PEMULIA TANAMAN

PEMULIA TANAMAN DIMANA KAU BERADA?
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP DEPTAN di BANTEN )

Salah satu impian saya adalah menghasilkan benih padi unggul baru. Walau bukan seorang pemulia tanaman dng gelar Doktor tapi saya ingin bisa melakukan atau menghasilkan benih unggul yang bisa dinikmati oleh petani lain.

Apakah bisa? bila kita usaha, apapun bisa kita lakukan. Tentunya dengan kerja keras dan kerja cerdas. Mengapa saya katakan ini? saya merasa tertantang dengan seorang petani yang cuma lulusan SMP tapi keahliannya dalam hal pemulian tanaman padi setara dengan para doktor, bahkan dalam beberapa hal  bisa melebihinya.

Siapakah dia? Dia adalah Ito Sumitro ( 56 tahun) petani yang aktif di kelompok tani Di Dusun Kalensari. Pembaca bisa lihat orangnya di youtube bisa dewek jilid 5.

Di dalam Tribun JABAR,  disebutkan

Ketika petani lainnya sibuk berburu benih unggul padi hibrida saat musim tanam tiba, Ito Sumitro justru menempuh cara berbeda. Ia memilih padi lokal yang kemudian ia silangkan menjadi varietas unggul.

Hasil  kerja Ito, dipamerkan pada pertemuan kelompok tani se-Jabar di Desa Talagasari, Kecamatan Kawali, Ciamis, belum lama ini. Saat itu Ito memboyong tanaman padi dalam pot (parepot) hasil persilangannya pada setiap musim tanam (MT).

“Ini hasil kawin silang turunan kedelapan dari padi Jalawara dan padi gundul atau sriputih. Keduanya jenis padi lokal  Indramayu,” kata ayah empat anak yang kini tinggal di Dusun Kalensari RT 01 RW 01, Desa Kalensari, Kecamatan Widasari ini.

Suami dari Ny Jamilah ini lantas bercerita, varietas unggulan turunan kedelapan atau biasa dikenal dengan F-8 itu tak didapatkannya dengan mudah. Itu hasil kerja kerasnya selama lima tahun. “Hasil dari 54 kali persilangan pada 10 kali musim tanam di tiga petak sawah seluas 500 tumbak di Dusun Kalensari,” kata jebolan SMP ini.

Ito mengaku, bulir padi hasil setiap persilangan tersebut disimpannya secara khusus dalam bungkus plastik yang diberi etiket.

“Hasil F-8 ini cukup menggembirakan. Panjang malainya sampai 52 sentimeter dengan jumlah bulir padi per malai mencapai 702 butir. Ini bulir padi yang paling banyak yang pernah saya temukan selama menjadi petani. Usia tanamnya 100 hari, lebih pendek dari usia padi normalnya yakni 115 hari. Keunggulan lainnya, padi ini tidak terlalu banyak membutuhkan air,” papar Ito bangga.

Coba bayangkan, Pak Ito cuma lulusan SMP. Bahkan lanjutan dari tulisan tsb

“Di Indonesia kini hanya ada 6 orang yang punya sertifikat sebagai pemulia varietas padi. Dua orang berasal dari petani, sementara empat lainnya dari balai penelitian dan perguruan tinggi. “Petani lain yang jadi pemulia itu adalah Pak Warsiah. Ia rekan saya di Dusun Kalensari.” Walau hanya tamatan SMP, dalam ilmu perpadian, Ito Sumitro memang sudah pakar. Keahliannya mungkin setara dengan tamatan S-3 setingkat doktor.”

Dari uraian di atas ada yang saya ingin kementari,

Pertama, Institusi pendidikan ternyata bukan satu-satu sarana belajar. Bahkan bila seseorang atau sekelopok orang diajarkan dengan seorang yang pakar seperti DR. Buang Abdullah ( Pemulia BB Padi ) maka kemudian mereka langsung menjadi pelaku utama maka bisa menghasilkan pakar pemulia tanaman.

Kalau di Indonesia yang punya sertifikat cuma 6 insan, 2 diantaraya adalah hasil didikan di luar institusi pendidikan formal. Kemana para sarjana pertanian, lulusan S-2 dan S-3 yang telah didik oleh institusi pendidikan kita. Padahal mereka telah bertahun-tahun kuliah dan menghabiskan banyak dana dan waktu?

