PINDAH TANAM BIBIT PADI

KAPAN SEBAIKNYA BIBIT PADI PINDAH TANAM
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP DEPTAN di BANTEN )

Kasus pertama, Saya pernah melihat ada petani yang menyebar benih Inpari 13, tetapi usia bibit dah 23 hss belum dipindah tanam.

Kasus kedua, ada juga petani yang menanam Inpari 10 sejak umur 14 hss sudah pindah tanam.

Kasus ketiga, karena persoalan hama keong yang menyerang, ada petani yang cabut bibit ciherang umur 30 hss.

Bagaimana kita menyikapi persoalan di atas?

Menurut saya, kita sebagai petani harus mengetahui umur tanaman padi yang akan kita tanam. Mengapa ? sebab umur padi akan sangat berkaitan dengan pindah bibit, waktu pemupukan,  dll

Bila kita menanam padi varietas Inpari 13 yang berumur 103 hari maka akan berbeda dengan padi Inpari 10 yang berumur antara 108 – 116 hari atau varietas ciherang yang berumur 116 – 125 hari ( rata-rata 120 hari ). Masalah umur padi biasa ditentukan oleh musim tanam atau tinggi rendahnya curah hujan. Bila ditanam dimusim kemarau maka umur padi inpari 10 bisa 108 hari. Dan sebaliknya bila musim hujan maka panen bisa mencapai 116 hari.

Pembagian Fase Tanaman Padi

Untuk padi ciherang, saya akan membagi ke dalam beberapa tahap pertumbuhan.

Fase Vegetatif. Waktunya sekitar 55 hari. Saya bagi 2 yaitu Vegetatif  sebar 20 hss dan Fase Vegetatif normal 35 hst,

Fase Generatif.  Waktunya sekitar 65 hst. Saya bagi 2 yang terdiri atas Generatif reproduktif 30 hst dan fase Generatif pematangan 35 hst.

Untuk varietas ciherang umur bibit sebaiknya ditanam di bawah 20 hss. Atau maksimal di bawah  26 hss. Sehingga total umur padi ciherang adalah 126 hari.

Masalahnya adalah para petani menyamaratakan saja umur pindah bibit pada setiap varietas, padahal umur padinya berbeda. Beda umur padi ciherang dengan inpari 13 adalah sekitar 13 – 22 hari.

Menurut saya untuk Inpari 13 sebaiknya pindah bibit maksimal adalah 15 hss. Sisa waktu yang 88 hst adalah fase vegetatif dan generatif. Masalah berapa hst fese vegatatif normal dan fase generatif perlu diteliti lebih lanjut.

Pada kasus pertama, bila bibit sudah 23 hari sudah terlambat. Bila umur 23 hss belum dipindah paling cepat umur 24 hss baru dipindah tanam. Apakah mungkin fase vegetatif normal dan generatif cuma 79 hst? bisa jadi umur panen padi inpari 13 akan molor beberapa hari.

Untuk Inpari 10 yang berumur 108 – 116 hari, sebaiknya bibit ditanam dibawah umur 18 hss atau paling lambat di bawah 20 hss.  Sisanya adalah fase ase vegetatif normal dan generatif yang berkisar 90-98 hst.

Tugas Pihak Deptan : Memberi Informasi Yang Spesifik Tentang Varietas Padi

Seharusnya pihak Deptan selaku pihak yang berwenang melepas varietas unggul harus menjelaskan secara spesifik tahapan yang saya sebutkan di atas.

Sebagai contoh Inpari 13, dijelaskan umur 103 hari. Harus ada penjelasan yang spesifik lagi, bibit pindah tanam umur maksimal xx hss, fase vegetatif xx hst dan generatif xx hst. Sehingga petani yang akan menanam mempunyai gambaran yang jelas.

