BILA BULIR TAK TERISI PENUH

BILA BULIR PADI TAK TERISI PENUH DI MALAI
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP DEPTAN DI BANTEN )

Di dunia ini, faktor pemahaman memang menjadi barang berharga. Suatu ketika saya pernah kepada seorang petani, ” pak tanamannya selama ini dikasih apa saja”?

” kalau urea, di awal tanam. Terus saya kasih obat ”

” dari  mana obat itu, pak?”

” belum lama, ada yang datang. Dia menawarkan obat. Kemudian saya coba, hasilnya lumayan bagus. Padinya kayanya lebih terisi. Saya jadi cocok”

” ada bungkusnya, pak?

” ada “.  Kemudian dia ke gubuknya dan mengambilnya. ” Ini pak ”

Saya perhatikan sebentar, di dalam hati tertawa geli. ” pak, ini mah insektisida “tertentu”.

” Tapi harganya mahal juga kok”. Petani ini seakan membela diri.

Saya juga pernah mendapat pertanyaan, ” Mas Nurman, saya dapat info agak kurang enak dari tetangga yang kemarin tanam padi situ bagendit, hasil yang didapat rata-rata petani disini menunjukkan bahwa bulir nya tidak terisi secara penuh, dan bulir-bulir yang berada dipangkal malai banyak yang kosong. kira-kira apa ya Mas, penyebabnya ?

Dari uraian di atas, saya akan mencoba menjelaskan tentang bulir padi yang tak terisi penuh dengan pemahaman yang paling mendasar.

Faktor Pertama, Olah Tanah dan pupuk kandang/organik.

Kebanyakan atau sebagian besar petani kita, kurang memperhatikan faktor tanah dan bahan organik. Artinya tanah jarang diolah dengan sempurna atau ala kadarnya. Atau bahkan jarang sekali di olah. Apalagi tanah tsb sering menggunakan pupuk kimia dengan berlebihan, terutama urea. Oleh sebab itu tanah akan menjadi keras dan liat.

Kalau tanah sudah keras dan liat maka boleh dikata, pemupukan yang kita lakukan akan mubazir. Sebab pupuk yang kita berikan tak maksimal. Daya serap pupuk bisa < 25 %. Pupuk yang kita berikan tak bisa masuk ke dalam pori-pori tanah. Makanya, ada petani yang heran,” kok sudah diguyur dng pupuk urea,  daun tanaman nga hijau-hijau ya?”

Bila kondisi tanah telah demikian, maka pupuk apapun ( pupuk tunggal dan pupuk majemuk seperti NPK ) yang kita berikan lewat akar akan tak maksimal. Sehingga tanaman kurang pupuk, dan hasilnya akan terlihat. Salah satunya, malai banyak yang tak terisi.

Solusinya : Olah tanah dengan benar dan kasih pupuk kandang minamal 2 ton/ha. Kemudian dibiarkan selama 2-4 pekan atau sampai keluar kotoran cacing tanah di permukaan sawah. Jadikan tanah sehat dengan C-Organik di atas 3 %. Kalau mungkin di atas 5 %. Tanah yang demikian akan mudah menyerap pupuk yang diberikan. Pupuk akan maksimal diserap tanaman.

Faktor Kedua, Pupuk yang mengandung K2O

Bila melihat jenis pupuk, pupuk yang berhubungan dengan malai dan bulir adalah pupuk yang mengandung hara K2O. Dalam hal ini adalah KCL atau NPK yang hara K nya tinggi. Bila petani kurang memberikan pupuk jenis ini, apalagi jerami tak dimasukan ke dalam sawah. Selanjutnya pupuk kandang diberikan sedekarnya atau tak diberikan sama sekali maka tanah di sawah ini kurang pupuk yang mengandung hara K.

Kalau kita meminjam isitilah permainan bola, ada kalimat begini : ” ada tenaga buat lari tapi begitu di depan gawang nga ada tenaga buat nendang“. Kiasan ini sama dengan tanaman yang subur kemudian keluar malai dengan bagus tapi setelah itu malai tak maksimal terisi. Artinya unsur hara N dan P banyak tersedia tapi hara K kurang tersedia.

Solusinya : Kembalikan jerami padi ke dalam sawah, berikan pupuk kandang/kohe, gunakan pupuk berimbang artinya ada hara N,P dan K nya atau pake pupuk NPK sesuai dosis, berikan pupuk lewat daun yang berhara K tinggi, dll

Faktor Ketiga, Kurang Bahan Bakar ( kurang Hara N )

Saya sudah membahas masalah ini di tulisan pupuk urea, intinya hara P dan K tersedia tapi hara N minim. Ini dapat dilihat dari gejala : daun tanaman sudah menguning semua tapi malai belum semua menguning. Artinya apa? Tanaman  kehabisan bahan bakar !!!

Kok bisa? ya bisa dong. Wong daun tanamannya kuning. Bila sudah demikian, bulir padi malai banyak yang hampa. Bila sudah demikian maka berat bulir per malai juga kurang berat.

Solusi : aplikasi pupuk hara N harus sesuai perkembangan tanaman (min 3 x pemupukan)

Faktor Keempat, Karena Hama Tertentu

Bisa juga bulir padi yang tak berisis karena faktor hama. Dalam hal ini karena dihisap oleh walang sangit atau kungkang. Apalagi bila hama kungkang sangat banyak. Tapi kalau bulir yang dihisap kungkang terlihat bekasnya, ada bintik hitam. Walaupun demikian, intinya bulir padi tetap tak berisi.

Faktor Kelima, Dll

Semoga penjelasan ini dapat memberikan pemahaman kepada kita semua, Amin.

 

 

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in ABOUT TANAMAN PADI. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s