Dan yang luar biasa adalah bila Pak Ito dan Pak Warsiah bisa menciptakan atau mencetak para petani lain agar bisa menjadi pemulia tanaman. Dan itu sudah dilaksanakan oleh Pak Prof. Ito (kerena kepakarannya saya sebut saja Prof, boleh kan?)

“Sekarang, murid-murid saya sudah banyak. Sekarang ada 500 petani yang mengikuti langkah saya,” ujar Ito.

Dan bila, 500 petani ini bisa sukses. Saran saya mereka-mereka ini disebar di seluruh provinsi di Indonesia buat mengajar petani lain. Atau mengajar para THL seperti saya dan yang lainnya supaya bisa jadi Pemulia Tanaman. Mereka-mereka ini digaji khusus oleh negara sebab mereka adalah para pakar dengan keahlian khusus.

Saya yakin, swasembada akan tercapai sebab mereka ahli di bidangnya. Ini sungguh terbalik dengan keadaan para PNS di negara kita. Menurut penilaian dari kementrian PAN, hanya 5 % PNS di negara kita yang kompeten di bidangnya baca Detiknews.

Kedua, Varietas padi yang dihasilkan Prof Ito adalah LUAR BIASA

Mengapa luar biasa? panjang malai sampai 52 cm dengan jumlah bulir 702 butir. Padahal padi bunda saja, setahu saya jumlah bulir dalam 1 malai  sekitar 400an butir. Tapi hasilnya bisa 20 ton/ha. Lha ini karya Pak Ito, yang 1 malai bisa 702 butir, berapa hasilnya? tapi dia tak pernah mengklaim bisa mencapai 20-40 ton/ha.

Ketiga, Mengapa para petani yang suka dengan hasil panen padi yang tinggi tidak berburu benih Prof Ito. Padahal jelas-jelas benih ini menghasilkan jumlah malai yang panjang dan jumlah  bulir yang banyak. Saya kira pola dan jumlah pupuknya pun biasa saja. Kenapa mereka lebih senang berburu dan memakai benih bunda, walaupun jelas-jelas padi ini pakai pupuk yang sangat2 rakus unsur hara.

Keempat, Insan-insan seperti mereka harusnya mendapat penghargaan khusus dari pemerintah.

Kelima, dll

Melalui tulisan ini, saya mengharapkan ada share dari pembaca yang pernah melakukan proses pemulian tanaman padi. Bisa dijelaskan langkah-langkahnya sampai tercipta varietas unggul baru. Smoga,,,

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in PEMULIAAN TANAMAN. Bookmark the permalink.

38 Responses to PEMULIA TANAMAN

  1. suli says:

    Selamat malam petani petani semua

    Semoga yang punya blog ini juga petani…ya Pak Ihsan
    Saya sebagai petani ikut urun rembug ini, karena kayaknya makin seru aja….
    Inilah insan insan sejati pertanian kadang kesaktiannya melebihi dewa di deptan, sama seperti sukrasana yang bisa memindahkan taman sriwedari dari kayangan ke negeri Maespati, mustahil memang seorang sukrasana yang buruk rupa dan perperawakan kerdil bisa mengalahkan bethara guru penguasa kayangan suroloyo. tapi ternyata bisa.

    Padi dengan malai setengah meter berisi 700 bulir, ….. 3 malai sudah 2000 butir , umpama 1000 bulir 25 g ,2000 butir =50 g = setengah ons……dan selanjutnya dan selanjutnya

    Saya sebagai petani biasa, hanya bisa berharap priyayi seperti Pak Ito ini, bisa memberi ilmunya. syukur yang punya blog ini bisa bagaimana silahturahim bareng ke rumahnya, tidak harus memberi ilmunya semuanya yang berbuah 700 butir, saya pribadi cukup antara 250-300 butir saja bernas semua,nasi pera tidak apa apa (amilosa 26%), bobot 1000 butir 27 g , tahan rebah oleh angin saat pengisian bulir- panen,umur 115 hss,anakan produktif 15-20 batang,tinggi tanaman 95-100 cm, tahan hama dan penyakit utama,cocok ditanam di dataran rendah.

