BELAJAR DARI BURUNG

Lihatlah burung, burung apa saja. Dari burung pipit, burung masjid ( bukan disebut burung gereja saja) sebab banyak juga burung tersebut hinggap di masjid-masjid.

Lihatlah burung, burung apa saja. Dari burung di sawah, burung kutilang ( bukan burung polisi, yang punya kata menatkutkan : “kutilang” kau , hee ).

Lihatlah burung, burung apa saja. Dari burung berpindah dari dahan satu ke dahan yang lain, dari pohon satu ke pohon lain. Atau dari daerah yang satu ke daerah yang lain. Atau melakukan migrasi. Migrasi ini tak tanggung-tanggung bisa radius ratusan kilometer, seperti : Pelican, Angsa Liar, dll. Bahkan ada burung yang disebut arctic tern (Sterna paraiseae), burung ini mampu terbang dari kutub utara di musim panas dan kembali ke kutub selatan. Berapa jarak yang ditempuh? sekitar 30,000 – 40,000 km. Itu artinya sama dengan sekitar 2-2.5 kali Jakarta – Jeddah pergi pulang. Subhanallah !!

Di dalam Al Quran, kita diperintahkan untuk memperhatikan burung-burung,

” Dan apakah mereka tidak memperhatikan burung-burung yg mengembangkandan mengatupkan sayapnya di atas mereka? tidak ada yang menahannya ( di udara ) selain Yang Maha Pemurah. Sesungguhnya Dia Maha Melihat Segala Sesuatu. ( 67:19)

Bagaimana burung-burung tersbut bisa melakukannya?

1. Mereka melakukan bersama-sama (  berjamaah ). Kalau kita ingin melakukan sesuatu yang besar dan memberi manfaat maka kerjakannya dengan berjamaah.

2. Membuat formasi (  baca sistem hidup ). Burung-burung bisa  melakukan perjalanan yang luar biasa jauh itu karena ada formasi. Formasi bagi burung adalah seperti huruf V. Mengapa V? sebab dengan formasi ini sang pemimpin yang di depan dapat memecah udara, sehingga anggotanya terbang dengan lebih efesien.

3. Tugas Pemimpin Lebih Berat. Mengapa? Burung yang yang di depan sebagai pemimpin mendapat terpaan angin yang terbesar. Sehingga membuat dia cepat lelah. Apa yang terjadi? dengan sukarela dia akan ke belakang dan minta digantikan oleh burung yang berada di belakangnya. Sama seperti posisi imam sholat, bila dia batal yang di belakang mengantikannya. Artinya, jangan mau selamanya jadi pemimpin, seakan-akan tak ada lagi yang layak menggantikannya !!!

4. Bila keluar dari formasi, mereka akan kembali lagi. Kita manusia, punya tujuan hidup : “meraih surga”. Karena beratnya, maka kita harus meniru pada burung tersebut. Artinya, kembali pada Islam, kembali pada Aqidah Islam. Lebih tepatnya, kita harus berjamaah. Bisa Jamaah masjid, Jamaah Organisasi, dll. Dengan syarat, tak menyimpang dari syariat islam. Jangan seperti Ahmadiyah, Al Zaitun, Syiah.

5. dll

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in SHARE ILMU. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s