UBINAN PADI YANG TIDAK TEPAT

UBINAN PADI YANG TAK TEPAT
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP DEPTAN di BANTEN )

Melakukan ubinan padi memang menyenangkan. Kita bisa mengetahui hasil perkiraan sementara tanaman yang akan kita ubin. Biasanya hasil ubinan akan dikonversi ke dalam hitungan ton per hektar.

Masalahnya adalah bila kita tak paham aturan dasar masalah ubinan. Bila itu dilakukan oleh para petani, masalah ini mungkin jadi biasa saja. Tetapi bila dilakukan oleh para PPL senior, hal ini menjadi masalah serius. Dan masalahnya semakin rumit bila, PPL senior ini mengajarkan kepada juniornya ( para THL ) dengan aturan dasar tsb.

Dari pengalaman ubinan dan berinteraksi, menurut saya minimal ada 3 kesalahan dasar yang dilakukannya,

Pertama, waktu ubinan.

Bagaimana mungkin kegiatan ubinan padi dilakukan di pagi hari sekitar jam 8.30 ? apalagi embun padi masih ada? Mengapa ubinan tidak boleh dilakukan pada waktu pagi hari? Jam berapa waktu yang tepat melakukan ubinan?

Ubinan adalah suatu kegiatan untuk mengetahui perkiraan sementara hasil produksi yang dikaitkan dengan hasil per ton per hektar. Selesai panen kemudian dijemur supaya kadar air mencapai 14-15 % nya agar mencapai GKG. Artinya siap giling.

Kalau kita melakukan ubinan di pagi hari, saat itu kadar air gabah padi sangat tinggi. Untuk mengurangi kadar air yang sangat tinggi itu makanya ubinan padi sebaiknya dilakukan minimal pukul 11 siang. Kadar air gabah saat itu diharapkan rata-rata mencapai 21-25 %. Sehingga susut kadar air dalam gabah tak terlalu tinggi.

Kedua, kematangan gabah

Bila banyak biji padi yang hijau, atau tingkat kematangan gabah baru mencapai 75-80 % sudah dilakukan ubinan. Padahal sebaiknya kita melakukan ubinan, ketika tanaman padi mencapai tingkat kematangan gabah mencapai 90 %.
Ya, kalau kita melakukan ubinan dengan tingkat kematangan 75-80 % maka jelas kadar air masih tinggi dan hasil yang didapat akan tinggi.

Ketiga, Cara Ubinan

Selama ini, hasil yang dipakai oleh sebagian besar para PPL adalah ubinan dengan pola 2,5 m x 2,5 m. Kemudian pola ubinan ini diberikan kepada para petani. Sehingga ada transfer ilmu yang tak tepat.

Padahal, dalam ubinan ada cara tersendiri. Untuk tandur jajar ada aturan bakunya. Dan untuk ubinan legowo ada cara tersendiri. Tapi, selama ini pola 2,5 x 2,5 m diterapkan pada seluruh sistem tanam. Ya jelas, hasilnya akan meleset jauh.

Dari 3 faktor ini saja, hasil ubinan akan berpengaruh besar kepada tingkat perkiraan sementara. Semakin kita mengabaikan 3 faktor ini maka hasil perkiraan sementra akan melenceng jauh dari realita.

Belum lagi ada faktor yang lain seperti ketidaktepatan pengukuran panjang dan lebar yang akan diubin, cara perontokan, penimbangan dll.

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in UBINAN/PANEN. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s