SISTEM ATAU CARA TANAM PADI LEGOWO

TANAM PADI SISTEM LEGOWO
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP DEPTAN BANTEN )

Bila kita berada dalam mobil, kebetulan di kanan dan di kiri kita ada hamparan tanaman padi. Tanaman padi menghijau bagai permadani yang luas. Keindahan itu semakin indah, bila tanaman padi tersebut di tanam dengan SISTEM TANAM PADI LEGOWO.

APA ITU SISTEM LEGOWO?

Sistem Legowo adalah cara menanam padi, bila ada beberapa barisan kemudian diselingi 1 barisan yang kosong. Tetapi pada barisan paling pinggir, ditanam bibit 2x lebih banyak dibandingkan barisan tengahnya.
Untuk cara tanam seperti ini, biasanya dalam dunia pertanian disebut legowo (2:1), (3:1), (4:1), (5:1), (6:1) dan seterusnya.

Berdasarkan informasi yang saya dapat, untuk mendapatkan hasil produksi gabah tertinggi dipakai legowo 4:1. Tetapi bila kita ingin mendapat bulir gabah bagus atau akan dibuat benih berkualitas dipakai oleh legowo 2:1.
Makanya sewaktu saya berkunjung ke Balai Benih Besar di Sukamandi – Subang, saya saksikan banyak tanaman padi yang dibuat dengan LEGOWO 2:1, sebab disana memang tempat untuk mendapatkan benih berkualitas.

Saya ambil contoh legowo 4 : 1, seperti ini seperti inilah gambarnya

SISTEM LEGOWO

SISTEM LEGOWO 4 :1

Berdasarkan pengalaman saya pribadi sebagai PPL, jarak tanam yang ideal untuk system ini adalah 25 x 25 cm atau 25 x 30 cm. Dengan cara itu, jumlah anakan yang didapatkan akan maksimal. Sehingga hasil produksi yang dihasilkan akan meningkat.

TUJUAN SISTEM TANAM LEGOWO

Dengan gambar di atas saja dapat kita ketahui manfaat sistem ini,
1. Memperbanyak tanaman pinggir, dengan banyak tanaman pinggir maka jumlah anakan padi banyak sehingga produksi padinya akan maksimal
2. Sinar matahari bisa langsung masuk ke bagian bawah tanaman terutama bagi tanaman pinggir. Semakin banyak sinar matahari yang mengenai daun, maka proses fotosintesis akan semakin maksimal sehingga tanaman menjadi subur
3. Mengurangi kemungkinan serangan hama. Hama tikus paling tak suka daerah yang agak terbuka.,
4 Pada lahan yang agak terbuka, kelembaban akan berkurang, sehingga serangan penyakit juga akan berkurang.
5. Mempermudah dalam penyiangan, dengan cara ini akan menghemat 50 % tenaga kerja
6. Menambah populasi tanaman. Misal pada legowo 4: 1, populasi tanaman akan bertambah sekitar 20 %. Bertambahnya populasi tanaman akan memberikan harapan peningkatan produksi gabah.
7. Akan mempermudah pelaksanaan pemupukan dan penyemprotan hama dan penyakit.

Bila di suatu daerah pertanian, kita melihat ada hamparan padinya ditanam dengan cara system legowo. Ini bisa dipastikan, penyuluhan di daerah tersebut sudah bagus. Semoga dari waktu ke waktu, kita menyaksikan hamparan padi yang menghijau dengan sistem legowo ini.

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in SISTEM TANAM. Bookmark the permalink.

7 Responses to SISTEM ATAU CARA TANAM PADI LEGOWO

  1. suli says:

    Jajar legowo bagi saya, ditemukan secara tak sengaja ….jauh sebelum terkenal bernama jajar legowo.waktu itu peristiwanya setelah tanam beberapa hari banjir (10 hst),lantas bapak (alm) menyuruh untuk mencari bibit pengganti.namun tak kunjung saya turuti karena pasti sudah tidak satu varietas. akhirnya dalam percobaan saya cabut satu baris setiap 4 baris yang di biarkan, satu baris itu untuk menutupi 5 baris tadi, namun jarak mundur masih sama ( belum pendek seperti sekarang). Alhamdulilah panen malah lebih tinggi dibanding sistem tegel. dari peristiwa ini akhirnya memakai terus cara seperti ini.tapi maaf bukan bermaksud mengklaim…hanya secara kebetulan, mungkin model begini yang akhirnya di bawa para PPL dan mengalami pembaruan2.

    • NURMANIHSAN says:

      Wah, sy makin salut dng Mas suli ini,
      Bnyk kejadian yg bisa dijadikan pelajaran. Dan jadi pelaku utama. Kejadian itu tahun brp Mas Suli?
      Kalau sy pribadi, lebih suka legowo tanpa sisipan. Bibit lebih sedikit, hasil bisa lebih banyak Mas Suli.

  2. suli says:

    He he, sewaktu masih sekolah kejuruan di banyumas,tahun 1992. waktu itu masih SMT Pertanian Purwokerto, jurusan peternakan kelas dua, yang secara kebetulan praktek tanam rumput gajah, biar batang besar dan banyak anak harus jarang dan harus di beri ruang tiap beberapa rumpun

    Betul pak saya juga banyak yang tanpa sisipan,tukang tandurnya yang pusing pakai sisipan.

  3. Pulung says:

    selamat pagi Kang Nurman, apakah mempunyai data tentang hasil gabah/ha dari sistem tanam legowo 2 x 1, 4 x 1 (tanpa sisipan) dan 4 x 1 (dengan sisipan) ? terima kasih

    • NURMANIHSAN says:

      ok mas pulung, mmng kalo data yg akurat dr hasil penelitian. cm sy blm dapatkan.
      setahu saya mas suli, kynya pke legowo 4;1 tanpa sisipan, hasilnya bisa 11 ton/ha real. nnt sy konfirmasi dng mas suli.
      setahu sy dan realita dilapangan, amat sedikit petani yg menerapkan legowo 2:1, jd sy tak melakukan ubinannya.
      ada teman yg tanam legowo 2:1, hasilnya lbh banyak yg pakai sisipan.
      tapi, tuk legowo 4:1 tanpa sisipan hasil ubinan mencapai antara 7-10 ton/ha.
      kalo pake sisipan sy, biasanya lebih rendah sedikit dari tanpa sisipan.

      tapi, sebagai gambaran dr BB padi, untuk menghasilkan benih berkualitas (penangkar benih) legowo 2:1. sedangkan tuk mendapatkan hasil panen yg banyak pakai legowo 4:1.

  4. cholil says:

    mas sistem legowo di desaku hanya 1rumpun 2-3 padi aja bagaimana cara memperbanyak ananaknya ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s