BAYINYA KORBAN DARI IMUNISASI ( KISAH NYATA )

BAHAYA IMUNISASI BAGI BAYI ANDA
Nurman Ihsan ( Penulis Lepas )

Berikut ini adalah catatan dari Istriyanto dan istrinya ( ANAKNYA KORBAN DARI IMUNISASI, silahkan  baca disini  kisah nyatanya ) untuk pembaca yang mempunyai bayi yang akan diimunisasi.

Menurut saya (Istriyanto), tanpa mengurangi rasa hormat saya pada Ilmu Kedokteran dan tenaga medis, sesuai dengan pengalaman berharga dan mahal yang telah saya alami, maka kami mencoba mengambil kesimpulan (Setelah kami juga mendengar dari sesama Pasien RS, rekan/sahabat, tetangga, saudara yang sempat bezuk dan mengatakan pada saya, selama dalam perawatan sampai saat Meninggalnya anak saya) sbb:

1. Banyak kasus penyakit bayi/balita yang timbul setelah mereka disuntik imunisasi.
– Pasien lain di RS yang sama mengatakan pada saya, anak saudaranya sampai dengan usia 2 tahun belum pernah suntik Imunisasi Hepatitis namun, setelah ada dokter (spesialis anak) yang tahu, lalu disarankan di imunisasi Hepatitis, kemudian tidak lama setelah itu akhirnya anak saudaranya positif terkena Hepatitis akut, dan harus bolak-balik berobat ke dokter.

– Tetangga saya, sehabis Imunisasi campak, dua hari kemudian malah terkena campak.

– Tetangga kami yang lain, anak pertamanya rutin diimunisasi, namun fhisiknya malah lemah sering sakit-sakitan, sedangkan anak keduanya sama sekali tidak pernah imunisasi namun malah sehat, hampir tidak pernah sakit (kalaupun sakit cepat sembuh/ringan)

– Teman sekolah saya anaknya tidak pernah Imunisasi malah sehat, umur 10 bulan sudah lincah berjalan, dan juga boleh dibilang tidak pernah sakit (kalaupun sakit hanya ringan saja).

– dan banyak lagi kasus-kasus serupa yang tidak mungkin saya tulis satu persatu.

2. Menurut saya, Jika bisa Hindari Imunisasi, kalaupun perlu/terpaksa pilihlah imunisasi yang pokok saja (bukan imunisasi lanjutan/yang aneh-aneh) alasannya :

– Kita “Mendzolimi”, anak kita sendiri yang memang sedang masa pertumbuhan dan pertahanan tubuhnya masih lemah, malah kita suntikan penyakit (walaupun sudah dilemahkan) ke tubuhnya.

– Kita tidak pernah tahu kondisi anak kita sedang benar-benar sehat atau tidak, karena terutama anak yang masih di bawah 1 tahun biasanya belum bisa bicara mengenai kondisi badannya, sedangkan imunisasi harus dilakukan pada bayi/balita yang sehat (tidak sedang lemah fisiknya/sakit).

– Sesudah kita memasukan penyakit ke tubuh anak kita, biasanya kita juga harus mengeluarkan banyak biaya. (Jasa dokter/RS, harga imunisasi, dsb),

– Tidak ada jaminan (Dokter/RS/puskesmas) apabila setelah imunisasi anak kita bebas dari penyakit yang telah dimasukan ketubuhnya. Contoh nyata yang terjadi pada anak saya, padahal anak saya sudah 2 kali imunisasi HIB ketika berusia +/- 5 dan 7 bulan ), padahal sebelumnya dokter bilang imunisasi HIB untuk menghindari penyakit Radang Otak, namun nyatanya anak saya malah meninggal akibat penyakit Radang Otak.

– Menurut seorang rekan yang pernah membaca Literatur terbitan Prancis, justru Imunisasi sudah tidak populer di Amerika Serikat, dan terus berusaha dihilangkan dan tidak dipergunakan lagi, bahkan di Israel
Imunisasi telah di STOP samasekali, padahal kita tahu negara-negara itu merupakan pelopor “industri”, imunisasi.

– Menurut pengalaman saya jumlah kadar/isi setiap pipet/tabung imunisasi semua sama, jadi imunisasi tidak melihat berdasarkan berat tubuh/perbedaan Ras/warna kulit, padahal kalau Obat/Imunisasi itu Impor, tentulah kadarnya disesuaikan dengan berat/fisik orang Luar (Barat) yang jelas lebih basar dan kuat fisiknya dibanding orang Asia, namun kita malah sama-sama menggunakan dengan takaran yang sama. (akibatnya
overdosis).