Jangan sampai ada kasus yang seperti ini : ada petani yang bernama Ahmad Yani menanam Inpari 13. Karena suatu hal, dia telat menyebar pupuk, begitu mau nyebar pupuk eeh daun bendera dah muncul. Jelas dia kaget. Waduh,,,

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in ABOUT TANAMAN PADI, BENIH PADI. Bookmark the permalink.

20 Responses to PINDAH TANAM BIBIT PADI

  1. sulipartono says:

    Pak Ihsan
    Saya salah satu petani yang tidak setuju,jika tugas deptan di tambah….yang baku aja banyak swasembada mundur. petanilah yang penting dan harus sungguh sungguh menjadi petani, padi umur sangat genjah- dalampun jika ditanam umur muda (10-15 hss) sangat bagus, bukan alasan air banyak, susah membuang, bagaimana padi umur 15 hss tinggi sama dengan 20 hss
    …….banyak kriteria untuk menjadikan petani sungguh sungguh dan serius.
    Sekali terjun menjadi petani teruslah menjadi petani sampai sukses, untuk mencapai sukses harus babak belur, belajar naik kuda harus jatuh berkali kali supaya bisa mengetahui dan hal yang menyebabkan jatuh, dan dikoreksi yang kemudian di harapkan bisa mengendalikan kuda nantinya.
    Padi irigasi logikanya air bisa di atur, keong bisa dikendalikan jika beralasan umur padi tunggu agak tua supaya tidak habis sama keong….dengan parit parit. banyak cara dan kreasi sendiri sebetulnya JIKA SUDAH disawah, yang sulit menjadi petani itu masih dirumah TANPA TINDAKAN apa apa,yang di hitung jumlah genteng sambil tidur.

  2. emir fawas says:

    saya lagi menanam inpari 13 nich mudah2an hasilnya maksimal sesuai harapan.

  3. ainun says:

    saya pgn beli benih padi inpari 13,tp gk tau hrs beli dimana.kalo boleh saya mau minta info penjual bibit inpari 13 (yang daunnya kecil dan tdk ulet/susah wkt di panen) skala kecil(ecer) / sedang wilayah indonesia,krn mau di tanam sndiri,bkan di jual. Mohon info ya pak,makasih🙂

  4. efendy manan says:

    Maaf Pak Ainun…varietas inpari 13 memang daunnya lebar,sangat genjah dan ulet waktu didores/gebot.Itu sudah ciri “sejak lahir”.Jadi tidak mungkin ada Inpari 13 yang berlawanan dengan ciri2 tersebut.Kalaupun ada pihak lain yang mengklaim punya benih inpari 13 yang seperti bpk inginkan perlu dipertanyakan keaslian dan kemurnian benihnya.Sebenarnya ada varietas yang lumayan tahan wereng spt:Inpari 2,4 dan 6…kerontokannya sedang jadi bisa jadi alternatif pilihan bapak.Mungkin pak Suli atau mas Nurman ada masukan alternatif?

  5. suli says:

    Ass….salam kenal Bu Ainun
    Saran saya inpari 13 udah harus di tinggalkan, ganti inpari 20, pesan ada di BB Padi Sukamandi

  6. bagas says:

    saya mau tanya,produktifitas inpari 10 dgn ciherang fs,bnyakan mana pak?

  7. ainun says:

    terimakasih infonya pak efendi, lalu kira2 ciri2 yg sy sebutkan itu varietas apa ya pak? Karena memang menurut saya kualitasnya bagus,dari hasil padi yg genjah dan nasipun jadinya juga pulen. Banyak yang suka krn nasinya pulen..

  8. ainun says:

    wa’alaikumsalam wr.wb pak suli.. Salam kenal juga pak. Terimakasih untuk sarannya,tp kl blh tau,apa keunggulan inpari 20 ? Apakah juga genjah n hasil nasi pulen ?

