PETANI PADI YANG MAU BERBAGI

SETIAP KEBAIKAN AKAN DIBALAS KEBAIKAN
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP DEPTAN BANTEN )

Ada sebuah ayat dalam Al-Quran, “Hal jazaaul ihsani ilal Ihsan” ( setiap kebaikan akan berbuah/dibalas kebaikan pula).  Hal ini berlaku dalam kebaikan dalam bidang apa saja, tak terkecuali ilmu pertanian.

Saya sejak buat tulisan di situs ini, terutama dalam bidang pertanian khususnya tanaman padi, merasakan ilmu yang saya miliki masih sedikit. Tapi bila kita menulis disertai keinginan agar insan lain mendapatkan info yang berguna maka akan bernilai kebaikan. Dan saya rasakan balasan kebaikan itu berbalik kepada saya sendiri.

Pertama, saya merasakan dari waktu ke waktu, menulis tulisan itu menjadi lebih mudah dari sebelum2nya.

Kedua, saya mempunyai teman petani-petani hebat seperti Pak Suli Partono yang menyebut dirinya sebagai “Petani Gurem” asal Kebumen. Padahal dia petani hebat. Kemudian Pak Efendy Manan petani muda asal Pasuruan, padahal basicnya adalah dari jurnalistik. Selanjutnya, Pak Barus dari Jogjakarta, yang mau menanam padi BUNDA. Dan taman-teman yang lain. Saya belum pernah jumpa dengan mereka. Tetapi ada satu cita-cita : “agar negeri ini menjadi tuan rumah di negeri sendiri atas kedaulatan pangannya”.

Ketiga, semakin kita sering berbagi terutama ilmu maka ilmu kita akan semakin bertambah. Dan itu yang saya alami,,,

Lihatlah bagaimana Mas Suli memberikan trik pertaniannya, dia share budidaya padi logawanya :

Singkat saja ya.mulai dari nol sampai akhir sama saja, hanya sedikit yang beda :
1.Pertanian saya sebut padi sehat bukan organik artinya di sekeliling masih kimia
2.Angka itu sudah setelah 3 tahun berjalan
3.Varietas logawa tidak cocok ditanah teras sering,jadi harus di sawah datar.
Sumber pupuk padat.
-Tiap MT kompos kohe matang 3 ton/ha
– Jerami. Panen tidak dari bawah, dengan sabit di bawah leher malai saja di kumpulkan pakai keranjang/karung lalu masuk threser mesin, ini lebih mudah di banding harus mengembalikan jerami, kecuali tidak merata juga tambah biaya tenaga > ini tidak mengganggu tanaman berikutnya.
– Ini yang jarang…limbah septik tank, harus matang untuk 1 ha minimal 3 sumur/tahun, komposisinya sama dengan kohe.
– Tiap musim kemarau setelah panen kedelai,jerami kedelai jangan di bakar dan tidak boleh diambil saama peternak sapi.
Sumber pupuk cair dan pesnab :
Pestisida saya hanya baca di banyak tulisan di internet,jadi sama to…ya tiap 10- 15 hari sekali, namun harus ada tambahan ‘urine manusia’ yang gampang resepnya dari Pak sulaiman budi sunarto.ini juga sebagai pengusir ‘den baguse’
Padi jajar legowo MUTLAK 2 : 1 – 10 : 1 dan harus lebar (saya sudah 30×30 yang pas 4 :1) mundur sama juga boleh tidak harus rapat yang sesuai teori itu,jlimet tukang tandur pusing.
Umur tanam, jika didaerah air mudah di hilangkan 15 hss silakan, namun yang sulit di hilangkan atau di daerah saya yang semi rawa harus diatas 25 hss
Pengolahan tanah sama.
Panen HARUS dengan power threser,karena padi ini suli rontok.
Padi ini cocok hanya untuk di jual, di makan tanam yang pulen…..ok.

