HAMA PADI DI MUSIM TANAM 2

Pada musim tanam (MT) 1, sebagian besar petani bisa tersenyum lebar. Sebab hasil panennya bagus. Salah satu penyebab utamanya adalah hama dan penyakit pada MT 1 tsb boleh dibilang sedikit.

Setelah MT 1 berakhir, dilanjutnya ke MT 2, maka berbagai hama sudah mulai bermunculan.

Dalam pekan ini, saya mengunjungi sawah petani. Di dalamnya sudah ada hama yang membuat petani resah. Hama ini ciri khas tanaman padi : Penggerek Batang.

Yang membuat ketar ketir petani adalah belum ada varietas padi yang tahan dengan hama penggerek batang. Dengan kondisi ini maka perlu ekstra keras untuk mengendalikan hama ini.

Selain penggerak batang, saya jumpai pula hama ulat grayak. Populasinya masih sedikit. Ada juga orong-orong. Tapi sebelumnya, sewaktu di persemaian dan bibit padi baru ditanam keong mas menjadi hama utama. Dan hama tikus pun ada, tapi areal serangannya masih terbatas.

Dan yang menarik adalah banyak Tomcat. Serangga yang sempat membuat heboh beberapa bulan yang lalu. Serangga yang memiliki toksin  ‘aederin’ (C24 H43 O9 N) dibilang amat berbahaya.  Cairan ini disinyalir 12x lebih mematikan dari bisa ular kobra. Ada juga yang sampai hati bilang “memiliki bisa 1000 x lebih hebat dari bisa ular kobra”.

Dengan licahnya dia bergerak kesana kemari sekan tiada henti bergerak memburu makanan. Salah satu makanan kesukaannya adalah hama wereng.

Saya julurkan tangan ke daun yang ada tomcatnya. Kenapa? agar tomcat bisa berpindah ke tangan saya. Dan akhirnya berpindah juga. Saya rekan dalam kamera. Dan juga saya foto.

Ternyata serangga ini tak berbahaya. Bila benar tomcat seperti yang disebut di atas  memiliki toksin (racun) yang melebihi ulat kobra maka sudah pasti banyak mayat petani di sawah. Tapi kenyataannya tidak seperti itu.

Dan saya sudah membuktikan. Kalau pun sampai terkena toksin tomcat cukup dibersihkan dengan sabun. Yang jadi masalah adalah bila toksin aederin tsb kena kulit kemudian kulit tsb digosok terus dan dibiarkan beberapa jam maka akan terjadi seperti yang dihebohkan tsb.

Dari keempat hama yang menyerang di sawah tersebut hanya penggerek batang yang berpotensi  menimbulkan kerugian yang tinggi. Kalau hama wereng selama ada musuh alaminya seperti tomcat maka bisa dikendalikan.

Di berbagai daerah hama penggerek batang ini juga tersebar,

“Petani tidak pernah terbebas dari ancaman hama, saat tanaman padi berusia 15 hari sudah diserang hama ulat daun. Sekarang saat tanaman padi berumur 40 hari, mulai diserang hama penggerek batang,” kata David (28), petani pemilik areal sawah seluas 1,5 hektar ketika ditemui Kompas, Selasa (15/5/2012), di Desa Tragal, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang. Ia mengatakan, serangan hama penggerek batang padi hampir merata terjadi di wilayah Sumobito.

Saya dapat juga info darikepada salah satu petugas dinas pertanian di Kab Tangerang, tanaman padi di daerah kampung melayu dan sekitarnya juga sudah kena beluk.

Acim (54), petani penggarap di Curug, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Sabtu (28/4), mengatakan Di sebagian persawahan Desa Tegalsawah, Kecamatan Karawang Timur, padi terserang hama penggerek batang. Musim lalu, hama itu menyerang persawahan di beberapa desa di Kecamatan Telagasari dan Tirtamulya. http://regional.kompas.com/read/Siklus.Hama.Padi.Tak.Pernah.Terputus

Pertanyaannya kenapa hama di MT2 lebih banyak?

Saya tunggu komentar-komentar dari petani yang suka main internet,,,

 

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in ABOUT TANAMAN PADI, HAMA DAN PENYAKIT. Bookmark the permalink.

11 Responses to HAMA PADI DI MUSIM TANAM 2

  1. suli says:

    Pak Ihsan syukurlah….bapak memberi batasan pada mengapa hama MT2 lebih banyak….coba kalau….bagaimana pengendaliannya hama diatas….sudah pasti kayaknya sales pestisida yang komen, ini itu.jadi iklan dah.

    Mata petani atau setidaknya pengalaman ke belakang yang di telusuri habis melakukan apa? apa yang salah dengan pola pertanian selama ini, kok menjadi tidak seimbang antara predator dan hama. jangan salahkan cuaca karena petani paling tahan dengan cuaca apapun.
    Yang punya blog ini sangat bagus info2nya kalau kita renungkan, jawabannya sudah ada. kenapa penggerek begitu mendaulat di mana mana. saya sendiri sering mendapat pertanyaan bersangkutan. padahal bukan ke PPL. kalau sudah mentok jawabannya hanya ELING atau sadar dan ingat….namun saya lebih suka pakai eling karena lebih luas maknanya.penjabarannya eling sama Gusti Allah, yang punya tanah,air,udara, semua mahkluk segala isinya.

