DIALOG KUNCUP TANAMAN

Tulisan ini saya dapatkan dari tulisan Pak Muhaimin Iqbal di Gerai Dinarnya. Judulnya Dialog Dua Kuncup Bunga.

Dari tulisan tsb, ada kesan kuat bagi kita bahwa hidup ini : akan indah jika berbagi.

Jangan kita kira dengan berbagi kita akan rugi. Malah sebaliknya, kita akan mendapatkan banyak keuntungan. Keuntungan yang bisa membawa 2 kebaikan : Untuk diri sendiri dan Banyak insan.

Perumpamaan Dua Kuncup Bunga

Dua kuncup bunga yang tumbuh berdampingan pada suatu pagi berdialog satu sama lain. Kuncup pertama memulai : “aku dengar dunia di luar sana sangat mengerikan. Begitu kita mekar, berbagai serangga akan menyerbu kita – bahkan yang namanya lebah akan menyerap inti sari kita. Belum tangan-tangan manusia yang akan memotong tangkai kita dari induk kita dan membiarkan kita layu di pot-pot bunga mereka”. Dengan penasaran kuncup bunga kedua bertanya “lantas apa yang akan engkau lakukan ?”.

Kuncup pertama menjelaskan rencananya : “aku akan bertahan di kuncup ini selama mungkin, agar serangga tidak menggangguku, agar lebah tidak mengambil sariku, agar manusia tidak memotong tangkaiku untuk pot-pot mereka”.

Masih penasaran, kuncup bunga kedua bertanya lagi : “lha kalau engkau bertahan sebagai kuncup di tempat  nyamanmu ini, lantas apa artinya bunga bagi engkau ?, karena engkau tidak akan pernah menjadi bunga yang sesungguhnya”. Kuncup bunga pertama termenung, tidak bisa menjawab pertanyaan ini.

Maka kuncup yang kedua-pun menjelaskan rencananya : “Kalau aku, aku akan mengambil kesempatan pertama untuk keluar dari kuncup yang nyaman ini pada waktunya. Akan aku hadapi serangga-serangga pengganggu, akan aku mudahkan para lebah mengambil manfaat dari sariku, akan aku relakan manusia memetik tangkaiku untuk menciptakan keindahan dariku”.

Dengan penasaran kuncup pertama berusaha mempengaruhi kuncup kedua yang lagi berapi-api : “Tetapi engkau akan layu dan mati merana di pot-pot manusia…”. Kali ini kuncup kedua menjawab dengan lembut untuk menyentuh hati kuncup pertama : “Kita semua akan layu dan mati saudaraku, dengan rencanamu engkau akan mati di kuncupmu – tanpa pernah merasakan dan mengetahui arti dari bunga yang sesungguhnya”.

Dengan rencanaku-pun aku akan layu dan mati, tetapi aku akan puas melalui jalan takdirku untuk menjadi bunga yang sesungguhnya. Untuk memberikan seluruh sariku yang dibutuhkan oleh lebah dan makhluk lain, menyebarkan keindahanku untuk menghiasi hidup manusia…dan setelah itulah aku akan layu dan mati dengan sempurna, memenuhi takdirku sebagi bunga”.

Dialog Di Hati Kita

Dialog seperti pada dua kuncup bunga tersebut sebenarnya juga terjadi di hati kecil kita. Di satu sisi adalah rasa kawatir dan was-was setiap kali mau melangkah, takut ini takut itu. Di sisi lain adalah keinginan untuk merubah keadaan, keinginan untuk berkarya secara maksimal lengkap dengan segala risiko-nya.

Mana yang akhirnya akan terjadi tergantung dari mana dari dua  sisi dialog tersebut yang dominan. Semua kita akhirnya akan mati, tetapi ada yang mati bertahan di kuncup sampai ajal menjemputnya. Ada pula yang mati setelah memberikan seluruh sari dan keindahannya bagi makhluk lain yang  membutuhkannya.

Kita bisa memilih untuk menjadi kuncup bunga yang mana, insyaAllah !.

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in MOTIVASI. Bookmark the permalink.

One Response to DIALOG KUNCUP TANAMAN

  1. Saroha Hutagalung says:

    Saya sangat terbaantu dengan informasi kandungan unsur yg Ada pada pupuk Urea. ZA dan NPK
    Saya juga lebih dapat memaknai hidup setelah membaca dialok “Kuncup Tanaman”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s