NAMA SAYA WALANG SANGIT ATAU KUNGKANG

MENGENAL WALANG SANGIT ATAU KUNGKANG
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP DEPTAN BANTEN )

Halo teman-teman pembaca,

Kenalkan nama saya Walang Sangit, panggil aja saya WS (Walang Sangit) gitu. Tapi saya ini WS jantan lho. Mengapa saya di panggil WS? Sebab saya mengeluarkan aroma atau bau dengan ciri khas yang menyengat hidung manusia, yaitu bau sangit. Itu terpaksa saya lakukan bila saya dalam keadaan bahaya. Atau menggangu keselamatan jiwa saya.

Oh ya, nama kerenku Kungkang. Kalau manusia di Jawa memberi nama saya lain, mereka menyebut Lembing. Tapi kalo orang barat memenggilku Leptocorisa Oratorius. Untuk mudahnya mengingat saya, pertama, ingat leptopnya co punya risa, disingkat leptopcorisa. Kedua, ingat kata orator serius aja. Disingkat Oratorius, gampangkan?

Saya ini adalah makhluk Ciptaan Tuhan Yang Esa, jadi saya juga berhak hidup. Makanya saya berkembang biak, supaya generasi saya tidak putus. Untuk lebih mudah mengenal siapa saya, maka sebaiknya kalian wahai PPL, THL, POPT dan pera petani mengnal siklus hidup saya. Bahasa gampangnya siklus itu umur hidup saya. Umur saya di muka bumi sekitar 49 hari.

Ketika ada teman saya WS betina ingin bertelur, biasanya telur2 tersebut diletakkan di dedaunan padi. Tetapi mereka para WS betina lebih suka meletakkan di daun bendera. Telur2 itu diletakkan dalam 1-2 baris dengan jumlah telur 12-20 butir dalam sekali bertelur. Setelah sepekan kemudian telur tersebut baru menetas. Maka keluarlah bayi WS yang baru. Mereka semua dinamakan oleh manusia nimfa. Padahal di lingkungan kami mereka punya nama masing-masing, hee

Dari bayi NIMFA sampai mau menjadi dewasa dibutuhkan waktu sekitar 19 hari. Itupun para nimfa harus melewati 5 tahapan hidup. Kalo bahasa biologinya disebut instar. Setelah melewati hari ke-19 mereka sudah disebut WS dewas atau IMAGO. Umur WS dewasa sampai saat kematiannya sekitar 21 hari.

Supaya teman2 mudah untuk mengingatnya, saya ulangi deh,
“ WS betina bertelur, 1 pekan kemudian netes. Keluarlah bayinya yang disebut NIMFA. Umur nimfa tersebut 19 hari atau 3 pekan lah digenepin. Selanjutnya mereka akan manjadi WS dewasa yang hidupnya juga sekitar 21 hari atau 3 pekan. Jadi Umur saya dan para WS itu rata2 adalah 1 pekan di telur dan 6 pekan di muka bumi”. Dah paham kan? Tapi ada juga manusia yang bernama Siwi tahun 1981 melakukan penelitian lain bahwa siklus bertelur WS wanita adalah 57 hari. Tapi terserah kalian bangsa manusia menilainya.

“ oh ya ada yang saya lupa, umur WS betina dewasa kan cuma 3 pekan. Dalam 3 pekan itu, mereka bertelur bisa mencapai 360 butir cuma rata-rata sekitar 100-120 butir selama hidupnya. Dalam setiap 4-6 hari mereka akan bertelur kembali sebab bahan makanan sebagai sumber energi tersedia berupa susu padi. Jadi kalian bisa menghitung berapa perkembangbiakan kami dari waktu ke waktu”.

Sekarang saya kenalkan gaya hidup atau cara makan saya. Sebab dengan umur 6 pekan, saya dan teman2 WS butuh makan. Mengapa saya makan? Sebab saya juga butuh hidup. Saya seperti kalian wahai manusia. Jadi jangan salahkan saya dan teman2 WS kalo makan-makan enak berupa cairan susu padi. Sebab sudah Sunatullah setiap makhluk hidup butuh makan. Makanan yang kami makan, akan menjadi sedekah bagi para petani yang menanam kok. Begitu yang saya tau. Jadi kalian tak perlu terlalu merasa terpukul sebab akan menjadi pahala bagi kalian yang menanam. Begitu juga bila gabah kalian dimakan teman-teman kami seperti burung, tikus dll.

