si Jamil ?”
” Dia lagi mancing yah. Sebab sore ini dia mau bakar ikan dengan teman-temannya. Dia sudah minta ijin pada ibu”.
” Oh Begitu. Kalau begitu akan saya susul ke sana”. Pak Syafei beranjak pergi. Dia menuju mushola panggung. Dia mengambil pancingan yang berada di bawah mushola panggung.

Di Empang Dekat Saung

Jamil sedang asyik memancing. Melihat pelampung yang terbuat dari kayu bergerak-gerak dia segera menariknya ke atas. Yap. Dia dapat seekor ikan tawes sebesar 3 jari tangan. Dimasukan ikan tersebut ke dalam korang. Sudah 3 ekor yang dia dapat. Kemudian dia isi kailnya dengan cacing, kemudian dia lemparkan ke air.
Baru 10 detik di atas air, sudah disambar lagi. Dia tarik dan kena lagi. Kali ini ikan betik kecil yang nyangkut. Seukuran jempolnya. Dia lepaskan dari mata kail. Ikan itu dimasukan lagi ke dalam empang. ” ikannya masih kecil, biar gede dulu ahh” ucapnya pelan.

” Asalamualaikum, kapten”. Itu adalah panggilan kesukaan Jamil. Mengapa Jamil dipanggil kapten? Sebab dia di kelas atau di desanya bagitu hebat bermain bola. Di kelasnya bahkan di desanya pernah menjadi juara karena kemahirannya mengolah bola. Dan dia selalu jadi kapten. Sehingga banyak teman-temannya yang memanggilnya kapten.
” Hei ayah. Ada apa, ayah? Tadi aku sudah minta ijin sama abang Zubair tidak membantunya”
” Oh begitu. Katanya kamu mau bakar ikan?. Tapi kamu belum jawab salam ayah!”
” Oh iya, wa ’alaikum salam ayah. Sama teman-temanku. Ayah mau mancing juga”. Karena dilihat ayahnya membawa pancingan.
Ayahnya menganggukkan kepala sambil bertanya ” Sudah dapat berapa?”
” Tiga ayah. Tadi dapat yang kecil satu tapi sudah aku lepas”
” Kenapa kau lepas?”
” Ikannya biar besar dulu yah”
” Hebat itu. Ayah suka bila ikan-ikan kecil yang kita dapat dilepas kembali. Secara tidak langsung kita sudah melestarikan lingkungan”.

Kemudian ayah menuju ke sebuah papan yang bertulis ” Ikan Hanya Boleh Diambil dengan Dipancing”. Posisi papan yang dipaku di sebuah pohon itu agak miring. Pak Syafei memegang papan itu dan mengatur posisi papan supaya rata kembali. Setelah itu dia kembali.

Pak Syafei segera duduk di samping Jamil. ”Kapten, boleh ayah pakai cacingmu”
”Kenapa ayah mesti minta ijin dahulu”
” Kamu yang mencari cacaing itu. Cacing itu milik kamu. Siapapun yang meminta harus ijin kepadamu”
” Silahkan ayah. Ambil sesuka. ayah”
” Terima kasih”. Segera ayah memasukan umpan ke mata kailnya. Dan dilemparkan disela-sela pohon-pohon air. Sambil berkata ” Bismillah”.
Di sela-sela penantian itu sang ayah berujar, ” Kau tau arti ekosistem alam , kapten?”
” Ekosistem?”
“ Iya, ekosistem alam”
“ ekosistem itu terdiri dari 2 kata, eko dan sistem. Eko artinya satu dan sistem ya sistem atau juga lingkungan. Jadi bisa disebut satu mata rantai lingkungan. Bagitu ayah?”
“ ada berapa jenis ekosistem?”
“ ada ekosistem alam dan buatan”.
” Contohnya”
” Ekosistem alam itu bisa gunung, sungai, danau. Kalau buatan itu contohnya sawah dan kolam. Oh ya, empang ini dibuat atau ada sejak dulu, ayah?”
” itu berarti kamu sudah mengerti. Kalau kita paham akan arti sesuatu maka akan mudah menjelaskannya. Empang ini dulu kecil. Kemudian ayah dan dibantu beberapa tatangga melebarkannya”
” jadi ini bisa disebut ekosistem buatan dong”
’ Betul itu”
” Ayah, Kenapa empang ini hanya boleh dipancing saja?”
” Anakku, empang ini tak terlalu luas. Kalau empang kecil ini dijaring dalam 2 hari saja ikannya akan habis. Apalagi kalau diracun. Dalam beberapa jam ikan di sini akan habis. Kalau di racun kita perlu waktu sekitar 6-8 bulanan supaya ikan di empang ini banyak kembali. Berarti engkau butuh waktu 6-8 bulan buat bakar ikan bersama teman-temanmu’.
” Tulisan itu berarti menjaga ekosistem dong”
” Tentu. Engkau tentu ingin agar empang ini terus banyak ikannya bukan?”
“ tentu, ayah”
“ maka biarkanlah, ikan-ikan disini berkembang biak secara alami. Oleh sebab itu, eceng gondok dan tanaman air harus ada di emapang ini.
“ Mengapa, ayah”
“ tanaman air itu menghasilkan oksigen sehingga aair di dalam empang ini akan sehat bagi ikan-ikan. Disamping itu, tanaman air berguna bagi ikan untuk meletakkan telur-telurnya.
“ ohh begitu ya”

Bersambung…. baca disini

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in CERITA. Bookmark the permalink.

2 Responses to NAMA ITU DOA DAN HARAPAN ORANG TUA ( 4 )

  1. Pingback: NAMA ITU DOA DAN HARAPAN ORANG TUA ( 3 ) | CERITA BUAT KATA, KATA ITU ADALAH CINTA

  2. penta kurnia putra says:

    Siiiiip

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s