Maaf tulisan ini dari hanya dari seorang petani gurem…..jadi tidak seperti tulisan kebanyakan

Wassalam

suli

Begitu juga, Pak Efendy Manan yang telah menanam padi Inpari 14-20, varietas terbaru dari BB padi. Dan dia juga banyak menanam padi dari BATAN. Petani ini punya link dengan para pemulia tanaman padi.

Dan pak Barus yang mau berbagi menanam padi BUNDA, dan memberikan info kepada insan lain bila ingin menanamnya. Komentar/sarannya : Silahkan sebenarnya didaerah banyuwangi, lumajang etc. (jatim) ada yang jual, tapi disarankan beli langsung ke malang Mas, ke tempat Prof Hariyadi, silahkan kontak di 0341-416341
semoga bermanfaat

Intinya mereka mau berbagi kebaikkan maka nilai kebaikan akan berbalik kepada dirinya sendiri dan insan lain.

 

 

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in ABOUT TANAMAN PADI. Bookmark the permalink.

13 Responses to PETANI PADI YANG MAU BERBAGI

  1. suli says:

    Selamat malam
    Pak Ihsan …saya biasa saja…hanya seorang petani.petani itu impiannya sederhana, dari mulai persiapan lahan sampai panen dilakukan sebagai’ dawuh’ atau perintah Gusti Allah, padi padi yang dihasilkan dari padi padi pilihan, jika pamong desa mengedarkan surat pajak tanah membayar dengan iklas, bisa menyimpan padi di lumbung desa, bisa membayar iuran pengairan, bisa membayar syukuran tiap tahun (bersih desa), bisa menikmati bersama keluarga hasil hasil yang telah di capai bersama.bersama petani lain guyup rukun.

  2. suli says:

    Saling tukar pikiran di bale bale bambu, warung warung kopi…..padi apa yang lagi bagus…inpari berapa ??? yang tahan kresek…tahan wereng (orang klaten)….tidak rebah…..umur genjah….saling tukar benih yang di minati, kapan mau gropyokan tikus, itulah dinamika petani sederhana. seandainya mendapatkan benih terbaru berbagi,sekilo sekilo, gimana penerapan jajar legowo kemarin yang 21-12.1 semua nyaman dengan argumennya masing masing , bagi petani yang memakai semi organik menanyakan apa kompos dikandang sudah penuh mau diambil untuk diolah segera……obrolan yang bermakna…yang ditemani gorengan ubi singkong….pisang kepok , kadang kala nimbrung juga tengkulak desa, menanyakan gabah siapa yang…..mau di’elong'(dikurangi atau mau mengurangi) karena peribahasa ini lebih sopan dibanding di jual,karena orang tua dulu tabu untuk gabah/padi dijual semua kalau belum panen lagi ya takut paceklik.

    Obrolan yang jauh dari hafalan varietas,potensi hasil…yang muluk muluk yang mau ‘gulung jagad’ dibenaknya hanya panen yang bagus, pupuk yang tersedia jika di butuhkan, pestisida yang hampir ramah lingkungan yang maunya cacing,laba laba,belut dll tidak sekarat, tanam yang sesuai keadaan irigasi dan keadaan air,jalur jalur irigasi yang dirawat baik.

    Juga bukan tepuk tangan saat panen raya,juga bukan hingar bingar kaos gratisan dari produsen pestisida dunia sampai undian berhadiah traktor.

    Hanya yang melegakan hati …panen yang bagus, pengeringan yang mendekati standar, tersimpannya padi dilumbung, harga GKG yang baik.

  3. rosmania says:

    Bgmn aplikasi pemupukan utk varietas padi situ bagendit?
    Luas lahan 25 are
    sawah irigasi

  4. herusb says:

    salam kenal mas Suli, gambaran petani diatas didaerah saya,nganjuk. adalah petani jaman kakek buyut saya. sekarang petani sudah terobsesi dengan hasil tonase tinggi tanpa peduli proses. ketika pengetahuan tentang tanaman dan tanah petani sudah dijejali dengan pupuk dan pestisida. yang ada dalam pikiran ptani sekarang adalah. pupuk banyak hasil banyak, semua serangga di sawah adalah musuh jadi harus dibasmi,maka hasil panen akan bagus.

