SPIRIT ISLAM BUAT PERTANIAN

SPIRIT ISLAM UNTUK PERTANIAN
Penulis : Nurman Ihsan ( THL TBPP DEPTAN BANTEN )

Dalam pandangan Islam, pertanian mendapatkan perhatian yang cukup besar dalam aturan Islam. Sehingga ALLAH SWT membuat suatu perumpamaan tentang nilai-nilai suatu kebaikan dengan sebuah tanaman atau pepohonan.

“Perumpamaan seseorang yang membelanjakan hartanya di Jalan Allah SWT adalah seperti sebutir benih, dari benih ini tumbuh 7 malai. Masing-masing malai menghasilkan 100 butir/biji. Ingatlah, Allah SWT melipatgandakan pahala bagi siapa yang dikehendakiNya. Dan Allah SWT Maha Luas KaruniaNya ladi Maha Mengetahui” ( Al Baqoroh 261 )

Bila 1 benih menghasilkan 700 tanaman, maka 700 tanaman kan menghasilkan 490.000 tanaman. Bila ada 490.000 tanaman akan menghasilakan 343.000.000 atau 343 juta tanaman dst,,,
Di dalam surat 78:16 disebutkan kata Alfafa. Di dalam terjemahan ayat ini adalah “dan kebun-kebun yang lebat”. Padahal alfafa adalah sejenih tanaman super. Bagaimana supernya? di dalam tanaman ini, kandungan protein didaunnya bisa mencapai 30-35 %. Tanaman ini sangat cocok untuk manusia dan makanan ternak. Saya dan rekan-rekan dengan bimbingan Pak Muhaimin Iqbal sedang meneliti tanaman ini di Jonggol, Bogor Jawa Barat.

Apakah anda pernah mengetahui minuman Klorofil dari K link. Ternyata kalau kita lihat salah satu bahannya adalah daun alfafa ini. Jadi seharusnya terjemahan yang pas untuk surat 78:16 adalah ” Dan hamparan kebun-kebun alfafa yang sangat lebat”.

Bila potensi tanaman alfafa ini saja dikembangkan, manusia dan hewan akan berkembang dengan maksimal sebab sumber protein dari daun ini dan dari hewan ternak yang memakannya. Swasembada akan tercapai, bukan saja swasembada ternak tapi juga swasembada tinggi badan orang Indonesia akan tercapai.

Coba kita perhatikan di sekeliling kita, banyak” tanah mati”. Tanah mati adalah tanah yang tidak tampak dimiliki oleh seseorang, dan tidak tampak ada bekas-bekas apapun yang melingkupinya seperti pagar, tanaman dll. Jumlah tanah mati saja di pulau jawa cukup banyak, apalagi jumlah tanah mati di Indonesia.

Menghidupkan tanah mati adalah pekerjaan mulia. Bahkan ajaran islam mengajarkan supaya tanah mati dikelola.

” siapa saja yang telah mengelolan sebidang tanah, yang bukan milik orang lain. Maka dialah yang lebih berhak atas tanah itu” ( HR Bukhori )

Dari Umar bin Khatab, “Siapa saja yang telah menghidupkan sebidang tanah mati, maka tanah iotu adalah miliknya” ( HR Bukhori, Tarmidzi dan Abu Daud )

Tetapi, apa yang terjadi? banyak bukit-bukit dan lahan-lahan yang dimiliki oleh orang-orang tertentu dari minoritas negeri ini, bukit-bukit dan lahan-lahan tersebut dibiarkan begitu saja. Sedangkan aturan yang dipakai untuk mengolala tanah ini adalah peninggalan kolonial, maka jelas tak akan tercipta keadilan dan kemakmuran di dalamnya.

Sudah saatnya spirit islam datang  untuk mengatur sistem yang telah rusak ini,,,

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in ABOUT TANAMAN PADI. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s