THL TBPP DEPTAN

KAMI  THL DEPTAN BEDA DARI GURU HONORER
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP DEPTAN BANTEN )

Dalam banyak forum dan pertemuan, banyak komentar yang diberikan kepada kami para THL TBPP Deptan dari para pejabat terkait baik dari Kab/kota/prov/pusat

” kalian para THL harusnya bersyukur, coba lihat para guru honorer gajinya berapa? coba dibandingkan dengan gaji kalian masih jauh,,, bla-bla dst-dst ”

Pernah suatu kali saya ajukan alasannya,

” maaf sebelumnya, kami ini jelas beda dengan guru honorer. Kami dingkat setelah melalui tes dari Deptan waktu itu. Masalah gaji sudah ada dikontrak. Sedangkan guru hononer diangkat oleh kepala sekolah yang gajinya bisa diambil dari dana BOS. Dari segi tes dan pengangkatan saja kami sudah beda. Jadi jangan samakan kami dengan mereka, apalagi urusan gaji,,,”

Kalau gaji para THL dari awal sudah disamakan dengan guru Honorer atau mendekati gaji guru honorer  maka dapat dipastikan yang mau jadi THL Deptan akan sedikit sekali. Dan saya, salah satu yang tidak ikut mendaftar kalau gaji disamakan dengan guru honorer.

Coba bayangkan, gaji guru honorer saudara saya sebesar 400 ribu. MASA GAJI SARJANA cuma dihargai 400RIBUAN. Dalam bingkai logika apa, manusia yang sudah  berkeluarga dapat hidup dengan gaji segitu??? apalagi yang sudah punya anak dan masih sewa rumah?

Itu adalah alasan yang mengada-ada, itu adalah alasan seseorang yang tak paham soal pengangkatan THL TBPP DEPTAN. Itu adalah alasan seseorang yang lahir bukan dari latar belakang penyuluh,,,

Apa jawaban yang kami inginkan dari PARA THL?

” Kami diangkat dan digaji oleh DEPTAN dan ditempatkan di kab/kota. Kami sudah diberikan 10 bulan gaji, DEPTAN ingin yang 2 bulan dari kalian para kab/kota. Logikanya sederhana :  sebab tenaga THL TBPP Deptan ditempatkan di daerah kab/kota kan?. Boleh dibilang kami bekerja di daerah kab/kota tapi kok tak ada partisipasi dari kab/kota.

Untuk provinsi Banten, alhamdulillah kami para THL mendapat UJT sebesar 500 ribu per bulan yang dibayarkan setiap 2 bulan sekali. Sebelumnya kami mendapatkan 350 ribu/bulan. Tapi ada juga kab/kota yang sudah memberikan intensif berupa 2 bulan kepada para THL. Bila demikian, kami para THL mengucapkan terima kasih kepada kab/kota yang telah berbuat demikian.

Tapi bila ada kab/kota yang belum memberikan, saya doakan dapat memberikan di lain waktu dan kesempatan.

Yang menjadi pertanyaan, mungkin ada disuatu kab/kota para PPL PNS mendapat uang jalan berupa TUNDA (Tunjangan Daerah) sebesar 700 ribu atau nominal lainnya. Bahkan ada yang sampai 1,2 juta/bulan.

Pada sisi lain, untuk para THL tidak? padahal yang ke lapangan tak cuma PPL PNS, kami juga. Bahkan pada suatu BPP lebih banyak THL yang ke lapangannya. Bisa jadi, bila dikalkulasi, langkah THL lebih banyak yang terjun ke lapangan,,,

” Bila suatu kab/kota belum memberikan “penghargaan” kepada para THL, jangan katakan kepda kami : kalian beruntung sebab gaji kalian lebih besar dari guru honorer. Lebih  baik katakan saja, maaf kami pihak kab/kota belum dapat memberikan “panghargaan” dari APBD kami,,,”

Padahal untuk gaji yang sekarang saja, para THL mengeluh sebab sudah hampir 6 tahun tak ada kenaikan gaji. Padahal dalam 6 tahun kebutuhan hidup pada naik, baca disini THL DEPTAN SEMAKIN MISKIN.

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in ABOUT TANAMAN PADI. Bookmark the permalink.

15 Responses to THL TBPP DEPTAN

  1. suli says:

    Pak Ihsan

    Maaf sebelumnya kalau nanti tulisannya kurang berkenan, mohon jangan mengeluh tentang gaji lebih lebih menghitung gaji secara matematika, wah salah besar. ada cerita seorang petani mengeluh sekian puluh tahun, kadang keanaknya berpesan jangan jadi petani seperti bapak, lihat padi padi tidak panen karena hama dan penyakit. petani lain yang tidak pernah mengeluh biarpun sawahnya kena banjir, kekeringan tetap setiap saat bisa menambah sawah lagi, bisa mengkuliahkan anaknya yang masuk perguruan tinggi pertanian, dan bangga anak saya seorang sarjana pertanian, yang sekarang anaknya meneruskan profesi bapaknya menjadi petani, yang pasti bangga menjadi seorang petani, petani indonesia.

    • NURMANIHSAN says:

      Trima kasih masukannya Mas Suli,,,
      Secara pribadi sy tak mengeluh, tulisan di atas adalah ekspesi pembelaan saya sebagai THL, memberikan argumen bahwa THL beda dng guru honorer.
      Wah sy setuju kalau gaji tak bisa dihitung dng matematika, di samping jadi THL, sy ada usaha lain Alhamdulillah.

