AMILOSA PADI

KADAR AMILOSA PADI
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP DEPTAN di BANTEN )

Bila ada pertanyaan seperti ini, ” kenapa beras ( baca nasi ) ini kok disebut pera ya?”. Maka jawabnya adalah kita harus ketahui kadar amilosanya. Kita ambil contoh inpari 13, bila kita lihat ciri-cirinya maka lihatlah kadar amilosanya, ternyata 22,40 %.

Secara umum penggolongan kadar beras berdasarkan indek amilosanya sbb : (Allidawati dan Bambang, 1989)
1. Beras amilosa sangat rendah < 10% ( ketan )
2. Beras amilosa rendah 10 – 20%       ( pulen )
3. Beras amilosa sedang 20 – 24%       ( sedang pulen )
4. Beras amilosa tinggi > 24%               ( pera  )
Jadi beras yang dihasilkan dari Inpari 13 termasuk katagori pulen. Banyak beras yang masuk dalam katagori pulen/sedang pulen seperti : IR64 ( 23% ), Ciherang ( 23 % ), Sintanur ( 18%), Inpari 10 (22%), Inpari 11 (21,35%), Fatmawati 23%, Inpari 18 (18%) dll.

Sedangkan beras dengan kadar amilosa di atas 24 % disebut beras pera. Varietas padi yang masuk dalam katogori ini adalah Cisokan (26%), Inpari 12 ( 26,4%), Inpari 17 (26%), Inpara 3 (28,6%), Inpara 4 (29%) dll.

Oleh sebab itu, bila petani ingin menanam varietas padi sesuai dengan keinginannya, pera atau pulen maka lihatlah kadar amilosanya.

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in ABOUT TANAMAN PADI. Bookmark the permalink.

4 Responses to AMILOSA PADI

  1. sulipartono says:

    Saya ikut menambahkan contoh padi pera yaitu varietas Logawa(amilosa 26%) ,petani saya masih gandrung dengan hasilnya rata rata masih 9.8 t/ha GKP

  2. NURMANIHSAN says:

    Trima kasih atas masukannaya pak sulipartono,
    Oh ya bapak tinggal dimana?
    Sy mau tny pak, dapat hasil rata2 9.8 t/ha GKP melakukan ubinan model apa ya? 2,5 x 2,5 m atau yang lainnya? trima kasih

  3. sulipartono says:

    Selamat malam Pak Ihsan

    Seperti yang sudah saya komentari di tulisan bapak di padi logawa, saya memang menunggu panen MT1 ini,angka 9.8 t/ha,itu tidak pakai 2.5 X 2.5 m.tapi di hitung panenan seluruhnya.ntar dikalikan sekian untuk 1 ha.biasa juga di hitung bersama dengan panenan komunitas logawa.saya hanya petani gurem yang hanya bisa menhitung padi sewaktu pulang dari sawah,jadi tau hasilnya secara pasti.

    • NURMANIHSAN says:

      Selamat malam Pak Suli
      Itu yang sy suka pak Suli, angka itu adalah hasil ril panen tak pakai perkiraan. Masalahnya adalah kan jarang petani yang mau melakukan hal tsb. Hanya petani yg maju yg mau melakukannya. Pak Suli terlalu merendah, bapak bukan petani gurem melainkan petani maju dan menjadi contoh bagi petani lain. Kalau sudah dicontoh petani lain maka bapak bisa jadi petani idola.
      Secara pribadi, saya kagum, bapak petani yang harus dicontoh oleh petani lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s