SEINDAH CINTA DI HATIMU

SEINDAH CINTA DI HATI PEMUDA
Penulis : Nurman Ihsan ( Penulis Lepas )

Pagi itu, Hasan pergi ke kampus. Dia naik motor ke kampusnya. Sekitar jam 8 kurang 10 menit, dia tiba di parkiran kampus. Setelah memarkir motornya, dia segera menuju ruang kuliahnya. Ruang kuliah yang terletak di lantai 2.

Sewaktu ingin menaiki tangga, dia bertemu dengan seorang wanita. Wanita dengan kerudung biru muda. Mata bertemu mata. Walau sekilas, kedua pasang mata itu seakan saling menyapa, saling bicara. Dan saling bercerita. Tak ada gerak lidah diantara keduanya. Tak ada ungkapan kata-kata. Mereka berbicara di bola mata dengan bahasa jiwa. Karena bahasa jiwa jauh lebih terkesan dan lebih bermakna. Bahasa jiwa itu terang, jujur, dan apa adanya.

Setelah itu, Hasan menaiki tangga menuju ruang kuliahnya.
“ siapa dia ya? Kok baru sekarang aku melihatnya?” bathinnya seolah berbicara.

Dalam suatu tulisan, dia pernah membaca makna cinta. Kurang lebih seperti ini, Cinta itu mensucikan akal, mengenyahkan kekhawatiran, memunculkan keberanian, mendorong berpenampilan rapi, membangkitkan selera makan, menjaga akhlak mulia, membangkitkan semangat, mengenakan wewangian, memperhatikan pergaulan yang baik, serta menjaga adab dan kepribadian. Tapi cinta juga merupakan ujian bagi orang-orang yang shaleh dan cobaan bagi ahli ibadah. Itu pendapat Ibnu Qayyim al-Jauziyah, seorang pakar ilmu jiwa islam.

Sejak saat itu, Hasan suka sekali berpenampilan rapih. Dan tak lupa selalu memakai minyak wangi. Ada semangat baru yang menggelora di relung hatinya yang terdalam.
Wanita itu telah singgah di hatinya, di bola matanya selalu tergambar wajahnya. Sejak saat itu, yang diinginkannya adalah bertemu dan memandang wajahnya walau sekilas. Wanita itu telah menjadi magnit bagi dirinya, Sebab jiwanya telah memposisikan sebagai besi. Besi yang selalu bergerak kemanapun magnit itu bergerak…
Pada suatu malam yang sunyi, dia berdialog dengan hatinya. Keluarlah kata-kata yang bermakna, “ Arahkan cintamu pada kebaikan…”

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in CINTA. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s