TANAMAN PADI YANG REBAH

APA HUBUNGAN TINGGI TANAMAN DENGAN PUPUK KCL
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP DEPTAN di BANTEN )

Dalam pekan ini, saya sempat berbincang-bincang dengan seorang petani yang hampir 16 musim ini selalu menanam padi varietas sintanur. Sebetulnya dia ingin membeli benih berlabel varietas sintanur di daerah Ciamis untuk menggantikan benih yang sudah lama dipakai. Tapi dia tak memndapatkan.

Padi sintanur dilepas pemerintah sejak tahun 2001. Padi ini termasuk padi aromatik, walaupun aromanya tak sewangi pandan wangi.

Dalam kesempatan tsb, saya membawa padi varietas sidenuk. Sengaja saya datang ingin memberikan varietas ini. Pada saat yang sama, saya juga mendapatkan benih varietas sintanur ini. Bahasa sederhananya, kami saling bertukar benih.

Dalam pembincangan tersebut, ada pertanyaan yang dilontarkan,” Pak Nurman, padi ini sering kali rebah, kenapa ya pak?”

” di kasih pupuk apa aja, Pak Ujang?”. Nama petani tsb Ujang.

” dikasih urea dan TS-36″

” cuma itu, pak?”

” ya ”

” nga pake pupuk KCL, Pak Ujang?”

” nga pak”

” kalo pupuk kandang?”

” musim ini nga pake”

” Pak Ujang, tanaman ini cukup tinggi, sekitar 120 cm. Umurnya juga cukup lama sekitar 120 hari. Jadi tanaman yang tinggi dengan umur yang cukup lama butuh hara Kalium yang cukup. Hara ini ada di pupuk KCl, pak”

” kan pake TS, pak”

”  kalo pupuk TS, atau pupuk SP-36 untuk pembentukan malai dan bunga padi pak. Setelah itu, tanaman butuh hara K untuk ketahanan tanaman dan perkembangan gabah”

” oh begitu”

Kalau kita melihat masalah jenis padi ( dalam hal ini tinggi tanaman ) dengan jenis pemupukan di atas, kita bisa menganalisa ada yang kurang klop dari petani ini. Seharusnya kita bangun pemahaman yang benar dulu, tanaman yang tinggi akan mudah rebah, terutama saat malai sudah  berisi. Mangapa? tanaman membutuhkan kekuatan untuk menopang malainya. Bila pupuk KCL ataupun dari pupuk kandang tak ada, apa yang bisa diambil dari tanaman? hampir tak ada kecuali sedikit sekali. Itupun didapat dari pembakaran jerami. Petani ini sempat bercerita membakar jeraminya.

Oleh sebab itu, tak salah padi  bunda yang tingginya mencapai 130-145 cm membutuhkan hara K yang luar biasa. Bisa mencapai 565 kg hara K. Kalau di konversi dalam bentuk KCL (60% K2O) 942 kg, hampir 1 ton. Itu untuk menahan jumlah malai yang mencapai 400 butir. Itu kalau KCLnya 60%. Ada pupuk KCL yang  kandungan K2Onya cuma 30% maka dibutuhkan pupuk KCL hampir 2 x lipatnya !!!

Jadi wajar saja, bila tanaman padi sintanurnya sering rebah. Ada korelasi antara pemberian pupuk terutama yang mengandung hara K dengan tinggi tanaman. Makin sedikit yang diberikan maka lihatlah tanaman padi yang akan rebah,,,

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in PEMUPUKAN. Bookmark the permalink.

3 Responses to TANAMAN PADI YANG REBAH

  1. gre says:

    terima kasih informasinya sangat membantu🙂

  2. ali says:

    Ada pengalaman begini pak Ihsan.. Sebut saja namanya pak Sutar. Beliau ini selalu menanam sintanur, dan padi hitam. Kata beliau sintanur ini unik, dimana berdasarkan pengalaman beliau sintanur tidak pernah rebah setelah beliau tanam secara organik. Memang, nasi dari padi sintanur organik rasanya enak sekali, selain aromatik tentunya.

  3. Saya petani padi sintanur, didaerah kami Desa Tegalwaru Kec. Cilamaya Wetan kab. Karawang dari 255 Ha hampir saparuhnya menanam varietas sintanur, padi ini umurnya hanya 110 – 115 dimusim penghujan dan hanya 105-110 saat musim kemarau, untuk menekan kerebahan sesuaikan kebutuhan pupuk optimal, pemberian Kcl sampai 120% setara 200Kg.dismping pembenaman jerami menjadi kompos lapangan Kuncinya ada pada waktu kita aplikasi pupuk.
    saat musim kemarau (penggunaan Nitrogen normal) aplikasi I -2HST, Aplikasi II 15-18HST, Aplikasi III mak 30HST.
    untuk musim penghujan (penggunaan N dikurangi sampai 20% kandungan) naikan K2O Aplikasi I -1 HST dan Aplikasi II mak 18HST cukup 2 kali aplikasi. Gunakan pola tanam jajar legowo dengan pola 20-20-40, buat saluran air /caren diantara legowo (40cm) upayakan akar tidak tergenang air untuk waktu lama. Batang bagian bawah sangat peka dan mudah rapuh, kerebahan varietas ini terletak pada batang bagian bawah. lakukan penanaman benih (transplanting) mak 18hari..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s