    Hati hati Pak Ito, simpan benihnya yang rapi.jangan mau di beli negara lain…biarpun negara sendiri tidak melindunginya

  2. pak barus says:

    Subhanallah…. ternyata masih ada lagi yang lebih hebat dari Pak Hariyadi, luar biasa panjang malai bisa mencapai setengah meter
    hitungan kasar saya kira2 begini:
    kalau padinya bernas, bobot padinya bisa mencapai 0,004 gram per bulir x 700 bulir maka bobotnya mencapai 2,8 gram x 15 batang per rumpun = 42 gram, ditanam dengan jajar legowo yang antara nya disisipi bisa mencapai kira2 540.000 rumpun maka akan menghasilkan 22,68 ton / Ha
    ini cara perhitungan dari Pak Hariyadi, karena beliau menggunakan jarak 19cm x 9,5cm (jajar legowo yang antaranya disisipi)
    tapi yang saya heran, panjang malai dan jumlah bulir yang begitu besar, cukup dipupuk dengan jumlah pupuk standar…. luar biasa….
    Maha Besar Allah yang telah memberikan Hidayah Nya

  3. Farhan says:

    Assalamualaikum wr.wb… Pak ihsan ada no kontaknya pak ito ngga yaa…

  4. arip rahman says:

    kalo boleh saya tahu….dimana alamatnya kang?

    • Mufrodi says:

      Untuk alamat pak Ito Sumitro…Dusun Kalensari Rt.01 Rw.01 Desa Kalensari Kec.Widasari
      Indramayu-Jawa Barat

  5. pak barus says:

    Alhamdulillah, kemarin sore sudah ketemuan dengan Pak Koorum, koordinator Pak Ito di IPPHTI Indramayu yang kebetulan sedang ada keperluan di jogja, beliau tinggalnya juga satu dusun dengan Pak Ito
    informasi awal yang saya dapat, ternyata benih yang menghasilkan malai hingga 50 cm tersebut sudah dicoba di beberapa tempat (semacam uji multi lokasi ?), tapi katanya hasilnya belum stabil, seperti panjang malainya kisaran 30-an cm, ada juga yang umurnya jadi lebih panjang, bahkan benih yang ditanam Pak Ito sendiri pun hasilnya tidak sehebat benih nya
    tambahan lagi, nasi yang dihasilkan rasanya pera, tidak pulen, yang menurut Pak Koorum lebih cocok untuk konsumsi orang sumatera atau kalimantan, karena disumatera umumnya makan dengan cara nasi dikepal/digenggam
    mengenai benih, bila ada yang menginginkan, pihak mereka tidak menjual tapi lebih cenderung saling bertukar benih andalan, dan di dusun Kalensari disediakan semacam pelatihan agar lebih paham tentang budidaya padi secara keseluruhan
    satu keinginan kuat dan mulia dari pihak Pak Koorum adalah, mereka menginginkan petani mandiri, tidak tergantung dengan pabrikan benih manapun, karena bagi mereka yang terbaik adalah mengembangkan potensi lokal daerah masing-masing
    sementara ini dulu, terima kasih, maaf bila ada yang kurang berkenan

  6. Sugiono says:

    Kalau ada padi yang luar biasa sprti ini benar adanya, saya termasuk orang yang sangat penasaran ingin menanamnya.

    Dimana kira kira bisa membelinya?

    • NURMANIHSAN says:

      Padi sprt itu ada Pak Sugiono,
      Bapak hub saja Pa Ito, kan ada no hpnya. Sy dah pernah menghubungi. Orangnya baik dan enak diajak bicara.

      • Duwi Riyanto says:

        salam pak Nurman dan pak Sugiono
        Bener pak, pak Ito pernah Saya hubungi beliau enak berkomunikasinya, mengenai padi beliau saya tanyakan apakah sudah dapat di tangkarkan atau di tanam petani? beliau menjawab “sementara belum bisa karena masih dalam tahap sertifikasi” semoga cepat di legalkan oleh pemerintah demi kesejahteraan masyarakat Indonesia.

  7. Sugiono says:

    Ok mksih mas nurman atas infonya

  8. Sodikin says:

    SAYA BARU SAJA TELPON PAK ITO

  9. van says:

    apa benih pak ito di jual?
    apa cuma di pake kalangan terbatas?
    bagaimana cara mendapatkannya?