  5. suli says:

    Salam kembali Pak Herus…..petani seperti saya hanya petani kecil. bapak (alm) saya mengajarinya begitu,mungkin bapak saya dari kakek saya.ilmu turun temurun……yang nga diturunkan hanya jenis padinya, sekarang semua pakai yang umur genjah dan memang harus. namun sekarang sebaliknya orang makan nasi semakin banyak, hasil di lapangan hanya statistik, cerita gizi buruk masih ada, makanya negara thailand dan vietnam masih mau berbagi.

    Nganjuk dan lumbung lumpung padi lain, harus merubah cara bertaninya, jangan mengganti dengan malai panjang. isi dulu yang bernas padi padi yang sudah ada. padi thailand aja nga ada yang lebih dari 350 butir/malai, apalagi jepang.cuma mereka mengisinya maksimal, di perhatikan betul betul biar isi sampai pangkal.

    Sampeyan nanti bisa kontak Pak efendy, beliau tau betul urusan perpadian dan urusan padi padi partikelir.saya udah baca komen sampeyan yang lain.

  6. emir fawas says:

    kalo kita menggunakan pupuk hayati apakah betul bisa mengurangi pupuk kimia – 50%?

  7. efendy manan says:

    Betul kata Mas Nurman Pak Emir,aplikasi pupuk hayati bisa mengurangi penggunaan pupuk kimia 50% secara bertahap.Itupun jika disupport dengan pengembalian 100% jerami,aplikasi pupuk hayati waktu olah tanah dan tidak menggunakan pestisida secara berlebihan.Hasil tersebut tercetus pada penelitian Dr.Sugiyanta dari Departemen Agronomi dan Hortikultura IPB beberapa bulan lalu di karawang.Masa tanam pertama hasil panen dg metode ppk hayati dan ppk kimia 50% lebih rendah daripada aplikasi penuh pupuk kimia,tapi pada masa tanam ke dua dan ketiga dengan metode yang sama hasil panen menggunakan pupuk hayati,pupuk kimia 50%,pengembalian jerami 100% hasil panen jauh lebih tinggi dari pada yang menggunakan pupuk kimia 100%.Rendemen dan kualitas beras pun jauh lebih tinggi.

    • NURMANIHSAN says:

      Terima kasih info yg berharga ini mas efendy,,
      setahu saya Dr. Sugiyanta jg melakukan penelitian ttg jerami, sy pernah baca di sinar tani.

      mas, bisa tidak data yg mas sebutkan dilengkapi dng dosis pupuknya, kemudian pupuk hayati dosisnya bgm?
      kemudian hasilnya:
      musim 1: lebih rendahnya brp ton/ha?
      musim 2 dan 3 : hasilnya lebih tinggi brp ton/ha?
      trim mas

  8. efendy manan says:

    Oke mas,nanti saya postingkan data2nya…insyaAllah bisa menjadi acuan bagi petani untuk merubah pola pertanian dengan menggunakan pupuk hayati.Juga tidak terkecoh oleh “janji manis” produsen nakal pupuk hayati yang hanya ingin meraup keuntungan semata.Yang akhirnya merusak image pupuk hayati itu sendiri…

    • NURMANIHSAN says:

      trima kasih mas efendy, sy tunggu ya.
      smoga dng data2 tsb, banyak petani yg mau beralih menggunakan pupuk hayati. atau memadukan antara pupuk hayati dng pupuk kimia.

      • umi zakiyah says:

        seneng skli ktmu org2 kya’ panjenengan.ga mengejar yg muluk2.menerima apa yg dtakdirkan,salam kenal semuanya.sy bru belajar bertani,msh ga ngerti,gmbrn ya nol.tp sy sgt tertarik didunia pertanian.sy pgn belajar dr tmn2 smua yg sdh ahli.bsakah sy mnta no.hp yg bs dhubungi?
        trims

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s