PENYIANGAN TANAMAN PADI

PENYIANGAN PADA TANAMAN PADI
Penulis : Nurman Ihsan ( THL TBPP DEPTAN BANTEN )

Kalau ada yang bertanya pada petani atau para PPL, apa fungsi penyiangan ( baca gasrok ) pada tanaman padi? biasa mereka akan menyebut, ” supaya tak ada gulma sehingga tanaman padi tak mempunyai saingan dalam mengambil unsur hara”.

Memang salah satu fungsi penyiangan adalah seperti jawaban di atas. Di samping itu, agar sinar matahari dapat ditangkap oleh tanaman padi di bagian bawah. Dengan demikian sinar matahari akan maksimal diserap oleh tanaman. Ada juga yang mengatakan, gulma yang dicabut dapat dipendam atau dimasukan ke dalam sawah supaya dapat menjadi pupuk organik.

Tetapi menurut saya, fungsi yang utama dari penggasrokan adalah agar akar tanaman padi putus !!.

Mengapa?  Sebab dengan putusnya akar akan menyebabkan, pertama tumbuhnya akar baru yang lebih banyak. Kedua, dengan putusnya akar akan menjadikan tumbuh anakan baru.  Oleh sebab itu akan sangat baik bila para petani sering melakukan pengasrokan. Ini bisa dilakukan 4 kali, tetapi bila mau 5 kali juga boleh, sebelum masa generatif berlangsung.

Penggasrokan ( penyiangan ) dapat dilakukan pada 14, 24, 34, 44 dan 55 hst ( hari setelah tanam ). Hal ini biasanya dilakukan oleh pertanian sistem SRI, dengan jarak tanam yang lebar dan 1 bibit/tenjep akan menghasilkan anakan yang banyak.

Oleh sebab itu, bila para petani ingin mudah melakukan penyiangan maka sebaiknya melakukan sistem tanam legowo. Dengan sistem tanam legowo ini akan memudahkan para petani melakukan penggasrokan  dengan cepat.

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in ABOUT TANAMAN PADI. Bookmark the permalink.

3 Responses to PENYIANGAN TANAMAN PADI

  1. moh harno says:

    saya tinggal di pati – jateng : bagaimana kalau di watun/matun (bhs jawa) artinya mengambil/mencabut rumput,gulma dan tanaman pengganggu secara manual (dengan tangan), apa itu akan mengakibatkan efek yang sama dengan penyiangan yang efeknya terjadi peremajaan akar padi ?

  2. NURMANIHSAN says:

    Trim mas moh harno atas komennya,,,
    mencabut dng manual/tangan artinya menghilangkan gulma ( tanpa mutuskan akar )sehingga tanaman tak memiliki pesaing lagi. Sedangkan penyiangan dng gasrok ( dibawahnya ada paku biasanya 11 atau 13 buah dll ) adalah melukai atau membuat akar putus.
    Akar yg putus inilah yang berpotensi membentuk anakkan padi

  3. dedi says:

    cara membuat gasroknya gimana mas..?Ukuran yang sesuai dengan jarak tanam,dan aplikasinya baiknya sebelum atau sesudah pemupukan?.soalnya di kampung saya belum pernah ada yang menggunakannya trimakasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s