Begitu telur menetas maka para nimfa bayi ini langsung bergerak ke malai padi. Sebab di malai padi inilah banyak makanan buat si nimfa. Si bayi nimfa yang mungil ini senang betul dengan ama padi yang baru ada isinya. Padi susu. Isi di dalam gabah itu masih kaya susu. Ya namanya bayi, pasti akan cari susu dong ( sama seperti manusia). Tetapi yang suka cairan padi susu ini bukan hanya si nimfa kecil saja, WS dewasa juga suka. Makanya kalo banyak gabah yang kosong atau hampa itu tandanya dihisap oleh WS dewasa. Tetapi kalo ada gabah yang tak terisi penuh, itu akibat hisapan para nimfa yang baru belajar menghisap.

Saya dapat info dari manusia, mereka adalah Para Peneliti. Inilah kata-kata mereka mengenai saya dan teman2 saya sebagai walang sangit. . Mereka bilang begini, silahkan kalian pilih yang mana:
– Bila ada 1 WS ( nimfa dan dewasa ) dalam 1 malai selama 1 pekan saja, maka para petani akan kehilangan potensi hasil sekitar 27 %. Padahal usia nimfa sampai dewasa saja bisa 40 hari kedepan.
– Bila ada 5 ekor WS dalam 9 rumpun tanaman padi, petani akan kehilangan potensi hasil sekitar15 % dan bila ada 10 ekor dalam 9 rumpun maka petani akan kehilangan hasil sekitar 25 %.
– Bila ada 100.000 teman2 saya dalam 1 hektar, petani bisa akan kehilangan potensi hasil sekitar 25 %
– Ambang batas ekonomi WS adalah 6 ekor per meter persegi. Kalo lebih dari itu, silahkan semprot dengan insektisida.

Sorry ya para petani padi, kalo ada gabah di malai tanaman padi kalian yang kosong karena gigitan atau hisapan kami para WS. Kadang juga gabahnya ada yang terisi tak sempurna. Sehingga gabah kalian jadi jelek kerena ada bintik-bintik hitamnya.

Mengapa saya jadi hama bagi kalian??
Begitulah kalian menyebutnya, bila saya dan teman2 WS lainya datang ke tanaman padi kalian pas waktu berbunga dan akan menghasilkan padi susu. Oh rasanya enak sekali…

Tips buat kalian para PPL dan para petani
Saya ini boleh dibilang WS “penghianat”, penghianat bagi bangsa WS. Tapi pada sisi lain, menjadi “pahlawan” bagi para petani. Mengapa? Sebab saya akan menjelaskan cara hidup atau strategi para WS ini.

Kami para WS dewasa akan berkembang biak dengan banyak. Oleh sebab itu, kami perlu menyiapkan makanan buat para bayi kami yang kalian sebut nimfa itu. Yang jelas kami tak bisa membuat makanan sendiri. Maka strategi kami, MAKANAN YANG GRATIS DAN ENAK ADALAH PAS TANAMAN PADI BERBUNGA. Oleh sebab itu, kami akan kawin dan bertelur sekitar 10 hari sebelum tanaman itu berbunga. Sehingga begitu anak-anak kami lahir maka sudah tersedia dengan melimpah sumber makanannya. Maka saat inilah kalian bisa menghabisi teman2 saya. Menurut saya waktu 2 pekan sebelum malai padi keluar saat yang tepat untuk kalian mengendalikan teman2 saya.

Sebagai pendahuluan, Kalian bisa memasang perangkap dengan keong  mas. Keong mas bisa kalian buat dari botol minuman bekas ukuran 1,5 liter atau 600 ml. Cara membuatnya kalian par petani bisa tanya PPL atau para THL. Teman-teman kami termasuk saya suka sekali akan bangkai keong mas. Bila ada bangkai keong mas maka akan tinggalkan malai padi. Selain bangkai keong mas, bangkai yuyu kami pun suka.

Bagaimana caranya?
Sewaktu saya lagi hinggap di batang padi, saya pernah mendengar omongan dari petani “ pak, besok ada pertemuan ya. Ada PPL yang mau kasih materi di saung”.

Besoknya, saya terbang ke sana menuju saung. Tujuannya untuk mendengarkan apa sih isinya materi pertemuan itu,,,

“ Setelah bla-bla selesai, bapak-bapak pada kesempatan kali ini, kami selaku PPL pertanian akan menjelaskan hama penyakit pada tanaman padi, khusunya hama kungkang…” begitu yang keluar dari mulut PPL dari BPP yang ada di Banten.

Bersambung…

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in ABOUT TANAMAN PADI. Bookmark the permalink.

4 Responses to NAMA SAYA WALANG SANGIT ATAU KUNGKANG

  1. abdullah hawari says:

    wah kepanjangan buat tugas IPA…

  2. sulipartono says:

    siiiip terima kasih banyak Pak Ihsan….benar benar THL sejati….nih THL yang bisa menggembirakan petani dan banyak pengikutnya

  3. hartono says:

    gilani temenan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s