KEBUTUHAN BENIH/BIBIT KEDELAI

KEBUTUHAN BENIH KEDELAI PER HEKTAR
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP DEPTAN BANTEN )

Ada seorang petani yang mempunyai lahan darat 1 ha, dia ingin menanam kedelai lokal yang hasilnya bagus. Dia memilih varietas kedelai gepak kuning. Berapa kebutuhan benih petani tersebut?
“ Mas nurman, saya punya lahan darat, saya mau tanam kedelai nih”
“ kedelai harganya lagi bagus pak?”
“ saya mau tanam gepak kuning, mas nurman?”
“ pernah tanam sebelumnya, pak?”
“ belum, mas”
“ kedelai gepak kuning masuk katagori kedelai kecil pak”
“ iya, saya tau mas. Makanya saya mau tanya berapa kebutuhannya per hektar?
“ maunya jarak tanam berapa pak?”
“ saya mau pakai jarak 25 x 25 cm aja mas”
“ baik, mari kita hitung”

Kedelai gepak kuning adalah kedelai dengan berat per 100 butir sekitar 8,25 gram.
Dengan jarak tanam 25 x 25 cm maka terdapat 160.000 lubang tanam.
Bila 1 lubang diisi 2 butir saja maka dibutuhkan biji kedelai sebanyak 320.000 butir
Jadi (8,25 gram / 100 butir) x 320.000 butir = 26.400 gram = 26,4 kg

Bila 1 lubang dimasukan 3 butir maka dibutuhkan benih sebanyak
8,25 gram / 100 butir x 480.000 butir = 39.600 gram = 39,6 kg

Jadi jumlah kebutuhan benih kedelai ditentukan :

  1. Berat 100 butir kedelai
  2. Jarak tanam tanaman kedelai
  3. Jumlah biji per lubang
  4. Daya tumbuh benih kedelai
  5. dll

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in KEDELAI. Bookmark the permalink.

9 Responses to KEBUTUHAN BENIH/BIBIT KEDELAI

  1. donald fernando says:

    mas nurman, saya mau tanya. saya juga mw tanam kedelai untuk 22 ha.
    kira-kira berapa tenaga kerja yang diperlukan per Ha dan berapa upahnya per hari? ini jika menggunakan tenaga borongan.

    kemudian upah tenaga kerja borongan untuk panen dan pasca panen cocoknya berapa ya mas?
    juga harga jual kedelai sekarang. dan sebaiknya varietas apa yang saya pakai ya mas? trimakasih mas. mohon bantuannya.

  2. efendy manan says:

    Kayaknya Pak Suli Partono yang kompeten masalah kedelai,karena beliau menjadi petani kedelai.Mengenai varietas yang bagus,ketahanan penyakit,perhitungan ekonomi,harga jual dll pak Suli lebih paham karena terjun langsung ke Lahan..Bagaimana pak Suli?

  3. suli says:

    Salam kenal Pak fernando…saya boleh membantu Pak Ihsan

    Wow saya petani kecil terkejut dengan luas lahan bapak 22 ha untuk kedelai.kalau boleh tau lahan di manakah?? tanah masam…gambut….pasang surut….biasa

    Solusi awal jika memungkinkan pakai bajak rotari/ singkal, tenaga manusia hanya akan melakukan teknis teknis saja. Upah tergantung kesepakatan/umum di masing masing daerah.

    Jika lahan di satu areal, buat jalur mobilsasi pupuk organik dll, ini sangat penting pertimbangan waktu, kemudahan2an lain.

    Harga kedelai saat ini dari petani (awal oktober) kedelai biji besar 7000/kg,biji kecil 7600/kg.
    untuk lahan tanah masam cocok dengan varietas rajabasa.

    Hal panen nanti di pikirkan lagi. lebih lengkap ini email saya, sulipartono@gmail.com

  4. sarikin busman says:

    pak saya mau nanya, kebetulan saya punya lahan (1/2) hutan luas 17 h di didaerah perbukitan di bengkulu hanya ditanami kayu manis, rencananya saya mau ganti tanamannya dengan kedelai, untuk lahan yg berbukit dan lahan yg tidak di cangkul atau di ratakan (kondisi lahan masih banyak akar2an) jenis kedelai apa yg cocok dengan kondisi tersebut? terima kasih.

  5. suli says:

    Pak Sarikin…
    Tanah bengkulu bekas hutan, apakah masih dalam tanah masam seperti di lampung atau tidak, saya kurang tau, jika masam bisa memakai varietas rajabasa, jika mau mencoba kedelai kedelai berbiji sedang macam varietas gema bisa. bapak bisa kontak balitkabi malang. sebetulnya sudah ada kedelai tahan naungan dan kekeringan, tapi masih galur harapan.jadi kan tidak perlu di babat habis tu kayu manisnya.

  6. indra says:

    Pak Nurman / Pak Suli,
    Saat ini saya sedang latihan jadi petani. Saya ada lahan di daerah Maja / Curug Bitung, Banten. Saya mau bikin pertanian terintegrasi dengan peternakan. Awalnya Saya mau coba tanam Kedelai, Jagung dan Kacang Tanah. Rencanya daunnya bisa untuk kambing dan bijihnya bisa untuk ayam. kotorannya bisa dibalikkan jadi pupuk. Lumayan menghemat pupuk. Tahun kemarin saya sudah coba tanam singkong, sayang daun singkong harus dikeringkan / direbus dulu sebelum bisa dijadikan pakan ternak.

    Pertanyaan saya :
    1. Varietas apa yang cocok disana ? Sebagai tambahan, karena lokasinya bekas lahan karet dan kelapa, jauh dari sungai, irigasi minimal, jadi harus sedikit tahan kering untuk 2 x tanam. sisanya lahan istirahat.
    2. Disekitar tangerang sampai jasinga, dimana saya bisa mendapatkan bibit. Sudah 2 tahun saya kesulitan cari bibit sehingga terpaksa titip ke saudara untuk beli ke wonogiri. 😦
    Terima kasih sebelumnya.
    Salam

  7. suli says:

    Pak Indra…..
    salam kenal….saya tau daerah bapak walau hanya lewat….ya biasanya urusan pekerjaan sampai taman nasional ujung kulon tepatnya sumur….baru nyebrang ke pulau panaitan.
    Oke….sekarang seperti belum di release itu kedelai tahan naungan artinya di bawah pohon tegakan tanaman lain masih bisa panen,jika bekas karet/pohon kelapa berarti lebih terang dong…..sistemnya bisa di coba semua jenis tanaman kaya nitrogen plus rhizobium,yang penting jangan ketela pohon.
    Kalau mau mencoba kedelai hitam genjah detam3 dan detam4 saya punya benihnya.kalau sama ternak saya mendukung 100%,biomassa limpah dari pertanian sangat melimpah…saya sendiri punya banker limbah dari jerami kacang hijau,mungkin ada 7 ton.integrasi seperti itu nantinya tidak tergantung pemerintah.ada emailnya di sambung nanti

  8. suli says:

    dalam teorinya biomassa/jerami dari tanaman kacang hijau 12 ton/ha,dari jerami kedelai bisa 6-7 ton/ha, ini semua bisa di jadikan pakan silase.kemarin domba dalam penggemukan menjelang idul qurban makan hanya dari silase tebon jagung plus jagungnya.pencacahannya pakai chopper ya pakai aja yang kapasitas 2 ton/jam, prinsipnya limbah limbah tadi minim pestisida supaya aman buat ternak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s