TIPE-TIPE PETANI

TIPE-TIPE PETANI DI INDONESIA
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP DEPTAN BANTEN )

Selama bergaul dengan para petani selama ini, saya secara pribadi melihat banyak tingkah laku atau tipe yang diperlihatkan dalam menyerap ilmu pertanian. Setidaknya ada 3 tipe yang bisa saya gambarkan. Dan tiap tipe akan mempengaruhi tingkat keberhasilan atau kebalikannya dalam usaha taninya. Ke-4 tipe itu adalah sbb :

Pertama, tipe petani pembelajar

Petani  seperti ini ingin mendapatkan info-info baru seputar pertanian, bila mendapatkan info atau teknologi baru diterapkan sengan senang hati. Bukan itu saja, petani tersebut mempunyai sifat kreatif.

Sebagai contoh, begitu tau sistem tanam yang baik seperti legowo,  maka dia melakukan uji perbandingan hasil, legowo mana yg memberikan hasil terbaik, 2:1, 3:1, 4;1 atau 5:1.

Atau begitu mengetahui benih unggul terbaru Inpari 10, 13 atau sidenuk, maka dia tanam untuk melihat hasil produksinya. Dibandingkan kelebihan dan kekurangan benih unggul tersebut.

Kedua, Petani Peniru

Model petani seperti ini suka mendapatkan info-info baru dari dunia pertanian. Si petani inipun mau menerapkan apa-apa yang dia dapatkan. Tetapi cara penerapannya secara bertahap. Petani model  ini senantiasa minta pendapat dalam hal berbagai hal, tanpa mau melangkahi anjuran dari penyuluh.

Soal hasil panen, sang petani merasa senang sebab hasil pertaniannya meningkat dari waktu ke waktu. Sang petani merasa sang penyuluh adalah sumber ilmu baginya.

Ketiga, Petani Pendengar

Petani seperti ini suka mendengar ada info-info baru dari dunia pertanian. Setiap ada info dari penyuluh begitu didengar saja. Setelah itu, sang petani tak menerapkan apa yang telah didengar. Begitu ditanya oleh penyuluh,

” pak, kok sistem tanam belum diterapkan?”

” iya pak mantri, disini mah susah orang-orangnya”

Jadi, orang-orang yang disalahkan. Lahan punya dia, bibit punya dia, dia yang bayar orang tandur, dll. Tapi kok orang-orang yang disalahkan. Intinya, dia petani pendengar,,,

Keempat, Petani Ngeyel

Kata yang cocok untuk petani ini adalah “merasa sudah pandai”. Bila ada info-info terbaru dari dunia pertanian khususnya tanaman padi, dia merasa dirinya sudah pandai, sudah paham segala hal dunia padi dll. Merasa dirinya mampu untuk menghasilkan yang paling banyak, padahal hasilnya belum maksimal bila dibandingkan dengan potensi hasil terbaru. Dia menutup diri dari ilmu-ilmu terbaru.

Padahal di dunia ini, ilmu selalu berkembang khususnya dunia pertanian, padahal ada insan lain yang lebih pandai, ada yang lebih berpengalaman dll.

Sebagai PPL, Tentu kita ingin banyak lahir petani seperti model pembelajar. Petani yang bisa jadi mitra sekaligus tempat kita memberi dan mendapat informasi. Tetapi pada saat yang sama, kita harus bijak menyikapi model petani lainnya khususnya petani nyegel seperti di atas. Semoga,,,

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in ABOUT TANAMAN PADI. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s