    • chandra says:

      Mohon maaf Pak Suli kalau nanti tulisannya kurang berkenan, Saya bukan THL , jangan anggap pembicaraan atau diskusi itu suatu keluhan , kalo anda ke sawah ataukepetani mungkin anda juga banyak mendengar curahan hati mereka atau keluh kesahnya, sementara bantuan pemerintah untuk pertanian juga sangat berlimpah, subsidi pupuk, benih dll. Tapi apakah anda pernah merasakan nasib mereka yang disebut THL???
      Bagaimana mereka bisa kerja optimal kalo kebutuhan pokoknya tidak terpenuhi???
      Tentu tanggung jawab ke petani atau masyarakat juga penting, tapi yang utama adalah menghidupi keluarga !!!!
      Apakah anda tahu kalau mereka sering dijadikan alat politik seperti pemilihan presiden dan gubernur,dll, dengan issu dan janji janji manis???
      Selalu mudah bicara jika sudah diatas ….
      niatkan untuk ibadah dll??
      ibadah juga penting tapi kebutuhan keluarga juga utama, apa anda ndak pakai uang jika belanja beras atau susu anak ??? apa anda cukup bilang ” ndak usah bayar, niatkan untuk ibadah???”

      Apakah anda akan diterima dirumah sakit hanya dengan mengatakan niatkan untuk ibadah??? semua pakai biaya pak!!!1
      Kalo semua orang seperti anda,mengganggap diskusi dan masukan sebagai keluhan , mau dibawa kemana nasib anak2 bangsa???
      Saat anda suatu saat kekuranggan dan berada di titik terbawah, anda tidak akan mudah bicara seperti itu??

      • NURMANIHSAN says:

        Mas Candra, terima ksh atas komennya
        Setahu saya, maksud mas suli baik melalui komentarnya yang saya tangkap: beliau berpesan selain manjadi THL/PPL sebaiknya ada usaha lain yang bisa menopang hidupnya. Trima ksh

  2. suli says:

    Nah gitu…..cocok. kalau bisa THL jadi berkah artinya membantu petani setulusnya, saya merasakannya kok, THL itu ‘bapaknya’ wong tani. lha yang PNS kan sudah tau kerjanya.
    Usaha lain itu yang penting, kadang lebih besar dari pendapatan THLnya sendiri.Umpama jadi petani ya jangan jadi petani tulen, petani yang banyak usaha biar tidak ‘bergaji’ tiap kali panen (3-4 bln sekali),gimana bergaji / bulan, syukur /minggu, syukur lagi /hari.

  3. Mandok says:

    Alhamdulillah….

  4. rakyatpetani says:

    sungguh… saya sangat salut sekali dengan artikel ini mas ikhsan, jangan pernah menyerah mas, terus berjuang dan selalu semangat, jangan pernah keder sedikitpun, kami slalu dibelakang anda, para THL harus bersatu memperjuangkan status yang mestinya sudah tergenggam ditangan, serta untuk membantu para petani meningkatkan pangan nasional, ini tidak main-main, ini masalah negara, rakyat, dan pangan nasional, pejuang-pejuang THL sangat besar jasanya bagi kemakmuran negeri ini.

  5. Pak Nurman Ihsan, Sp yang kami hormati, kami hanya mau menanyakan tulisan mengenai obat wereng, yaitu brotawali itu apa, sebab didaerah kami di Jawa Timur banyak yang tahu apa itu brotawali, apakah yang dimaksud brotawali itu brotowali jika dimakan terasa pahit, kami secara pribadi sangat tertarik akan pembuatan obat anti wereng organik sehubungan di desa kami banyak sawah yang tersertang hama wereng mengakibatkan kerugian pihak petani.
    Kami sangat mengharapkan penjelasan bapak apa yang dimaksud brotawali, atas perhatian bpk kami ucapkan terima kasih banyak.
    Hormat kami.

    Nur hermanhadi BSc

    • NURMANIHSAN says:

      Trima kasih Pak Nur Hermanhadi,
      betul pak, brotowali yg terasa pahit itu.
      Mas Efendy telah menjelaskan ciri2 tanamn tsb. Tanaman tsb mudah diperbanyak dng cara distek.
      Dengan dicampur dng gadung, kunyit, daun sirsak dan brotowali bisa mengusir hama padi spt wereng coklat. tks

  6. Efendy manan says:

    Ass Pak Nur hermanhadi….boleh nimbrung ya…
    Brotowali termasuk tanaman yang merambat mirip sirih.daunnya pun mirip,bedanya batangnya berbenjol2 dan rasanya pahit.biasa hidup di pinggir sungai dan merambat di tanaman perdu.
    Semoga membantu

  7. chandra says:

    terus berkarya dan berusaha sekuat tenaga pak, kami akan slalu mendukung dan mendoakan.
    Karya karya anda juga sangat membantu bagi pertanian Indonesia.

  8. cantrik says:

    Sebagai (masihkah?) negara agraris, mestinya profesi seperti ini lebih diperhatikan oleh pemerintah. Saya, kami rasakan betapa gak enaknya gak ada THL, PPL. Gak tahu varietas terbaru, sistem tanam terbaru, dan hal lainnya. Tetap semangat pak, rezeki bisa datang darimana saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s