    • NURMANIHSAN says:

      Terima kasih Mas suli,,,
      Mungkin ada pengalaman dari Mas suli cara pengendalian penggerek Batang secara alami/organik. Atau pernah memakai insektisida organik dari toko yang berasal dari tumbuhan tertentu.

  2. Sugiono says:

    Asslmkumm…
    Cuma numpang lewat aj mas, and slm kenal.
    Senang dengan blok anda ini yg berisi info2 solutif seputar dunia pertanian plus religinya.

    Maju terus mas dan jangan pernah bosan ya untuk selalu berbagi.
    Jaman ini kayaknya petani udah alih generasi. Petani2 desa usia 40an kbawah udah pandai berinternet ria. Makanya blok2 sprti njenengan punya ini pasti banyak yg membutuhkannya.

    Akhir kata jayalah petani indonesia jayalah bangsa indonesia

    • NURMANIHSAN says:

      Wa’alaikum Salam Mas Sugiono,,,
      Salam kenal jg.
      Alhamdulillah, bila blog ini bisa berguna bagi insan lain terutama petani. Petani yang cerdas shg dapat mencari ilmu. Dengan ilmu tsb, diharapkan dpt meningkatnya hasil panen (penghasilan). Amin

  3. suli says:

    Pak Ihsan…..
    Memang bertani secara sehat tidak semudah secara konvensional, karena sudah baku mulai dari kebutuhan pupuk,pestisida dan tata cara aturannya. nah….model pertanian sehat hanya di peroleh dari cerita cerita nenek moyang, artinya yang di pakai sekarang dan model SRI pun begitu dengan modifikasi sana sini, termasuk pemilihan pestisida nabati, mungkin didaerah sentra tembakau akan banyak di pakai limbah tembakau untuk pengendalian hama tanaman padi yang ada, mimba akan di pakai di daerah subang dan sekitarnya karena di situ banyak sekali mimba dan mindi. dan saya sendiri memakai limbah tembakau sisa pabrik rokok klembak menyan( rokoknya besar seperti cerutu)satu karung hanya 5000,.ini untuk awal pencegahan perkembangan sundep, bisa di campur kirinyuh dan daun picung.
    Tanah tanah yang sudah terbiasa dengan bahan organik dan segala jenis pestisida nabati yang di berikan secara kontinyu biarpun sedikit sedikit akan di hindari hama dan penyakit tanaman padi…namun jangan harap hama mati ya, hanya nga betah aja.untuk penyakit saya sendiri kurang mengerti teorinya kenapa, penyakit penyakit penting tidak muncul

  4. fathur pengusaha muda says:

    padi yang ku tanam di serang hama yaitu dengan ciri-ciri daun berwarna merah, perkembangan padi tidak setabil,,,, dalam daerah kami dikenal dengan slundepen,,,,,, tolong bantu ya bagaimana solusinya? lalu obat apa yang bagus untuk hama terebut.

    • NURMANIHSAN says:

      Padi bpk Fathur kena penggerek batang,
      Bila diserang pada masa vegetatif disebut sundep, tapi bila malai dah keluar disebut beluk. Coba bapak ambil tanaman yg terserang. Amati batang padi yang terserang, biasa ada titik atau beberapa titik (biasanya 2). titik tsb merupakan tempat masuk penggerek batang. Kalau kita buka, kemungkinan ada ulatnya. Bila tak ada berarti dia sudah pindah ke batang lain. Atau sudah melewati fase lain dala hidupnya.
      Pengendalainnya :
      – Bila tanaman yg terserang sedikit, anakkan tanaman bisa dcabut dan dimusnakan
      – bisa juga memakai perangkap lampu pada malam hari
      – bisa memakai pestisida alami
      – terakhir, bisa memakai insektisida. Cari insektisida yg sistemik, karena penggerek batang berada di dalam batang.
      Dng memakai insektisida sistemik, maka tanaman akan menyerap insektisida tsb shg batangnya mengandung racun. Shg penggerek yg memakan batang akan mati atau tak mau memakan batang padi.
      Contoh insektisida : spontan, regent, kempo, hipolag, dll

  5. suli says:

    Walaupun saya petani gurem yang tentunya tidak mampu beli, untuk pak Fathur, kalau obat diatas jika nga mempan, bapak bisa tanyakan ke kios prevathon atau virtako, isinya sama klorantraniliprol, bedanya virtako ditambah tiametoksam (wereng)

    Saran saya untuk periode tanam selanjutnya coba satu petak belajar organik mulai kompos sampai pestisida, tentunya harus konsisten pada petak yang sama, pilih lahan irigasi teknis,mudah mobilisasi tujuannya untuk perbandingan

  6. nurkholis says:

    Seharusnya memberikan penanggulanya dan nama obatnya jadi bagi para petani pemula tidak bingung karna ada nama obatnya dan kalau bisa pupuknya

  7. mas,brp kali aplikasi virtako dan prevathon pada tanaman padi

  8. Rolis razali says:

    maaf mas nurman, sekedar berbagi info, untuk pengendalian menggunakan perangkap lampu sepengalaman saya sangat berisiko, mengapa? karna akan berpotensi mengundang hama dari lahan lain dan jika tidak terperangkap seluruhnya maka lahan kita akan jadi sasaran, mohon koreksi jika saya keliru

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s