3. Jika tidak “urgent” sekali, hindari rawat inap di RS, karena banyak prosedur/step-step pengobatan yang akhirnya akan melemahkan tubuh pasiennya.
(Contoh: keharusan berpuasa, pemasangan infus, pengambilan darah yang terus menerus, foto Rontgen, operasi, kemoteraphy, dsb). Jikalau perlu coba dulu dengan cara pengobatan alternatif/tradisional.

4. Jika perlu dengan tegas untuk menolak suatu tindakan medis yang akan dilakukan RS, jika kita yakini manfaatnya tidak benar-benar berpengaruh terhadap kesembuhan pasien.

5. Jika perlu lakukan 2nd opinion pada RS/dokter lain yang setara/lebih baik.

6. Banyak tanya, biarlah kita dibilang “bawel”, tanyalah setiap tindakan medis yang akan dilakukan, mengapa akan di lakukan, akibat-akibatnya, ada tidak cara-cara lain/alternatif lain yang lebih baik/tidak terlalu menyakiti pasien.

7. Terus temani pasien (bisa bergantian dengan keluarga yang lain), karena setiap saat bisa ada tindakan medis yang memerlukan persetujuan, dan cermati semua pekerjaan perawatannya, jika ada yang habis/kurang jangan sungkan melaporkan ke tenaga medis yang ada segera.

8. Terus berdoa, karena segala sesuatunya telah ditetapkan oleh “Yang Maha Kuasa”, manusia hanya bisa ikhtiar dan berusaha.

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in KESEHATAN. Bookmark the permalink.

4 Responses to BAYINYA KORBAN DARI IMUNISASI ( KISAH NYATA )

  1. wiwi says:

    cerita diatas benar benar saya alami dalam keluarga saya. setelah keponakan saya mengalami kemunduran perkembangan mental setelah imunisasi MMR. saya mulai ragu pada manfaat imunisasi yg sesungguhnya. disamping itu saya yakin bahwa Allah telah menciptakan tubuh lengkap dengan cara pertahanan tubuh yg alami yg seringkali kita rusak sendiri. misalnya ketika kita bersin bersin cepat cepat menkonsumsi obat anti flu, padahal proses bersin adalah proses pertahanan tubuh alami untuk mengeluarkan kuman. begitu juga bila kita batuk yg pada akhirnya menyebabkan virus dan bakteri melenggang masuk ke dalam tubuh dan harus ditangani dgn anti biotik, akhirnya ketergantungan antibiotik dan tubuh sendiri tak pernah terlatih untuk membentuk antibody sendiri selama proses sakit.
    anak tertua saya (9 th) diberikan imunisasi smp usia 9 bln. sejak usia 2 bln sudah sering mengunjungi dolter anak hingga terakhir usia 5 thn terserang batuk berdahak selama 2 tahun. alhamdulillah sembuh dengan herbal. anak no 3 (4 thn) sengaja tidak saya imunisasi juga tidak pernah diberikan anti biotik dan menghindari obat kimia. rutin konsumsi madu. hasilnya tumbuh sehat tanpa mengenal dokter.

  2. AJI INDRAWAN says:

    Saya sangat setuju dan mendukung agar bayi dan anak-anak tidak perlu di Imunisasi, walaupun saya belum memiliki anak, namun 2 keponakan saya sejak lahir tidak pernah di Imunisasi dan sungguh nyata hingga saat ini akan masuk SD belum pernah mengalami sakit yang berat dan satu tahun terakhir saya malah tidak pernah melihatnya sakit namun anak-anak teman saya yang di Imunisaasi malah sering terdengar mudah sakit dan sering kali tidak masuk kerja karena harus membawa ke dokter anak dan rumah sakit. Dalam 2 buku yang saya baca mengenai Dampak Imunisasi sudah sangat begitu jelas Bahaya dari Imunisasi , dan buku terakhir yang di tulis oleh Stephanie Cave M.D & Deborah Mitchell yang merupakan lulusan kedokteran sendiri dan telah meneliti dampak dari Imunisasi ini telah sangat gamblang menjelaskan dari Bahaya Imunisasi ini. Mudah-mudahan semakin banyak orang tua yang sadar akan pentingnya anak-anaknya untuk tidak di Imunisasi melainkan masih banyak cara yang lebih aman untuk menguatkan Imun anak selain dari cara hidup yang sehat dan pola makan yang benar dan tidak menambahkan bahan-bahan yang berbahaya bagi tubuh anak-anak.

    • NURMANIHSAN says:

      Terima ksh Mas Aji Indrawan atas komentarnya.
      Info dari Mas bila menambah panjang daftar anak2 yg tak diimunisasi tp sehat dan tak gampang sakit.
      Dan jg buku yang disarankan untuk dibaca oleh para pembaca.

  3. skrg justru ane bingung cara untuk menghindari imunisasi yg terkesan memaksa. baik itu dirumah dgn ibu pkk nya, atau pun disekolah anak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s