KEJAHATAN DI DUNIA PERBERASAN

KEJAHATAN BESAR DI BISNIS BERAS NASIONAL

Di Jepang ada penjual beras yang ditangkap polisi. Mengapa penjual beras ditangkap?  Penjual beras tsb mencampur beras kualitas A dengan kualitas B. Atau dalam bahasa lain, beras tsb dioplos. Oplos beras beda kualitas. Mungkin tak terlalu beda kualitasnya.

Lain halnya dengan di negara kita : beras raskin dioplos dengan beras bagus. Beras lama dioplos dengan beras baru.Beras agak kekuningan dioplos dengan beras putih, dll.

Adapun kisah penjual beras yang ditangkap sbb :

“Beberapa waktu yang lalu di sebuah majalah internasional terdapat berita mengenai polisi Jepang yang menangkap pedagang beras. Pedagang ini dituduh melakukan tindakan kriminal karena mencampur beras yang berbeda kualitas.

Pengoplosan itu merupakan tindakan untuk mendapat keuntungan yang sebesar-besarnya dengan cara mencampur beras kualitas A dan kualitas B, setelah itu dijual dengan harga beras kualitas A. Polisi Jepang dengan mudah menangkap para pelaku karena mereka bisa membedakan secara gamblang beras kualitas A dan beras oplosan. Untuk urusan sekecil itu polisi Jepang tidak main-main.”. http://www.mail-archive.com/iasa@yahoogroups.com/msg00339.html

Bagaimana dengan di negara tercinta ini?

Kalau soal pengoplosan sih merupakan masalah biasa, mungkin bukan kejahatan di negeri ini.Ada banyak modus di negara ini tuk melakukan kejahatan perberasa.

Pertama, Kejahatan terbesar adalah pelaku impor beras yang melakukan kecurangan terstruktur di level tinggi.

Apabila kita semakin mendalami soal perdagangan beras, maka makin banyak keganjilan ditemukan. Modus beras yang masuk dalam kategori separuh nyolong sudah banyak diketahui. Kasus impor beras 60.000 ton, ternyata hanya membayar bea masuk 700 ton, juga merupakan salah satu bukti kejahatan itu.

Modus lainnya, dalam kasus beras impor lebih beraneka ragam. Modus pertama, laporan impor beras misalnya sebanyak 10.000 ton dengan kapal, masing-masing 5.000 ton setiap kapal. Namun, dalam kenyataannya ada tiga kapal yang masuk dengan total volume muatan sebanyak 15.000 ton beras. Mantan Kepala Bulog Rizal Ramli pernah mengungkap adanya modus ini.

Modus lainnya, yang semula hanya berupa dugaan ketika berbagai kapal beras keluar dari Thailand pada tahun 2004 dengan tujuan Indonesia, namun tidak pernah sampai ke Indonesia. Ada yang menyebutkan kemungkinan perubahan tujuan di tengah jalan. Meskipun disebut bertujuan Indonesia, namun di tengah jalan berpindah arah. Akan tetapi, pernyataan itu tidak masuk akal karena terlalu banyak kapal yang mudah beralih arah. Dari catatan yang ada, terdapat hampir 70 kapal bertujuan Indonesia. Apakah seluruh kapal ini berpindah tujuan sehingga tidak ada yang masuk ke Indonesia?

Sebenarnya yang terjadi adalah kapal-kapal itu masuk ke Indonesia, namun tidak sampai ke pelabuhan. Kapal-kapal itu berada di laut wilayah Indonesia dan kemudian dikirim ke darat setelah beras dipindahkan dari kapal asal Thailand ke kapal-kapal kecil yang membawa beras itu ke daratan.

Kompas pernah mendapatkan nama-nama kapal yang digunakan untuk menjemput beras dari kapal besar di tengah lautan ke sebuah pelabuhan di Sumatera. Setelah beras masuk, berbagai permainan masih dilakukan dan ini jelas beras impor. Sekadar untuk gambaran, bila seorang importir mengimpor 10.000 ton, sudah pasti akan kesulitan untuk menyimpan.

Mereka akan memilih langsung menjual ke pedagang. Dalam kasus seperti ini kadang tidak disertai dengan perjanjian hitam di atas putih. Pokoknya, begitu kapal datang mereka langsung menelepon penerima beras dan kemudian mengirimkannya. Pembayarannya pun kadang diutang hingga miliaran rupiah. Modalnya cuma saling percaya. Beras datang langsung dikirim, pembayaran belakangan dan tidak ada masalah.

Namun, gawatnya permainan itu berdampak besar bagi petani. Banyaknya pasokan membuat gudang di Jakarta tak mampu menampung sehingga mengirimkannya ke luar daerah, termasuk ke sentra produksi. Akibatnya, harga beras di wilayah itu anjlok. Para penerima di daerah sentra pun tak gampang untuk melepaskan beras itu ke pasar. Volume yang besar mengharuskan mereka berhati-hati mengeluarkan stok. Yang paling aman melalui pengadaan oleh Perum Bulog. (ANDREAS MARYOTO)

Kedua, Harga Gabah Jatuh Pas Penen Raya.