  9. efendy manan says:

    Ass pak ainun…
    Mungkin saja yang dimaksud IR 64 atau Inpari 1…selain lebih genjah juga dikenal pulen dan rata2 orang indonesia menyukainya …

  10. Ass Bu/Pak Aiunun,,sebaiknya jangan tanam inpari 13,,perkembangan jelek ,anakan kurang,dan sangat genjah, kalau tetangga ibu ngga sama sama tanam inpari 13 maka di jamin inpari 13 akan habis dimakan tikus bagi daerah yang endemik tikus,mungkin lebih baik inpari 10/11,,, di tempat saya bisa 9,5-10,5 ton/ha

  11. avi says:

    tanam varietas cempo lintang saja mas yuri,dijamin 180 hst panen🙂

    • He.he.. Mas avi iso wae,,, saya soalnya udah pernah tanam inpari 13,,tetangga sawah saya tanam ir 64,,punya saya udah bunting punya tetangga belum apa apa,,wlah habis sama tikus tanamannya,,di samping itu kalau menurut saya anakan kurang,padahal saya pindah tanam umur 14 hss,kena blast waktu umur 20 hst,kalau menurut saya memang terlalu genjah jadi perkembangan tanaman tidak maksimal,,,

  12. Parwito says:

    Perkenankan saya ikut nimbrung Pak Nurman dan kawan-kawan, kelihatannya asyik sekali temanya. Kalau saya ada pengalaman selama ini bertanam dg sistem SRI organik, jadi tanam padinya umur 10 hari setelah disemai dan setelah 30 hari anakannya rata-rata sudah mencapai 25-40 untuk jenis padi Cianjur, Pandan Wangi, Mentik Susu, Mentik Wangi dan Jasmin, sedang padi hitam anakannya bisa mencapai 20-30 dan padi merah anakannya mencapai 15-20. Sampai dengan panen anakannya untuk jenis padi Cianjur, Pandan Wangi, Mentik Susu, Mentik Wangi dan Jasmin rata-rata 45-60. Untuk padi Cianjur dari 100 kg gabah kering giling bisa menghasilkan beras 60-75 kg dengan karakter aroma wangi dan sangat punel. Padi Cianjur dengan masa panen 120 hari.

    Terima kasih

    • NURMANIHSAN says:

      Wah terima ksh atas infonya Pak Parwito. tks
      kalau nanti bisa ikut kopi darat, dan kami sangat mengharapkan, beberapa bulir padi yang bapak sebutkan tsb. Tks

  13. mas sugiyarto says:

    Inpari SIDENUK saja, genjah dan tidak merepotkan. produksinya diatas inpari kebanyakan. sudah banyak yang membuktikan !!!

  14. Parwito says:

    Insya Allah Pak Nurman, mudah-mudahan bisa ikut kopi daratnya. Saya juga sangat senang bisa bertemu dengan teman-teman meskipun untuk saat ini masih via email dan phone. Terima kasih juga untuk mas Avi, mas Suli dan mas Effendy untuk saharingnya dan ilmunya sangat terapan sehingga sangat memotivasi saya untuk terus belajar dan menyampaikan kembali kepada teman-teman petani mitra kita.

    Terima kasih

  15. Santosa says:

    Saya musim tanam ini menanam Sidenuk, hasilnya lebih parah dari inpari 4 pd musim tanam sebelumnya. Dua musim tanam ini saya lagi apes terserang kresek daun. Ada saran Pak Nurman? Mksh

  16. Parwito says:

    Mas Santosa..saya punya usul untuk mulai tanam padi lokal dengan cara semi organik dengan metoda SRI dulu dan selanjutnya secara pelan beralih ke yang organik. Selain hemat biaya produksi juga akan meningkatkan kesehatan lingkungan. Kalau butuh bibitnya, Insya Allah saya bisa bantu.

    Terima kasih

  17. cantrik says:

    Bisakah saya minta/ beli benih lokalnya pak?.

  18. wawan says:

    terima kasih semuanya mas demi Indonesia raya, saya tertarik untuk jadi petani beneran karena selama ini saya lebih banyak jadi petani di rumah artinya lebih banyak pasrah kepada orang yang diserahi untuk merawat, sekali lagi trim’s

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s