  10. sutopo says:

    klo ada saya beli benihnya mas

  11. avi says:

    assalaamu’alaikum semua,,ini tread yg menarik,dlm masalah persilangan siapa saja bisa melakukannya asal tau cara dan prosedurnya,sabar dan teliti.
    Melakukan persilangan adalah hobi saya sejak kecil walaupun bnyk kegagalan dan produk gagal yg saya temui dari pada keberhasilan varietas yg saya idamkan,hehehe

  12. indra wijaya says:

    Bagaimana cara2 atau langkah2 melakukan persilangan/pemuliaan padi? mohon di share … semakin banyak petani yang bisa melakukan persilangan/pemuliaan padi woow…. negara kita gak perlu impor benih dan/atau beras. Ini demi INDONESIA RAYA….. bagaimana mas Nurman, mas Avi, mas Suli, dan mas Efendy???

  13. suli says:

    Pak Indra…
    ini saran dari begawan Purnomo yang nyentrik….
    Tidak muluk muluk memang….. lebih baik memakai benih yang sudah siap di tanam dari hasil persilangan, biasanya beliau akan merekomendasikan mana yang belum dan mana yang sudah…kayaknya pak ihsan sama mas yuri kemarin sudah membawa benihnya,entahlah namanya, berhubung karena dekat saya belum memintanya malah.
    Namun jika menghendaki bisa belajar kok di rumah orang orang pemulia dengan caranya masing masing tentunya.pastinya terbuka.

  14. farhan says:

    assalamualaikum pak ihsan…bagaimana cara mendapatkan bibitnya..untk padi f-8

  15. farhan says:

    aslmkum pak ihsan, sy dri indrmyu..mau tnya, msim tnam ini sy tanam padi bunda & ciherang bima, pke POC bntang kuda laut + POC power grow + pupuk majemuk + GA3. Klo utk prtmbuhan sh bgs .daun jdi lebar & pnjang..cm wrna daun hijau tua…

    • ino says:

      kang farhan,,saya ingin juga benih padi bunda,dimana mendapatkannya? tlng hubungi saya di 0877 2701 5538/ 0821 3083 2670.lokasi saya berada di desa/kec.tuk
      dana kab.indramayu

  16. avi says:

    salam mas farhan,indramayunya mana?kalau sm daerah sukadana dekat g?

  17. farhan says:

    slm jga mas avi..indrmayunya di jtibrang (tambi). Beda kcmtan ja mas avi..

  18. ino says:

    halo kang farhan…minta infonya,dimana saya bisa membeli benih padi bunda? tolong sms/telp.saya di 0821 3083 2670 / 0877 2701 5538.saya di lndramayu juga, kec.tukdana

  19. Sodikin says:

    Pak Ihsan, bagaimana cara memperoleh bibit padi dari Pak Ito?

  20. dewa putu suardika says:

    Mohon informasinya Pak, dimana saya bisa mendapatkan benih padi F-8? Saya ϑάrϊ desa sumber jaya, kecamatan lalembuu, kabupaten konawe selatan, provinsi sulawesi tenggara. Kebetulan ϑɪ̣̝̇ desa saya rata2 petani sawah. ♡̷̬̩̃̊˚˚♥♍άKα§îîîîîĦ♥˚˚♡̷̬̩̃̊ mohon informasinya Pak.

  21. Tono says:

    Pak ini tono dari ds jayapura kec.bungaraya kabupaten siak(riau) pak benih padi sekarang udah beredar belum yah..?

  22. Rusli Y. Djaini says:

    Super sekali.
    Hasusnya pak Ito suda jadi dosen di Universitas2 yg ada diseluruh Daerah di Indonesia khususnya Universitas, Fakultas ataupun jurusan2 Pertanian.
    Keliling Indonesia ke Universitas2 untk memberikan kuliah umum. Sya brharap Pemerintah suda memikirkan hal ini.

  23. Djoko Rama says:

    Assalamuallaikum,
    Bapak-bapak sekalian mohon bantuannya bagaimana cara membeli padi hasil penelitian pak Ito.

    Salam,
    Djoko ( Karawang )

  24. efendy manan says:

    MUngkin ada teman2x yg tahu informasi ttg pak padi pak ito bs membantu pak Djoko Rama….tp sebenarnya galur2x hasil pemuliaan di daerah karawang-indramayu tidak kalah bagus pak…saya sekarang lg perbanyakan benih galur padi SOLMEK dari karawang.Disana konon memiliki daya hasil tinggi dan kualitas beras,rendemen lbh baik dari ciherang…..

  25. oci says:

    petani pejuang pangan….merdeka petani PEMULIA indramayu…

  26. nata013 says:

    blm bisa beli bibit padinya pak itoh, karena belum dipasarkan secara luas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s