Bila kejahatan impor beras yang beberapa tahun yg lalu amat gencar maka yang menjadi objek penderita adalah petani.

Coba kita bayangkan berapa nilai kerugian petani di Indonesia. Bila pas panen raya tahun 2008 harga gabah jatuh 500 perak saja, maka dengan jumlah panen sekitar 60 juta ton GKK maka uang petani yg hilang akibat beras impor tsb adalah 60.000.000 000 x 500 = 3 triliun !!!

Betapa jahat mereka yang melakukan kejahatan impor terselubung tsb.

Ketiga, Menambah Bahan Pemutih

Sekitar Februari tahun 2007, di Kabupaten Tangerang sempat heboh tentang  ditemukan beras berklorin di sejumlah pasar tradisional di Tangerang, Banten. proses pencampuran klorin itu terjadi saat beras tersebut digiling. Pemakaian klorin pada beras, menurut dia akan berdampak pada kesehatan. Karena klorin biasanya digunakan untuk menjernihkan air dan melemahkan kuman.

Bahan pemutih non pangan itu mengandung bahan kimia berbahaya. Mengandung klorin atau bromat, asam borat, asam silisilat, dietilpirokarbonat, dulsin, kloramfenikol, nitrofurason, formalin, rodamin b, paraformaldehyde, tiroksan atau kuning metanil.

Jika mengkonsumsi beras yang dipoles bahan kimia berbahaya, bisa menimbulkan berbagai penyakit, termasuk kanker. Jadi hati-hatilah

Ada nasehat bagus :  pilihlah beras yang tak mengkilat. Bila dilepas dari genggaman meninggalkan kotoran serbuk bekatul. Beras itu kemungkinan asli, permukaan luarnya tanpa polesan bahan kimia.

Keempat, Memakai tepung kristal supaya mengkilap

Beras yang mengkilap terlihat bagus dan cendurung mahal. Beras yang terlihat mengkilat dikenal dengan beras kristal. Namun, jangan lupa bahwa beras kristal ini bukan berarti tidak bisa direkayasa dengan bahan kimia dan juga cara-cara mekanis.

Ada pedagang yang membeli beras kualitas rendah kemudian digiling lagi dengan alat penggiling yang rodanya sudah disetel agar mampu menggesek bulir padi hingga terlihat mengkilat. Lalu, ada senyawa yang mirip tepung yang kemudian dicairkan yang digunakan untuk menambah kilap beras.

Kelima, Menjual beras tak sesuai varietas

Misal ada pedagang beras yang menjual beras pandan wangi dari Cianjur. Tapi kenyataannya bukan beras pandan wangi. Ada juga yang menjual beras rojolele tapi kenyataannya bukan varietas rojolele dst dst.

Keenam, dll

Oleh sebab itu, masyarakat indonesia rindu kepada pedagang beras yang jujur. Pedagang beras yang tak membuat orang sakit dengan tak menambahkan pemutih,pewarna dll.

Apalagi, bila ada importir beras yang tak cinta masyarakatnya tak cinta petani yang melakukan impor beras ketika panen raya datang. Berapa pundi-pundi dosa orang tsb bila yang dirugikan adalah seluruh petani kecil. Jutaan masyarakat petani dan keluarganya kehilangan rupiah dari permainan kotornya,,,

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in ABOUT TANAMAN PADI. Bookmark the permalink.

3 Responses to KEJAHATAN DI DUNIA PERBERASAN

  1. rizal says:

    klo begini ceritanya mustahil indonesia bisa tahan pangan..apalagi petaninya d akal akalin..sebagai petani qta ttntu kecewa..hidup d negri ini memeang harus bisa sabar dg ketidak adilan penguasa dan sistem kapitalisme…mereka kira mati bawak beras apa ke kuburan…

  2. Adam Firdaus says:

    harga beras di permainkan,beras di oplos,bgma dg BULOG &KPK

  3. avi says:

    Terlalu pelik perberasan dinegeri ini yg berimbas pd petani apalagi petani kecil.Mohon maaf sebelumnya,sudah jd tradisi kalau musim tanam pasti terjadi kelangkaan pupuk dan kalau musim panen harga gabah anjlok.Saat musim panen bln februari kemarin sampai ada petani teman saya yg mengeluh sambil bercanda disawah
    Saya:sudah selesai panen ya pak
    Petani:sudah mas
    Saya:Brp harga gabah dan dpt brp kwintal pak?
    Petani:2.900 rupiah/kg dan dapat 4 kwintal dr 1000 m persegi sawah saya,itupun msh kena repaksi 15%
    Saya:kok sedikit hasilnya pak?
    Petani:ya sisa dimakan burung sm kena blast lumayan parah,cuma yg saya sayangkan kok haga gabahnya murah banget skr pd hal harga beras 8.000/kg skr
    Saya:sudah tradisi pak kalau panen antara bln 1 dan 2 pasti harganya murah walaupun harga beras mahal
    Petani:ia ya mas dr dl kok begitu,musim panen ini saya rugi,ibarat sy kesawah pakai kemeja,jas,dasi,celana panjang dan sepatu tp pulangnya malah telanjang cm pakai celana dalam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s